
Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞
Aku masuk kedalam ruangan kerjaku. Setelah ini aku akan fitting baju untuk mempersiapkan pernikahan ku dengan Senja. Sementara masalah yang lainnya sudah di handle oleh Donny dan Dicky.
"Mas,"
Aku mengangkat pandangan kearah pintu masuk. Senyumku memudar saat melihat Elly. Entahlah, sejak dulu aku tak pernah menyukai mantan calon adik ipar ku ini.
"Ada apa?" Aku langsung duduk dikursiku dan enggan meladeni perbincangan dengan Elly.
Elly masuk kedalam ruanganku. Aku heran apa wanita ini tidak risih memakai baju ketat yang seperti kurang ukuran itu. Entah ukurannya yang kecil atau memang badan Elly yang semakin membesar.
"Mas," Elly langsung duduk dikursi. "Mas yakin mau nikah sama Senja? Mas tahu kan kalau Senja sakit-sakitan. Senja juga enggak bisa kasih Mas keturunan? Mas masih yakin mau jadiin dia istri Mas buat gantiin Kak Amara?" Tanya Elly bertubi-tubi.
Sungguh pertanyaan yang menjengkelkan. Apa urusan wanita ini tentang Senja. Dia bukan siapa-siapa ku. Kenapa dia harus ikut campur urusanku.
"Kalau kamu mau hina Senja. Mending kamu keluar. Saya enggak butuh saran dan masukan dari kamu. Saya tahu mana yang terbaik buat saya." Tegas ku. Aku tidak suka ada yang merendahkan Senja seperti ini. Senja adalah urusanku karena aku tahu mana yang terbaik untuk hidupku sendiri.
"Mas dengarin aku dulu. Kamu jangan marah gitu dong," rayu Elly hendak menyentuh tanganku.
"Jangan sentuh-sentuh Elly. Cepat keluar dari ruangan saya. Atau kamu mau saya panggil satpam buat seret kamu dari sini?" Ancamku. Aku tak main-main siapapun yang berani menyakiti Senja aku takkan membiarkan nya hidup dengan tenang.
"Mas,"
"Keluar Elly." Bentakku menatap Elly tajam. Aku jenggah sekali menghadapi wanita ini.
Elly keluar dengan wajah kesalnya. Takkan ku biarkan orang lain masuk dan merusak hubungan ku dan Senja. Aku takkan biarkan. Takkan pernah. Cukup, aku sudah trauma dengan kejadian Mas Fajar menculik Senja. Cukup terjadi sekali jangan terjadi lagi. Orang-orang takkan paham apa itu menjaga apa yang sudah dimiliki sebelum yang dimiliki itu hilang dan pergi tak kembali.
Aku menarik nafas dalam lalu duduk sambil memijit pelipisku yang berdenyut sakit gara-gara Elly. Mood ku jadi tidak baik.
Aku keluar dari ruangan. Aku akan kerumah Donny dan menjemput Senja untuk fitting baju hari ini. Sebelum nya aku harus jemput Bintang sebab Bintang ingin ikut bersama kami sekalian foto prewedding.
"Sayang," sapa ku.
"Mas," wanita itu menyambut ku dengan senyum.
"Bunda,"
"Bintang,"
Kedua orang itu saling memeluk. Aku heran apa mereka tidak bosan? Setiap kali bertemu pasti berpelukan seperti orang yang baru bertemu setelah perpisahan cukup lama.
"Gimana sekolah nya Nak?" Senja mengusap kepala Bintang.
"Selu Bunda. Bintang udah bisa bikin gambal ikan telbang," jawab Bintang dengan senyuman sumringah.
__ADS_1
Senja terkekeh pelan. Sekaligus gemes. Dia berdiri dan menggandeng tangan Bintang.
"Mas masuk dulu," ajaknya.
"Iya Sayang." Aku merangkul bahu Senja dan ikut masuk bersama wanita itu.
"Ehh Lang. Ayo duduk," ucap Donny.
"Maksih Don." Aku duduk diikuti oleh Senja dan Bintang.
"Kalian mau fitting baju?" Tanya Donny menatap kami berdua.
"Iya Don," sahut ku.
.
.
.
.
"Mas menurut kamu ini bagus?"
