
Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞
^^^Aisyah menunduk sambil menangis segugukan. Dia adalah anak yang tidak bisa melawan apa yang orangtuanya katakan. ^^^
"Abah, Aisyah cinta sama Mas Donny, Abah. Aisyah enggak mau pisah sama Mas Donny," isak wanita berhijab itu.
"Kamu dengar Aisyah, apa kamu mau kehilangan Tuhan-mu demi cinta yang belum tentu bertahan sama kamu? Kamu mau menduakan Tuhan yang selama ini sudah memberi nafas hidup padamu? Kamu juga mau melihat Abah sama Umi menyalahkan diri sepanjang hidup karena gagal menjagamu?" Pertanyaan bertubi-tubi terucap dari mulut Rahman.
Aisyah hanya menunduk sambil menangis sulit dia jelaskan bagaimana perasaan nya saat ini. Apa yang dikatakan Ayahnya memang benar tapi bolehkah aku tidak setuju dengan ucapan Ayahnhya tersebut?
"Abah, Aisyah sangat mencintai Mas Donny. Dia cinta pertama Aisyah. Aisyah enggak bisa pisah sama Mas Donny, Abah," jelas Aisyah. .
"Kamu salah Aisyah, cinta pertama kamu adalah Abah," sahut Rahman mengusap bahu putri bungsu nya itu.
"Abah tahu kamu sangat mencintai Donny, tapi kamu juga harus sadar bahwa cinta beda agama enggak akan mudah untuk bersatu. Apa kamu sudah menyanyakan padanya kalau dia mau mengikuti Tuhan-mu? Atau kamu akan mengikuti dia dan meninggalkan Abah sama Umi?" Cecar Rahman. Sebenarnya dia kasihan pada putrinya ini, tapi bagaimana lagi tidak ada toleransi. Dari awal dia sudah menentang hubungan Donny dan Aisyah tapi keduanya masih saja keukeh untuk melanjutkan hubungan mereka.
Aisyah terdiam, sekilas pertanyaan Ayah nya membuatnya tak berkutik. Dia memang mau mengalah dan mengikut kepercayaan Donny, tapi bagaimana dengan kedua orangtua nya? Ayah nya pemilik pesantren tersebar di Kalimantan.
"Kamu bingung bukan?" Rahman menatap putrinya.
"Tapi Abah, Aisyah mencintai Mas Donny. Aisyah enggak peduli sama perbedaan ini. Tolong mengertilah Abah," Aisyah mengangkup kedua tangannya didada.
"Gimana kalau Tuhan-mu dan Tuhan-nya enggak merestui, apa kamu juga enggak akan peduli?" ucapan Rahman langsung membuat Aisyah bungkam. "Kamu harus tegas sama hidup kamu sendiri. Kamu enggak bisa ninggalin Allah SWT demi cintamu itu. Gimana jika suatu hari cinta yang kamu pilih itu pergi meninggalkan kamu? Akankah kamu akan kembali pada Allah SWT dan minta maaf padaNya atas rasa kehilangan mu?" Rahman geleng-geleng kepala melihat kekerasan hati putri nya ini.
"Aisyah akan tetap ikut Mas Donny, Abah. Aisyah minta maaf," ucap gadis itu mantap sambil menyeka air matanya.
"Dengarin Abah, Aisyah kalau kamu sampai memilih dia, Abah enggak akan anggap kamu sebagai anak Abah lagi,"
Deg
"Aisyah,"
Aisyah, Rahman dan Nurul menoleh kearah pintu masuk.
"Mas Donny," Aisyah langsung berdiri.
Donny masuk dengan wajah tersenyum. Dia sudah mendengar percakapan antara Ayah dan anak itu.
__ADS_1
"Mas kamu ada disini?" Aisyah langsung menyalami tangan Donny.
"Abah. Umi," Donny menyalami tangan kedua calon mertua nya itu.
Wajah Rahman berubah dingin. Dia tak masalah jika Aisyah dan Donny menikah, asal Donny mengikuti agama putrinya. Apa kata dunia jika seorang ustad dan pemilik pesantren memiliki menantu non muslim? Bisa-bisa dirinya di cibir oleh para ulama.
"Silahkan duduk Nak Donny," ucap Nurul ramah.
"Terima kasih Umi," senyum Dicky.
