
Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞
Seorang pria tampan menatap kosong keluar jendela kamarnya. Jendela transparan yang langsung disuguhkan dengan keindahan pantai Samudera ll, Singkawang.
Fajar, lelaki itu adalah Fajar. Beberapa bulan yang lalu dia baru bebas dari penjara dan memutuskan untuk menepi ditempat sunyi ini. Dia ingin melepaskan semua bayang-bayang dimasa lalunya dan memulai hidup yang baru dengan langkah yang baru juga.
Fajar ingin menepi dan jauh dari orang-orang. Dia ingin menikmati masa kesendirian nya bersama seseorang yang dia cintai.
Senja, nama wanita itu masih begitu spesial dihati Fajar. Ada rasa malu dan bersalah atas perbuatannya dimasa lalu. Entah itu cinta memang obsesi semata, wanita yang dia cintai hampir saja celaka. Namun kini Fajar sadar bahwasanya cinta memang tidak bisa dipaksakan. Bahwasanya cinta hanya lah sebuah kiasan dari perasaan. Nyatanya kiasan perasaan itu tak mampu membawanya menemukan Senja diantara milyaran wanita dipermukaan bumi ini.
Saat mendapat kabar bahwa Langit mempersunting Senja menjadi istrinya. Fajar sadar bahwa dia hampir merebut sesuatu yang paling berharga didalam hidup adiknya. Harusnya dia tahu bahwa cinta tidak bisa dipaksakan. Harusnya dia tahu bahwa yang bukan milik nya sekuat apapun dia mengggapi dan menggenggam nya sesuatu itu takkan jadi miliknya.
Tempat ini dan kamar ini menyimpan banyak kenangan yang takkan Fajar lupakan. Kamar ini tempatnya mengurung Senja lima tahun yang lalu. Memaksa Senja menikah secara paksa dengan nya karena dia sungguh ingin wanita itu menjadi istri dan Ibu dari anak-anak nya.
Namun kini ketika mendapat pelajaran selama tinggal didalam jeruji besi, Fajar sadar bahwa apa yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan. Harusnya dia tahu kalau Senja memang hanya menganggap dirinya sebagai seorang kakak.
"Sayang,"
Seorang wanita memeluknya dari belakang dan membenamkan wajahnya dipunggung Fajar.
Fajar berbalik dan melepaskan pelukan wanita itu. Lalu dia tersenyum hangat. Wanita ini memang bukan pilihan nya namun wanita inilah yang telah Tuhan kirim untuk menemani masa-masa tua nya. Fajar tak lagi muda, dua tahun lagi dia genap berusia kepala lima.
"Kenapa hem?" Dia menyelipkan anak rambut wanita itu.
"Masih mikirin Senja?" Bibirnya mengerucut kesal. "Ingat Mas, udah ada aku. Aku ini sebentar lagi jadi istri Mas," ucap wanita itu kesal.
Fajar terkekeh pelan. Dia tak bohong bahwa dia memang masih memikirkan Senja. Malah baru saja membayangkan wanita itu. Tapi Fajar tak mau menyiksa perasaan nya dengan seseorang yang telah menjadi milik orang lain.
__ADS_1
"Tahu dari mana?" Godanya
"Tuh kan bener," wanita itu melepaskan pelukannya.
Secepatnya Fajar memeluk pinggang ramping wanita itu agar tak menjauh darinya. Dia dalam fase berusaha mencintai wanita yang dia peluk ini. Berusaha menerima orang baru. Karena terhapus nya orang lama adalah dengan adanya kehadiran orang baru.
"Bercanda Sayang." Dia terkekeh.
"Aku tahu kok Mas masih mikirin Senja," wanita paling suka sekali membesar-besarkan masalah.
"Hem," Fajar menarik wanita itu kedalam pelukannya. "Mas emang masih mikirin Senja tapi Mas akan berusaha buat hapus Senja di hati Mas. Mas pengennya yang ada dihati Mas cuma kamu,"
Wajah wanita itu langsung merah merona mendengar gombalan dari calon suaminya.
"Beneran?" Dia memainkan jarinya didada lelaki tampan itu.
