
Aku bertahan karena menanti kedatangan mu. Kuatkan aku demi menyambut mu. Pegang tanganku saat aku merasa lelah, aku ingin bersamamu untuk waktu yang lama.
**Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞
Langit POV**
Kemoterapi atau kemo bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan sel kanker yang bersarang dalam tubuh. Meski pengobatan ini dapat mencegah sel kanker atau tumor, kemoterapi juga memiliki efek samping yang tidak sedikit.
Jenis pengobatan kemoterapi yang diberikan akan tergantung pada jenis, lokasi, stadium, penyebaran sel kanker dan tumor dan kondisi kesehatan pasien tumor.
Efek samping yang ditumbulkan dari kemoterapi juga berbeda-beda, yaitu ada yang bersifat ringan dan ada juga yang memerlukan penanganan khusus dari dokter.
Setelah aku berhasil membujuk Senja untuk kemoterapi tentunya dengan bantuan Bintang akhirnya Senja setuju untuk kemoterapi bersama Mas Fajar yang memang dokter spesialis kanker.
Senja sudah berada diruang kemoterapi. Beberapa selang mengalir dibeberapa bagian tubuhnya, seperti tangan, dada dan ada juga oksigen yang menempel dihidung Senja.
Aku menemani Senja, karena tidak boleh ada lebih dari satu orang boleh masuk itu akan menganggu konsentrasi pasien.
Aku mengenggam tangan wanitaku ini, berusaha menyalurkan kekuatan melalui genggaman tanganku. Sedangkan Senja, matanya sudah terpejam sejak tadi karena pengaruh obat bius. Mas Fajar sengaja memberikan obat bius pada Senja. Karena kali ini Mas Fajar melakukan kemoterapi dengan suntikan hormon pada urat nadinya, dimana itu menimbulkan sakit yang luar biasa.
Mas Fajar sengaja memilih pengobatan suntik, karena kondisi Senja yang semakin menurun.
Beberapa selang darah juga mengalir ditangan Senja. Tubuh Senja seperti disiksa oleh alat-alat medis itu, membuat ku menitikkan air mata menyaksikan jarum suntik dan alat-alat itu menyiksa tubuh wanitaku. Tak bisa kubayangkan sakitnya saat jarum-jarum untuk menusuk bagian tubuh.
Obat kemoterapi disuntikan pada bagian otot atau lapisan lemak. Misalnya lengan paha atau perut. Mas Fajar menyuntikan obat itu melalui otot paha Senja, mengingat kondisi Senja yang belum stabil
"Gimana Mas?" Tanya ku dengan mata berkaca-kaca. Tak bisa ku pungkiri bahwa aku takut.
Mas Fajar menghela nafas "Kita akan lihat proses nya, ini tidak lama. Memang sedikit menyakiti Senja tapi dia akan lebih baik nantinya." Jelas Mas Fajar
Saat ini hanya ada aku dan Mas Fajar serta beberapa perawat yang ikut bersama Mas Fajar untuk membantu.
"Kemoterapi ini akan membantu memperkecil ukuran tumor kanker dan meringankan rasa sakit." Jelas Mas Fajar
"Mencegah penyebaran, memperlambat pertumbuhan, sekaligus menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh lain (metastasis)."
"Menghancurkan semua sel kanker hingga sempurna dan mencegah kekambuhan kanker."
__ADS_1
"Lalu apakah menyembuhkan Mas?". Tanyaku masih menatap Senja yang terpejam dentingan alat pendeteksi jantung mengema diruangan itu.
Mas menarik nafas dalam "Kita hanya bisa menyerahkan pada Tuhan, Lang." Sahut Mas Fajar
"Ada beberapa metode pengobatan kemoterapi, dan semoga aja ini enggak berbahaya untuk Senja."
"Apa aja Mas? Apa itu akan menyiksa wanitaku?" Mataku tak bisa beralih menatap wajah pucatnya.
"Metode pertama sebenarnya ini metode paling mudah dan tidak menyiksa hanya dengan mengkonsumsi obat atau pil, kapsul dan cairan yang diminum. Karena kondisi Senja tidak stabil jadi kita tidak bisa memakai metode ini."
"Metode kedua, obat kemoterapi injeksi yang suntikkan melalui otot paha dan lemak. Ini adalah metode yang kita pilih. Hanya saja teknik ini tidak bisa membantu banyak untuk membunuh sel kanker."
