Benang kusut di pernikahanku

Benang kusut di pernikahanku
Chapter 29


__ADS_3

Selamat Membaca 💫💫💫💫💫💫💫💫💫


Acara dimulai, aku tak menanggapi apa yang Mas Reza bicarakan padaku. Mungkin dia tak pernah melihat ku cantik secantik malam ini. Aku memang tidak suka berdandan. Aku sengaja berdandan malam ini sebagai malam terakhir ku menjadi Ibu Persib, sebelum aku benar-benar menyandang status janda.


"Mas aku ke toilet bentar."


"Mau Mas temanin?" Tawar nya. Kenapa orang ini tiba-tiba baik.


"Enggak usah Mas, aku bisa sendiri." Tolakku.


"Ya udah kalau gitu hati-hati. Jangan lama-lama." Aku mengangguk.


Kenapa Mas Reza jadi baik seperti ini? Tatapan nya juga membuatku bergidik ngeri. Tatapan damba yang biasa dia lakukan ketika hendak meminta hak nya padamu. Kenapa aku jadi takut? Lebih tepatnya aku jijik dengan tatapan itu.


Aku sedikit minta maaf, jika Mas Reza menyentuh ku sekarang rasanya aku sudah tak Sudi. Aku tak sudah berbagi tubuh dengan wanita lain sejak aku tahu tentang pernikahan Mas Reza. Biarlah aku terlihat egois, aku hanya ingin menjaga hatiku agar tetap baik-baik saja.


Brakkkkkkkkkkk.


"Maaf-maaf." Ucap pria itu.


"Iya enggak apa-apa Mas." Aku memperbaiki bajuku yang sedikit bergeser karena ditabrak pria itu.


"Senja bukan?"


Kening ku berkerut heran saat pria ini mengenaliku.


"Siapa ya?" Aku menatapnya penuh selidik.


"Siapa ayo?" Dia tersenyum sumringah


Aku tampak berpikir berusaha mengingat orang ini. Aku seperti pernah melihatnya tapi dimana? Orang ini terlihat tak asing.


"Kak Divta bukan?" Tebalku baru ingat.


"Yup kamu benar. Aku Divta. Apa kabar kamu Senja?" Dia mengulurkan tangan padaku.


"Aku baik Kak. Kakak apa kabar juga? Kakak ngapain disini? Kok Kakak pakai baju?" Aku menatapnya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Astaga, jangan bilang Kakak Kapten baru yang gantiin Mas Zaenal?" Aku menutup mulut tak percaya.


"Iya kamu benar Saja." Senyumnya.


"Kamu ngapain disini? Kamu ikut juga acara ini?" Tanyanya penasaran.


"Iya Kak. Suamiku salah satu anggota Batalyon disini." Jawabku


"Ohhh kamu udah nikah?" Tanyanya setengah tak percaya.

__ADS_1


"Iya Kak. Sejak lulus sekolah aku langsung nikah." Jawabku.


"Nikah muda ya?" Ujarnya. Aku mengangguk "Anak kamu berapa?"


Aku tersenyum kalau membahas anak rasanya hatiku kembali teriris sakit. Aku di selingkuhi hanya karena tidak memiliki anak.


"Aku belum punya anak Kak. Belum dikasih sama Tuhan." Aku mencoba tersenyum


"Ohhh maaf ya. Enggak bermaksud buat kamu sedih."


"Enggak apa-apa Kak." Sahutku "Kak aku mau ke toilet dulu." Pamitku


"Iya Senja."


Kak Divta adalah ketua OSIS saat aku duduk disekolah menengah. Aku kelas sepuluh dia kelas dua belas. Dia salah satu siswa terfavorit kala itu. Siswa paling tampan dan pintar kesayangan sejuta umat para siswi.


Bahkan ada fans khusus Kak Divta. Dimana itu kumpulan gadis-gadis yang haus kasih sayang seorang pria tampan seperti Kak Divta. Tapi aku tidak termasuk. Dari sekolah menengah aku memang terkenal kutu buku pendiam dan jarang berinteraksi dengan orang lain kecuali Lena sahabat ku satu-satunya.


Setelah dari toilet aku kembali ke tempat acara.


"Kok lama?" Mas Reza menatap ku dengan selidik.


"Tadi ketemu teman lama Mas." Jawabku jujur.


Acara dilanjutkan. Sudah sediakan beragam hidangan yang mengunggah selera.


