Benang kusut di pernikahanku

Benang kusut di pernikahanku
Chapter 84


__ADS_3

Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞


Senja POV


Aku menatap pantulan diriku didepan cermin, gaun mahal dan indah ini melekat dengan sempurna ditubuh rampingku. Senyumku menggembang. Hari ini adalah hari yang telah kunantikan sejak lama. Hari yang akan menjadi sejarah perjalanan cintaku.


Semoga kali ini aku bahagia. Semoga kali ini cintaku abadi. Bersama Mas Langit, lelaki yang sudah berhasil membuktikan padaku bahwa cinta tak selamanya berakhir menyakitkan.


"Tante Senja cantik banget," seru Betrand.


"Iya Ja kamu cantik banget," Mbak Lia ikut menimpali. Saat ini kami sedang berada di ruangan rias.


"Enggak salah Dokter Langit pilih kamu jadi istrinya," celetuk Lena.


Aku terkekeh mendengar pujian mereka bertiga. Aku juga tak menyangka jika aku akan secantik ini. Ini jauh berbeda. Bahkan aku sendiri hampir tak mengenal diriku.


"Semoga kamu bahagia ya Ja. Aku bahagia kalau kamu bahagia," Lena memberikan pelukan hangat padaku.


"Makasih Len. Makasih buat doanya." Aku membalas pelukan sahabat ku ini.


"Ya udah ayo. Mereka udah pada nungguin," ajak Mbak Lia.


Pernikahan kami diselenggarakan dirumah mewah Mas Langit yang dia beli khusus untuk ku dan Bintang. Jauh-jauh hari Mas Langit sudah menyiapkan masa depan untuk kami berdua. Agar kelak hidup kami terjamin.


Aku berjalan diatas karpet merah ini dengan gaun panjang serta sebuket bunga ditanganku. Wig yang sengaja di pasang diatas kepala ku tergerai indah.


Ayah ku, Pak Jaka mengiringiku menuju altar. Meski pun hati ini masih kecewa atas perbuatan mereka. Tapi aku tak bisa menaruh dendam pada orangtua kandungku sendiri. Bagaimana pun mereka adalah orangtua kandung ku karena mereka aku ada. Tapi jujur saja rasa kecewa itu hingga kini masih tetap ada. Namun aku berusaha berdamai dengan masa lalu ku. Sekarang aku ingin hidup baik-baik saja, sebagai seorang wanita dan sebagai seorang Ibu.


Bidikkan kamera mengiringi langkahku. Diatas altar tampak Mas Langit dan seorang Pendeta tengah menunggu kedatangan ku. Mataku berkaca-kaca. Ini adalah pernikahan yang akan aku kenang hingga nanti. Dulu waktu aku menikah dengan Mas Reza, hanya dihadiri oleh beberapa orang saja bahkan orang tua Mas Reza tak mau hadir di hari pernikahan kami.


Mas Langit tampak tersenyum menunggu kedatangan ku. Ini bukan pernikahan pertama kami tapi ini adalah pernikahan terakhir untuk kamu berdua. Kami sama-sama terluka. Kami sama-sama pernah kehilangan seseorang. Semoga kami pun belajar untuk saling menerima satu sama lain.

__ADS_1


"Langit, Ayah serahkan Senja sama kamu. Buat dia bahagia. Jangan pernah menyakiti hati dan perasaan nya. Jika suatu saat kamu sudah bosan dengannya kembalikan dia pada Ayah. Ayah sangat menyanyanginya," mataku berkaca-kaca mendengar ucapan Ayah.


"Baik Ayah. Saya akan membahagiakan Senja dengan seluruh jiwa dan raga saya," jawab Mas Langit.


Mas Langit menyambut tangangku dengan lembut. Terlihat bahwa dia benar-benar tengah berbahagia.


Ps : Maka tibalah saatnya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing-masing menjawab pertanyaan saya.


Ps : Saudara Langit Angkasa, maukah saudara menikah dengan Senja Mentari, yang hadir disini dan mencintainya seumur hidup baik dalam suka mau pun dalam duka?


Langit : Ya, saya mau


Ps : Saudari Senja Mentari maukah saudara menikah dengan Langit Angkasa, yang hadir disini dan mencintainya seumur hidup baik dalam suka mau pun dalam duka?


Senja : Ya, saya mau


Ps : Silahkan untuk mengucapkan janji suci.


Senja : Saya Senja Mentari mengambil engkau Langit Angkasa sebagai suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; pada waktu susah mau pun senang, pada waktu kelimpahan mau pun kekurangan, pada waktu sehat mau pun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai mau memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang Kudus dan inilah janji setiaku yang tulus.


Ps : Selanjutnya pemasangan cincin (Bintang datang membawa nampan berisi satu kotak beludru berwarna merah)


Ps: Cincin ini bulat tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang tanda kasih Kristus, yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin ini menyatakan bahwa saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga; dengan mengasihi pasangan tanpa awal dan tanpa akhir.


Ps : Silahkan mempelai pria untuk memasangkan cincin (Mas Langit mengambil cincin itu dari tangan Bintang)


Langit : Senja Mentari, cincin ini aku berikan padamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku (Mas Langit memasangkan cincin itu ke jari manis ku)


Ps : Silahkan mempelai wanita untuk memasangkan cincin (Bintang menyerahkan satu cincin pada ku)


Senja : Langit Angkasa, cincin ini aku berikan padamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku (Aku memasangkan cincin itu ke jari manis Mas Langit).

__ADS_1


Ps : Silahkan mempelai pria untuk mencium mempelai wanita.


Mas Langit mengecup keningku dengan sayang. Aku meresapi ciuman hangat itu. Semoga aku bahagia kali ini.


'Terima kasih Tuhan. Jadikan aku istri yang berbakti pada suami dan anakku,'


"Selamat kalian berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri. Ingat jangan ada kata pisah kalian sudah berjanji dihadapan Tuhan dan para saksi. Semoga langgeng sampai maut memisahkan kalian. Jadilah keluarga yang berpondasi pada kebenaran firman Tuhan," ucap sang Pendeta menasihati kami.


"Terima kasih Pak Pendeta,"


Acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Sebenarnya aku meminta Mas Langit agar acaranya sederhana saja dan tidak perlu mewah. Tapi Mas Langit malah ingin acara ini mewah, kata nya ini adalah moment sekali seumur hidup.


Para tamu undangan berdatangan. Entah berapa ribu undangan yang tersebar. Terlihat banyak para abdi Negara serta teman-teman Mas Langit.


"Langit. Senja. Selamat yaa." Mama memeluk kami berdua secara bergantian.


"Terima kasih Ma," jawab kami berdua bersamaan.


"Son selamat," Papa juga memberikan pelukan hangat nya pada Mas Langit.


"Terima kasih Pa," balas Mas Langit.


"Senja,"


"Papa." Aku mengecup punggung tangan lelaki yang sudah ku anggap seperti Ayah ku sendiri


"Semoga bahagia ya. Papa titip Langit sama Bintang." Pesan Papa.


"Iya Pa. Makasih ya Pa," mataku berkaca-kaca.


Papa tersenyum. Pria paruh baya ini memang selalu baik padaku. Dari pertama aku masuk kedalam kehidupan Mas Langit dan Bintang, Papa selalu mensupport aku dan hingga aku sah menjadi istri Mas Langit.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2