
Masih di orang operasi. Anju, Brian, Kayra, Rachel dan beberapa Suster dan juga Dokter yang menangani Aliyah dan Naomi yang berada di ruangan yang berbeda dengan kondisi yang masih di tangani.
Keadaan kritis dan sama-sama tidak sadarkan diri, sama-sama luka dengan sakit yang berbeda.
Tit tit,tit,tit, tit, tit, tit, tit, tit, tit, tit, tit,.
Suara monitor laya berbunyi yang menandakan detak jantung.
"Jantungnya lemah!" ucap Rachel.
"Jantungnya lemah!" ucap Anju.
Kedua pasien kembali sama-sama lemah jantung.
Brian, Anju, Rachel, Kayra, sama-sama melihat kearah monitor jantung. Brian dan Dokter Kayra buru-buru melakukan pompa jantung kepada Aliyah dan juga Naomi di ruangan berbeda.
Tit tit,tit,tit, tit, tit, tit, tit, tit, tit, tit, tit,
Suara layar monitor menghentikan Brian dan Dokter Kayra yang melakukan pompa jantung dan layar monitor menunjukkan garis lurus yang artinya detak jantung berhenti.
Napas Brian tersenggal- senggal melihat kearah monitor jantung dengan matanya yang memerah.
"Argggghh!" teriak Brian yang frustasi memegang kepalanya saat melihat monitor jantungnya. Anju memejamkan matanya dengan menghela napasnya dan melihat Brian yang tampak frustasi.
Sama dengan di ruangan Naomi yang juga terjadi ketegangan.
"Naomi!" air mata Rachel jatuh ketika melihat jantung di layar monitor itu.
"Naomi!" Kayra juga sangat shock dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya yang menangis melihat layar monitor yang lurus itu.
************
Beberapa hari berikutnya.
Pemakaman mewah Jakarta.
Brian yang berjongkok di depan pemakaman itu dengan meletakkan boucket bunga mawar. Brian menghela napasnya melihat foto yang terlihat tersenyum yang masih cantik di dekat mesan itu.
__ADS_1
Foto Aliyah yang tersenyum yang terlihat bahagian yang cantik dan begitu manis.
"Kamu sekarang sudah tidak sakit lagi. Terima kasih Aliyah kamu menjadi bagian yang terpenting dalam hidupku. Kehadiran kamu di rumah sakit membuatku sangat bahagia. Apapun itu kamu akan menjadi kenangan terindah dalam hidupku. Terima kasih untuk semuanya," batin Brian dengan tersenyum melihat foto Aliyah.
"Maafkan aku. Jika aku pernah menjadikan mu berharap banyak kepadaku. Maafkan aku Aliyah. Jika aku tidak bisa membalas perasaan mu. Terima kasih Aliyah sudah mencintaiku. Kamu bahagia di surga sana dan tidak akan merasakan sakit lagi. Kamu tidak akan kumat lagi dan perjalanan kamu berhenti. Kamu sudah tidak perlu ke rumah sakit lag," ucap Brian yang tersenyum dengan matanya berkaca-kaca.
Aliyah tidak bisa di selamatkan saat kecelakaan itu. Bukan kecelakaan yang membuatnya kehilanganmu nyawanya. Tetapi karena jantungnya yang lemah dan kumat. Jadi nyawanya tidak bisa di selamatkan sama sekali.
Kepergiannya menjadi luka yang mendalam untuk keluarganya dan kesedihan bagi rumah sakit yang juga kehilangan sosok Aliyah yang menjadi bagian dari rumah sakit. Aliyah yang ceria yang sangat ramah dan dekat dengan berbagai Dokter yang menjadikan Aliyah sangat nyaman dengan kehidupanya dan mempunyai semangat hidup.
"Brian!" suara yang khas itu terdengar dan membuat Brian menoleh kebelakangnya.
"Naomi!" lirih Brian yang tersenyum.
Naomi yang memanggilnya dengan kepala Naomi yang masih di lilit perban. Mungkin saja Naomi juga baru sembuh dan dia juga terlihat lemas.
"Kamu sudah selesai?" tanya Naomi. Brian menganggukkan kepalanya dan langsung berdiri menghampiri Naomi.
"Aku hanya mengobrol sedikit padanya. Aku mengucapkan terima kasih dan memberikannya bunga sesuai dengan apa yang di inginkannya," ucap Brian. Naomi tersenyum mendengarnya.
Mereka berjalan melewati kuburan menuju mobil mereka.
"Kamu menyesal?" tanya Naomi di tengah jalannya yang bicara pada Brian.