"Mas,"
Aisyah menatap Donny berkaca-kaca. Bagaimana bisa dia kehilangan lelaki ini? Dia sangat mencintai Donny. Donny adalah cinta pertama nya dan lelaki pertama yang berhasil membuat Aisyah jatuh cinta setelah Ayahnya.
"Iya Sayang kenapa?" Donny tersenyum kearah Aisyah. Sama seperti Aisyah dia juga mencintai wanita itu.
"Abah. Umi. Maksud kedatangan saya kesini adalah untuk melamar Aisyah menjadi istri saya," jelas Donny tak lupa senyuman lembut nya.
"Mas," mata Aisyah berkaca-kaca.
Donny mengangguk paham. Namun dia harus selesaikan masalah hubungan nya dnshan Aisyah.
"Abah, saya tahu maksud Abah. Saya pun enggak memaksa Abah untuk menerima lamaran saya. Tapi untuk masalah kepercayaan saya tidak bisa meninggalkan Tuhan saya Abah. Saya minta maaf," Donny mengangkup kedua tangannya didada.
"Kalau begitu dengan berat hati, Abah menolak lamaran kamu," tegas Rahman.
Donny memejamkan matanya sejenak. Sakit, bagai ditusuk oleh ribuan pisau.
"Abah, Aisyah rela pindah agama asal Aisyah bisa sama Mas Donny, Abah," ucap Aisyah menimpali.
"Keputusan ada ditangan kamu. Kalau kamu siap keluar dari rumah ini silahkan pilih jalan kamu sendiri dan kamu juga bukan anak Abah lagi,"
Deg
"Aisyah siap Abah," sahut Aisyah yakin.
"Tidak Sayang," tolak Donny.
__ADS_1
"Mas," air mata Aisyah luruh.
"Maaf. Mas tidak akan mengizinkan kamu meninggalkan kedua orang tua mu apalagi Tuhan-mu demi Mas," sahut Donny. Dia berusaha menahan air matanya.
"Mas, aku enggak mau pisah sama Mas. Aku cinta sama Mas," ucap Aisyah menggeleng sambil memeluk lengan Donny.
"Mas juga cinta sama kamu. Tapi kita enggak boleh melawan orangtua. Maafin Mas ya Sayang,"
Sedangkan Rahman menatap dingin kedua orang itu. Dia tidak bisa menerima toleransi.
"Kenapa kamu menolak anak saya?" Rahman menatap Donny
"Abah, enggak apa-apa Aisyah kehilangan saya, asal Aisyah enggak kehilangan Allah-nya," Donny tersenyum kecut. "Saya enggak mau egois. Apalagi Aisyah sampai kehilangan kedua orangtua nya karena saya. Enggak apa-apa saya kehilangan Aisyah. Asal Abah sama Umi enggak kehilangan Aisyah," ucap Donny.
Jauh didalam lubuk hatinya dia ingin memperjuangkan Aisyah sampai akhir. Tapi ketika mendengar perkataan Rahman yang akan mencoret nama Aisyah, Donny tidak tega. Bagaimana pun Aisyah masih butuh figure orangtua.
Rahman mengangguk. Walau ada sedikit tidak tega. Tapi ini adalah jalan terbaik.
"Mas, Aisyah enggak mau pisah sama Mas," renggek gadis itu memeluk lengan Donny dan menolak untuk berpisah.
"Sayang," Donny mengangkup wajah kekasih hatinya itu. "Enggak usah nangis yaaa. Kamu baik-baik. Mas pamit. Maaf Mas enggak bisa berjuang sampai ke pelaminan. Mas enggak mau kamu kehilangan kedua orang kamu," air mata Donny pun mengalir dengan deras.
Nurul ikut menyeka air matanya. Sebagai seorang wanita tentu dia paham perasaan Aisyah tapi dia juga tak bisa berbuat banyak karena beda keyakinan memang tidak ada toleransi.
"Aisyah," tegur Rahman.
"Saya permisi Abah. Saya titip Aisyah sama Abah," ucap Donny berdiri dari duduknya.
**Bersambung....
Apa kabar semua???
Lancarkan puasanya???
Jangan lupa dukungan nya.. Like.. Komen dan vote buat Author....
Makasih buat yang udah dukung kisah nya Langit dan Senja**.
__ADS_1