
Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞
Fajar dan Elly tampak sudah duduk diatas pelaminan. Raut kebahagiaan diwajah kedua orang itu terlihat jelas. Apalagi Elly yang memang sudah lama mendambakan hidup berumah tangga, tentu ini menjadi kebahagiaan yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.
"Mas selamat ya," Langit menyalami Kakaknya itu.
"Terima kasih Lang," balas Fajar.
"Mas Fajar. Mbak Elly. Selamat ya Mbak. Semoga bahagia sampai maut memisahkan dan semoga cepat dapat momongan," ujar Senja sambil tersenyum hangat.
"Terima kasih Ja,"
"Makasih ya Ja," Elly membelikan peluk hangat kepada adik iparnya itu.
"Sama-sama Mbak,"
Banyak tamu undangan yang berdatangan. Rekan kerja Fajar dan Langit juga tampak memenuhi tempat mereka masing-masing.
Ada Dicky dan Hana, pasangan baru yang masih hangat-hangat nya itu turut menghadiri pesta pernikahan Fajar dan Elly.
Tampak Aisyah juga ada disana bersama teman-teman nya, karena Aisyah bekerja sebagai dokter dirumah sakit milik Fajar.
"Selamat ya Nak," Amira memberikan pelukan kedua penggantin baru itu.
"Terima kasih Mak,"
Ucapan selamat mengiringi pesta pernikahan Fajar dan Elly kali ini. Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah mereka berdua.
Fajar lelaki berambisi yang dulu pernah gagal dalam hubungan serta dirinya yang terobsesi pada cinta yang tak ingin memiliki nya kini bisa merasakan puncak kebahagiaan tersendiri bersama Elly, wanita yang sama sekali tak pernah ada dipikiran Fajar namun justru kita telah menjadi istrinya dan bahkan yang akan menemani masa tua Fajar nantinya.
Elly, wanita yang dulu pernah begitu tergila-gila pada Langit, mantan kakak iparnya. Dia sangat menyukai Langit sejak Langit menjadi Kakak iparnya kala itu. Elly pikir bisa mendapatkan hati Langit, namun nyatanya dia malah digeser oleh Senja. Elly mengalami patah hati berat saat Langit dan Senja menjalin pernikahan. Hingga dia depresi dan memutuskan bangkit. Disana lah kisahnya dan Fajar di mulai. Hingga dia mulai menaruh rasa pada Fajar dan mereka memulai hubungan sampai ke pelaminan.
.
.
.
.
"Om mau kemana sih?" Gerutu Zion.
"Nemanin saya ke acara nikahan," jawab Donny ketus. "Kamu harus dipermak dulu, pakaian kayak cowok aja," omel Donny.
__ADS_1
"Emang apa masalah nya sama Om? Suka-suka Zion lah mau pakai pakaian kayak apa aja. Om itu kayak pacar Zion aja sewot," gadis itu melipat kedua tangannya didada.
"Emang kamu punya pacar?" Donny melirik gadis yang duduk disampingnya itu.
"Ehhh si Om, gini-gini Zion, ya enggak punya pacar sihh," Zion nyengir kuda.
Sedangkan Donny tak peduli. Dia masih fokus menyetir. Sebenarnya dia malas mau hadir diacara pernikahan Fajar dan Elly. Namun Langit terus menghubungi nya dan terpaksa dia harus membawa Zion untuk menghindari pertanyaan kapan menikah. Entahlah, rasanya Donny trauma menjalin hubungan, takut akan berakhir seperti kisahnya dan Aisyah.
"Turun,"
"Iya," ketus Zion kesal.
Kedua orang itu turun dari mobil. Donny harus merubah penampilan Zion yang seperti laki-laki itu. Sungguh tidak ada feminim-feminim nya gadis itu.
"Kamu itu udah gede juga, masih makan permen," Donny geleng-geleng kepala.
"Suka-suka Zion dong Om, masalah buat Om," ketus gadis itu.
"Udah ahh masuk sana. Saya tunggu disini,"
Donny duduk disofa ruang tunggu sambil memainkan ponselnya. Sialnya tangannya tak bisa bekerja sama. Dia terus saja menscrol chatnya dengan Aisyah. Donny sengaja tak mengirim pesan pada Aisyah, dia tidak mau semakin membuat Aisyah sulit melupakan nya.
