Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 31 Perbandingan.


__ADS_3

"Benarkah. Aku senang mendengarnya. Akhirnya aku bisa pulang," jawab Aliyah dengan tersenyum dengan raut wajahnya yang bahagia. Padahal tadi wajahnya sangat murung. Karena Brian menceramahinya.


"Iya kamu harus terus jaga kesehatan dan jangan sampai kejadian kemarin terulang lagi. Aku tidak mau melihat kamu drop kembali," ucap Brian memberikan peringatan pada Aliyah.


"Dan semua tergantung kamu. Jika kamu ada di sisiku maka aku akan sehat dan akan baik-baik aja. Itu artinya aku tidak akan kembali ke rumah sakit dalam keadaan sakit. Tetapi hanya akan kerumah sakit. Jika aku bertemu dengan kamu," ucap Aliyah yang membuat Brian terdiam.


Dia tidak tau apa maksud dari perkataan Aliyah. Seperti Aliyah menuntut Brian untuk terus ada di sisinya.


"Brian kamu kenapa diam?" tanya Aliyah.


"Tidak apa-apa," jawan Brian.


"Aku pikir entah apa," sahut Aliyah "oh iya Brian aku nanti akan pulang. Jika kamu tidak keberatan. Kamu mau tidak mengantarku pulang!" ucap Aliyah yang berharap Brian akan mengantarnya.


"Mengantarmu," sahut Brian. Aliyah menganggukkan kepalanya.


"Anggap saja jika hal ini pengganti saat kamu batal berjanji kepadaku tadi malam," ucap Aliyah dengan tersenyum.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan mengantarmu pulang. Jika memang itu yang kamu mau," sahut Brian yang membuat Aliyah tersenyum dengan Brian yang menerima permintaannya.


"Serius?" tanya Aliyah. Brian menganggukkan kepalanya.


"Makasih Brian," sahut Aliyah yang pasti begitu senang.


"Ya sudah sekarang kamu istirahat ya!" ucap Brian. Aliyah menganggukkan kepalanya.


"Oh iya kamu belum minum obat. Sebaiknya kamu minum obat dulu," ucap Brian yang membantu Aliyah untuk minum obat dan Aliyah menganggukkan kepalanya yang meminum obat tersebut dengan senang hati. Apalagi jika Brian yang membantunya.


Ting


Tiba-tiba notifikasi pesan di ponsel Brian berbunyi.


"Sebentar!" ucap Brian memberikan gelas berisi air pada Aliyah untuk Aliyah minum sendiri dan Brian membaca pesan di ponselnya.


"Maaf Aliyah sepertinya aku tidak bisa mengantarmu," ucap Brian yang tiba-tiba membatalkan janjinya dan membuat wajah Aliyah yang tampak datar.


"Kenapa?" tanya Aliyah.


"Kamu ada operasi?"


"Ada pasien mendadak atau apa?" tanya Aliyah menduga-duga.


"Aku harus mengantar Naobi ke Dokter," jawab Brian.


"Naobi! Siapa Naobi?" tanya Aliyah dengan dahinya yang mengkerut.

__ADS_1


"Naobi itu kucing kesayangan Naomi. Jadi dia minta tolong untuk aku mengantarnya ke Dokter," jawab Brian dengan santai.


"Kamu membatalkan janji hanya karena kucing," sahut Aliyah yang merasa sangat tidak pantas. Jika Brian membatalkan janji karena kucing dan sementara dirinya manusia dan menurutnya dia sangat special bagi Brian.


"Kenapa hanya. Kucing itu sangat penting," sahut Brian menjawab dengan santai.


"Kamu sangat penyayang sekali dengan hewan," ucap Aliyah.


"Ya bisa di katakan seperti itu," sahut Brian.


"Dan Naobi adalah kucing Dokter Naomi bukan?" tanya Aliyah.


"Iya seperti yang aku katakan tadi," jawab Brian.


"Jika kuncing Dokter Naomi begitu penting bagimu. Lalu bagaimana dengan pemiliknya?" tanya Aliyah.


"Maksud kamu Naomi?" tanya Brian. Aliyah menganggukkan kepalanya.


"Dia sangat penting bagiku dan lebih dari apapun," jawab Brian dengan jujur.


Deg


Debaran jantung Aliyah tiba-tiba berdetak dengan kencang saat mendengar pengakuan dari Brian. Ada rasa cemburu, rasa marah dan tidak terima dengan apa yang dikatakan Brian mengenai Naomi. Bahkan Brian membatalkan janji padanya hanya karena kucing yang pemiliknya adalah Naomi.


"Ya sudah kamu istirahatlah aku masih ada pekerjaan. Aku tinggal yah," ucap Brian yang langsung pergi.


