
Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞
"Iya Mas, aku mau menikah sama Mas. Aku mau hidup bareng Mas selamanya. Aku, Mas dan Bintang," jawabku
"Makasih Sayang."
Dia berdiri dan memasangkan cincin itu ke jari manisku. Cincin yang sangat indah dan pas dengan ukuran jari tanganku. Sepertinya cincin ini memang di pesan khusus untukku.
Mas Langit menempelkan kedua tangannya diwajahku. Matanya berkaca-kaca menatapku, sedangkan aku juga tersenyum bahagia. Tak kusangka cintaku akhirnya berlabuh pada Mas Langit. Aku yang awalnya sudah mati rasa kini bisa kembali membuka hati yang kukira takkan dihuni lagi.
"Makasih. Makasih." Dia menyatukan kening kami berdua. "Mas takut kehilangan mu Senja. Mas takut, takut sekali. Mas enggak bisa hidup tanpa kamu. Kamu segalanya buat Mas," ungkapnya dengan perasaan menggebu-gebu. Aku bisa lihat dari tatapan matanya bahwa dia sangat takut kehilanganku. "Apapun yang terjadi Mas mohon jangan pergi, tetap disini sama Mas. Mas janji akan buat kamu dan Bintang bahagia," sambungnya
Aku memegang tangan Mas Langit yang menempel diwajahku. Kening kami masih saling menyatu bisa kurasakan deru nafas nya yang berbau min segar itu menyeruak di indra penciumanku.
"Senja janji, Senja enggak akan pergi Mas. Senja akan selalu buat Mas dan Bintang. Senja sayang kalian berdua." Didunia ini tidak ada yang lebih berarti selain kedua orang yang sudah masuk kedalam kehidupanku. Bagiku mereka adalah separuh aku, separuh jiwaku.
__ADS_1
"Makasih Sayang."
Dia menarikku kedalam pelukannya. Aku bisa rasakan pelukkan ketakutan yang merasuki dadanya. Bukan hanya Mas Langit yang takut, aku juga takut bukan takut karena kenekatan Mas Fajar tapi takut kematian akan menghampiriku dan memisahkanku dengan kebahagiaan yang sudah di idam-idamkan sejak lama.
Aku berharap ini adalah awal dari kehidupan baru ku bersama orang baru. Ak berharap kali ini tak gagal lagi. Aku berharap tak ada lagi benang kusut dipernikahanku. Aku ingin bahagia. Aku ingin seperti wanita lain, menjadi seorang istri dan Ibu bagi Bintang. Impian ku hanya itu saja, tidak banyak.
Mas Langit melepaskan pelukannya pada tubuhku yang sudah lelah dan rapuh ini. Jari-jari kekar itu mengusap pipiku dengan lembut.
"Lapar?" Tanyanya sambil tersenyum
Dia terkekeh sambil tersenyum manis kearah ku. Lelaki ini nanti akan menemani masa-masa sulit dalam hidupku, akan menemani sepanjang hari-hari tersulit kedepannya.
"Ayo Sayang." Dia mengandeng tanganku menuju meja makan yang tidak jauh dari kami.
Dia menarik kursi dan mempersilahkanku duduk. Seumur hidup baru kali ini aku diperhatikan begitu spesial oleh seseorang. Mas Reza tidak pernah melakukan hal-hal romantis ini padaku mungkin karena kesibukan didalam dunia pekerjaan dan karir nya.
__ADS_1
"Makasih Mas."
Diatas meja sudah tersedia semua makanan kesukaanku. Aku boleh makan makanan ini tapi dengan satu catatan tidak boleh banyak dan berlebihan apalagi sampai lupa diri.
"Waahhh Mas, ini makanan kesukaan ku semua," seruku dengan mata berbinar-binar
"Mas sengaja pesan makanan kesukaan kamu. Mas suapin ya?" Dia menarik piring didepanku "Kita makan sepiring berdua, biar kayak lagu." Dia ngakak.
Aku juga tertawa bahagia. Kami makan berdua sambil saling mengobrol satu sama lain. Bercerita tentang angan dan masa depan.
**Bersambung...
Ciusss ini cuma 500k guys
author lagi dapat tamu bulanan..
__ADS_1
semangat semua**