
"Aku tidak ceramah. Aku hanya mengajakmu," sahut Naomi.
"Ayo pergi!" ajak Naomi. Brian masih diam dengan wajah malasnya.
"Tante Kayra dan Om Davin sudah berangkat terlebih dahulu. Anju akan heran kenapa kamu tidak datang. Kamu boleh tidak bersama dengan Anju. Tetapi bukannya kalian masih bersahabat. Jadi jangan merusak persahabatan dengan cara seperti ini," ucap Naomi yang kembali mengucapkan kata yang sama.
"Dia yang merusaknya," sahut Brian.
"Brian sudahlah jangan terus mendebat ku terus. Bangkitlah," sahut Naomi dengan tegas.
"Kenapa aku harus datang ke pernikahan nya untuk melihat dia dan calon suaminya?" tanya Brian.
"Kamu orang yang special bagi Anju dan orang yang special tidak harus menjadi pasangannya. Jadi dia sangat menginginkan kamu hadir di pernikahannya dan ketika kamu hadir itu tandanya kamu bahagia melihatnya bahagia dan menghargai keputusannya," jawab Naomi dengan bijak.
"Ayo cepat bangun! Aku akan menyiapkan pakaianmu," sahut Naomi menarik selimut Brian dan Naomi juga menuju lemari yang mencari pakaian untuk Brian sesuai dengan dreskot hari ini.
"Jangan masih di tempat tidur bangunlah Brian!" tegur Naomi yang masih melihat Brian rebahan.
Huhhhhhh
Brian menghela napasnya kasar dan dengan terpaksa turun dari tempat tidur menuju kamar mandi membuat Naomi lega bisa membujuk Brian datang ke pernikahan Anju dan sepertinya Brian memang terpaksa. Hanya saja mendengar ceramahan dari Naomi membuatnya tidak bisa bersikap seolah-olah tidak menerima keputusan Anju.. Jadi Brian memutuskan pergi dari pada katain galau.
**********
Naomi menunggu Brian di ruang tamu sembari bermain ponselnya.
Suara hentakan kaki terdengar membuat Naomi menoleh kebelakang. Terlihat Brian dengan wajah tidak bersemangatnya menuruni anak tangga dengan kemeja putih yang di siapkan Naomi untuknya. Naomi tersenyum melihat Brian yang akhirnya selesai juga.
"Kita pergi?" tanya Naomi. Brian hanya diam.
"Jangan cemberut seperti itu. Ini hari kebahagiaan Anju. Ayo pergi," sahut Naomi yang memegang pergelangan tangan Brian dan mau tidak mau Brian mengikut saja dengan wajah terpaksa.
*********
Pernikahan Anju dan Danesh.
Pernikahan itu di gelar dengan tema outdoor dan juga dengan putih pink. Para tamu yang datang menggunakan dres pink dan juga putih. Suasana tempat itu juga di sulap penuh dengan bunga-bunga putih dan juga pink. Ya memang harus putih dan pink.
Para tamu ternyata sudah berdatangan karena memang acaranya sudah di mulai. Naomi dan Brian memang datang terlambat. Saat mereka datang akad nikah sedang berlangsung.
..."Saya terima nikah dan kawinnya Anju Fariza Sanjaya purnama dengan maskawin tersebut di bayar tunaiiii," terdengar suara sahutan ijab kabul dari sahutan suami dari Anju....
Brian yang berdiri melihat dari kejauhan bagaimana Anju yang telah sah menjadi istri dari orang lain. Naomi melihat kearah Brian yang berdiri di sampingnya itu.
Dia bisa melihat ada ketidak Ikhlasan dari Brian atas pernikahan Anju. Brian tidak menjadikan Anju miliknya dan Anju harus memilih jalannya sendiri demi masa depannya.
Kayra yang juga duduk di samping suaminya yang sekarang sedang berdoa tiba-tiba melihat ke arah Brian dan Kayra menyenggol suaminya itu.
__ADS_1
"Lihat pah!" tunjuk Kayra dengan kode matanya mengarah pada Brian.
"Anak kita ternyata bisa galau juga," ucap Kayra yang berbisik-bisik.
"Paling cuma sebentar," sahut Davin.
"Papa benar," sahut Kayra yang tersenyum tipis.
Kalau Kayra sih yakin Brian tidak akan galau-galau amat. Dia melihat anaknya itu senduh dengan pernikahan Anju. Mungkin karena kecewa dengan Anju yang dibelakang Brian ada pria lain dan Brian merasa seperti di jadikan cadangan saja.
