Benang kusut di pernikahanku

Benang kusut di pernikahanku
Chapter 76


__ADS_3

Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞


Langit POV


"Brengsek."


Aku seperti orang gila mencari keberadaan Senja. Entah kemana Mas Fajar membawa wanita ku pergi. Jika sampai Mas Fajar menyakiti Senja, aku takkan pernah memaafkannya. Aku akan membunuhnya tak peduli jika aku harus tinggal didalam penjara.


"Gimana Don?" Aku duduk disamping Donny.


"Kepolisian belum menemukan dimana keberadaan Senja. Seperti nya Mas Fajar membawa Senja bukan ke Jakarta. Aku yakin dia masih berada di daerah Kalimantan ini." Jelas Donny.


Menyenderkan tubuhku lelah, ini adalah fase paling menyakitkan dalam hidupku. Aku merasa gagal menjadi laki-laki. Aku bodoh. Aku lalai. Harusnya aku bisa melindungi Senja.


"Ini semua salahku Don." Sekarang aku tidak peduli jika menangis didepan Donny. Aku merasa bersalah.


"Berhenti menyalahkan diri sendiri Lang." Donny menepuk bahuku, "Kamu harus dan jadi kekuatan buat Bintang."


Bintang, putraku. Sekarang dia dirawat di rumah sakit karena histeris saat Senja hilang. Bintang menyanyangi Senja melebihi apapun, dia sampai jatuh sakit hanya karena jauh dari Senja. Setiap hari menangis dan yang dia cari hanya Senja, tidak mau dibujuk. Dia keras kepala sekali, aku sampai kewalahan menghadapi sifatnya yang begitu keras.


"Hiks hiks hiks hiks."


Ini adalah titik terendah dalam hidupku. Titik dimana aku merasa duniaku hancur berkeping-keping. Dua orang yang begitu aku cintai, sekarang sama-sama dalam keadaan memprihatinkan.


Senja, dimana dia? Aku sudah mencarinya. Tapi aku tidak menemukannya. Kemana lagi aku harus pergi? Kemana aku harus menemuinya? Aku rindu padanya, aku ingin bertemu dengannya? Tapi dimana?


"Sabar Lang." Donny menepuk bahuku, "Semoga Senja baik-baik aja disana. Kita tunggu kabar selanjutnya, semoga kepolisian bisa melacak keberadaan Mas Fajar," ucap Donny menenangkan.


"Aku tahu Mas Fajar berbuat nekad Don, aku tahu seperti apa Mas Fajar. Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau," ujarku sambil menyeka air mataku.


Mas Fajar benar-benar keterlaluan. Mas Fajar benar-benar tak memiliki hati sama sekali. Kenapa dia tega mengambil Senja dari sisiku? Apa dia tidak bisa berpikir normal untuk merebut hak orang lain?


"Lang."

__ADS_1


Papa dan Kapten Divta masuk kedalam ruanganku. Segera aku menyeka air mataku. Bukan gengsi untuk menangis hanya saja aku tak ingin lemah di mata Kapten Divta.


"Silahkan duduk Om," ucap Donny mempersalahkan.


Papa dan Kapten Divta mengangguk. Saat ini masih berada dirumah dari di ruangan kerjaku. Bukan hanya anggota kepolisian saja yang menjadi Senja. Tapi juga batalyon Angkatan Laut turut membantu mencari keberadaan kekasihku yang hingga kini tak ada kabar.


"Lang."


Papa tampak menghela nafas panjang melihat mataku yang sembab. Sebagai laki-laki harusnya malu menangis tapi aku tidak peduli. Menangis adalah caraku meluapkan betapa hatiku patah dan sakit saat ini.


"Kamu jangan lemah jadi cowok." Papa menepuk pundakku, "Papa aku udah temui dimana Mas kamu," ucap Papa


Sontak aku melihat kearah Papa, "M-maksud Papa, Papa nemuin dimana Senja Pa?" Tanyaku memastikan. Kuharap ini bukan harapan belaka saja


Papa mengangguk, "Papa dan Kapten Divta baru mendapat informasi bahwa Senja di bawa ke Singkawang disalah satu villa milik Mas-mu. Seperti nya Fajar memang sudah lama merencanakan untuk menculik Senja. Sehingga dia mempersiapkan tempat yang sulit dijangkau orang," jelas Papa.


