Benang kusut di pernikahanku

Benang kusut di pernikahanku
Chapter 85


__ADS_3

Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞


...Tamu undangan terus berdatangan. Ucapan selamat juga masih kami dapatkan. ...


"Senja," seru Lena berhambur memelukku.


"Lena," balas ku.


Kami berdua berpelukan. Lena adalah sahabat terbaikku, meski kalau bicara dia suka asal keluar tapi dia adalah wanita yang mandiri.


"Selamat ya Ja. Semoga kamu bahagia," Lena mencium kening ku.


"Makasih cintaku," godaku tertawa lebar.


"Cih, aku masih normal Ja," cibir Lena.


"Ja, selamat ya," Mbak Lia juga menyalami aku sambil cepika-cepiki.


"Dokter Langit selamat," ucapnya pada Mas Langit.


"Selamat Ja,"


"Selamat Dokter Langit," ucap Mas Zaenal


"Selamat Ja,"


"Selamat Dokter Langit," Mas Raswan juga ikut memberikan selamat.


"Terima kasih," balas kami berdua.


Mas Donny dan Mbak Aisyah juga naik keatas pelaminan. Diikuti oleh Mas Dicky dan Kak Hana. Ada Ibu dan Bapak tiriku serta adik-adik ku juga yang memberikan ucapan selamat.


Hingga kini aku tidak tahu entah kenapa Ayah tiriku membenciku. Sejak pertama dia menikahi Ibu dia tidak menerima ku sebagai anak sambung nya.


"Ja, selamat ya," Mas Donny memelukku. "Mas harap kamu bahagia," sambungnya sambil mengusap punggung ku.


"Makasih Mas," mataku berkaca-kaca. Mas Donny memiliki peran besar terhadap perjuangan cintaku dan Mas Langit selama ini. Aku berjasa pada Mas Donny


"Ja," Mas Dicky juga memelukku. "Cantik banget sih adiknya Mas ini," Mas Dicky gemes sendiri.


"Lang, aku titip Senja sama kamu. Bahagiain dia," Mas Donny dan Mas Langit saling berpelukan


"Pasti Don," balas Mas Langit tersenyum simpul


"Makasih Mas. Mas kapan nyusul?" Aku mengedipkan mata jahil sambil tertawa pelan.


"Doain aja tahun ini," Mas Dicky tertawa garing. Aku tidak tahu apa yang membuat Mas Dicky dan Kak Hana belum menikah hingga sekarang.


"Mas Langit selamat ya Mas. Akhirnya sah," seru Mas Dicky lalu tertawa lebar.


"Makasih Don," Mas Langit geleng-geleng kepala sambil tersenyum simpul.

__ADS_1


"Ja selamat nya," ucap Mbak Aisyah


"Mas Langit, selamat Mas," sambung nya.


"Haii kesayangan Kakak selamat ya," Kak Hana ini calon Kakak ipar paling heboh.


"Mas Langit selamat,"


Setelah ucapan selamat dan salam-salaman dilanjutkan dengan sesi foto-foto keluarga. Hari ini aku dan Mas Langit menjadi artis dadakan, setiap tamu yang naik ke pelaminan pasti meminta untuk berfoto dengan kami.


"Senja," Ibu naik ke pelaminan bersama Bapak.


"Ibu." Aku memeluk Ibu. Kemarin aku memang kecewa dan marah tapi sudahlah, aku tak ingin hidup dalam dendam.


"Selamat ya Nak. Ibu harap pernikahan kamu kali ini langgeng sampai maut memisahkan," ucap Ibu penuh harap. Aku juga mengharapkan hal yang sama.


"Terima kasih Bu,"


Tampak Kak Divta juga naik bersama beberapa kesatuan lainnya. Aku masih mengingat jika dulu aku pernah menaruh rasa Kak Divta. Dia tidak hanya di idola sekolah tapi juga most wanted nya basket. Dia memiliki banyak keahlian. Jadi wajar saja jika banyak yang mengidolakan nya termasuk aku, lebih tepatnya kagum dalam diam.


"Senja,"


"Kak Divta,"


Tangan Mas Langit langsung melingkar dipinggangku. Aku paling suka menggoda Mas Langit. Entahlah, mungkin dia tahu jika Kak Divta pernah menyukaiku hingga dia selalu cemburu jika aku membahas Kak Divta.


"Selamat ya Ja." Kak Divta menyalami ku dan menatapku lama.


"Dokter Langit, selamat Dok,"


"Terima kasih," sahut Mas Langit dingin.


