
Selamat Membaca 💫💫💫💫💫💫💫💫💫
Acara berlangsung. Setelah ibadah dilanjutkan dengan kebaktian sosial. Dimana ada pengobatan-pengobatan gratis yang di laksanakan oleh para panitia.
"Son, ayo." Mas Langit mengulurkan tangannya pada Bintang.
"Gak mau. Bintang mau sama Bunda." Dia memeluk ku lagi.
"Ja. Maaf ya!" Mas Langit terlihat tak enak hati karena selalu merepotkan ku.
"Gak apa-apa Mas." Tetap dengan jawaban yang sama "Ayo sayang Bunda juga ikut." Aku berdiri mengulurkan tanganku pada Bintang.
Kami menuju stand makanan karena setelah seluruh kegiatan selesai. Selalu ada acara makan-makan yang disediakan oleh para panitia yang ambil bagian.
"Selamat siang Dokter Langit." Sapa para perawat saat kami hendak sampai di stand makanan termasuk Mbak Siska.
"Siang." Jawab Mas Langit terlihat cuek.
Mbak Siska melihatku dari ujung kaki sampai ujung rambut. Dia melirik penampilan ku yang tentunya sangat jauh dengan dirinya.
"Ayo." Mas Langit menggandeng tangan kiri Bintang.
Aku dan Bintang mengikuti nya. Entah kenapa jantungku berdebar. Sebenarnya aku tak enak hati. Apalagi semua kesatuan tahu jika aku ini istrinya Mas Reza dan aku malah akrab dengan laki-laki yang bukan suamiku.
"Mas." Aku menghentikan langkah kaki ku sejenak.
"Iya Ja kenapa?" Kening Mas Langit berkerut heran.
"Aku belakangan aja Mas." Ucapku.
"Ohh gitu ya udah." Dia tersenyum manis dan mengiyakan apa yang aku katakan.
"Bintang sama Bunda aja Ayah." Ucap Bintang.
"Iya-iya. Ayah duluan ya." Dia mengusap kepala Bintang. Seperti nya Mas Langit paham jika aku tidak nyaman dengan posisi terlalu dekat begitu.
Aku menghela nafas panjang sambil masih menggandeng tangan Bintang. Jika bukan karena ada Bintang mungkin aku sudah berlari dari sini.
"Hebat ya, bisa godain Dokter Langit." Bisik seseorang ditelingaku.
Aku berjingkrak kaget dan sontak menoleh ke belakang. Aku terkejut ketika melihat Mbak Siska yang menatapku dengan ejekan.
__ADS_1
"Mbak Siska." Gumam ku.
Dia melipat kedua tangannya didada menatap ku dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Kamu gak lebih dari ****** kok. Pantas aja Mas Reza gak tahan sama kamu. Ternyata kamu juga berani bermain-main dibelakang nya. Dan kamu hebat juga bisa godain orang seperti Dokter Langit, luar biasa." Dia sambil bertepuk tangan dan mengejekku.
"Bunda ayo.." Bintang menarik tanganku.
Aku mengikuti Bintang dan tak sempat menjawab pertanyaan Mbak Siska karena Bintang sudah menarik tangan ku.
Kenapa dadaku terasa sesak saat Mbak Siska menuduhku menggoda Mas Langit? Jangankan menggoda tertarik dengan pria itu saja aku tidak. Aku mendekati nya karena Bintang bukan karena aku menyukai Mas Langit. Dia hanya seorang pria yang ku anggap sebagai Kakak ku sendiri. Lantas dimana aku yang disebut penggoda.
"Bunda gak apa-apa kan?" Pria kecil itu mengangkat kepalanya dan menatap ku
"Bunda gak apa-apa kok Nak." Aku mengusap kepala Bintang "Bintang mau makan sendiri apa disuapin sama Bunda?" Aku mengambil piring dan sendok.
"Disuapin Bunda aja." Seru Bintang semangat "Aku pengen disuapin Bunda rasanya kayak apa, soalnya dari dulu aku gak pernah disuapian Bunda." Kata Bintang sendu.
Aku terdiam sejenak dan melihat wajah sedih pria kecil yang memegang ujung bajuku ini. Sama, aku dan Bintang sama. Karena Ibu menikah diusia ku yang masih belia jadi dia fokus mengurus keluarga barunya.
