Benang kusut di pernikahanku

Benang kusut di pernikahanku
Chapter 48


__ADS_3

Selamat Membaca 🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞


Aku bersiap-siap untuk pergi ke kantor polisi masalah kasus kekerasan yang di lakukan Reza pada Senja. Tentu aku adalah saksi apalagi aku berada ditempat. Ada Dicky juga yang akan ikut bersamaku hari ini.


Papa menyewa kuasa hukum sebagai jaga-jaga kalau Reza dan keluarga nya mencoba membalikkan fakta untuk memojokkan Senja. Aku sudah memiliki beberapa bukti kekerasan yang Reza lakukan. Tak hanya sekali tapi sudah berkali-kali dia menyakiti Senja-ku.


"Mas, kira-kira apa yang akan Reza lakukan untuk menghindari tuntutan hakim?" Bisik Dicky, kami sudah berada diruang persidangan.


"Tentu foto saya sama Senja. Tapi kamu tenang aja. Saya udah siapin sesuatu buat Reza agar dia sadar dan tahu sedang berhadapan sama siapa?" Aku tersenyum licik menatap Reza yang sudah duduk dikursi persidangan dengan tatapan kosong.


"Tapi Mas, saya takut kalau nanti malah Reza menemukan cara lain untuk mengelabui kita. Apalagi kuasa hukumnya Pak Harto, salah satu pengacara hebat yang udah berpengalaman dalam segala kasus." Ucap Dicky.


Aku manggut-manggut "Selama kita berada dijalan yang benar. Enggak akan ada yang berani nyakitin kita." Jawabku.


Untuk Senja apapun akan aku lakukan. Tunggu, kenapa ada Kapten Divta juga disini? Apa yang dia lakukan? .


"Dokter Langit." Sapanya.


Sial, kenapa dia harus duduk disampingku? Apa tidak ada kursi lain yang bisa dia duduki? Seandainya ada Bintang disini, sudah pasti dia yang akan menjadi pembela ku dan membantu ku menyingkirkan pembinor tak tahu diri ini.


"Iya Kapten Divta." Aku tetap tersenyum ramah.


"Dicky." Sapanya pada Dicky.


"Iya Div." Dan seperti nya Dicky pun akrab juga dengan Kapten gadungan ini. Kenapa aku semakin kesal saja?


Persidangan dimulai. Aku tetap tenang saja. Selama aku berada diposisi yang benar, aku yakin bisa membela Senja.


Dan benar saja Reza dan kuasa hukumnya menemukan celah untuk menjebak aku dan Senja. Dugaan Papa benar dibalik kasus ini ada orang dalam yang bekerjasama untuk memfitnah aku dan Senja.


Untuk Papa sudah mewanti-wanti dan mengumpulkan bukti bahwa apa yang Reza lakukan pada Senja sudah termasuk tindak kejahatan.


Aku tersenyum devil saat kuasa hukum Reza tak berkutik dengan bukti-bukti yang Papa dapatkan. Inilah, kalau Papa sudah turun tangan makan takkan ada yang bisa melawan.

__ADS_1


"Persidangan akan dilanjutkan Minggu depan." Ucap Hakim


Wajah Reza tampak lesu. Ya sampai sidang selesai dia sudah tinggal dibalik jeruji besi itu. Menyedihkan sekali. Aku puas melihat nya. Dia harus rasakan apa yang Senja rasakan. Ini masih belum seberapa. Ini belum sidang perceraian.


"Dokter Langit."


Aku, Kapten Divta dan Dicky berhenti ketika mendengar seseorang memanggil namaku.


"Dokter tunggu."


Siska, istri Reza. Mau apa dia?


"Ada apa?" Aku menatapnya penuh selidik. Ini dia wanita yang juga sudah menyebabkan penderitaan Senja.


"Hem, apakah anda ada waktu Dok saya ingin membicarakan kasus suami saya sama dokter." Tak lupa tatapan dambanya padaku. Aku sama sekali tak tertarik dengan wanita yang seperti cacing kepanasan ini.


"Suami anda bermasalah dengan wanita saya, bukan dengan saya. Jadi bicarakan saja dengan wanita saja." Tegasku.


