
"Jangan tanya aku? Tanyalah dia. Dia ada di sana," jawab Naomi dengan singkat yang malas membahas Brian.
Rachel dan Anju saling melihat. Mereka berdua melihat ada hal yang aneh di antara ke-2nya. Makanya ke-2 tampak asing seperti itu. Diam dan tidak saling menyapa satu sama lain.
"Hmmm, ya sudah kita makan aja. Jangan memikirkan orang lain," sahut Rachel mencairkan suasana. Namun Naomi terlihat menunduk yang tampak bete. Mungkin saja Brian yang bersifat kekanak-kanakan dan dirinya sulit mengimbangi Brian.
Karena keributan mereka di dalam ruangan Dokte.r. Pertengkaran hebat yang sebelumnya tidak pernah terjadi di antara keduanya. Namun harus terjadi karena hanya rasa kekhwatiran Naomi.
Tetapi akibat pertengkaran itu. Brian dan Naomi menjadi berjarak. Mereka makan berjauhan. Namun keduanya terlihat sekali-kali mencuri-curi perhatian. Terkadang Naomi melihat Brian dan terkadang Brian melihat Naomi. Anju yang sejak tadi memperhatikan keduanya hanya mengukir senyum tipis. Dia mungkin gemes sendiri dengan Naomi dan juga Brian.
*************
Naomi berjalan di koridor rumah sakit dengan wajahnya tampak murung dengan wajah yang terus berpikir.dan tiba-tiba dari ujung sana terlihat Brian yang juga berjalan. Ke-2nya sempat sama-sama berhenti sejenak dari kejauhan.
Namun mereka tetap melanjutkan langkah mereka dan lanjut berjalan. Begitu berselisih keduanya tidak saling atau menegur sama sekali. Ya nggak tau mau sampai kapan keduanya yang akan bertengkar da akan diam-diaman seperti itu. Baik Naomi atau Brian keduanya sama-sama keras.
"Dia tidak mau menegurku, aku hanya mengingatkannya dan marahnya langsung seperti itu, bahkan menyapaku juga tidak mau," gerutu Naomi sembari berjalan dengan kesal kepada Brian.
"Lihat saja kalau butuh bantuanku. Tidak akan aku bantu," ucap Brian yang juga mengoceh sembari berjalan.
Mereka hanyalah bisa mengumpat masing-masing. Namun untuk saling menegur tidak ada yang mau sama sekali.
********
Naomi berjalan sembari memegang ponselnya di koridor rumah sakit.
"Naomi," tegur Kayra yang berjalan di depan Naomi.
"Tante!" sahut Naomi sedikit kaget dengan Kayra yang tiba-tiba ada di depannya.
"Tante memanggil kamu sejak tadi dan kamu tidak menyahut sama sekali. Kamu melamun terus," ucap Kayra dengan menatap serius Naomi.
"Oh benarkah! Tante manggil Naomi," sahut Naomi yang kelihatan gugup.
"Iya sayang! Kamu kenapa? Ada masalah?" tanya Brian.
"Tidak kok Tante! Naomi tidak apa-apa kok. Hanya saja kurang fokus," jawab Naomi.
"Apa yang membuat kamu tidak fokus?" tanya Kayra memegang bahu Naomi.
"Oh nggak kok Tante. Nggak apa-apa," jawab Naomi.
"Benar tidak apa-apa?" tanya Kayra. Naomi menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah nanti sore kamu temani Tante makan ya," ucap Kayra.
__ADS_1
"Makan!" sahut Naomi.
"Iya sayang. Kita makan. Tante sudah lama tidak makan di luar dan Om Davin sangat sulit di ajak belakangan ini. Dia sangat sibuk dengan pekerjaannya. Jadi kita makan bersama ya," ucap Kayra.
"Baiklah Tante," sahut Naomi dengan menganggukkan kepalanya yang tidak bisa menolak permintaan Kayra.
"Ya sudah sayang sekarang Tante pergi dulu yah. Kamu jangan melamun terus," ucap Kayra.
"Iya Tante!" sahut Naomi dengan mengangguk tersenyum tipis.
Kayra mengusap pucuk kepala Naomi dan langsung pergi. Ternyata ada Anju yang berjalan di belakang Naomi. Begitu berselih dengan Kayra. Anju langsung menundukkan kepalanya, menyapa Kayra. Karya tersenyum kepada Anju.
"Naomi!" panggil Anju menghampiri Naomi.
"Anju," sahut Naomi.
"Ayo cek pasien!" ajak Anju yang merangkul bahu Naomi.
"Ayo!" sahut Naomi
Mereka berdua melaksanakan jadwal cek pasien dan mereka memasuki kamar 07 yang mana kamar perawatan Aliyah. Brian yang ternyata ada di dalam.
