
Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞
"Mas,"
Aisyah memeluk Donny dari belakang saat lelaki itu keluar dari pekarangan rumah nya.
Donny terdiam, air mata lelaki itu luruh. Inilah akhir dari cinta yang dia perjuangkan selama ini? Donny pikir hubungan nya dan Aisyah masih bisa diselamatkan tapi kenyataannya dia harus menerima kenyataan pahit yang menghancurkan hati dan tubuhnya.
"Mas jangan tinggalin Aisyah Mas," Aisyah memeluk lelaki itu dengan erat dari belakang. Tidak. Dia tidak mau berpisah dengan lelaki ini, Aisyah sungguh mencintai Donny. Sangat mencintai lelaki ini.
Donny berbalik dan tersenyum. Dia menyeka air mata gadis yang sebentar lagi akan menjadi mantan kekasih nya itu. Tak disangka hubungan yang hampir dijalani selama sepuluh tahun ini malah berakhir dengan perpisahan yang tak pernah Donny bayangkan.
"Tuhan kita berbeda. Kita harus memilih antara cinta dan Tuhan," ucap Donny sambil mengusap pipi lembut Aisyah. Donny benar-benar tak sanggup tapi ini lah takdir cintanya.
"Tapi Mas, Aisyah_" wanita itu memegang tangan Donny yang melekat diwajahnya.
"Orangtua kita tidak merestui hubungan kita, mungkin kita masih bisa berjuang bersama-sama berjuang dan membuktikan bahwa cinta kita tahan uji. Tapi jika Tuhan yang tidak merestui hubungan kita, maka tidak banyak yang bisa kita lakukan selain berserah pada kehendak-Nya," ucap Donny lagi sambil tersenyum memperbaiki hijab Aisyah yang setengah bergeser.
"Mas_"
"Kita tidak punya kuasa untuk melawan Tuhan Sayang. Kita hanya dua insan manusia yang dipertemukan dalam sebuah perasaan yang sama, hingga akhirnya kita saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, pada kenyataannya cinta yang sudah tumbuh ini harus kita biarkan layu dan kering, sebab Tuhan kita takkan memberi restu pada kedua insan yang lemah ini,"
"Aisyah apa kamu tahu?" Tangan Donny bergetar mengusap wajah Aisyah. "Kamu sangat berharga buat Mas. Sangat-sangat berharga. Mas bahkan enggak tahu gimana hidup Mas setelah ini. Mas cinta sama kamu,"
"Mas, Aisyah _" tangis Aisyah kembali pecah. "Jangan pergi Mas. Aisyah enggak mau pisah sama Mas. Aisyah cinta sama Mas,"
__ADS_1
Dada Donny serasa pecah menahan sakit dan juga gelojak yang menghantam didalam sana.
"Tidak ada lagi perjuangan yang bisa kita lakukan. Mungkin perpisahan yang selama ini tidak pernah kita bayangkan akan menjadi jawaban dari masalah yang kita hadapi selama ini,"
"Tidak Mas. Aisyah, tidak mau," Aisyah merebahkan kepalanya didada bidang Donny.
"Kita tidak tidak bisa melawan Tuhan. Tuhan-mu dan Tuhan Mas berbeda. Kita harus memilih salah satu diantara-Nya. Tapi baik kamu atau Mas tidak ada yang bisa memilih, karena pada kenyataannya kita membutuhkan Tuhan kita masing-masing,"
"Dan perpisahan adalah jalan yang harus kita pilih," Donny membalas pelukan Aisyah sambil mengusap punggung wanita itu.
"Mas yakin, baik kamu mau pun Mas tidak ada yang menginginkan perpisahan ini terjadi. Tapi kita juga tidak bisa melawan Sang Pencipta Takdir, selain hanya menerima semua kehendak-Nya,"
"Tapi aku tidak bisa Mas," akunya masih menangis didalam pelukkan Donny hingga dada lelaki itu basah karena air mata Aisyah.