Sesaat kemudian aku baru sadar dengan ucapan ku, ketika melihat Kapten Divta dan Dicky terkejut dengan ucapanku. Apalagi wanita seperti cacing kepanasan ini semakin membuat ku jenggah.


"Baik Dok."


Aku merutuki kebodohanku lagi, kenapa aku bisa sampai kecoblosan menyebut Senja sebagai wanitaku?


"Hem Div, kamu mau langsung ke rumah sakit jengguk Senja?"


Aku mencibir dalam hati kenapa Dicky harus mengajak Kapten Divta kerumah sakit?


"Oh iya aku emang mau kesana sekalian mau beli fizza buat Senja. Dia past_"


"Senja enggak boleh makan itu." Sergahnya.


Enak saja mau memberikan Senja makanan yang tidak sehat seperti itu. Aku dengan susah payah merawat Senja dan dia mau memberikan Senja makanan seperti itu, oh aku takkan rela.

__ADS_1


"Ohh begitu ya Dok. Maaf saya enggak tahu." Kapten Divta tampak kikuk.


Aku akan menyingkirkan pembinor ini jika berani-berani mendekati Senja. Senja itu milik Bintang yang artinya milikku juga. Karena apa yang menjadi milik Bintang juga menjadi milikku, tentu begitu bukan?


"Ayo Mas."


Untung Kapten gadungan itu membawa mobil sendiri jadi aku tidak perlu satu mobil dengan Kapten jadi-jadian itu.


"Mas." Panggil Dicky


"Hem, kenapa?" Aku melirik Dicky yang tampak serius menyetir.


"Mas suka ya sama Senja?" Tanya Dicky. Aku langsung melihat kearah Dicky yang tampak mengulum senyum.


"Maksud kamu?" Aku pura-pura tak mengerti. Apa begitu kelihatan jika aku suka padanya Senja?


"Cemburu ya Mas?" Goda Dicky.


"Apaan sihh?" Aku membuang muka kearah jendela sambil menahan senyum.


"Hemm, ngaku aja Mas." Dicky tertawa lebar "Tapi saya setuju kok kalau Mas sama Senja. Tapi Mas harus tahu kalau Kapten Divta suka sama Senja sejak SMA dan dulu dia seri main kerumah nemuin Senja, jadi Mas harus jagain Senja kalau enggak mau kecolongan." Celetuk Dicky.


"Senja juga dulu pernah suka lho Mas sama Kapten Divta, siapa tahu perasaan nya masih? Jadi kalau Mas enggak mau ditikung, Mas harus buat Senja jatuh cinta sama Mas." Ucap Dicky dia kembali ngakak. Dan wajahku langsung merah padam, ohh aku takkan rela Senja menjadi milik orang lain dia hanya milikku.


"Kelihatan ya?" Kali ini seperti nya aku tak bisa mengelak lagi "Ada hukumnya enggak sih kalau jatuh cinta sama istri orang?"


Dicky masih tertawa sambil tangannya memutar-mutar stir mobil ke kiri dan kanan secara bergantian.


"Bukan keliatan lagi tapi tampak sekali Mas." Seru Dicky "Hem, Senja bentar lagi bukan istri orang Mas. Dia jadi single lagi. Tapi....."


"Tapi kenapa?" Aku menatap kearah Dicky "Apa ada sesuatu yang mau kamu katakan tentang Senja?".


"Saya enggak yakin Mas, kalau Senja bisa buka hati lagi setelah dipatahkan oleh suaminya. Senja itu kalau udah cinta, cinta banget cintanya bisa sampai mati dan takkan beralih ke lain hati." Imbuh Dicky "Tapi sekali dia disakiti dia bakal susah buat percaya sama orang baru Mas." Tampak Dicky menghela nafas panjang "Tapi aku harap Mas bisa jadi sosok yang bantu Senja bangkit lagi, dengan adanya Bintang diantara Mas dan Senja, maka kemungkinan Mas buat dapetin hati Senja itu besar. Namun harus hati-hati karena Kapten Divta enggak akan nyerah gitu aja Mas, dia udah lama ngejar Senja jadi dia enggak bakal terus maju sampai Senja jadi miliknya." Jelas Dicky.

__ADS_1


**Bersambung ....


Jangan lupa like komen dan vote nya yang guys... Love U banyak2**..


__ADS_2