"Jangan." Mas Reza mencengkram lengan ku "Disini aja." Tutur nya kemudian


"Maaf Maaf tapi aku udah janjian sama Mbak Lia dan Lena." Aku tetap bersikeras.


Aku meninggalkan meja Mas Reza yang sendirian. Sejak aku memutuskan pisah darinya, hatiku pun perlahan mulai terbiasa tanpanya. Meski jujur saja aku masih begitu sangat mencintai suamiku. Tapi aku sadar sekali pun aku berjuang sampai keluar darah dari tubuh ku Mas Reza takkan jadi milikku lagi.


"Kok suaminya ditinggalin?" Goda Lena menahan tawa.


"Apaan sih Len." Aku mencebik kesal.


"Ja, kamu udah siap? Mas udah lapor ke kesatuan untuk memproses sidang kamu sama Reza." Jelas Mas Zaenal.


"Iya Mas. Makasih banyak udah bantuin aku aku Mas." Ucapku


"Sama-sama Ja."


Lena mengusap tanganku memberikan kekuatan padaku. Aku tahu sebagai sahabat dia turut prihatin dengan masalah rumah tanggaku. Tapi ya inilah hidup, tidak selamanya sesuatu yang kita jaga dengan susah payah akan berada digenggaman kita.


Mungkin melepas Mas Reza adalah jalan terbaik untuk ku. Membiarkan dia bahagia dengan pilihan nya.


"Kan ada Dokter Langit Ja, pas tuhhh duda sama janda." Goda Mas Raswan tertawa lebar

__ADS_1


"Mas." Aku merenggut kesal "Enggak ada hubungan apa-apa sama Mas Langit." Sambung ku.


"Ehem, seperti nya ada yang butuh suami sambung!" Sambung Lena.


Mas Zaenal dan Mbak Lia hanya menggeleng saja. Mas Raswan dan Lena memang pasangan somplak yang suka sekali menggodaku.


"Selamat malam Kapten Zaenal."


Hingga obrolan kami semua terhenti ketika mendengar suara menyapa kami dan menghampiri meja VVIP yang kami duduki.


"Ehhhh Kapten Divta. Silahkan duduk Kapten." Mas Zaenal dan Mas Reza sontak berdiri dan membungkuk hormat kepada Kapten baru itu.


"Terima kasih Kapten." Dia tersenyum.


"Senja." Sapanya.


"Kak Divta." Senyumku


"Kalian saling kenal?" Tanya Mas Zaenal menatap kami berdua saling bergantian.


"Iya Mas. Kak Divta ini Kakak kelas aku dulu. Dia ketua OSIS terfavorit."


"Kamu bisa aja Ja." Kak Divta geleng-geleng kepala sambil tersenyum.


Kami mengobrol hangat. Kak Divta ini memang tipikal orang ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja. Tak heran jika dulu dia menjadi ketua OSIS yang memiliki banyak idola disekolah. Tak hanya itu dia juga memiliki segudang prestasi. Hingga tak heran jika dia diangkat jadi Kapten diusia muda. Mid usia Kak Divta sekitar 28 atau 29 tahun. Hanya beda beberapa tahun saja dariku.


"Suami kamu mana Ja?" Tanyanya.


"Hem, suaminya nikah lagi Pak. Bentar lagi mereka cerai." Jawab Lena mewakili.


"Len." Renggekku


"Sayang, kamu ini." Mas Raswan geleng-geleng kepala.


"Lah emang kenapa? Kan emang benar!" Lena membela diri. Lena memang kalau bicara asal keluar saja.


"Iya emang benar, tapi kamu itu ngomong jangan asal keluar." Tegur Mas Raswan.


"Ya suka-suka aku dong." Lena mana mau kalah.


"Kan Ja?" Lena menyenggol lengan ku "Pepet Ja, mumpung bentar lagi kamu jadi janda dan kamu bisa buktiin sama Mas Reza kalau kamu bisa move on dari dia." Bisik Lena "Ganteng banget nihh cowok Ja, rugi kalau kamu anggurin dia. Menurut isu dia masih jomblo lo." Goda Lena.


Aku mendelik kearah Lena yang cekikikan menahan tawanya.


Bersambung......


Jangan lupa dukungan buat Senja guysss..

__ADS_1


Love Kalian semua sebanyak-banyaknya.....


__ADS_2