
Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞
"Kamu tahu Senja, saya mencari kamu seperti orang gila. Saya berpura-pura menjalin hubungan dengan wanita lain agar bisa lupain kamu. Nyatanya itu sia-sia karena dia menghianati saya. Dan ketika kita dipertemukan kembali, kamu seenaknya lupa sama saya. Apa kamu pikir saya akan biarin kamu lupa sama apa yang udah pernah kita lewati 15 tahun yang lalu?" Sentaknya.
Aku menggeleng ketakutan, apalagi melihat amarah tercetak jelas diwajah Mas Fajar. Aku benar-benar takut, aku takut Mas Fajar berbuat nekad.
Dia naik keatas ranjang dan menatapku dengan lapar seolah-olah aku adalah makanan yang siap dia santap.
Aku menangis dan mengeratkan selimut ini ke tubuhku. Aku benar-benar takut dan sangat takut. Semoga ada orang yang menolongku. Aku mohon, aku takut sekali.
"Kamu dengarin saya Senja. Kamu itu cuma milik saya, sejak lima belas tahun yang lalu dan enggak ada yang bisa rubah itu. Kamu paham." Dia mengelus wajahku.
Bibirku sudah tak terasa, wajah pucat fasih karena ketakutan. Sedangkan air mata tak terhitung entah berapa banyak yang jatuh. Bahkan tubuhku bergetar hebat dan sialnya perutku sakit luar biasa.
"Kamu kenapa takut Sayang? Enggak usah takut, saya enggak bakal bunuh kamu kok! Gimana bisa saya bunuh kamu hidup tanpa kamu aja saya enggak bisa." Dia tersenyum menggoda.
Aku merasakan tubuhku lemah dan sakit sekali. Perlahan selimut ini merenggang dipelukkanku. Rasanya seluruh tubuhku tak bisa diajak kerjasama, rasanya roh ku ingin terlepas dari tubuhku.
"Sayang, kamu kenapa?" Dia panik
Mas Fajar menyimak selimut itu dari tubuhku. Hidungku tiba-tiba berdarah. Mungkin karena takut atau terlalu kelelahan seharian menangis makan hanya sedikit. Aku tidak nafsu makan sama sekali, apalagi dikurung dalam ketidakberdayaan seperti ini.
Dia mengangkat tubuhku dan membaringkan aku diatas ranjang, mataku sayu menahan sakit dibagian perut serta seluruh tubuhku. Semalam aku memberontak hebat saat Mas Fajar memasungku, tubuhku yang tidak seimbang dengannya membuatku tak mampu melawan kekuatan tubuhnya yang seribu kali lebih kuat dari aku.
"Tahan ya Sayang, saya akan obati kamu," ucapnya tampak panik.
Aku melihat kearah Mas Fajar yang membongkar tas nya untuk mencari alat medis itu. Kejadian ini merekam ulang kejadian 15 tahun yang lalu. Aku tahu dia lelaki baik hanya saja obsesi nya membuat dia seperti singa kelaparan. Aku yang masih kecil kala itu terlalu polos, aku pikir kasih sayangnya sama seperti kasih sayang seorang Ayah ke anaknya. Tapi nyatanya perasaan nya sudah tumbuh sejak saat ini.
Lebih membuatku terkejut ternyata dia sudah kembali sebagai Mas Fajar, Kakak dari Mas Langit lelaki yang saat ini sedang aku rindukan.
"Sakit ya Sayang?" Dia membersihkan darah yang mengalir dihidungku.
Memang belakangan ini aku sering mimisan karena terlalu lelah. Padahal beban pikiran berkurang karena terlepas dari Mas Reza. Tapi sekarang aku malah dijerat oleh Mas Fajar yang seperti iblis ini. Aku benar-benar takut. Takut sekali.
__ADS_1
"Maafkan saya. Maafkan saya Sayang. Kamu enggak apa-apa 'kan? Bilang sama saya dimana yang sakit?" Dia sampai menangis karena ketakutan melihat wajahku yang pucat padahal dia sendiri yang membuatku ketakutan.
