
Mendengar jawaban Anju membuat Melody tersenyum.
"Danesh juga belum punya kekasih," sahut Melody yang mempermaikan anaknya yang jomblo.
Danesh tidak menanggapi dan fokus dengan makan. Dia tau maksud kedua orang tuanya itu pasti ingin menjodohkannya dengan Anju. Hal itu sudah terlihat dari gerak-gerik ke-2 orang tuanya dan juga orang tua Anju.
"Jika sama-sama tidak punya pasangan. Tidak ada salahnya kalian saling dekat. Kenalan lebih dalam," sahut Athar yang langsung to the point.
Anju dan Danesh diam menanggapi kata-kata itu. Ya mereka lebih banyak diam.
"Itu hal yang bagus. Danesh kamu harus mengenal Anju lebih dalam lagi. Dia ini sangat baik untuk hubungan kalian," ucap Melody dengan semangatnya. Tidak ada tanggapan dari Danesh dia hanyalah melanjutkan makannya.
"Hmmm Danesh setelah makan kamu ajak Anju jalan-jalan ke taman belakang. Kamu ajak ke kolam ikan. Anju sangat suka jenis ikan," sahut Ardian.
"Benar Anju mama lupa mengatakan kepada kamu. Jika om Ardian ini memelihara banyak jenis ikan hias," sahut Anna yang langsung nyambung.
"Iya Anju kamu harus melihatnya Om Ardian punya banyak koleksi,"sahut Melody.
"Iya Tante," jawan Anju dengan singkat.
"Danesh kamu mau kan mengajak Anju keliling?" tanya Ardian pada putranya itu.
"Iya pah," sahut Danes. Melody dan Anna tersenyum mendengarnya. Semuanya Anna dan Melody sudah menggambarkan. Jika mereka begitu bahagia dengan Anju dan Danesh.
************
Rumah sakit.
Naomi dan Rachel sedang makan siang di kantin rumah sakit.
"Jadi benar Brian sama Anju lagi ribut?" tanya Rachel dengan mengunyah makananya.
"Hmmmm," jawab Naomi dengan menganggukkan kepalanya yang juga makan dengan lahap.
"Masalahnya apa?" tanya Rachel.
"Brian paling membuatnya kesal lagi," jawab Naomi.
"Jangan-jangan karena itu lagi Anju tidak masuk," tebak Rachel.
"Mana mungkin hanya karena itu. Ya palingan dia hanya ingin istirahat. Sudah beberapa malam ini Anju terus shift malam. Jadi jelas dia lelah," ucap Naomi.
"Iya juga sih," sahut Rachel.
"Lagian sih Brian. Suka banget cari masalah terus," ucap Rachel geleng-geleng.
"Bukan Brian namanya jika tidak mencari masalah," ucap Naomi,"
__ADS_1
"Ehemmm!" tiba-tiba yang punya nama langsung datang.
"Lagi ngomongin aku?" sahut Brian yang langsung duduk di samping Naomi.
"Iya ngomongi kamu," sahut Rachel jujur bahkan dengan nada kesal.
"Punya masalah apa Rachel. Kenapa ngotot gitu," sahut Brian.
"Ya masalah kamu. Selalu membuat kegaduhan. Tuh si Anju jadi marah. Pasti gara-gara kamu," tegas Rachel dengan kesal.
"Dia hanya salah paham," sahut Brian.
"Bagaimana orang tidak salah paham. Jika kamu itu pecicilan dengan cewek ini dan itu. Semua wanita di baperin, tiba buat janji nggak pernah di tepati," cerocos Rachel sudah seperti rel kereta api. Namun Naomi hanya diam dengan melanjutkan makannya. Brian memang cocok di omeli setiap hari supaya sadar.
"Iya-iya nanti aku juga akan minta maaf padanya," sahut Brian garuk-garuk kepala. Jika di salahkan terus yang adanya dia akan stres.
"Minta maaf mulu. Entar di ulangi lagi. Capek banget jadi Anju. Brian kalau kamu memang serius suka sama Anju. Jangan di gantungi mulu Anju. Kasihan tau makan hati gara-gara kamu," Rachel menceramahi Brian dengan mulutnya yang berbicara tidak henti.
"Kamu ngaca Rachel. Kamu juga tuh di gantungi imam kamu yang nggak balik-balik itu," sahut Brian yang malah mengejek Rachel.
"Apaan sih bawa-bawa Azka. Dia itu beda sama kamu," sahut Rachel bertambah kesal.
"Ya sama aja kali," sahut Brian.
"Kenapa jadi kalian yang ribut sih," sahut Naomi menghela napas melihat perang mulut antara dia orang itu.