"Kita bisa Sayang. Kita tidak boleh egois. Kita harus mementingkan kebahagiaan orangtua kita. Mereka pasti punya alasan mengapa mereka tidak merestui hubungan kita, bukankah setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya?" Timpal Donny berusaha menguatkan hatinya padahal nyatanya dialah yang paling rapuh disini. Aisyah sudah menemaninya dari nol.
"Makasih untuk sepuluh tahun yang boleh kita lewati bersama. Kita sudah pernah jungkir balik, manis dan asin nya hidup pun sudah pernah kita rasakan. Biarlah semua yang sudah kita lewati menjadi sebuah kenangan nantinya,"
"Kamu jaga diri baik-baik ya. Jaga kesehatan. Jangan lupa sama Mas," Donny sedikit terkekeh. "Walau pun raga kita sudah pisah tapi bukan berarti jiwa kita pun berpisah. Perpisahan ini terjadi bukan karena kita tidak saling cinta. Tapi karena kita harus memilih yang terbaik untuk masa depan kita,"
Air mata Aisyah semakin luruh. Gadis itu menggeleng tidak mau sambil memegang tangan Donny yang masih menempel dipipinya sambil mengusap setiap air mata yang jatuh.
"Mas minta maaf karena sudah ingkar janji karena pas kenyataan nya perpisahan yang kita hindari telah terjadi,"
"Mas pamit Sayang," Donny mengecup kening Aisyah untuk terakhir kalinya. Ciuman terakhir nya karena setelah ini mereka berdua akan menjadi orang asing yang mungkin akan bertemu diwaktu yang tidak ditentukan.
__ADS_1
Donny melepaskan tangannya dari wajah Aisyah lelaki itu menjauh dari wanita yang dia cintai dan sesekali menoleh sambil melambaikan tangannya.
"MAS DONNY,"
"MAS DONNY,"
Aisyah tersungkur ditanah sambil menangis histeris memanggil nama Donny yang masuk kedalam mobilnya.
Donny membuka kaca mobil dan melambaikan tangannya sebelum akhirnya dia meninggalkan kediaman Aisyah. Padahal tadi Donny sudah menabrak seserahan untuk melamar kekasih hatinya itu. Tapi semua impiannya kini sirna. Hancur. Lebur dan rata bersama tanah.
Donny menangis didalam mobil sambil menyetir. Hubungan yang tidak singkat ini berakhir dengan perpisahan yang tak pernah Donny bayangkan.
"Maafkan Mas, Aisyah,"
"Maafkan Mas,"
Tidak ada pilihan selain perpisahan. Meski ini menyakitkan tapi Donny yakin ini yang terbaik. Dia dan Aisyah memang tidak berjodoh, terlalu banyak perbedaan yang tidak bisa mereka campur adukkan menjadi satu.
Donny tak mau Aisyah kehilangan kedua orangtuanya. Dia bisa saja egois menikahi Aisyah tanpa restu dari orang tua Aisyah. Tapi Donny tidak mau memulai hubungan yang salah karena pasti akan berakhir dengan cara menyakitkan juga.
Donny menepikan mobilnya didekat taman bambu runcing. Jam menunjukkan pukul delapan malam. Harusnya malam ini menjadi malam paling bahagia karena dia akan melamar kekasih hatinya. Namun siapa sangka justru ini menjadi malam paling menyakitkan yang tidak akan pernah dia lupakan.
Donny duduk dibangku taman sambil mendengarkan air yang mengalir di sekeliling bambu runcing itu.
Malam ini malam Minggu, malam yang paling ditunggu oleh para pasangan yang berpacaran. Jalanan juga tampak padat dan ditaman itu dikerumuni oleh banyak pasangan yang tengah kasmaran. Mungkin hanya Donny yang sedang meratapi nasibnya melihat kebahagiaan para pasangan didekatnya.
__ADS_1
"Om boleh duduk disini kan?" Seorang gadis memakai hoddie duduk didekat Donny.
Donny tak menjawab dia hanya mengangguk tanda mengiyakan ucapan gadis yang sudah duduk disampingnya itu.