Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 57 kebakaran rumah sakit


__ADS_3

Anju yang berjalan di koridor rumah sakit dengan ke-2 tangannya yang di masukkan kedalam saku jas beberapa Suster yang lewat menyapa Anju dan Anju menundukkan kepalanya menyambut sapaan tersebut. Dengan Anju yang tersenyum pastinya


Namun langkah Anju terhenti ketika melihat Danesh yang memasuki rumah sakit dengan seorang Pria yang berjalan di samping Danesh yang mengikuti Danesh. Hal itu membuat Anju heran dengan kedatangan Danesh.


"Bukannya itu Danesh," pekik Anju dengan dahinya yang mengkerut saat memastikan jika itu memang suaminya.


"Ngapain lagi dia sini. Aduh!!!! Jangan-jangan mama menyuruh dia menjemputku lagi," ucap Anju dengan wajah paniknya ketika melihat suaminya itu berada di rumah sakit.


"Aisssss mama benar-benar. Dia lagi kenapa mau aja menuruti apa kata mama," Anju jadi kesal dan langsung menghampiri Danesh.


"Danesh!" panggil Anju membuat Danesh menghentikan langkahnya melihat ke arah Anju yang sudah berada di depannya.


"Kamu ngapain di sini? Kalau mama menyuruh kamu. Kamu itu bisa tolak. Jangan mau aja di suruh mama," oceh Anju dengan kekesalannya sendiri. Namun ekspresi Danesh menunjukkan wajah bingungnya dengan kata-kata Anju.


"Heh aku sedang bertanya. Udahlah kamu jangan berada di sini. Kamu pergi aja!" usir Anju yang terlihat panik.


"Kamu bicara apa?" tanya Danesh dengan kedua alisnya yang terangkat.


"Ya aku membicarakan apa urusan kamu berada di sini!" tegas Anju penuh penekanan.


"Tuan Danesh. Kita langsung masuk. Atau saya duluan yang menemui nyonya pathrika?" tanya pria yang di sebelahnya itu yang juga sejak tadi heran dengan wanita-wanita yang di hadapi Danesh yang mengoceh pada Danesh yang padahal selama ini tidak ada yang berani berbicara seperti itu pada Danesh.


"Kamu duluan lah saya akan menyusul," jawab Danesh.


"Baik tuan. Saya akan menunggu," sahut pria itu yang langsung pergi dengan menundukkan kepalanya.


Anju jadi bingung sendiri dan berhenti marah-marah.


"Kamu ada keperluan di rumah sakit?" tanya Anju pelan. Setelah menyadari sesuatu.


"Anju rumah sakit ini memang tempatmu bekerja. Tetapi bukan berarti aku berada di sini. Karena berhubungan dengan mu. Aku sedang menemui klienku yang kebetulan di rawat di sini!" jelas Danesh dengan bicara yang tampak tenang dan tidak merocos seperti Anju.


"Jadi kamu menemui klienmu?" tanya Anju dengan menelan salivanya yang mungkin sudah merasa malu yang sempat tadi berpikiran. Jika Danesh kerumah sakit untuk menemuinya.


"Iya," jawab Danesh.

__ADS_1


"Kenapa tidak mengatakan dari tadi?" sahut Anju yang mulai malu.


"Kamu tidak memberiku kesempatan untuk bicara," sahut Danesh.


"Ya makanya bicara cepat," sahut Anju yang tetap saja tidak mau di salahkan dan merasa paling benar.


"Ya sudah kalau begitu. Kamu sekarang tau. Tujuanku kerumah sakit untuk apa. Jadi jangan merocos terus. Lama-lama pasien di rumah sakit ini berhenti bernapas karena Dokter yang galak seperti mu," ucap Danesh yang membuat mata Anju melotot.


"Sembarangan mengatai ku galak," sahut Anju yang tidak terima.


"Ya sudah aku masuk dulu!" ucap Danesh yang langsung pergi menemui kliennya tersebut.


"Isss, seenaknya mengataiku. Lagian apasih Anju. Kenapa juga kamu harus menuduhnya. Ya lagian ngapain juga dia menjemputmu. Kamu bawa mobil dan rumah sakit ini juga luas. Ya nggak harus juga karena kamu ada di sini. Jadi dia berada di sini. Karena kamu," Anju bergerutu sendiri yang merasa dirinya sendiri yang salah dan belum lagi mengoceh panjang lebar. Akhirnya dia sendiri yang malu. Sudah kegeeran yang berpikiran Danesh datang itu menemuinya eh ternyata bukan. Danesh datang bukan untuk menemuinya. Tetapi untuk menemui kliennya.


