Benang kusut di pernikahanku

Benang kusut di pernikahanku
Chapter 26


__ADS_3

Selamat Membaca 💫💫💫💫💫💫💫💫💫


Langit POV


"Mas Langit." Sapanya tersenyum ramah


"Kamu apa kabar Senja?" Aku menatapnya dengan senyum


"Sehat Mas." Senyumnya "Ayo duduk Mas." Ajak nya kemudian masih menggendong Bintang.


Tunggu dulu, siapa pria ini? Kenapa wajah nya asing? Dan jika dilihat dia masih sangat muda. Hampir tidak jauh beda dengan Senja. Mungkin hanya beda beberapa tahun saja. Tapi siapa dia, dia tampak akrab dengan Senja? Dan ada laptop diatas meja, apakah mereka sedang menjalin kerja sama? Tapi bukankah Senja pengangguran.


"Ohhh ya Mas. Kenalin ini Mas Chandra." Dia memperkenalkan lelaki itu padanya. Namanya Chandra ternyata


"Mas, ini Mas Langit." Dia juga ikut memperkenalkan ku.


"Chandra."


"Langit."


Kami berdua saling bersalaman dan berkenalan. Tapi jujur saja aku penasaran, siapa sebenarnya laki-laki ini?


Kami berbincang-bincang sambil mendengar celotehan Bintang. Bintang masih bergelayut manja diatas pangkuan.


Beberapa hari ini Bintang terus mendesakku dan mengajakku menemui Senja. Namun aku menahan, tidak mungkin aku menemui Senja di rumahnya. Apa kata orang? Bisa-bisa salah paham lagi. Apalagi keluarga Senja menuduhku memiliki hubungan dengan Senja. Aku hanya tidak mau membuat Senja dalam kesulitan, dia sudah banyak menderita.


"Bunda pulang ke lumah ya? Bintang pengen peluk Bunda kalah bobo." Ujar Bintang sambil menampilkan wajah sendu nya.


Setiap malam Bintang selalu menigau dan memanggil nama Senja. Tak kala dia menangis mencari keberadaan wanita ini. Aku sampai kewalahan menghadapi Bintang.


Aku tidak bermaksud menahan kebahagiaan anakku melarangnya dekat-dekat Senja. Aku hanya tidak mau Bintang ketergantungan dengan Senja dan pada akhirnya dia akan terluka ketika tahu bahwa Senja tidak akan selamanya bisa berada didekat Bintang.


Dia tampak bernafas berat. Aku tahu Senja juga merasa tidak nyaman dengan kedekatan tak wajar ini. Karena bagaimana pun Senja masih istri orang. Aku tidak mau dikatakan pembinor dirumah tanggannya.


"Bunda belum bisa nginap dirumah Bintang lagi. Bunda banyak urusan Nak. Tapi nanti Bunda akan nginap lagi kalau semua urusan Bunda udah selesai jadi Bintang bisa peluk Bunda sepuasnya." Serunya.


Aku dan Chandra hanya menyaksikan dan mendengarkan percakapan kedua orang itu.


Aku masih penasaran siapa Chandra ini? Pakaian nya rapih, seperti orang kantoran. Wajahnya lumayan tampan dan berkarisma yang pasti dia masih begitu muda.

__ADS_1


"Ohh ya kamu siapa ya?" Dan aku tidak bisa menyembunyikan perasaan penasaran ku "Teman Senja?" Sambungku


"Saya dari Penerbit Jayantara Loka Pak, saya bekerja sama dengan Senja untuk menerbitkan buku-buku Senja." Jelasnya sambil tersenyum ramah.


"Menerbitkan buku?" Aku bingung, buku apa maksud nya? "Memangnya menerbitkan buku apa?" Tanyaku masih penasaran.


"Bapak gak tahu kalau Senja penulis novel?" Pria itu menatapku dengan penuh selidik. Apa dia berpikir bahwa aku suami Senja?


Aku menggeleng, karena aku memang tidak tahu jika Senja penulis. Benarkah Senja penulis? Penulis buku apa? Senja tidak pernah membahas tentang penulis-penulis seperti itu.


"Jadi kami tertarik untuk menerbitkan buku-buku Senja menjadi buku cetak." Jelas nya kemudian. Lalu dia menatap kearah Senja dan Bintang yang masih asyik mengobrol "Senja punya imajinasi yang tinggi, setiap tulisan yang dia tuangkan seolah mewakili perasaan nya. Mungkin itu yang membuat para pembaca suka membaca tulisan-tulisan Senja."


Kenapa aku sedikit terganggu dengan tatapan Chandra pada Senja? Tatapannya berbeda. Ada yang tidak biasa.