Aku geleng-geleng kepala sambil tersenyum. Waktu pacaran saja sikap posesif Mas Langit sudah terlihat. Apalagi kalau sudah menikah, bisa-bisa aku tidak bisa kemana-mana.


"Ayah. Bunda," seru Bintang naik keatas pelaminan.


"Bintang,"


Senyum kami berdua mengembang. Bintang langsung memeluk kami berdua bersamaan. Impian Bintang kini terwujud, dia menginginkan orang tua yang lengkap. Aku bahagia bisa mewujudkan impian Bintang karena itu impian ku juga. Impian ku dan Bintang telah terwujud.


"Sayang dulu dong, Ayah sama Bunda-nya,"


Bintang menghujani wajah kami berdua dengan banyak ciuman hingga membuat kami tertawa geli saat benda kenyal itu menempel dipipi.


"Mulai nakal ya anak nya Ayah ini, sudah berani-berani cium istri Ayah,"


Mas Langit mengelitik pinggang Bintang hingga pria kecil itu tertawa lepas


"Ayah hahah geli Ayah. Haha,"


Aku hanya tersenyum simpul menatap kedua orang ini. Aku masih tak menyangka jika Tuhan membawa ku pada titik ini. Setelah di hancurkan dengan hebat. Setelah dibuang tak berharga. Kini aku diambil oleh seseorang yang lebih berharga dan mencintai ku dengan tulus.

__ADS_1


Mas Langit dan Bintang adalah duniaku sekarang. Dunia yang membuatku bahagia.


Mas Langit menggendong ku masuk kedalam kamar. Acara yang panjang itu cukup menguras tenaga karena banyaknya tamu undangan. Aku bersyukur kondisi tubuhku juga mulai membaik. Mulai bisa diajak bekerja sama. Meski aku harus melewati beberapa proses treatment untuk mengantisipasi cairan kemoterapi yang masuk kedalam tulang-tulang ku.


"Mas, aku berat ya?" Aku melingkarkan lenganku dileher Mas Langit.


"Kamu itu ringan banget Sayang," Mas Langit terkekeh.


"Berarti aku kurusan dong?" Cemberut ku. Sejak kejadian aku di culik kemarin, aku jadi manja seperti anak kecil.


"Mau kamu kurus atau gemuk kamu tetap cantik Sayang. Dan Mas cinta sama kamu," goda nya terkekeh pelan.


"Mas." Aku menyembunyikan wajah merona ku didada bidang Mas Langit.


Mas Langit membawaku masuk kedalam kamar yang mungkin baru pertama kali menjadi tempat tidur kami. Rumah ini memang masih baru dan baru ditempati sekarang.


Mas Langit meletakkan aku dengan pelan diranjang. Dia menjaga ku seperti telur yang takut bila retak sedikit saja akan berakibat fatal.


Mas Langit berjongkok sedangkan aku duduk dibibir ranjang. Dia menarik pelan wig yang sengaja dipasang dikepalaku.


"Mas lebih suka kamu tanpa rambut Sayang," goda nya.


Aku terkekeh dengan rayuan lelaki ini. Matanya merah menahan hasrat. Sebagai pria normal wajar saja jika Mas Langit tak sabar sudah lima tahun menduda tentu nya itu tantangan yang berat untuknya sebagai laki-laki normal.


"Sayang, makasih ya udah mau hadir dihidup aku," ucapnya mengelus pipiku


"Iya Mas. Aku juga yang harus bilang makasih karena Mas udah terima aku apa adanya," senyumku.


"Kalau Mas minta sekarang boleh?" Tatapnya penuh harap.


Aku ngakak. Lelaki ini memang terlihat tak sabar. Malam pertama pasangan yang sudah pernah menikah itu tentu bukan sesuatu yang penasaran hanya saja mungkin berbeda pasangan.


Aku mengangguk "Iya Mas. Aku udah siap kok," sebagai wanita normal jujur aku juga menginginkan nya.


"Mas akan lakukan pelan-pelan," ucapnya mengecup keningku.


**Bersambung..


Maaf ya gaesss malam pertama Langit dan Senja author skip wkwkwwk


Bulan puasa enggak boleh bayangin aneh-aneh 🤣🤣


Okehhh makasih buat kalian yang udah mau ikutin kisah nya Senja. Akhirnya Senja bahagia.


Yuk follow akun author


FB : Fitriani Yuri


IG ; fitrianiyurikwon_


TikTok: @fitrianiyuri**

__ADS_1


__ADS_2