Benang kusut di pernikahanku

Benang kusut di pernikahanku
Ekstra part 08


__ADS_3

Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞


Hari yang telah dinantikan oleh kedua pasangan yang tengah merasakan kasmaran itu telah tiba.


Setelah semua persiapan matang, kini keduanya tengah bersiap-siap menuju pelaminan.


Dicky dan Hana, adalah dua pasangan yang sudah lama menanti hari bahagia itu kini tersenyum lebar menjemput kebahagiaan.


Pemberkatan pernikahan itu di gelar disebuah gereja Kristen terbesar di kota Pontianak.


Senyum Hana lebar saat dirinya digandeng oleh sang Ayah. Meski wajahnya ditutupi cadar namun tak mengurangi kadar kecantikan dari gadis yang sebentar lagi akan menjadi istri itu.


Tangannya yang satu memegang buket bunga sedangkan tangannya yang lainnya mengandeng lengan sang Ayah.


Bidikkan kamera saling menggema berlomba-lomba memotret ratu sehari itu agar bisa mengabadikan moment yang hanya akan terjadi sekali seumur hidup itu.


Disana Dicky sudah menunggu dengan mata berkaca-kaca. Bahkan lelaki itu menyeka air matanya. Tak menyangka cinta yang dia perjuangkan dengan susah payah itu, kini telah resmi jadi miliknya.


Perjuangan yang tidak mudah bagi Dicky meluluhkan hati kedua orangtua Hana serta memantaskan diri untuk wanita itu.


"Dicky, Papi serahkan Hana sama kamu. Papi titip Hana sama kamu. Jaga dia dengan baik. Jangan pernah melukai hatinya," Jemmy menyatukan tangan Dicky dan Hana.


"Siap Pi. Saya akan menjaga Hana setulus hati saya serta mencintainya dengan segenap jiwa saya," sahut Dicky tegas.


Jemmy mengangguk. Hana adalah putri bungsu nya dan sekarang tugas Jemmy sudah selesai, ketiga anaknya sudah menjemput kebahagiaan mereka masing-masing dan dia sudah tenang melanjutkan hidupnya dimasa tua.


Sedangkan Hana matanya berkaca-kaca saat mendengar pesan sang Ayah kepada calon suaminya. Sebagai anak bungsu tentu dia manja sekali. Apa yang dia inginkan pasti dipenuhi oleh kedua orangtuanya.


Pemberkatan dimulai. Suasana haru biru pun diiringi dengan pujian yang membuat kedua mempelai itu menangis karena terharu dan bahagia. Apalagi setelah ini mereka akan meninggalkan Ayah dan Ibu nya serta bersatu dengan pasangan masing-masing. Bagaimana pun kodrat nya setelah menikah suami istri akan meninggalkan orang tua kandung nya serta hidup dan membina rumah tangga bersama pasangan masing-masing.


Setelah pemberkatan pernikahan selesai, acara dilanjutkan dikediaman Jemmy dan keluarga.


Banyak tamu undangan yang berdatangan, rekan-rekan Jemmy, teman-teman Hana serta kerabat yang lain juga turut mengahdirkan pesta pernikahan itu.


"Kak Hana. Mas Dicky,"


Langit, Senja, Bintang dan Bee naik keatas pelaminan. Tampak Langit menggendong putri kecilnya. Sementara Senja menggandeng tangan Bintang. Mereka selalu tampak harmonis yang membuat orang lain iri.


"Senja," senyum Hana.

__ADS_1


"Kak Hana," Senja berhambur memeluk Hana dan memberikan ucapan selamat pada Kakak iparnya itu. "Selamat ya Kak. Selamat menempuh hidup baru. Semoga langgeng sampai maut memisahkan,"


"Terima Senja," balas Hana.


.


.


.


.


"Sayang,"


"Iya Sayang, kenapa?" Hana sedang melepaskan jepitan rambut dikepalanya dibantu oleh sang suami.


"Aku kasihan sama Mas Dicky dan Mbak Aisyah," terdengar helaan nafas panjang.


"Emang kenapa sama Mas Donny dan Mbak Aisyah Sayang?" Tanya Hana heran. Hana memang belum tahu masalah hubungan Donny dan Aisyah yang dia tahu kedua pasangan itu terlihat baik-baik saja selama ini.


