Benang kusut di pernikahanku

Benang kusut di pernikahanku
Chapter 88


__ADS_3

**Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞


Author POV**


Suara riuh terdengar menggema. Semua orang disibukan dengan persiapan untuk menyambut kelahiran putri Langit dan Senja, Bianca Senja Angkasa. Putri dari buah cinta kedua pasangan yang tengah berbahagia itu.


Malam ini adalah acara syukuran dan penyambutan kedatangan bayi munggil dan menggemaskan itu.


Senja, wanita berusia 26 tahun yang disia-siakan oleh suaminya sendiri. Dipoligami dan bahkan dia harus menerima kenyataan bahwa lelaki yang telah menjadi suaminya itu ternyata tak pernah benar-benar mencintainya. Entah motif apa yang terselubung dibalik pernikahan mereka. Suaminya yang dia cintai sepenuh hati ini ternyata menikahi dia hanya sebuah kepura-puraan dan jabatan nya di bagian akademik militer Tentara Angkatan Laut.


Namun lihatlah sekarang, dirinya dibuang tak berharga. Ada sosok yang menyambut dan memunggutnya dengan penuh cinta. Hingga sosok itu jatuh cinta pada wanita yang telah berhasil membuat putra semata wayangnya bahagia. Perjalanan untuk memperjuangkan cintanya tidak berhenti sampai disitu. Banyak lika-liku luka yang harus keduanya lewati. Waktu terus berjalan, keduanya pun saling jatuh cinta dan memperjuangkan. Meski jalannya tak mudah namun keduanya berhasil melewati semua tantangan yang diberikan oleh sang pencipta takdir.


Senja Mentari, wanita yang sudah dinyatakan mandul akibat pengangkatan kista yang dia jalani sebelum menikah membuat dokter paksa harus membalik rahimnya, sebab itulah yang membuat suaminya kembali mendua hingga menikah secara diam-diam dibelakang Senja.


Namun siapa yang menyangka jika takdir Tuhan justru membawa nya pada titik bahagia yang tak pernah Senja bayangkan. Dia dinikahi oleh seorang dokter tampan dan kaya raya. Tak hanya sampai disitu Tuhan mengabulkan satu doa Senja untuk menjadi seorang Ibu, hingga dia melahirkan seorang gadis kecil yang begitu lucu dan menggemaskan.


"Uwu uwu kesayangan Mas, udah tidul ya," celetuk Bintang terus menciumi wajah adiknya.


Bintang begitu bahagia menyambut kehadiran adik kecilnya. Lelaki berusia lima tahun tiga bulan itu merasa kehidupan nya sudah lengkap. Cita-cita nya memiliki keluarga utuh kini telah tercapai.


"Bunda, kenapa wajah Bee belbeda dengan Bintang Bunda?" Tanya nya menatap wajah adiknya yang tertidur lelap.


"Kan Bee masih kecil Nak," sahut Senja asal.


"Sayang, ayo acaranya udah mau dimulai," ajak Langit masuk kedalam kamar mereka.


"Bee tidur Mas," jawab Senja menepuk-nepuk bagian dada putri kecilnya.


"Enggak apa-apa bawa aja. Tamu udah datang," sahut Langit.


"Iya Mas," Senja turun dari ranjang dan diikuti oleh Bintang.


"Biar Mas yang gendong," pinta Langit. "Kamu enggak boleh kelelahan," sejak Senja melahirkan sikap posesif Langit semakin luar biasa.


"Iya Mas," Senja menjawab dengan senyum. Suaminya ini memang posesif padanya tapi Senja senang karena Langit begitu mencintai dirinya.


Mereka keluar dari kamar. Langit menggendong Bianca yang mereka panggil Bee. Sedangkan Senja menggandeng tangan Bintang. Mereka tampak seperti keluarga bahagia pada umumnya.


Disana para keluarga serta teman-teman Langit dan Senja sudah berkumpul dengan tak sabar menantikan bayi munggil yang telah melengkapi kebahagiaan dua manusia yang saling mencintai itu.

__ADS_1


"Hai Bee," Hana sudah heboh.


"Ampun dehhh cantik amat ponakkan Om ini," Dicky menciumi wajah Bee. Namun gadis kecil itu malah terlelap.