"Ehem, ohh begitu?" Respons ku.


Cukup lama kami berbincang-bincang hingga sore. Aku mengajak Bintang pulang. Harusnya Bintang tidur siang, tapi kalau sudah bertemu Senja mana mau dia tidur. Dia takut Senja hilang lagi saat dia bangun.


"Bintang gak mau pulang kalau Bunda gak ikut." Bintang merenggek sambil memeluk pinggang Senja.


"Bintang." Aku mendesah pelan. Kenapa anakku sangat lengket dengan wanita ini?


"Ayo Son, kita pulang. Bunda banyak urusan nanti Bunda akan menyusul." Bujukku


Kalau sudah menangis seperti ini mana bisa ditolak permintaan Bintang. Permintaan Bintang ini harus dipenuhi. Entah terbuat dari apa otaknya yang keras itu.


Senja tersenyum. Dia berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan Bintang.


"Bintang."


"Iya Bunda?" Bintang bersiap-siap untuk menjawab pertanyaan Senja.


"Bintang sayang sama Bunda?"


Bintang mengangguk cepat "Bintang sayang sama Bunda. Sayang banyak-banyak." Seru Bintang tak lupa dengan anggukan.


Senja terkekeh gemes. Aku juga gemes sambil geleng-geleng kepala.


"Kalau Bintang sayang sama Bunda. Bintang nurut ya sama Ayah. Nanti Bunda janji kalau urusan Bunda udah selesai Bunda akan pulang." Dia mengusap kepala Bintang.

__ADS_1


"Tapi Bunda, Bintang..." Dia tampak cemberut "Bunda ingin tidul dipeluk Bunda kayak kemalin." Mata Bintang berkaca-kaca.


Ahh mengingat malam itu aku jadi salah tingkah sendiri. Aku sendiri tidak tahu bagaimana bisa aku memeluk Senja? Perasaan yang kupeluk bantal guling atau Bintang. Tapi kenapa malah Senja?


"Kan kapan-kapan bisa Sayang." Dia mengusap pipi Bintang "Jangan nangis lagi dong, ntar gantengnya ilang lho." Godanya sambil terkekeh pelan.


"Bunda." Bintang kembali memeluk nya.


Setelah acara berpamitan yang panjang itu akhirnya aku dan Bintang pulang. Syukurlah Bintang masih bisa dirayu. Kalau tidak, dia bisa mengajak Senja tidur bersama kami lagi. Dan itu tidak baik untuk kesehatan jantung dan hatiku. Istri orang


Aku membawa putra ku pulang. Aku terkekeh pelan melihat Bintang yang merajuk seperti itu. Bibirnya menggerecut kesal.


"Ayah jahat." Dia melipat kedua tangannya didada.


"Emangnya Ayah jahat kenapa?" Tanyaku heran.


"Ayah jahat kalena Ayah gak bisa bujuk Bunda tinggal sama kita. Pokoknya Bintang ngambek dan mau ngomong sama Ayah." Dia merajuk.


Aku malah tersenyum. Bintang belum paham. Bintang belum mengerti jika aku jelaskan. Dia masih terlalu kecil untuk memahami ucapanku. Aku hanya tidak mau mentalnya terganggu jika aku memaksa nya menjauhi Senja.


Aku memarkir mobil ku didepan rumah, dan Bintang turun duluan tanpa menungguku membuka pintu. Begitulah dia kalau sudah merajuk, seperti nya aku harus ekstra untuk merayu nya agar dia tidak marah.


"Bintang kenapa Lang?" Tanya Papa heran melihat Bintang yang masuk dengan bibir menggerecut dan wajah cemberut sambil masuk kedalam kamarnya.


Aku duduk disoffa sambil melepaskan jas putih ditubuhku. Hari ini pasien ku cukup banyak jadi cukup menguras tenaga dan emosi.


"Biasalah Pa, ngambek karena gak bujuk Senja nginap disini." Sambil kulonggarkan dasi yang terasa mencekik leherku.


"Ohh ya, tuh anak kayaknya benar-benar kecanduan Senja, Lang." Seru Papa.


"Ya gitulah Pak." Aku menyenderkan punggungku disoffa


"Bapak ya kecanduan juga gak?" Goda Papa sambil ngakak melihat ekspresi ku.


Bersambung....


Mon maaf guys Senja update 1 bab perhari..


Otor lagi nyelesain Novel yang satunya...

__ADS_1


Bulan depan otor janji bakal triple update hehhe...


Jangan lupa dukungan buat Senja ya.. Love kalian.


__ADS_2