"Aku tidak sepertimu Naomi. Harus menyesal. Karena kematian seseorang. Bagiku kematian seseorang bukan kesalahan dan itu sudah menjadi takdir dan aku bukan penentu dalam hal itu," jawab Brian.
"Jika aku bicara seperti itu. Kamu akan mengungkit tentang aku dan alm Gilang," desis Naomi.
"Karena kamu tidak pernah berhenti untuk menyesal," sahut Brian.
"Lalu menurut kamu apa yang terjadi pada Aliyah tidak membuat kamu menyesal?" tanya Naomi.
"Sedikit dan bukan karena apa-apa. Mungkin karena aku tidak mendengarkan orang lain dan lebih egois dan sehingga di akhir hidupnya ada tangisan dan air mata, ada kekecewaan dan bukan senyuman atau kebahagiaan. Mungkin itu yang membuatku menyesal," jawab Brian.
Naomi menghentikan langkahnya dan menghadap Brian.
"Katakan kepadaku apa yang kamu katakan kepadanya sebelum hal itu terjadi?" tanya Naomi.
__ADS_1
"Kamu menolak perasaannya. Sehingga aku melihatnya menangis dan seperti yang kamu akui. Jika dia kecewa dan menangis saat itu?" tanya Naomi yang penasaran dengan pembicaraan Aliyah dan Brian.
"Bukannya kamu mengejarnya sampai membuat kepalamu hampir pecah!" ucap Brian yang memegang kepala Aliyah.
"Lalu apa yang di katakannya?" Brian bertanya kembali.
"Aku tidak ingat apa yang di katakannya?" jawab Naomi.
"Giliran apa yang di katakannya tidak ingat. Giliran aku yang ingin mengatakan apa. Kamu langsung ingat," ucap Brian.
"Namanya aku penasaran," sahut Naomi.
"Kalau gitu aku akan membuatmu penasaran," sahut Brian. Naomi langsung mengkerutkan dahinya mendengar perkataan Brian.
"Sudah ayo pulang dan jangan memikirkan aku," sahut Brian yang memutarkan bahu Naomi dan menuntun Naomi berjalan dengan dirinya yang memegang ke-2 bahunya.
"Isssss!" Naomi kegelian sendiri yang langsung menggoyang-goyangkan bahunya dan mereka berseloroh sembari berjalan.
Naomi selamat dalam kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya itu. Meski sempat melakukan pendarahan otak. Namun dia dapat di selamatkan dan sempat koma beberapa hari. Kondisinya sudah membaik dan sekarang jauh lebih baik. Dia hanya dalam pemulihan.
Hari ini Brian sengaja meluangkan waktunya sedikit untuk berkunjung ke makan Aliyah. Dia hanya mengobrol sebentar dengan Aliyah dan Naomi yang tau hal itu minta ikut. Awalnya Brian tidak menginjinkan namun Naomi memaksa dan membuat Brian tidak punya pilihan dan langsung mengijinkan Naomi.
**********
Setelah dari pemakaman Naomi dan Brian kembali ke Apartemen Naomi. Naomi yang berada di teras di Apartemennya yang duduk di bangku dengan Naomi yang membuka paper bag yang pernah di berikan Aliyah. Terakhir kali Aliyah memberikan paper bag itu dan melarang Naomi membuka kotak yang membuat Naomi penasaran.
Aliyah mengatakan, Naomi harus membukanya di rumah. Naomi tidak sempat pulang. Karena dia langsung mengalami kecelakaan saat itu dan baru kali ini Naomi membukanya.
Naomi melihat ada surat di dalam kotak itu yang di gulung sangat cantik dan di beri pita. Namun Naomi mengasingkannya dan melihat isi lainnya. Ada gelang tangan yang sangat cantik membuat Naomi tersebut.
Selain itu ada 1 album kecil yang berukuran foto palaroid yang ternyata foto-foto itu foto dirinya Aliyah yang lucu-lucu yang di ambil Aliyah menggunakan ponselnya saat dia di rumah sakit.
Naomi terharu melihat foto tersebut. Dia tidak percaya. Jika Aliyah akan menjadikan moment terindah dalam acara tersebut yang membuatnya tersenyum.
"Kamu memang semanis itu Aliyah. Makasih Aliyah kamu sudah menjadikanku begitu istimewa di dalam hidupmu. Aku akan merindukan kata-kata Dokter Naomi lembut. Suara kamu yang khas itu tidak akan terdengar lagi. Namun kamu akan ada di hatiku," ucap Naomi begitu terharu mendapatkan hadiah dari Naomi yang ternyata hadiah itu adalah hadiah terakhirnya dari Aliyah.
Bersambung
__ADS_1