"Ya kan memang tidak semua salahku," sahut Danesh.
"Issss kau ya Brian benar-benar," geram Rachel.
"Udah stop. Kalian ini kenapa jadi pada ribut sih. Udah deh stop ributnya. Jangan pada ribut Mulu nggak jelas kayak gini," tegas Naomi pusing melihat Brian dan Rachel.
"Brian saran amu kamu temui Anju dan minta maaf. Jangan tunggu besok-besok lagi," ucap Naomi memberi masukan.
"Iya. Nanti aku langsung kerumahnya," jawab Brian yang terlihat bete.
"Isss dasar PHP," ketus Rachel.
"Mulai lagi deh," sahut Rachel geleng-geleng.
"Aku memang harus minta maaf pada Anju. Mungkin aku kelewatan padanya," batin Brian yang kali ini ingin serius minta maaf.
************
Anju dan Danesh berjalan bersebelahan menuju kolam ikan. Mereka berdua tidak ada obrolan. Pergi bersama karena di suruh Ardian. Namun tidak ada pembicaraan apa-apa.
Anju juga yang sejak tadi tidak bersemangat hanya terpaksa saja melihat kolam ikan karena tidak enak dengan Ardian. Walau sebenarnya dia sangat menyukai ikan. Seperti sekarang ini Anju, untuk menghilangkan rasa bosannya mengambil makanan ikan yang di sediakan ku. Lalu langsung memberi ikan-ikan itu makan.
__ADS_1
"Kamu pasti mengerti. Jika orang tua kita sedang menjodohkan kita," ucap Danesh membuat Anju berhenti sejenak memberi makan ikan melihat Danesh dengan ekor matanya.
"Iya aku tau. Lalu tanggapan kamu bagaimana?" sahut Anju yang kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Aku tidak bisa menanggapi apa-apa," sahut Danesh dengan datar.
"Lalu apa kamu benar-benar singel?" tanya Anju
"Tidak. Aku punya kekasih. Tapi hubungan kami harus berakhir karena mama tidak menyetujuinya dan aku harus mengakhiri hubungan itu karena alasan mama," jawab Danesh.
"Aku melihat Tante Melody baik. Apa yang membuatnya tidak menyukai pilihanmu?" tanya Anju.
"Kami berbeda," jawab Danesh.
"Berbeda apa maksudnya. Sosial?" tanya Anju yang berbalik badan yang tiba-tiba saja kepo.
"Keyakinan," jawab Danesh.
"Owh, itu sangat sensitif," sahut Anju.
"Dia juga akan menikah dengan orang lain," ucap Danesh.
"Begitu rupanya. Jika perbedaan keyakinan membuat kalian tidak di restui ya pasti ada alasannya dan itu memang urusan yang ribet," ucap Anju yang tidak tau mau bicara apa lagi.
"Kamu bagaimana. Aku tidak yakin jika kamu masih sendiri," ucap Danesh.
Anju kembali melanjutkan pekerjaannya dengan memberi makan ikan.
"Aku punya pria yang aku sukai. Tetapi tidak ada kejelasan dalam hubungan kami," ucap Anju dengan tersenyum getir yang mengingat Brian.
"Begitu rupanya. Orang tua kita di dalam sana sedang membicarakan hubungan kita. Apa kamu tipe yang penurut atau tidak?" tanya Danesh.
Anju kembali menghadap Danesh.
"Bagaimana dengan kamu. Jika memang kita di jodohkan apa kamu akan menerima perjodohan itu atau membantah?" Anju balik bertanya.
"Jika ingin menolak pun itu tidak akan bisa," jawab Danesh dengan singkat. Anju hanya diam.
Niat orang tuanya memang sangat jelas. Hubungannya dengan Brian juga tidak jelas dan laki-laki yang dijodohkan kepadanya terlihat sangat dingin dan to the point. Hal itu membuat Anju bingung.
Danesh adalah putra tunggal Melody dan Ardian, (terpaksa menikahi mantanku saat koma). Ingat ceritanya. Boleh baca lagi tentang kisah Melody dan Ardian.
Danesh adalah putra mereka satu-satunya. Melody menginginkan Danesh untuk menikah secepatnya dan mantan kekasih Danesh sebelumnya tidak di restui karena alasan yang masuk akal
Niat Melody dan Ardian dan memang terlihat jelas. Bahwa ingin menjodohkan Anju dan Danesh. Athar dan Anna tertarik dengan hal itu. Karena kasihan dengan Putri mereka yang pasti punya masalah hubungan dengan Brian. Namun tidak ada kepastian.
Bersambung
__ADS_1