Aku tak mampu menahan haru. Aku tidak sabar bertemu kekasih hatiku. Aku merindukan nya. Bagaimana kabarnya? Apakah dia baik-baik saja? Semoga Senja tak kekurangan satu pun, aku berharap dia tetap Senja-ku seperti yang dulu.


"Sama-sama Lang. Kamu harus kuat demi Senja dan Bintang."


Aku bersyukur memiliki orang tua seperti Papa yang benar-benar peduli padaku. Dia tak tinggal diam ketika aku ada masalah. Bahkan Papa yang paling berusaha keras mencari keberadaan Senja.Sementara aku tak bisa jauh dari Bintang. Bintang juga kondisinya sedang lemah aku harus selalu ada sisinya.


.


.


.


.


"Son." Aku duduk dikursi samping ranjang Bintang.


"Ayah, Bunda dimana? Kenapa belum pulang? Bintang kangen Bunda, Ayah!" Air matanya luruh. Setiap hari pertanyaan Bintang selalu sama yaitu menanyakan Senja.

__ADS_1


Tanganku terulur mengusap kepala Bintang. Aku sedih melihat tubuhnya yang kurus karena tidak mau makan. Aku harus melakukan segala jurus agar Bintang mau makan meski pun akhirnya dia hanya makan beberapa sendok.


"Sebentar lagi Bintang akan ketemu Bunda. Kita akan bertemu Bunda Son. Kita akan bersama-sama lagi seperti dulu," ucapku sambil mengigit bibir bawah menahan tangis.


"Benarkah Ayah? Dimana Bunda, Ayah? Ayo kita temui Bunda. Bintang pengen peluk Bunda. Bintang kangen," ucap nya dengan mata berkaca-kaca menatapku penuh harap.


Aku merengkuh tubuh kecil Bintang kedalam pelukanku. Beginilah kondisi kami berdua saat Senja hilang. Kami adalah pria-pria yang patah hati setiap hari berharap pertemuan yang dinantikan ini segera menemui titik temunya.


Senja, wanita yang sudah berhasil mencuri hati kami berdua. Berhasil menarik hati kami untuk tak bisa jauh darinya. Sungguh, Senja adalah wanita yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata betapa berartinya dia dalam hidup kami berdua. Kami tak bisa ukur seberapa besar cinta dan sayang kami untuk wanita bernama Senja itu. Kehilangan dirinya bagai kehilangan separuh dari hidup. Kehilangan nya meluluhlantahkan dunia kami. Hancur berkeping-keping. Bahkan kepingan nya takkan mudah diambil untuk disatukan kembali.


"Hiks Ayah. Bintang pengen ketemu Bunda. Bintang pengen makan disuapin Bunda. Bintang pengen dipeluk Bunda. Bintang kangen Bunda, Ayah." Renggek Bintang didalam pelukkanku.


Aku hanya memeluk putraku berusaha menyalurkan kekuatan padanya meski sebenarnya aku lah disini yang paling rapuh tapi aku tidak mau putraku ini semakin rapuh hanya karena aku yang cenggeng dan tak bisa menjadi Ayah yang baik untuknya.


Setiap malam kami seperti ini saling berpelukan dan menangis. Saling menguatkan satu sama lain. Meski sebenarnya kami tak benar-benar kuat. Meski sebenarnya kami tak benar-benar mampu menahan rindu yang membelenggu.


Segala doa dan harapan terpancarkan serta menantikan sebuah pertemuan yang begitu diharapkan oleh insan lemah ini. Semoga raga ini bisa segera memeluk Senja melepaskan semua kerinduan yang mengembang didalam sana.


"Ayah, Bintang kangen Bunda."


'Bukan hanya kamu Nak yang rindu Bunda. Tapi Ayah juga. Ayah sangat-sangat merindukan Bunda-mu itu. Ayah ingin bertemu dengannya. Ingin memeluknya serta melepaskan semua perasaan rindu ini," ucapku dalam hati


**Bersambung....


Maaf guys kemarin gak update karena kesibukan di real life....


Yok yang penasaran bagaimana Langit menemukan Senja? Terus ikuti ya.. Jangan lupa like, komentar dan vote nya buat author serta gifts buat author juga...


Follow akun author...


FB ; Fitriani Yuri


IG ; fitrianiyurikwon**_

__ADS_1


__ADS_2