Benang kusut di pernikahanku

Benang kusut di pernikahanku
Chapter 78


__ADS_3

Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞


Papa dan beberapa team lainnya datang ke pantai Samudera ll ini. Tampak kemarahan diwajah Papa. Papa adalah tipe orang yang tidak suka dipermainkan seperti ini.


"Kenapa belum masuk?" Tanya Papa padaku.


"Portalnya di kunci Pa. Mereka tidak mau buka," jawabku.


Papa mengangguk paham. Papa menatap dua satpam yang sudah babak belur akibat pukulanku itu.


"Tolong buka portal nya," perintah Papa.


"Tapi Pak_"


"Apa perlu saya buka sendiri?" Ancam Papa.


Kedua satpam itu tampak saling melihat satu sama lain. Sebelum akhirnya mereka membuka portal itu. Wajah mereka tampak ketakutan. Entah apa ancaman Mas Fajar hingga membuat kedua satpam ini ketakutan bukan main.


"Ayo."


Kami semua masuk. Tubuhku terasa panas dingin membayangkan sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada Senja. Semoga, kekasihku baik-baik saja. Semoga kekasihku tidak apa-apa. Aku, aku tidak bisa bayangkan jika dia sampai terluka.


"Kalian mencar.. Ingat hati-hati," perintah Kapten Divta dan pada anggota TNI dan kepolisian.


"Baik Kapten,"


Kami berdiri didepan sebuah villa mewah yang terletak tidak jauh dari pantai. Bangunan villa ini memang mewah, seperti nya untuk menyewa villa ini bukan orang sembarangan.

__ADS_1


Jantungku berdebar-debar tak karuan. Tak sabar ingin bertemu kekasihku. Wanita yang ku tangisi setiap malam untuk menanti kehadirannya.


"Ayo masuk,"


Kami semua masuk. Sementara para prajurit yang lainnya bertugas mengelilingi sekeliling villa untuk mencari keberadaan Mas Fajar.


Papa mendobrak pintu tak sabar. Villa semewah ini tidak memiliki pengawalan yang ketat. Mungkin Mas Fajar berpikir bahwa tidak akan ada orang yang menemukannya.


Hingga kami semua terkejut ketika melihat dekorasi pernikahan dimana disana ada beberapa orang yang sudah datang ketempat acara. Tubuhku mulai melemas, jantungku seolah berhenti berdetak. Saat melihat seorang wanita yang tampak berdiri dengan gaun berwarna putih memanjang. Mahkota tertanam diatas kepalanya dengan rambut yang tergerai indah, seperti nya dia memakai rambut palsu.


"Hentikan," teriak Papa dari jauh.


Semua mata tertuju pada kami yang berdiri didepan pintu.


"Senja," gumamku


"Brengsek,"


Aku langsung menyerang Mas Fajar yang hendak naik keatas pelaminan. Seperti nya pernikahan mereka belum dimulai. Aku menyerang Mas Fajar dengan membabi-buta memukulnya sepuas hatiku. Aku tak lagi memikirkan dosa. Mas Fajar sudah sangat keterlaluan padaku dan pada Senja.


"Brengsek kamu Mas. Kamu tega pisahin aku sama Senja." Aku terus memukul Mas Fajar.


"Hentikan Langit," Papa dan Kapten Divta berusaha melerai kami.


Wajah Mas Fajar babak belur, beberapa bagian diwajah nya terlihat memar dan membiru. Aku takkan memaafkannya, Mas Fajar harus masuk penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


"Cepat bawa dia ke kantor polisi," tintah Papa.

__ADS_1


"Senja," Mas Fajar menatap wanitaku itu.


"Senja," tatapannya tampak kosong dan air mata menetes dipipinya "Maafkan saya. Saya gagal menjaga kamu. Semoga kamu bahagia Senja. Saya mencintai kamu,"


Senja malah menggeleng. Dia terlihat ketakutan melihat wajah Mas Fajar.


"Bawa dia,"


"Baik Kapten,"


Mereka membawa Mas Fajar keluar dari villa. Meski Mas Fajar memberontak namun tetap saja para ajudan menariknya dengan paksa.


"Senja,"


"Mas Langit,"


Aku berhambur memeluknya sambil menangis. Aku benar-benar takut terjadi sesuatu pada Senja. Lambat sedikit saja aku datang, Senja akan menjadi miliknya Mas Fajar dan aku tidak rela itu terjadi. Aku tidak akan bisa kehilangan kekasihku ini.


"Senja," Senja melepaskan pelukannya.


"Mas Donny. Mas Dicky." Dia berhambur memeluk kedua Kakak nya.


Terdengar tangisan dari mulut kekasihku itu. Entah apa yang sudah dilakukan Mas Fajar hingga membuat Senja ketakutan luar biasa seperti ini?


"Mas hiks Senja takut Mas. Hiks hiks hiks,"


Tangis Senja pecah dipelukkan Donny. Seperti sedang mengalami mimpi buruk namun nyata.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2