"Tidak Aliyah apa yang kamu pikirkan. Dokter Naomi sendiri yang mengatakan. Brian tidak dekat dengan siapa-siapa dan mereka hanya bersahabat. Jangan memikirkan apa-apa Aliyah," ucap Aliyah yang berusaha untuk tenang dan tidak memikirkan apa-apa.


Dia mempercayai apa yang di katakan Naomi dan percaya jika Brian hanya menyukainya.


**********


Anju dan Rachel sedang makan siang di kantin rumah sakit dengan keduanya yang makan sembari mengobrol.


"Anju aku tidak percaya. Jika Brian kemarin mendapatkan tamparan dari Tante Kayra," ucap Rachel yang menyinggung hal tersebut.


"Itu kesalahannya sendiri. Dia juga sih bisa-bisanya melakukan hal itu," sahut Anju dengan menghela napas.


"Memang dia ada hubungan apa sih dengan Aliyah. Hubungan mereka jangan-jangan special lagi. Buktinya Aliyah sampai seperti itu kepada Brian dan sampai berani masuk kedalam ruangan kita," ucap Rachel.


"Rachel itu bukan pertanyaan dan kamu seperti tidak tau aja Brian dan lagian hubungan special apa. Apa iya Brian mau melakukan hal itu. Yang adanya dia hanya akan menggantung," sahut Anju.


"Cie yang lagi curhat," goda Rachel.


"Aku tidak curhat. Aku hanya khawatir saja. Jika Brian main-main dengan Aliyah yang notabene Aliyah sedang sakit. Aku nggak tau aja. Bagaimana nanti akhirnya dan aku takut terjadi sesuatu pada Aliya karena ulah Brian," ucap Anju.

__ADS_1


"Iya juga sih. Tapi kayaknya aku lihat-lihat Tante Kayra tidak menyukai Aliyah. Aku bisa melihat dari wajah Tante Kayra saat melihat Aliyah," ucap Rachel yang menduga-duga dengan apa ya


"Sok tau kamu," sahut Anju.


"Issss aku serius tau," sahut Rachel.


"Makan duluan aja nggak ngajak-ngajak," sahut Naomi yang tiba-tiba datang dengan membawa makanannya.


"Tadi kamu nggak kelihatan entah di mana. Jadi kita makan sendiri aja deh," sahut Rachel.


"Aku tadi habis memeriksa pasien," sahut Naomi.


"Hmmm, begitu," sahut Anju.


"Pada ngomongin apa sih kalian?" tanya Naomi pada ke-2 temannya itu.


"Lagi ngomongi Brian," jawab Rachel dengan apa adanya.


"Ngomongin Brian. Memang Brian kenapa?" tanya Naomi heran yang sudah memulai memakan makanannya.


"Yang kemarin dia di tampar sama Tante Kayra," jawab Rachel.


"Oh itu," sahut Kayra.


"Kayra menurut kamu bagaimana Tante Kayra dengan Aliyah?" tanya Rachel.


Naomi mengkerutkan dahinya mendengarnya.


"Memang ada apa dengan Tante Kayra dan Aliyah?" tanya Naomi balik.


"Aku itu merasa. Jika Tante Kayra itu tidak menyukai Aliyah," ucap Rachel.


"Kok kamu bisa bilang kayak gitu?" tanya Naomi.


"Ya buktinya kemarin Brian di tampar dan Tante Kayra itu kelihatan sangat marah. Apa lagi coba kalau bukan karena hal itu," sahut Rachel menduga-duga.


"Tante Kayra marah. Itu karena Aliyah mungkin masuk ruangan kita dan lagian Tante Kayra marahnya bukan pada Aliyah Melainkan pada Brian. Karena bagaimanapun Aliyah tidak akan berani melakukan hal di luar batas. Jika kalau bukan karena Brian," ucap Kayra.


"Apa kamu ingin mengatakan jika Brian dan Aliyah ada sesuatu?" tanya Rachel dengan menatap Naomi dengan serius. Anju yang tadi makan dan hanya menyimak pembicaraan ke-2 temannya itu melihat ke arah Naomi. Dia selalu ingin mengamati eksperesi Naomi saat membahas kedekatan Brian dengan wanita lain.


"Kalau masalah itu aku tidak tau dan aku tidak bisa berpendapat," jawab Naomi dengan santai.


"Lalu mereka punya hubungan menurut kamu bagaimana?" tanya Anju yang lagi-lagi pasti hanya penasaran dengan jawaban Naomi. Naomi tidak langsung menjawab dan hanya dia sejenak.


"Harus bagaimana. Itu urusan Brian," jawab Naomi dengan singkat dan meneguk air putih.

__ADS_1


Anju ternyata tidak menemukan apa-apa dari jawaban Naomi. Namun Naomi terlihat menghela napas yang membuat Anju merasa ada sesuatu.


Bersambung


__ADS_2