********


Masih berada di dalam situasi rumah sakit. Seperti biasa aktivitas para pasien, Suster, Dokter dan orang-orang yang ada di rumah sakit yang tidak ada hentinya sama sekali.


Sama dengan Anju yang berada di koridor rumah sakit yang berbicara dengan Suter dengan Anju yang melihat dokumen yang barusan di berikan suster.


Liu, Liu Liu Liu Liu Liu.


"Ada apa ini?" tanya Anju mulai cemas.


"Dokter sepertinya ada kebakaran," jawab Suster tersebut.


"Cepat urus Pasien!" titah Anju. Suster mengangguk dan langsung bergegas untuk mengurus pasien.


Terjadi kebakaran mendadak di rumah sakit yang dengan cepat asap langsung berkeluaran memenuhi rumah sakit dan tidak tau titik kebakaran berada di mana. Para suster dan Dokter berusaha untuk menyelamatkan pasien.


"Astaga ada apa ini!" Rachel juga yang panik dengan melihat di sekelilingnya yang mulai ricuh dan hanya orang berlarian.


"Cepat bawa kesan!" teriak Anju yang memberi arahan pada Suster. Para petugas sudah mulai memasuki rumah sakit untuk mencari titik kebakaran di mana dan sebagian menyelamatkan beberapa pasien yang terserang asap. Sepertinya pusat kebakaran berasa di lantai tersebut. Atau mungkin di atas lantai tersebut.


"Uhuk, uhuk-uhuk-uhuk-uhuk, uhuk,"

__ADS_1


Anju batuk-batuk dengan mengipas-ngipas wajahnya dari kabut asap yang semakin gelap. Dia berusaha mengarahkannya orang-orang untuk meninggalkan lantai itu. Karena banyaknya orang-orang yang berhamburan membuat Anju tersenggol dan terjatuh dan dahinya terbentur besi pada dingding kursi.


Pandangan Anju mulai tidak normal dan hanya mendengar suara teriakan dengan suara orang-orang.


"Cepat pergi dari sini! Cepat!" Anju masih sempat-sempatnya berteriak mengarahkan orang lain sementara dirinya saja tidak bisa bergerak.


Danesh yang juga ada di rumah sakit itu keluar dari salah satu ruangan dengan mengipas-ngipas wajahnya menghindari asap.


"Sebelah sana tuan!" asisten Danesh mengarahkan jalan untuk Danesh keluar dari tempat itu. Namun tiba-tiba Danesh melihat Anju dari kejauhan yang terduduk di lantai dan beberapakali kali di tabrak orang-orang.


"Anju!" lirih Danesh yang melihat istrinya kesulitan.


Danesh langsung berlari untuk menyelamatkan Anju.


"Tuan!" panggil asistennya.


Namun Danesh tidak peduli dan berlari menghampiri Anju.


"Anju!" panggil Danesh saat Danesh berdiri di depan Anju dan melindungi Anju dari orang-orang yang berlewatan.


"Danesh!" sahut Anju yang mengangkat kepalanya. Suaranya begitu lemas. Namun pandangannya masih bisa melihat jika itu adalah suaminya.


Danesh langsung bertindak dengan membantu Anju berdiri merangkul bahu Anju yang membopong Anju. Namun Anju tampak lemas dengan kakinya pun yang menyeret. Mungkin ada yang menginjak kakinya sampai dia terasa lemas.


Danesh yang melihat hal itu langsung menggendong Anju ala bridal style. Danesh berusaha untuk menyelamatkan Anju yang lemah. Anju mengalungkan tangannya pada leher Danesh dengan terus melihat wajah Danesh yang tegap dan kekar yang berusaha melindunginya.


Mata Anju sayu-sayu melihat Danesh yang sekarang mengangkat tubuhnya yang membawanya pergi dari tempat banyaknya asap itu.


Di lantai satu tidak ada banyak asap dan petugas penyelamat juga sudah banyak yang masuk kedalam sana untuk membantu dalam penyelamatan.


Brian baru muncul yang berlari ke lantai satu. Dan di sana sudah banyak orang dan beberapa Dokter juga.


"Brian kamu tidak apa-apa?" tanya Rachel yang sudah sejak tadi berada di tempat memberikan instruksi pada suster dan juga membantu pada pasien.


"Tidak apa-apa," jawab Brian dengan ngos-ngosan dengan mengatur napasnya yang tampaknya belum stabil akibat kebakaran tersebut

__ADS_1


Bersambung


.


__ADS_2