Dicky menghela nafas panjang sambil membantu istrinya membersihkan make up diwajah Hana.


"Lho kok bisa gitu?" ujar Hana. "Dari awal kan Mbak Aisyah udah bilang kalau dia yang ikut Mas Donny. Kenapa sekarang malah kedua orang tua Mbak Aisyah main jodoh-jodohin segala?" Pungkas Hana tidak terima.


"Orangtua nya enggak mau Sayang. Makanya kasihan banget sama Mas Donny. Dia cinta mati banget sama Mbak Aisyah," timpal Dicky.


"Harus nya dari awal udah di bicarain Sayang. Mereka berdua kan tahu sama-sama beda keyakinan, kenapa enggak di obrolin diawal-awal hubungan? Kalau enggak ada yang mau ngalah yang udah pisah aja," sambung Hana setengah kesal.


Dicky terkekeh pelan, istrinya ini kalau bicara memang suka asal keluar saja dan bicara suka blak-blakan.


"Udah ahh enggak usah dibahas lagi. Gimana kalau kita buat dedek bayi?" Goda Dicky berbisik ditelinga istrinya.


"Sayang," wajah Hana langsung merah merona membayangkan malam pertama mereka


"Bolehkan? Aku udah enggak sabar lho," ujar Dicky sambil menciumi wajah istrinya.


"Dicky, kamu ini main cium-cium aja," protes Hana.


"Gimana mau makan pertama dicium aja enggak mau?" Dicky mencolek dagu istri nya itu sambil tersenyum mengedipkan matanya jahil.

__ADS_1


"Aku takut," ucap Hana pelan dan malu.


"Kenapa harus takut?" Tanya Dicky heran.


"Ck, kamu ini enggak ngerti-ngerti. Ini kan malam pertama aku," sahut Hana malu-malu tapi wajah nya tampak kesal.


"Benarkah ini yang pertama buat kamu Sayang?" Tanya Dicky setengah tak percaya.


Hubungan Dicky dan Hana meski sudah sangat jauh namun mereka tak pernah melakukan hal-hal yang melanggar norma-norma agama. Apalagi orangtua Hana yang begitu posesif membuat Dicky harus berhati-hati dalam menjaga Hana. Sebab sedikit saja lecet dan luka maka Dicky akan langsung didepak dari kartu keluarga.


"Hem, iya," Hana mengangguk malu.


Entahlah, Hana sedikit minder karena pengalaman nya tentang hubungan ranjang sangat minim. Dia memang tidak tahu apa-apa jika membahas ranjang meski usianya terbilang sudah sangat diluar wanita dewasa.


"Hem, baiklah. Aku akan lakukan perlahan," Dicky membuka pelan resleting gaun istrinya.


"Tapi aku takut. Sakit enggak yaaaaaa?" Hana mengigit bibir bawahnya. Menurut cerita teman-teman nya yang sudah berpengalaman katanya jika baru pertama kali melakukan akan sangat sakit dan bahkan bisa mengeluarkan darah.


"Sakit tapi enggak lama," sahut Dicky tampak tak sabar.


"Kok kamu tahu? Kamu udah pengalaman?" Hana memincingkan mata curiga kearah suaminya.


"Gimana ya jelasin nya," Dicky menggaruk tengkuknya. "Kamu kan dokter masa enggak tahu?" Dicky mengalihkan pembicaraan takut terlihat gugup didepan istri nya.


"Aku enggak pernah praktek hubungan ranjang," sahut Hana kesal. "Atau emang kamu udah pernah melakukan sama mantan pacar kamu?" Tuduh Hana.


"Jangan mikir yang macam-macam Sayang," kilah Dicky.


"Terus kok kamu bisa tahu kalau malam pertama itu bisa sakit?" Hana tetap tak mau kalah dan masih membahas yang tadi.


Dicky mengembuskan nafasnya kasar. Kalau terus berdebat seperti ini kapan mereka mulai malam pertamanya. Sesuatu dibawah sana sudah berdiri dan sesak didalam celana.


"Sayang, aku baca artikel sama nonton film dew_"


"Jadi selama ini kamu nonton film dewasa?" Potong Hana.


"Ahh kamu ini bawel banget sih. Aku udah enggak tahan,"


Dicky langsung menindih istrinya dan terjadilah malam pertama mereka berdua.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2