
Selamat Membaca 💫💫💫💫💫💫💫💫💫
Langit POV
Aku tidak tahu kenapa, setelah mendengar penuturan Senja yang menceritakan keratakkan rumah tangganya dan Reza yang menampar nya hingga pipinya memerah, membuatku emosi dan marah? Rasanya aku tidak suka Senja diperlakukan seperti itu.
Syukurnya Senja memiliki dua orang Kakak yang sungguh menyanyangi nya hingga bisa sedikit membuat Senja lega, setidaknya masih ada yang melindungi nya. Kalau pun Senja tidak memiliki Kakak, aku siap menampungnya untuk tinggal bersama aku dan Bintang.
"Senja jangan takut lagi ya. Mas disini sama Senja." Lelaki bernama Dicky ini tampak begitu menyanyangi Senja. Aku sampai terharu melihat persaudaraan mereka.
"Iya Mas." Senja menyeka air matanya
"Ky, bawa Senja istirahat dikamarnya. Biar Mas yang urus semuanya." Ucap Donny.
"Iya Mas."
Senja tampak menurut ketika Dicky mengajaknya masuk kedalam kamar. Dapat kulihat kerapuhan diwajah nya. Yang membuat aku penasaran, kenapa Reza keukeh menolak perceraian nya dengan Senja? Apa sebenarnya yang disembunyikan pria itu? Apa Senja memiliki masa lalu yang tidak dia ketahui? Apalagi Senja tidak tahu dimana keberadaan Ayah kandungnya. Kenapa aku merasa jika semua ini saling berhubungan?
"Dokter Langit makasih udah bantuin Senja. Saya benar-benar enggak tahu kalau adik saya ini tersiksa Dok. Dari awal saya udah enggak setuju sama hubungan mereka. Tapi Senja keukeh menikahi pria bajingan itu." Ucap Donny, tangannya terkepal kuat ketika mengingat wajah Reza.
"Jadi dari awal hubungan Senja dan Reza enggak pernah direstui?" Tanyaku kepo. Jika dilihat, Senja memang tampak mencintai suaminya itu.
"Iya Dok. Saya dari awal emang enggak suka sama kepribadian Reza. Tapi sebagai Kakak saya juga enggak bisa menghalangi kebahagiaan Senja." Sahut Donny "Kasihan dia, hidupnya selalu aja menderita seperti itu." Terdengar helaan nafas panjang.
Aku hanya mengangguk. Aku tidak tahu harus merespon apa karena jujur saja aku benar-benar emosi ketika Senja menceritakan semuanya. Reza belum merasakan bagaimana sakit nya kehilangan. Aku yakin setelah dia berpisah dari Senja hidupnya takkan baik-baik saja.
"Dok..."
"Panggil Langit aja." Rasanya terlalu formal jika orang memanggilku Dokter karena ini diluar rumah sakit.
"Iya Lang." Donny mengangguk "Apakah kamu bisa membantuku menjaga Senja? Maksud ku jangan beritahu Reza dimana keberadaan Senja! Aku takut kalau nanti malah Reza membawa Senja pulang lagi." Sambung Donny.
"Kamu tenang aja Don. Aku bisa dipercaya. Tapi apakah boleh aku bawa putraku kesini, dia pengen banget ketemu Senja?" Pintaku. Sebenarnya siang ini aku ingin mengajak Senja dan Bintang makan siang bersama. Tapi melihat kondisi Senja yang masih belum stabil, seperti nya tidak mungkin aku mengajaknya keluar.
"Putra?" Gumam Donny. Aku masih bisa mendengar nya walau pun pelan
__ADS_1
"Iya Don. Putraku " Jawab ku "Gimana apakah boleh?" Ulang ku sekali lagi.
"Ya tentu boleh." Donny ini memang seperti nya orang baik tak heran jika Senja merasa terlindungi.
"Masalah perceraian Senja, nanti aku bisa minta bantuan Papa untuk mengurus proses nya." Ucapku.
"Makasih Lang. Maaf udah ngerepotin banget."
"Enggak apa-apa Don. Senja udah kayak adik aku sendiri." Sahutku. Tapi kenapa rasanya aneh saat aku menyebut Senja adikku sendiri? Ada rasa tak ikhlas, ada apa denganku ini?
