
"Bagaimana aku tidak kepikiran dengan hal itu. Bagiku itu hal yang serius," ucap Aliyah dengan wajah senduhnya.
"Aliyah kika aku tidak mau sarapan tadi. Karena memang benar. Aku sudah sarapan dan bukan karena apa-apa," ucap Brian.
"Sungguh?" tanya Aliyah yang ingin kepastian.
"Iya Aliyah. Jadi jangan berpikiran terlalu jauh," sahut Brian meyakinkan Aliyah yang membuat Aliyah tersenyum dan merasa lebih tenang dengan jawaban Brian.
"Ya sudah kalau begitu kamu istrirahat ya. Aku harus melakukan operasi. Nanti aku menemuimu lagi," ucap Brian yang tersenyum pada Aliyah. Brian pun hendak pergi. Namun tiba-tiba Aliyah menahan tangannya dan Aliyah yang duduk dan memeluk pinggang Brian membuat Brian kaget dengan apa yang di lakukan Aliyah yang secara tiba-tiba.
"Jangan pergi dariku dariku Brian. Aku sangat takut di sini sendirian," ucap Aliyah yang seperti menuntut Brian untuk ada di sisinya.
Di luar rumah ruangan Aliyah, ada Naomi, Anju dan Kayra yang sedang berjalan yang seperti melakukan kunjungan pemeriksaan pasien di kamar-kamar masing-masing.
"Sebelah sini Dokter!" pinta Anju dengan sopan menunjukan kamar 07 yang artinya itu kamar perawatan Aliyah. Kalau di rumah sakit mereka memang memanggil Kayra Dokter. Jika di luar rumah sakit baru memanggil Tante.
"Terima kasih Anju!" sahut Kayra yang di bukakan pintu oleh Anju.
Saat pintu itu terbuka. Betapa terkejutnya Kayra melihat pemandangan di dalam ruangan itu. Brian dan Aliyah yang di luar nalar dengan apa yang mereka lakukan di dalam ruang perawatan.
Anju langsung melihat ke arah Naomi. Dan wajah Naomi terlihat datar tanpa ekspresi yang melihat Brian dan Aliya yang begitu intens.
"Apa masih ingin di lanjutkan Dokter Brian!" tegur Kayra membuat Brian kaget melihat mamanya dan Brian langsung refleks melepas tangan Aliyah dari pinggangnya dan Aliyah hanya heran saja dengan kedatangan 3 Dokter itu.
"Mah!" sahut Brian yang terlihat panik.
"Naomi kamu cek kesehatannya!" titah Kayra dengan datar.
Naomi mengangguk dan melakukan pekerjaannya dengan profesional. Namun Brian terlihat cemas. Baru saja tadi pagi Kayra mengingatkannya dan sekarang melihat hal tersebut. Bagaimana Kayra semakin tidak mengamuk dengan Brian.
"Kamu jaga kesehatan Aliyah. Jangan terlalu banyak berpikir bisa membuat kesehatan kamu menurun," ucap Naomi mengingatkan. Aliyah menganggukkan kepalanya.
Kayra menatap Brian dengan serius dengan tatapan tajam membuat Brian menelan salivanya yang Rafa takut dengan tatapan horor mamanya itu.
__ADS_1
"Kamu masih ingin di sini, melanjutkan hal itu?" tanya Kayra dengan dingin.
"Jangan sampai mama menamparmu di depan wanita itu," ucap Kayra yang suaranya pelan. Namun pasti di dengar Anju dan Naomi. Namun Aliyah samar-samar mendengarnya.
Kayra tidak bicara lagi dan langsung pergi. Naomi dan aku pun mengikut saja.
"Kamu istirahatlah Aliyah," ucap Brian yang langsung pergi.
"Mama! Apa itu mama dari Brian," gumam Aliyah yang melihat eksperesi wanita itu terlihat dingin.
"Jadi mamanya juga seorang Dokter. Tapi dia sepertinya tidak suka dengan apa yang barusan terjadi tadi,"
"Aliyah jika itu mama dari Brian. Maka kamu harus bisa juga dekat dengan mamanya. Jangan hanya dengan Brian," gumam Aliyah yang ingin merencanakan kedekatan untuk ibu Brian.
Sementara Kayra, Naomi dan juga Anju terus berjalan di koridor dan Brian mengejar sang mama.
"Mah tunggu!" Brian menyetop kan langkah mamanya dan berdiri di depan Kayra.
"Mau apa kamu?" tanya Kayra dengan wajah seramnya.