Aku yang sedang asyik mengajari Bintang mengangkat pandanganku. Seketika aku mematung melihat wanita ku memakai gaun pengantin yang begitu bagus dan pas ditubuh ramping nya.
"Ck, ganti." Aku mengibaskan tangan
"Kenapa Ayah, Bunda cantik kok?" Aku langsung menutup mata Bintang. Enak saja Bintang lebih dulu melihat benda itu. Aku tidak rela.
"Mas ini kan bagus." Dia merenggek
"Ganti Sayang. Itu jelek. Enggak pas ditubuh kamu," kilahku
"Ayah kenapa sih mata Bintang ditutup segala?" Bintang merenggut kesal dan hendak menyingkirkan tangan ku dari matanya.
"Tunggu sebentar Son." Aku menahan tangan Bintang. "Sayang cepat ganti," tintah ku.
Senja menghentak-hentakkan kakinya kesal. Bibirnya mengerucut dan merajuk. Aku terkekeh pelan dan lucu. Ohh astaga kenapa wanita ini semakin hari semakin menggemaskan saja. rasanya aku tidak sabar untuk memiliki wanita itu seutuhnya.
"Ayah," Bintang menyingkirkan tangangku dengan kesal. "Ayah apa-apaannsih kenapa tutup mata Bintang segala?" Gerutu Bintang kesal.
"Maafkan Ayah Son." Aku hanya cenggesan saja sambil tersenyum penuh kemenangan. Ahh aku bernafas lega semoga Bintang tidak membayangkan benda yang dia lihat itu.
"Mas ini gimana?"
__ADS_1
Senja keluar lagi dengan gaun pengantin yang lain. Semua nya bagus hanya saja terlalu terbuka.
"Jelek. Ganti Sayang," suruhku.
Menyebalkan sekali perancang gaun pengantin itu. Apa yang merancang nya orang kurang jadi kenapa membuat baju suka sekali menampilkan belahan nya? Membuatku kesal saja.
"Mas ini?"
Senja keluar lagi dengan gaun yang lainnya.
"Jelek Sayang. Ganti,"
Senja tampak kesal. Wanita itu komat-kamit seperti dukun baca mantra.
"Ayah kenapa disuluh ganti telus. Bunda cantik pakai gaun itu?" Ucap Bintang heran.
"Enggak cocok Son. Baju nya jelek." Aku kesal. Seperti nya aku perlu menemui perancang gaun aneh itu.
"Mas, aku udah hampir sepuluh kali ganti baju nya. Kenapa enggak ada yang cocok si Mas? Capek," renggek Senja merebahkan kepalanya di bahuku. Aku paling suka jika wanita ini merenggek manja padaku.
"Iya Bunda. Ayah aneh. Padahal gaun yang Bunda pakai bagus dan juga cantik. Kenapa Ayah malah bilang jelek?" Bintang ikut menggerutu.
Kedua orang ini kompak menunjukkan ekspresi kesalnya padaku. Aku menahan tawa dan terkekeh pelan sambil geleng-geleng kepala.
"Ayo Sayang, biar Mas yang pilihin." Aku menggandeng tangan Senja. "Son, kamu tunggu disini ya... Ayah temanin Bunda pilihin bajunya," ucapku sambil memainkan mata agar Bintang mengizinkan.
Bintang mengangguk patuh. Untung saja dia paham pada kode ku.
"Iya Ayah,"
"Ayo Sayang,"
Seperti nya memang aku harus turun tangan sendiri. Senja tidak boleh memakai baju yang terbuka. Aku takkan rela jika wanita ku menjadi tontonan publik.
"Sayang kalau ini gimana?" Aku menunjukkan sebuah gaun yang cukup tertutup dibagian dada dan dengan lengan panjang sampai pergelangan tangan nya b
"Ck, Mas ini sama aja kayak baju putri duyung." Senja merenggut kesal.
Aku tertawa lebar. Makin hari wanita ini makin manja. Benar kata orang-orang wanita akan bersikap manja jika sudah menemukan lelaki yang tepat. Lelaki yang menjadi tempatnya bermanja-manja.
**Bersambung...
Selamat berbuka puasa guyssss.
Semoga lancar-lancar puasanya.
__ADS_1
Sehat-sehat buat kalian**.