
Tidak lama memesan makanan. Akhirnya pesanan mereka sudah datang pelayan langsung menghidangkan di atas meja. Brian dan Naomi sejak tadi diam saja. Brian sibuk dengan ponselnya dan Naomi yang sibuk di ajak berbicara oleh Kayra. Jika Naomi dan Kayra bertemu pasti memang ada saja yang mereka bahas.
"Makasih ya mbak!" ucap Kayra pada pelayan.
"Iya silahkan nikmati makananya. Saya permisi sebentar," ucap pelayan tersebut dengan tersenyum ramah.
"Ayo Naomi, Brian makan!" ucap Kayra. Naomi dan Brian mengangguk yang mereka mulai makan.
Tempat garfu, sendok dan sumpit semprot biasa tempatnya terpisah dan di jadikan satu di atas meja itu. Sangat kebetulan tangan Naomi yang langsung mengambil garfu dan bersamaan dengan tangan Brian yang juga mengambil garfu dengan ke-2nya yang sama-sama melihat satu dengan yang lain
Namun langsung saling melepas tangan tersebut. Sementara Kayra sejak tadi memang diam saja dan belum memperhatikan keanehan ke-2 orang yang ikut makan bersamanya.
"Ayo di makan. Kenapa kalian berdua malah bengong!" ucap Kayra yang sejak tadi sudah makan.
"Iya Tante," sahut Naomi dengan menganggukkan kepalanya dan mulai makan saa juga dengan Brian dan mereka sudah mulai untuk makan.
Di tengah makan itu. Kayra melihat ke arah Brian dan juga Naomi secara bergantian. Dia merasa ada yang aneh di antara 2 orang itu.
"Kalian bertengkar!" tebak Kayra setelah menelisik 2 orang itu.
Brian dan Naomi diam dan melanjutkan makan mereka.
"Kok diam? Apa tidak ada yang mau menjawab mama?" tanya Kayra.
"Tidak kok Tante,"
"Tidak kok mah,"
Brian dan Kayra serentak mengatakan. Jika mereka tidak bertengkar sama sekali. Namun Kayra kembali melihat teliti 2 wajah orang tersebut yang tidak percaya dengan apa yang di katakan Brian dan Naomi.
"Tapi kok, mama nggak percaya ya. Biasanya kalian kalau bertemu pasti heboh. Ini kenapa diam saja?" tanya karya yang merasa ada yang tidak beres di antara keduanya.
"Naomi, Brian jangan bertengkar- tengkar. Mama itu nggak mau lihat kalian berdua ribut," ucap Naomi menegaskan pada Brian dan Naomi.
"Apa sih mah. Orang nggak ada yang bertengkar kok," sahut Brian dengan kesal.
"Ya lalu. Kenapa kalian diam saja?" tanya Kayra.
"Ini lagi makan mah dan kalau makan ya harus makan. Bukan malah bicara. Mama juga ngajak makan. Hanya makan berdua aja. Tiba-tiba ada dia," ucap Brian dengan kesal.
"Apa kamu bilang, dia! Sejak kapan kamu tidak panggil nama pada Naomi. Udah jelas ya kalian berdua bertengkar kan sampai panggil-panggil dia," ucap Kayra yang mulai marah. Karena semakin yakin Naomi dan Kayra bertengkar.
__ADS_1
Sementara Kayra hanya diam saja yang menundukkan kepalanya. Sepertinya dia sedih. Karena Brian tidak menyebut namanya melainkan menyebut nama dia.
"Pokoknya mama tidak mau tau. Tidak ada ribut-ribut di antara kalian berdua. Kalian berdua ini sudah dewasa dan tidak tau apa salahnya sehingga kalian harus ribut," ucap Kayra menegaskan pada Naomi dan Brian.
"Kalian berdua dengar?" tanya Kayra.
"Iya," sahut Brian tidak ikhlas.
"Iya Tante," sahut Naomi dengan pelan.
"Sudah-sudah sekarang kita makan," sahut Kayra.
"Mama yang dari tadi sibuk sendiri, bicara sana, sini," sahut Brian jadi kesal.
"Protes mulu dari tadi. Heran ya mama lihat kamu," sahut Kayra kesal.
"Sudahlah Tante. Kita makan aja, jangan ribut lagi," sahut Naomi yang mendamaikan 2 orang itu.
Kayra pun akhirnya diam dan makan kembali. Dia juga lama-lama bisa murka dengan Brian yang punya jawaban aja.
***********
Akhirnya Naomi, Kayra dan Brian selesai juga makan dan mereka sudah berada di luar Restaurant.
