Bolehkah Aku Mencintaimu?

Bolehkah Aku Mencintaimu?
Noda Yang Tak Hilang


__ADS_3

"That's it. You can't choose. When you choose to kill yourself, they will safe you and make your life worse than hell. Because they just take people who are alone.


(Hanya itu, kamu tak bisa memilih. Ketika kamu mencoba membunuh dirimu. Mereka akan menyelamatkanmu dan membuat hidupmu lebih dari dineraka. Karena mereka hanya mengambil orang-orang yang hidup sendiri.)" ucap wanita itu menunjukkan pergelangan tangannya dan berdiri.


Aira terduduk lemas dan sambil menggeleng..


"Tidak, hidupku tidak akan berakhir seperti ini." batin dan fikirannya masih tak percaya.


Sebelum wanita itu membuka pintu.


"It's better for you to do what they say. It's hard at first. But, like you see. I did, and not very hard like the first time. Rebellion, will only hurt you.


(Lebih baik untukmu, melakukan apa yang mereka katakan. Memang awalnya sulit. Tapi, seperti yang kamu lihat. Aku melakukannya dan tidak sesulit pertamanya. Melakukan pemberontakan, hanya akan melukaimu)" Kemudian wanita itu keluar.


"Tidak..tidaaak.. aku tak mau hidupku berakhir seperti ini." Aira menangis dengan terseduh. Ia ingin berteriak, tapi ia tak mau orang-orang itu menyiksanya lagi.


Beberapa minggu, hampir semua luka Aira sembuh. Diapun segera dibersihkan. Dan diberikan pakaian yang sangat terbuka. Ia hanya mengikuti perintah, melakukan apa yang di suruh.


Hingga tiba, waktunya dia disuruh berdiri disebuah ruangan kaca. Begitu tirai terbuka, ada banyak laki-laki dan wanita yang terlihat kaya dan juga seram duduk melihat dirinya dan gadis-gadis lain, seolah mereka adalah pajangan.


Dengan cepat, tanpa sadar Aira menutupi tubuhnya.Meski sebelumnya sudah dilarang.


Gadis-gadis itu, sama sekali tak bisa mendengar atau tahu apa yang orang-orang diluar katakan, mereka hanya menunjuk dan mengangkat tangan.


Berselang beberapa jam, Aira dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan yang mewah.


dia kemudian masuk, sementara didalam sudah ada laki-laki yang menunggunya.


Dia berdiri mematung di dekat pintu, begitu juga dengan laki-laki itu.


"aku tahu, ini sangat menakutkan bagimu. Jika hal ini bisa membuatmu lebih tenang, aku akan memberitahumu sebuah rahasia." dengan bahasa asing, beruntung Aira mengerti.


Mendengar ucapan laki-laki itu, Aira mengangkat wajahnya dan melihat kearah laki-laki itu.


Begitu ia melihat wajah ramah laki-laki itu, yang masih berumur 43 tahun Aira menganggukkan kepalanya penasran dengan rahasia laki-laki itu.


"Sebenarnya, ini pertama kalinya aku datang ke sini. Rekan-rekan baruku membiarkanku lebih dulu menghabiskan waktu denganmu." Dia maju selangkah mendekati Aira, yg tanpa sadar melangkah mundur.

__ADS_1


"Tenang, aku tidak ingin melakukan sesuatu dengan paksaan." Laki-laki itu mundur kembali.


Aira pun merasa sedikit tenang.


"bisakah kamu melepaskan aku? Aku tidak ingin berada disini. Aku mohoooon." Aira lalu berlutut.


"Maafkan aku, kamu bukan milikku seorang, rekan bisnisku berniat memba...."


"hentikan! tidakkah kalian malu melakukan hal ini? bagaimana bisa kalian memperjual belikan gadis, anak kecil dan wanita. Bagaimana kalian bisa mel...."


"sssssttt" laki-laki itu menutup mulut Aira.


"jika mereka mendengar suaramu berteriak dan bicara, maka kamu akan mendapatkan orang lain sebagai orang yang pertama yang..." laki-laki itu menghentikan kalimatnya dan melepaskan tangannya dari mulut Aira.


Aira hanya dapat diam mematung. Meskipun dia agak tenang, tapi dia tau, bahwa laki-laki dihadapannya ini akan membukakan pintunya ke dunia lain.