Acara dimulai, banyak para tamu yang berdatangan untuk sekedar memberikan ucapan selamat pada Langit dan Senja. Mereka turut berbahagia atas kelahiran dari bayi yang mereka beri nama Bee.


"Selamat ya Nak," ucap Mentari. "Semoga dengan kelahiran putri kalian, semakin menambah kebahagiaan dirumah tangga kalian," sambung Mentari.


"Makasih Bu," balas Senja.


"Haiii cucu Oma," Amira, Ibu nya Langit juga heboh menciumi wajah bayi munggil itu.


Langit dan Senja hanya menggeleng saat putri mereka menjadi rebutan.


"Senja," Zaenal dan Lia mendekat kearah pasangan baru itu.


"Mbak Lia. Mas Zaenal," Senja tersenyum sumringah.


"Selamat ya. Semoga Bee tumbuh menjadi anak yang baik," ucap Lia. "Ohh ya Ja, ini buat Bee," sambil memberikan paper bag pada Senja.


"Wahh makasih Mbak. Maaf merepotkan," senyum Senja.


"Senja," Lena juga datang bersama Raswan dan Betrand.


"Tante Senja,"


"Lena. Betrand,"


Lena berhambur memeluk Senja. Senja adalah satu-satunya sahabat Lena yang selalu ada dan mensuport wanita itu dalam segala hal.


"Ja selamat ya. Ampun dehh anak kamu bikin gemes," Lena tidak punya kesempatan menggendong bayi Senja sebab dia selalu saja tersingkirkan oleh Hana dan Amira.


Senja terkekeh pelan. Bayi munggil itu memang mirip wajah nya ketika kecil. Bagai pinang dibelah dua.


Acara dilanjutkan dengan makan-makan. Banyak dari rekan kerja Langit yang berdatangan untuk sekedar memberikan ucapan selamat kepada dua orang yang telah menjadi orang tua itu.


.


.

__ADS_1


.


.


Senja menidurkan putri kecil dan pangeran kecilnya, Bintang. Bintang tidak mau jauh dari adiknya itu. Tampak sekali jika pria kecil itu bahagia karena wajahnya selalu sumringah.


Senja tersenyum bahagia menatap kedua buah hatinya. Senja sama sekali tak membedakan antara Bintang dan Bee. Meski Bintang bukan anak kandungnya namun Senja tetap menyayangi putra kecil nya itu.


"Sayang,"


Langit masuk kedalam kamarnya. Acara panjang itu cukup melelahkan. Banyak para tamu yang harus dilayani.


"Iya Mas," Senja tersenyum pada suaminya.


"Mereka udah tidur?" Sambil duduk dibibir ranjang.


"Udah Mas," wanita cantik itu tersenyum. Perlahan rambut Senja mulaj tumbuh meski belum panjang.


"Sayang," Langit menatap istri nya dengan penuh cinta.


"Iya Mas kenapa?" Senyum Senja ini selalu mampu mengalihkan dunia Langit.


Langit memeluk istrinya dari belakang. Dia membenamkan wajahnya di cekuk leher Senja.


"Makasih udah hadir di hidup Mas,"


"Aku juga mau ucapin makasih karena Mas udah terima aku apa adanya. Aku bahagia Mas," Senja berbalik dan menatap wajah suaminya.


"Mas juga bahagia Sayang," Langit mengelus wajah sang istri. "Mas masih belum percaya jika sekarang kamu adalah istrinya Mas," ucapnya


Senja tersenyum hangat tangannya melingkar dileher Langit dia juga bahagia. Wanita itu berjinjit dan mengecup bibir suaminya.


Langit tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dia menahan tengkuk Senja dan memperdalam ciuman mereka.


**T-A-M-A-T


"Kamu adalah alasan kenapa aku ada saat ini. Kamu adalah alasan kenapa aku berani membuka hati. Terima kasih sudah menyakinkan bahwa cinta sejati akan kembali kepada sang pemilik hati. Semoga bahagia ini tak berlalu begitu saja. Agar cinta kita abadi selamanya. Aku mencintaimu, Senja Mentari." (Langit Angkasa)


"Saat semua orang membuang ku. Kamu datang dan menyakinkan ku bahwa semua akan baik-baik saja. Kamu datang dan menjadi penyembuh segala luka yang menghantam dada." (Senja Mentari**)

__ADS_1


__ADS_2