"Maafin Bunda ya Nak. Bunda janji bakal selalu suapin Bintang." Seruku.
"Yeiii terima kasih Bunda." Pria kecil itu berjingkrak senang.
"Ja, kesini bawa Bintang." Mas Langit melambaikan tangan nya kearah aku dan Bintang.
Sialnya disana meja VVIP dan semua para petinggi kesatuan ada disana. Ada Mas Reza juga disana kebetulan dia dekat dengan beberapa para kapten disini, seperti kapten Zainal.
"Ayo Bunda." Aku tak sempat menolak karena Bintang menarik tanganku
Mau tak mau aku ikut. Aku sedikit gugup karena ada suamiku disana.
"Ja." Mas Reza malah berdiri menyambutku seperti biasa.
"Mas." Aku menatapnya yang tersenyum kearahku
"Sini duduk dekat Mas." Mungkin didepan teman-teman nya harus mesra untuk menutupi keburukannya.
"Jangan lebut Bunda Bintang." Hardik Bintang.
"Bintang." Tegur Mas Langit "Pak Reza, maafkan anak saya ya! Dia rindu Bundanya, jadi dia menganggap kalau istri Bapak adalah Bunda nya." Ucap Mas Langit tak enak hati.
__ADS_1
"Ohh ya gak apa-apa Dok. Istri saya juga suka anak-anak." Sahut Mas Reza sambil tersenyum hangat
"Bunda ayo suapin Bintang. Bintang udah lapel." Renggeknya.
Aku mengangguk "Mas aku duduk dekat Bintang aja ya! Bintang udah lapar." Aku kembali berdiri dan bergeser didekat Mas Langit dan Bintang.
Mas Reza mengangguk kecewa. Selama aku menyuapi Bintang tatapan Mas Reza tak beralih padaku. Begitu juga dengan Mas Langit, apalagi melihat Bintang yang makan begitu lahap.
"Ja." Sapa Mbak Lia.
"Iya Mbak Lia." Aku tersenyum simpul
"Suami kamu udah beli mobilnya. Selamat ya Ja?" Seru Mbak Lia sembari tersenyum menggoda ku "Ehh tapi cewek yang diajak Reza kemarin bukan nya salah satu perawat disini Ja, kalau gak salah namanya Siska. Dia ada hubungan apa sama suami kamu?" Tanya Mbak Lia kepo. Mbak Lia ini kalau masalah gosip dia paling jagonya
"Iya Mbak, Mas Reza beli mobil." Sahutku singkat.
Aku enggan menjawab pertanyaan Mbak Lia yang lainnya. Biarlah nanti waktu yang menjawab nya. Aku tidak sejahat itu untuk membiarkan Mas Reza dikeluarkan dari kesatuan. Meskipun hati ini hancur berkeping-keping tapi aku masih memikirkan segala hal yang bersangkutan dengan Mas Reza.
"Kenyang Nak?" Aku meletakkan piring itu keatas meja.
"Mau minum Bunda." Renggeknya manja.
"Ini Nak."
"Wahhh Sanja cocok banget jadi Ibu sambungnya Bintang." Goda yang lain nya.
"Iya cocok. Serasi lagi sama Dokter Bintang." Goda yang lainnya juga
Aku hanya tersenyum mengangguk. Sedangkan Mas Reza wajahnya sudah merah padam. Ada amarah terlihat disana.
Dan Mas Langit hanya menampilkan senyum tak nyaman. Mungkin Mas Langit merasa tak enak karena ada Mas Reza. Aku pun sama tapi aku hanya diam saja.
"Nak, Bunda ke toilet dulu ya! Bintang sama Ayah bentar."
Bintang mengangguk. Syukurlah dia patuh kali ini. Kalau tidak, aku bisa terjebak dengan godaan para kesatuan.
Aku segera ke toilet tanpa peduli dengan tatapan Mas Reza yang menatapku aneh. Ahh sialnya kenapa jantung ku malah berdebar saat digoda seperti tadi.
Bersambung............
Hai guys....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote buat author ya... Ya mau emosi boleh disini ya hihihihi