"Maafkan saya."
Lelaki itu menarik aku kedalam pelukannya. Ingin rasanya aku mendorong tubuhnya, entah kenapa aku tidak sudi disentuh pria lain selain Mas Langit. Namun tubuh lemahku tak mampu lagi berdaya selain pasrah dan tak bisa melawan apapun.
Mataku mulai berat, sakit ditubuhku tak bisa menghilang. Ada apa ini? Apa aku akan pergi meninggalkan dunia ini? Atau ini adalah akhir dari hidupku.
"SENJA."
.
.
.
.
"Sayang."
Aku muak mendengar nama panggilan nya. Kenapa pria ini sama sekali tak mau melepaskan ku, apa yang dia mau? Apa yang dia inginkan? Dia sudah tahu jika aku menolak dengan keras permintaan nya untuk menikah dengan ku, apa dia tidak paham sama sekali atau sengaja menjebakku dalam situasi yang rumit seperti ini.
"Kamu pasti udah lapar, ayo makan?" Dia menarik kursi roda ku lalu mendorongku masuk kedalam rumah mewah ini.
Aku tak berbicara air mata yang menetes menandakan bahwa aku menolak ajakannya. Tapi aku sudah tak bisa menolak karena percuma dia sama sekali tidak peduli dengan teriakkan ku yang minta dilepaskan.
"Makan dulu ya Sayang."
Dia duduk dikursi meja makan dan menarik kursi rodaku agar mendekat.
"Heii kenapa nangis lagi sih?" Dia menyeka air mataku yang menetes dipipi, "Jangan nangis dong nanti cantiknya hilang! Tapi mau kamu cantik atau enggak saya tetap cinta sama kamu," ucapnya terkekeh pelan.
"Apa yang kamu mau Mas? Apa tujuan kamu mengurung dan menahan saya disini? Tolong lepasin saya," ucapku dengan permohonan, "Saya enggak mau disini. Saya mau pulang," sambungku.
__ADS_1
Dia tersenyum sinis, sambil mengusap pipiku yang basah. Tak kusangka lelaki baik ini ternyata adalah jelmaan iblis yang bisa menyerang kapan saja.
"Kenapa kamu masih nanya? Udah jelas saya bawa kamu kesini karena kamu itu milik saya Senja. Sampai kapan pun saya enggak bakal lepasin kamu. Kamu paham." Dia mengusap kepala plontos ku, "Jadi jangan pernah bermimpi akan lepas dari sini," ucapnya penuh penekanan.
"Ayo makan biar saya suapin ya?" Dia mengambil beberapa makanan diatas meja.
Aku menggeleng tidak mau. Aku tidak mau. Aku benci lelaki ini. Kenapa dia jahat sekali.
'Mas Langit tolongin aku Mas. Tolong aku Mas. Aku takut Mas. Kamu dimana Mas? Kenapa enggak datang jemput aku kesini?'
"Ayo buka mulut mu Sayang." Desaknya mengarahkan sendok berisi makanan itu kearah mulutku.
Aku menggeleng dan memalingkan wajahku sambil menyeka air mata yang tak bisa jatuh
Brakkkkkkkkkkkkkk
Aku berjingkrak kaget ketika dia memukul meja dengan sangat keras. Tatapannya penuh amarah.
"MAKAN SENJA."
Dia mencengkram daguku dan membuka mulutku dengan paksa lalu memasukkan makanan itu kedalam mulutku. Aku lapar tapi tak bisa makan sebab makanan itu seperti duri saya masuk kedalam tenggorokan ku.
Aku menelan nasi itu dengan paksa bersama deraian air mata yang mengalir tanpa henti.
"Senja, tolong menurutlah. Saya enggak mau kasar sama kamu. Jadi tolong, jangan bantah apa yang saya katakan."
**Bersambung.....
Makasih buat yg udah ikutin...
Jangan lupa love love dari kalian guys...
like, komen, vote dan gifts dari kalian**...
__ADS_1