Naomi dan Anju saling melihat. Mereka merasa ada ketegangan di antara ibu dan anak itu.
"Dokter kita lanjutkan untuk periksa yang lain," ucap Naomi yang mengalihkan.
Kayra menganggukkan kepalanya dan Naomi langsung menarik Anju. Mereka meninggalkan ibu dan anak itu.
"Mah jangan salah paham," ucap Brian mencoba menjelaskan.
"Kamu itu benar-benar tidak bisa mendengarkan mama. Yang bicara ini mulut mama. Bukan radio rusak. Bisa-bisanya kamu melakukan semua itu dengan pasien kamu. Otak kamu itu di mana hah!" ucap Kayra marah-marah.
"Mah pelan kan suara mama ini rumah sakit. Brian malu di omeli," ucap Brian yang melihat di sekitarnya.
"Giliran di marahi kamu malu. Lalu berbuat seperti tadi kamu sudah kehilangan rasa malu kamu," sahut Kayra.
__ADS_1
"Mah Aliyah itu drop dan tadi Brian hanya menengakannya dan lagian tadi Aliyah drop pasti gara-gara kepikiran Brian. Jadi kondisinya seperti itu," ucap Brian yang berusaha menjelaskan pada Kayra agar Kayra tidak salah paham kepadanya.
"Cukup ya Brian. Mama tidak mau mendengar alasan kamu lagi. Dia adalah pasien dan pasien tetap pasien. Dan jaga nama baik kamu sebagai Dokter. Jangan jadi Dokter pecicilan dan mama tidak melarang kamu menjalin hubungan dengannya di luar dia sebagai pasien. Tetapi lihat tempat dan kamu punya nama di rumah sakit ini. Jadi jangan rusak nama kamu dengan ulah kamu yang memalukan," tegas Kayra dengan penuh penekanan pada Brian. Lagi dan lagi dia harus memberi peringatan kepada Brian.
"Dan satu lagi apa kamu bilang tadi dia drop gara-gara kamu. Jika begitu. Dia juga bisa mati gara-gara kamu yang mencoba main-main. Mama ingatkan kamu Brian untuk tidak main-main dengan wanita yang lemah akan jantung. Jika kamu tidak mau menyesal," tegas Kayra .
"Jika kamu seriu padanya. Maka serius. Jika tidak jangan memberi harapan apa-apa kepada-nya. Karena harapan wanita yang seperti itu sangat kecil dan dia bisa bergantung padamu. Jadi pikirkan baik dan jangan main-main dengan hal ini," tegas Kayra dengan wajah seriusnya berkata pada putranya itu.
Brian terdiam mendengar apa yang di katakan mamanya dan bahkan hampir sama dengan apa yang di katakan Anju sebelumnya kepada-nya. Setelah memberi peringatan kepada Brian. Kayra langsung meninggalkan tempat itu dan Brian hanya menghela napasnya dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya.
"Kenapa sih masalahnya di perbesar. Padahal tidak ada apa-apa yang harus di perbesar. Ada-ada aja. Mama kadang-kadang suka berlebihan," gumamnya dengan menghela napas.
Masih aja Brian tidak paham dengan apa yang di katakan Kayra. Brian memang terlalu santai dengan kehidupannya.
************
Naomi dan Anju sama-sama berjalan di koridor rumah sakit.
"Naomi kamu lihat tidak eksperesi Tante Kayra saat melihat Brian dengan Aliyah tadi?" tanya Anju pada Naomi.
"Memang ada apa dengan ekspresinya?" tanya Naomi.
"Tante Kayra sepertinya tidak suka dengan apa yang di lakukan Brian," ucap Anju.
"Tante Kayra memang tidak pernah suka dengan Brian seperti itu dan menurutku eksperesi itu biasa saja. Dia sangat marah dengan Brian yang selalu plin-plan dengan wanita-wanita," jawab Naomi dengan tenang.
"Dan mungkin saja ini karena di rumah sakit. Jadi Tante Kayra tidak bisa menyembunyikan kemarahannya," lanjut Naomi.
"Kamu tau banget tentang hal itu. Apa Tante Kayra sering cerita kepada kamu?" tanya Naomi mengorek-ngorek.
"Brian sering di marahi di depanku dan Tante Kayra memang seperti itu tidak suka dengan sifat Brian yang tidak bisa mengubah dirinya," jawab Naomi dengan santai.
"Kamu itu dekat sekali ya dengan Tante Kayra," ucap Anju.
__ADS_1
"Dia sudah mama ku sendiri. Jadi aku dekat dengan-nya," jawab Naomi dengan santai.
Bersambung