Merekapun melakukannya, meskipun laki-laki itu melakukannya dengan lembut, tapi hal itu tidak mengubah fakta, bahwa laki-laki itu turut serta menghancurkan hidupnya.


Beberapa jam Setelah membersihkan diri, laki-laki lain masuk dan melakukan hal yang sama padanya.


Hati dan tubuhnya terasa remuk, hancur, kotor dan ternoda. 3 laki-laki yang akan menjadi pelanggan tetapnya.


Akhirnya, ia pun memberanikan diri, meminta sesuatu yang tidak di sangka oleh ketiga laki-laki itu.


"Aku ingin kembali ke negaraku dan menjadi aktriss!" suara Aira dengan manja mengucapkannya.


"Apa? kamu sudah gila? wanita sepertimu, bagaimana bisa menjadi artis?" Ucap salah satu laki-laki yang sedang meneguk minumannya.


"Kenapa kau berfikiran seperti itu?" tanya laki-laki lain.


"Aku ingin menemukan ibuku."


"Baiklah, aku akan membantumu menjadi artis terkenal." ucap salah seorang laki-laki yang baru saja masuk.


"Kau Gilaa? Aku tidak akan membiarkan. Dia adalah wanita yang kita beli bersama. Dan kau tidak bisa memutuskannya sendiri."


"Yaaa...yaaa.. aku hanya wanita murahan dihadapanmu" batin Aira dalam hati.

__ADS_1


Akhirnya mereka memutuskan membiarkan Aira menjadi artis terkenal. Tapi mereka marah ketika melihat gosip Aira yang mendekati Gama. Karena itu ia lebih sering keluar negeri menemui mereka.


Dan disinilah dia, sekarang sedang tertangkap basah oleh Datiyah.


"Karena itu, aku mohon. Biarkan aku kembali pada Gama. Dengan begitu aku yakin dia akan bisa melindungiku." Ucap Aira pada Datiyah.


"Aku...."


"Apa yang membuatmu berfikir lama? Gama masih mencintaiku. Tapi, aku tak yakin lagi...." Aira mengusap air matanya.


"kAk Aira. Aku tetap butuh kakak memberitahu Gama. Karena jika tidak. Aku tidak akan membiarkannya."


"Setelah mendengar ceritaku, kamu masih mau melaporkanku pada Gama?"


"Menyimpan rahasia sebesar ini, dan menemui laki-laki lain ketika kalian berjanji kembali bersama itu adalah pengkhianatan."


Aira lalu berjalan mendekat pada Datiyah.


Selama beberapa bulan kalian menikah, apa aku bisa percaya kalau tidak terjadi apa-apa antara kalian, bahwa kalian tidak melakukan hubungan suami istri?" ucap Aira menunjuk-nunjuk bahu Datiyah.


"Kami tidak pernah berhubungan seperti itu." ucap Datiyah kesal dan tanpa sadar menyentuh bibirnya.


"Ciuman? pegangan tangan? kamu jatuh cinta padanya?" desak Aira.


"Lebih baik kakak pergi, aku gak perduli. Semua keputusan ada padamu." Datiyah langsung berdiri.


"kamu tidak mengelak nya. Pasti terjadi sesuatu. Jawab.!!" teriak Aira, sambil menarik lengan baju Datiyah dengan keras. Membuat lengan bajunya robek.


Aira pun melihat bekas luka sobek dan cambukan ditubuh Datiyah.


Aira diam tak berkata apa-apa. Dia tahu betul bekas luka yang membekas pada tubuh Datiyah. Karena dia terlalu sering melihatnya.


"Kakak harus pergi, dan kembali ke kamarmu." Datiyah lalu meninggalkan Aira di ruang tengah, dan Datiyah kembali ke tempat tidurnya.


*bersambung........


Miss HF : aku minta maaf, buat yang sudah setia nungguin ceritaku. Meskipun lambat update, aku akan berusaha menyelesaikan ceritaku sampai tamat. karena itu. aku saranin. Nanti bacanya kalau sudah tamat saja.

__ADS_1


soalnya aku juga sering kesal, kalau baca novel yang gak tamat. heheheh dan menunggu lama..


__ADS_2