"Iya Tante. Naomi yang mengucapkan terima kasih untuk Tante. Karena Tante yang sudah mengajak Naomi untuk makan bersama Tante," sahut Naomi.
"Lain kali kita makan lagi ya," ucap Kayra.
"Iya Tante," sahut Naomi dengan mengangguk.
"Ya sudah Tante. Kalau begitu. Naomi pamit pulang ya," ucap Naomi pamitan.
"Biar Brian dan Tante Anatar kamu," sahut Kayra.
"Tidak usah Tante. Naomi pulang sendiri aja," tolak Naomi.
"Mana bisa di biarkan pulang sendiri. Tante akan Anatar kamu!" tegas Kayra.
"Ayo Brian!" ajak Kayra. Brian pun menurut saja yang langsung masuk mobil. Kayra langsung mengandeng tangan Naomi yang terlihat ragu untuk pulang bersama Kayra. Mungkin karena ada Brian.
"Ayo Naomi. Jangan melamun aja," ucap Kayra sedikit memaksa dan begitu sampai di mobil. Kayra membukan pintu mobil di bagian depan untuk Naomi.
__ADS_1
"Tante saja yang duduk di depan!" tolak Kayra.
"Tante mau di belakang. Mau duduk lapang-lapang. Udah kamu duduk di depan saja!" tegas Kayra memaksa Naomi dan lagi-lagi Naomi tidak bisa berbuat apa-apa yang duduk di samping Brian.
Brian kelihatannya sangat cuek yang hanyalah melihat ke depan saja.
Kayra tersenyum dan langsung duduk di belakang. Dia tau ada masalah antara Naomi dan Brian. Jadi dia tidak ingin hal itu terjadi. Jadi ke-2 anak itu harus saling di dekatkan. Tetapi jadi Naomi yang canggung saat duduk di samping Brian.
"Ayo Brian jalan!" titah Kayra yang sudah masuk mobil. Kayra menganggukkan kepalanya dan langsung melajukan mobilnya.
**********
Mereka melakukan perjalanan menuju Apartemen Naomi. Namun Naomi sejak tadi hanyalah diam saja. Sama dengan Brian yang juga diam saja. Mereka berdua memang seperti orang musuhan yang tidak ingin saling menegur satu sama lain.
"Brian berhenti!" titah Kayra tiba-tiba.
"Kenapa berhenti tiba-tiba mah?" tanya Brian yang masih melajukan mobilnya.
"Dah mama bilang berhenti buruan!" tegas Kayra. Brian menghela napasnya dan meminggirkan mobilnya di depan Restaurant.
"Kamu antar Naomi pulang sampai Apartemen. Mama mau menemui papa ada di dalam," ucap Kayra.
"Kok tiba-tiba," sahut Brian.
"Tiba-tiba apanya. Nggak ada yang tiba-tiba. Memang mama ada janji sama papa di dalam. Jadi kamu antar Naomi pulang!" tegas Kayra.
"Tante. Naomi boleh ikut Tante tidak?" tanya Naomi yang sepertinya tidak mau 1 mobil dengan Brian.
"Naomi kali ini tidak bisa. Karena mama dan papa ingin pergi bersama dengan Om kamu. Kita mau makan berdua. Jadi kamu pulang aja ya. Tadi kita Tante udah makan sama kamu dan sekarang Tante makan dengan Om kamu. Oke," ucap Kayra.
"Tapi Tante," sahut Naomi. Kayra tidak mendengar dan langsung keluar dari mobil dan jadi Naomi yang gelisah sendiri. Karena harus berdua dengan Brian.
"Mama pasti sengaja," umpat Brian di dalam hatinya yang melihat mamanya itu sudah masuk Restaurant itu.
"Isss bagaimana ini," batin Naomi yang jadi bingung sendiri. Kelihatanya Naomi takut di turunkan Brian.
Namun Brian melajukan mobilnya dengan kecepatan santai. Dia tidak mengatakan apa-apa pada Naomi dan Naomi juga diam saja.
Akhirnya mobil Brian sampai juga ke Apartemen Naomi. Naomi langsung membuka sabuk pengamannya.
"Makasih sudah mengantarku!" ucap Naomi yang langsung turun dari mobil. Brian tidak menjawab dan hanya melihat kepergian Naomi yang juga jutek. Naomi pergi begitu saja yang berjalan memasuki gedung Apartemen tersebut.
__ADS_1
Hufffff.
Brian menghela napasnya dan akhirnya meninggalkan tempat itu. Tidak tau mau sampai kapan mereka akan tidak teguran.