Brian yang duduk di samping Aliya di bagian kepala Aliyah dengan bersandar pada kepala ranjang dan Aliyah yang menempel pada Brian, yang rambutnya di belai-belai Brian seolah menidurkan Aliyah.
Melihat kedatangan Kayra. Brian semakin bertingkah yang semakin menunjukkan keromantisannya pada Aliyah yang semakin mendekatkan Aliyah kepadanya. Anju langsung melihat ke arah Naomi. Namun Naomi terlihat datar saja.
"Baik Dokter Naomi," sahut Aliyah yang hendak memperbaiki duduknya menjauh dari Brian. Tetapi Brian menahannya.
"Aku sudah memeriksanya. Jadi periksalah pasien lain," sahut Brian dengan suara dinginnya.
"Kapan Brian?" sahut Aliyah yang merasa Brian belum memeriksanya sama sekali. Aliyah juga begitu polosnya bertanya.
"Tadi dan nanti akan ku periksa lagi," jawab Brian.
"Oh begitu," sahut Aliyah yang jadi bingung.
"Ya sudah kalau begitu. Kamu istirahatlah!" ucap Naomi tampak ketus dan langsung pergi dari ruangan itu. Brian juga tidak peduli dan tetap santai. Namun Anju yang jadi bingung sendiri dan tetap dia juga ikut keluar.
Setelah keluar Naomi dan Anju keluar. Barulah Brian bergeser dari Aliyah.
"Kamu istirahatlah, aku keluar dulu," ucap Brian.
"Kamu nggak jadi memeriksa ku?" tanya Aliyah.
"Nanti saja," sahut Brian yang langsung pergi.
__ADS_1
"Aneh sekali! Tadi katanya ingin memeriksaku. Lalu kenapa sekarang berubah pikiran," gumam Aliyah dengan penuh kebingungan atas sikap Brian yang tiba-tiba sangat dingin.
**************
Setelah pulang dari rumah sakit. Naomi menuju Restaurant. Sebelumnya dia ada janji dengan Kayra di salah satu Restaurant yang tidak jauh dari rumah sakit. Naomi tidak pergi bareng dengan Kayra. Karena tadi Naomi ada pasien di luar dan begitu pulang. Naomi langsung menunjukkan Restaurant yang tidak jauh dari rumah sakit.
Naomi langsung memasuki Restaurant tersebut.
"Tante Kayra sudah datang apa belum ya," gumamnya yang mengambil ponselnya untuk menghubungi Kayra
"Naomi?" panggil Kayra yang membuat Naomi mencari-cari suara itu dan ternyata menemukan Kayra yang melambaikan tangannya.
"Tante," sahut Naomi yang langsung menghampiri Kayra. Namun saat Naomi menghampiri Kayra yang duduk sendiri. tiba-tiba dari arah berlawanan Brian juga datang dan keduanya sama-sama melihat dan saling menghentikan langkah satu sama salin.
"Ayo Naomi kemari!" ajak Kayra.
"Iya Tante," sahut Kayra dengan mengangguk dan melanjutkan langkahnya. Begitu juga dengan Brian yang menghampiri Kayra.
"Maaf mah, aku terlambat," ucap Brian yang langsung mengambil tempat duduk.
"Terlambat. Jadi Brian ikut makan bersama," batin Naomi yang tidak menduga jika Brian akan ikut. Dia pikir hanya dia dan Kayra saja.
"Ayo Naomi kamu duduk. Dari tadi berdiri terus," ucap Kayra.
"Iya Tante," sahut Naomi dengan mengangguk tersenyum dan langsung duduk. Namun sangat canggung dengan Brian yang terlihat santai di depannya.
"Kita pesan makanan ya," ucap Kayra. Naomi hanya mengangguk saja.
"Kamu pesan apa Naomi?" tanya Kayra.
"Sama saja dengan Tante," jawab Naomi.
"Tapi Tante pesan makanan yang tidak kamu suka," sahut Kayra.
"Tante bercanda," sahut Kayra dengan selorohnya membuat Naomi tersenyum.
"Brian kamu pesan apa?" tanya Kayra. Brian mengambil menu dan melihat dulu makanan apa yang ingin di makannya.
"Ini saja," sahut ini saja," sahut Brian.
"Kamu tumben nggak sama sama Naomi?" tanya Kayra. karena Kayra memesan makanan yang di sukai Naomi dan Brian juga menyukai makanan itu. Biasanya mereka memesan hal yang sama.
"Aku mau pesan ini aja," sahut Brian yang tampak ketus.
"Oke baiklah kita pesan makanan," sahut Kayra yang langsung memanggil pelayan dan memesan makanan yang mereka pesan.
__ADS_1
Bersambung