"Makasih Lang."
Aku melirik arloji ku, sebentar lagi jam makan siang seperti nya aku harus menjemput Bintang ke sekolah dan membawanya kesini. Biarlah urusan rumah sakit nanti ku serahkan pada Wahyu, asistenku.
"Don, aku jemput putraku dulu. Dia pasti udah nungguin.".
"Iya Lang hati-hati."
Donny mengantar ku sampai didepan pintu. Rumah ini berukuran sedang namun mewah dengan fasilitas yang lengkap. Seperti nya keluarga Senja ini bukan orang sembarangan karena terlihat dari tutur bahasa mereka yang seperti sudah terdidik dan terlatih.
Sampai disekolah Bintang, aku memarkir mobilku. Bintang masuk dipersekolahan elit. Aku sengaja mendaftar kan putraku di taman kanak-kanak yang memilih fasilitas lengkap. Sebab aku ingin yang terbaik untuk putra semata wayang ku itu.
"Bintang." Aku melambaikan tangan dan setengah berlari kearah anakku.
"Bintang." Ucapku.
Bintang tampak celingak-celinguk. Tas ransel dipunggung nya sudah bergeser.
"Kenapa Son?" Tanyaku heran.
"Bunda mana Yah? Kata Ayah tadi mau bawa Bunda makan siang sama Bintang?" Bukannya menanyakan kabarku dia malah mencari Senja. Sebenarnya orangtua Bintang siapa sih, aku atau Senja?
"Kenapa malah nyariin Bunda? Enggak kangen sama Ayah?" Aku memasang wajah sendu tapi sebenarnya aku sedih karena putraku lebih sayang orang lain di banding aku Ayahnya.
"Enggak Ayah." Jawabnya jujur. Bintang memang tipikal anak yang berbicara apa adanya.
__ADS_1
Aku merenggut kesal. Tidak bisakah Bintang berbohong dan mengatakan rindu aku? Menyebalkan sekali anak kecil ini.
"Ayah, Bunda mana?" Dia menggandeng tanganku "Jangan-jangan Ayah bohong lagi sama Bintang. Pasti Bunda enggak ada kan Ayah?" Matanya langsung berkaca-kaca.
"Hei Son." Aku berjongkok "Mau ketemu Bunda?" Dia mengangguk "Ya udah, enggak usah nangis ya. Yuk kita ke rumah Bunda." Aku langsung menggendong tubuh kecil nya.
"Yeeeiii Bintang ketemu Bunda." Dia bersorak kesenangan.
Hari ini aku harus mempertemukan putraku ini. Ternyata lebih mudah menipu orang dewasa dari pada berbicara tak masuk akal pada anak kecil seperti Bintang.
Aku membawa Bintang masuk kedalam mobil. Tidak apalah hari ini waktuku habis untuk menemani Bintang dan Senja, asal kedua orang ini bahagia aku juga akan bahagia.
"Bintang enggak sabal ketemu Bunda, Ayah." Wajahnya sumringah bahagia.
Aku terkekeh pelan. Putraku ini banyak perubahan sejak mengenal Senja. Dia tidak lagi merajuk tidak jelas dan lebih sering belajar. Seperti nya pengaruh Senja cukup kuat bagi kesehatan mental nya.
"Bintang mau makan apa? Kita singgah bentar beli makanan." Ucapku.
"Bintang pengen makan nasi goleng buatan Bunda, Ayah." Matanya berbinar-binar membicarakan nasi goreng buatan Senja Minggu lalu.
Bintang makan lahap kala Senja membuatkannya nasi goreng pertama kali. Dia suka sekali nasi goreng buatan wanita itu hingga meminta terus berulang kali. Saat aku memasak nasi goreng yang sama rasanya tetap beda dan Bintang tidak mau mencicipinya.
Bersambung.......
Malam semua...
Apa kabar kalian hari ini??
Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan yang mahakuasa...
Makasih buat kalian yang udah ikutin kisah Senja...
Mohon maaf enggak bisa balas komen kalian satu-satu tapi author baca kok. Author lagi fokus nulis buat kalian...
Terima kasih sekali lagi...
__ADS_1
Jangan lupa jangan kesehatan ya...