"Intraperiontneal (IP) metode ini diberikan melalui prosedur operasi atau lewat selang khusus kedalam rongga perut dimana terdapat rongga tubuh, usus hati dan lambung."
"Intraarteri (IA) metode ini dilakukan dengan cara memasukan obat langsung ke arteri yang menyalurkan darah ke kanker."
"Intravena (IV) metode ini memasuki obat kemoterapi pada pembuluh darah Vena."
Aku terdiam mendengar penjelasan Mas Fajar. Sebagai seorang dokter tentu aku paham yang dijelaskan oleh Mas Fajar, meski itu bukan bagianku. Namun aku yakin, bahwa metode-metode itu akan menyakiti Senja namun cara itu adalah satu-satunya untuk menyembuhkan penyakit kekasihku.
"Sayang". Aku mengenggam tangan Senja "Kamu harus kuat. Aku akan selalu menemani mu." Aku mengusap kepala kesayanganku ini.
Aku mengangguk paham "Tolong lakukan apapun untuk nya Mas. Dia sangat berarti bagiku. Berapa pun yang Mas minta aku akan bayar. Tapi kumohon selamat kan wanitaku, Mas," ucap ku benar-benar memohon. Memohon agar takdir berpihak pada kebahagiaan ku dan Senja
Mas Fajar mengangguk "Mas akan berusaha, Lang Kita sama-sama berjuang untuknya." Balas Mas Fajar tersenyum lembut padaku
Aku dan Mas Fajar lkembali menatap Senja. Para perawat juga ikut membisu bersama kami berdua.
.
.
.
.
Kemoterapi merupakan pengobatan kanker dan tumor yang efektif menyelamatkan jutaan jiwa. Namun, dibalik itu kemoterapi juga memiliki efek samping yang beragam.
__ADS_1
Efek kemoterapi bisa berbeda-beda pada setiap orang, termasuk tingkat keparahan nya. Efek samping ini muncul karena obat-obatan tersebut memiliki tidak memiliki kemampuan untuk membedakan sel kanker dan sel sehat.
Senja tengah duduk dibrangkar rumah sakit. Didepannya ada meja kecil, dimeja itu ada laptop yang selalu menemani nya. Hari-hari nya dirumah sakit dia gunakan untuk menulis dan menyelesaikan proyek buku-bukunya.
Tangan lentiknya menari dengan lihai distut keyboard laptop. Wajahnya tampak serius seakan tak ingin diganggu oleh siapapun.
Rambut panjang yang dulu menjadi kebanggaan nya, kini hanya kepala plontos yang terlihat polos. Kaca mata tebal minus juga bertengger dihidung mancungnya, dia yang tak pernah memakai kacamata sebelumnya diharuskan memakai benda itu.
"Sayang." Panggilku. Tangannya terhenti dan menoleh kearah pintu masuk.
Dia tersenyum hangat menyambut kedatangan ku
"Bunda." Bintang langsung berlari kearah arah Senja. Dia naik keatas ranjang Senja dan memeluk wanita cantikku itu "Kangen." Renggek Bintang bergelayut manja dipelukkan Senja.
Senja mengelus punggung Bintang dengan sayang. Sudah beberapa hari sejak kemoterapi dia tidak bertemu dengan Bintang.
"Bunda juga kangen sama Bintang," ucap nya menarik dengan gemes hidung mancung putraku ini.
"Bunda, Bintang punya sesuatu untuk Bunda." Seru Bintang
"Wahhh apakah itu?" Serunya memasang wajah penasaran.
"Taraaaaaaaa."
Senja menutup mulut ketika melihat Bintang yang juga berkepala plontos seperti dirinya.
"Bintang."
"Bintang pengen sepelti Bunda. Jadi Bintang minta Ayah buat potong lambut Bintang." Jelas Bintang.
"Mas." Dia menatap ku dengan berkaca-kaca.
Aku mengangguk dan tersenyum. Bintang merenggek meminta rambut nya dipotong dan dipangkas habis seperti Senja.
"Iya Sayang, Bintang sayang sama kamu. Supaya kamu enggak minder karena botak jadi dia minta Mas untuk potong rambut nya."
"Bintang." Senja kembali memeluk Bintang karena terharu.
__ADS_1
Aku juga terharu. Seperti nya rasa sayang Bintang lebih besar pada Senja dari pada kepadaku.
Bersambung.....