"Aisyah Mas kangen sama kamu, apa kabar kamu?" Lirih Donny mengusap layar ponselnya yang terdapat foto Aisyah.
Donny menyeka air matanya. Beberapa Minggu setelah putus dari Aisyah dia tak pernah baik-baik saja. Dadanya dihantam oleh rindu yang mengembang. Sakit setiap kali membayangkan senyum manis Aisyah padanya. Andai saja dia bisa membujuk Tuhan untuk mengembalikan Aisyah dalam pelukan nya, pasti Donny sudah lama melakukan hal tersebut agar Aisyah kembali menjadi milik nya.
"Om,"
Donny mengangkat pandangan nya. Seketika pria itu berdiri dan terpesona dengan gadis cantik didepannya. Zion berubah seratus delapan puluh derajat Celcius. Sangat cantik dan menggemaskan. Apalagi usia Zion baru 19 tahun, dia mahasiswa kehutanan semester 3 membuat wajahnya seperti gadis remaja saja.
"Zion cantik ya Om?" Tingkat kepercayaan dirinya muncul lagi.
"B aja," ketus Donny menyimpan ponselnya. Padahal lain dimulut lain dihati.
Setelah membayar biaya perawatan dan make up Zion, kedua orang itu melanjutkan perjalanan menuju tempat resepsi Fajar dan Elly.
"Om, disini acaranya?" Kepala Zion menyembur dikaca mobil.
"Iya kenapa?" Donny melepaskan sealbeat nya.
"Om yang nikah Ini Dokter Fajar dan Dokter Elly, bukan?" Tanya Zion was-was.
"Kamu kenal mereka?" Tanya Donny penasaran.
__ADS_1
Wajah Zion langsung lemas. Ahh sial kenapa bisa kebetulan.
Gadis itu mengangguk. "Papa Zion temannya Dokter Fajar Om, Papa sama Mama juga ada disini. Terus nanti kalau mereka liat Zion sama Om, pasti Zion dikira sugar baby," gadis itu merebahkan kepalanya.
"Kalau mereka tanya saya siapa. Bilang aja saya pacar kamu," sahut Donny asal.
"Ihhh Om nya gimana sihh? Zion itu enggak dibolehin pacaran sebelum lulus kuliah," Zion merenggut kesal.
"Ya udah kamu mau nya gimana? Padahal tadi saya ajak kamu kesini buat kenalin kamu sebagai pacar pura-pura saya," jelas Donny. "Tapi kalau kamu takut sama orang tua kamu ya udah.." ucap Donny pasrah.
"Ehhh Om tunggu. Ide bagus itu," Zion tersenyum smirk. "Nah kebetulan Papa sama Mama itu larang Zion pacaran karena Zion udah di jodohin sama anaknya rekan bisnis Papa yang sekarang lagi kuliah diluar negeri. Untuk mengindari perjodohan gimana kalau Zion terima aja tawaran Om?" Gadis itu tersenyum sumringah merasa dirinya punya cara untuk mengelabuhi kedua orangtuanya.
"Oke deal." Donny menjabat tangan Zion.
"Deal,"
Keduanya masuk. Zion memeluk lengan kekar Donny. Senyumnya menggembang. Mereka tampak seperti Ayah dan anak, apalagi Donny pria dewasa yang sudah berusia. Namun meski begitu keduanya tetaplah cocok.
"Syah, bukannya itu Donny?" tunjuk teman Aisyah saat gadis itu tengah berbincang-bincang dengan teman-teman nya.
"Mana?"
Deg
Seketika hati Aisyah mencelos melihat betapa mesra nya Donny dan gadis yang tengah memeluk lengannya dengan erat itu.
'Semudah itu kamu lupain aku Mas. Pantas, kamu enggak pernah balas pesan aku ternyata kamu udah punya gandengan baru,'
"Syah, kamu mau kemana?"
Aisyah langsung pergi ke kamar mandi pipinya panas dan air matanya luruh.
_**T-A-M-A-T_
SENJA MENTARI**
LANGIT ANGKASA
Yang suka visual nya angkat kaki ehh salah angkat tangan... 🤣🤣
__ADS_1