Elly, adalah mantan adik ipar dari Langit yang tidak lain adalah adik kandung dari almarhum istrinya Langit, Amara. Sejak Langit memperistri Senja, Elly patah hati bukan main. Wanita itu sempat depresi karena secara diam-diam dia mencintai kakak iparnya itu dan almarhum kakak nya sempat berpesan padanya agar dia menggantikan kakak nya menjadi Ibu Bintang.
Namun tiba-tiba Senja hadir ditengah perjuangan Elly mendapatkan hati lagi hingga posisinya tergeser karena Bintang ternyata lebih menyukai Senja di banding dirinya.
Dalam kepatahatiannya karena putus cinta, Elly malah menemui Fajar di penjara dan membawakan makanan untuk mantan dari adik kakak iparnya. Hingga perlahan cinta pun tumbuh dihati Elly pada Fajar padahal Elly sama sekali tidak tertarik. Namun siapa yang tahu bahwa hati manusia bisa diobrak-abrik jika sudah mengenal cinta.
Elly memutuskan untuk menunggu Fajar keluar dari penjara dan dia akan setia menunggu kapan pun lelaki itu bebas. Meski awalnya Fajar menolak dan melarang Elly menganggu dan menunggu dirinya namun wanita itu malah semakin nekad untuk mendekati sang dokter tampan. Hingga Fajar pun luluh.
Saat bebas dari jeruji besi Elly adalah orang pertama yang menjemput Fajar, hubungan keduanya terjalin hingga kini. Restu dari orangtua pun diberikan kepada mereka berdua.
"Mas udah makan belum?" Elly melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"Belum," jawab Fajar.
"Ya udah aku masakkin ya," tawar Elly.
"Emang bisa masak?" Goda Fajar. Elly terlahir dari keluarga kaya dan dia cukup manja jadi kalau masalah dapur sedikit meragukan.
"Cihhhhh, jangan meremehkan calon istrimu Mas. Begini-begini dulu aku tinggal di asrama waktu di Melbourne dan biasa mandiri," ketus Elly tak terima.
Elly adalah dokter spesialis lulusan luar negeri. Dia memang cerdas dan pintar hanya saja sayang sifat manjanya membuat dirinya seolah wanita yang tidak bisa apa-apa. Dan dia suka sekali memakai baju yang ketat seperti kurang ukuran. Namun sejak menjalin hubungan dengan Fajar sifat Elly perlahan berubah karena Fajar.
"Ya udah ayo, Mas juga mau lihat calon istri Mas ini masak," Fajar menoel hidung Elly dengan gemes.
"Mas," Elly mendengus kesal. "Tahu ahhh aku kesal. Nanti ujung-ujungnya Senja lagi," wanita itu berjalan duluan.
Wanita memang selalu begitu, kalau dia menceritakan masa lalu nya lelaki paham karena itu masa lalu. Tapi kalau lelaki mengingat masa lalunya dipastikan perang dunia ketiga akan terjadi.
Fajar terkekeh pelan sambil menggeleng gemes. Usianya dan Elly terpaut hampir sepuluh tahun. Elly termasuk wanita yang lambat menikah, sekarang usianya sudah 38 tahun tapi belum juga menikah dan sebentar dia akan menikah dengan sang kekasih hati.
Fajar menyusul Elly. Meski dalam hati Fajar Elly belum sepenuhnya dia cintai tapi dia akan berusaha mencintai wanita itu.
"Masak apa Sayang?" Fajar langsung muncul didekat telinga Elly.
"Astaga Mas," pekik Elly terkejut. "Bisa enggak sih Mas kamu itu enggak usah ngagetin mulu?" Omel Elly kesal.
"Enggak bisa Sayang," seru Fajar tertawa.
Kepribadian Elly yang cerewet dan bawel itu sangat cocok dengan Fajar yang dingin seperti kulkas. Perpaduan yang begitu jauh justru membawa keduanya dalam hubungan yang tak terduga seperti ini.
__ADS_1
"Mas bisa enggak sih kamu itu enggak usah ganggu aku terus," gerutu Elly. "Aku lagi masak Mas, nanti gosong lho masakkannya," omel wanita itu.