***********
Setelah ijab kabul berjalan dengan lancar. Anju dan Danesh yang berada di pelaminan terlihat bersalaman dengan tamu yang memberi ucapan selamat untuk mereka. Anju begitu cantik dengan kebaya moderan yang memanjang kebawah dengan ekor yang cukup panjang. Danesh juga tampil dengan tampan menggunakan stelan jas putih dengan mawar merah di sakunya.
Masih dari kejauhan di mana Brian masih melihat Anju yang bersalaman dengan tamu dengan senyum yang di keluarkan Anju. Tidak tau senyum itu palsu atau tidak. Dia sampai tidak bisa membedakan mana Anju yang di kenalnya.
"Kamu datang juga Brian mama pikir tidak datang," tegur Kayra menghampiri Brian dan Naomi.
"Tante," sapa Naomi tersenyum.
"Berapa lama kamu membujuknya Naomi?" tanya Kayra.
"Naomi tidak membujuknya kok Tante," sahut Naomi.
"Begitu. Tante sih tidak percaya," sahut Kayra. Brian hanya menunjukkan wajah juteknya.
"Brian ayo kamu mau ngapain berdiri di sana. Kamu jangan menunjukkan jika kamu laki-laki yang menyedihkan di tinggal nikah," ucap Kayra dengan serius. Anaknya itu memang hanya malu-maluin saja.
"Apa sih mah. Memang aku se menyedihkan itu," sahut Brian kesal dan wajahnya semakin bete.
"Ya makanya ayo bersalaman," ajak Kayra menekankan.
"Ayo Brian!" ajak Davin menepuk bahu Brian dan Brian pun mengikut untuk bersalaman.
Sampai akhirnya mereka kepelaminan. Bukan hanya Anju dan Danesh yang ada di sana ada juga orang tua Anju dan Danesh. Ketika melihat Brian membuat tatapan Anju fokus pada Brian.
"Selamat ya mbak untuk pernikahan Anju," ucap Kayra pada Anna.
"Makasih ya Kayra kamu sudah mau datang," sahut Anna bersalaman sembari memeluk Kayra.
"Selamat mas Athar," ucap Kayra pada Athar.
"Terima kasih Kayra," sahut Athar.
"Selamat untuk Anju dan Danesh," ucap Davin pada Anna
"Iya Davin sama-sama. Makasih sudah datang," sahut Anna tersenyum.
__ADS_1
"Athar selamat ya," ucap Davin.
"Makasih Davin," sahut Athar.
"Selamat ya mbak untuk Puttranya," ucap Kayra pada Melody.
"Makasih ya mbak," sahut Melody tersenyum.
"Mas selamat ya," ucap Kayra
"Terima kasih," sahut Ardian.
Davin juga mengucapkan selamat pada besan dari Anna dan Athar. Selanjutnya Brian dan Naomi yang memberikan selamat pada orang tua Anju dan juga Danesh.
"Tante selamat ya untuk pernikahan Anju dan Danesh," ucap Naomi dengan tersenyum.
"Makasih ya Naomi. Semoga kamu cepat menyusul," sahut Anna memegang dagu Naomi. Naomi hanya tersenyum.
"Om selamat ya," ucap Naomi.
"Iya Naomi," sahut Athar.
"Selamat Tante," ucap Brian mencium punggung tangan Anna.
"Iya Davin kamu doakan Anju supaya bahagia," ucap Anna dengan memeluk Davin. Davin hanya menganggukkan kepalanya.
"Selamat Om," ucap Davin pada Athar.
"Iya Davin. Terima kasih kamu sudah menjaga Anju selama ini," sahut Athar.
Selanjutnya mereka juga mengucapkan selamat pada Melody dan Ardian. Sementara Davin dan Kayra sekarang mengucapkan selamat pada Anju dan Danesh.
"Selamat ya Anju. Semoga kamu dan Danesh menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah," ucap Kayra dengan doanya yang tulus memeluk Anju.
"Terima kasih Tante sudah datang dan terima kasih untuk doanya," sahut Anju dengan tersenyum. Karya mengangguk dan memegang pipi Anju dan Kayra juga memberi ucapan selamat pada Danesh.
"Danesh titip Anju ya. Dia anak yang baik. Semoga kamu bisa jadi imam untuk Anju," ucap Kayra.
"Iya Tante," sahut Danesh dengan singkat. Namun tidak ada senyum yang di keluarkannya.
"Anju selamat ya. Semoga pernikahan kamu sampai kakek nenek," ucap Davin pada Anju
"Iya Om, amin," sahut Anju dengan tersenyum.
"Untuk kamu juga Danesh selamat ya. Jagain Anju," sahut Davin.
Bersambung
__ADS_1