Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 57


__ADS_3

Di sana juga ada Aliyah yang juga berhasil selamat dan menjauh dari asap. Brian juga melihat Aliyah yang tidak jauh darinya Aliyah begitu lelah dengan membungkuk yang memegang ke-2 lututnya yang juga terlihat mengatur napasnya dan memegang dadanya membuat Brian langsung menghampiri Aliyah.


"Aliyah kamu kenapa?" tanya Brian panik dengan melihat kondisi Aliyah.


Aliyah tidak menjawab dan hanya mengeluarkan suara napasnya saja dengan memegang dadanya yang terasa sesak.


"Aliyah kamu baik-baik saja?" tanya Brian lagi dengan suara seraknya. Aliyah menganggukkan kepalanya.


"Kamu yakin?" tanya Brian.


"Iya aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Aku tidak apa-apa," jawa Aliyah dengan napasnya yang naik turun yang berusaha untuk mengontrol dirinya.


"Rachel tolong bantu ambil minum!" titah Brian.


"Iya," sahut Rachel yang buru-buru bergerak dan langsung mengambil minum yang kebetulan banyak air botol mineral di atas meja dan Rachel langsung memberikan Aliyah minum.


"Ayo Aliyah kamu duduk dulu!" ucap Rachel membantu Aliyah duduk di salah satu sofa yang ada di lobi. Aliyah pun menurut dan langsung minum dan mengendalikan dirinya dengan mengatur napasnya


"Kamu minum dulu?" titah Rachel. Aliyah menganggukkan kepalanya dan minum dengan perlahan.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Rachel yang juga panik dan khawatir pada Aliyah.


"Sudah tidak apa-apa Dokter Rachel.Makasih Dokter," ucap Aliyah yang masih mengatur napasnya.


"Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Rachel


"Saya akan cek kamu!" Rachel tidak bisa hanya diam saja.


"Tidak usah Dokter," tolak Aliyah, "saya benar-benar sudah baik-baik saja. Saya hanya kelelahan karena tadi lari dan juga berhimpitan dengan orang-orang. Tetapi saya sudah tidak apa-apa dan jauh lebih baik," jelas Aliyah.


"Baiklah kalau begitu. Kalau kamu merasa tidak enak. Kamu bilang saja saya akan cek kamu," ucap Rachel.


"Iya Dokter Rachel. Makasih Dokter mengkhawatirkan saya," sahut Aliyah.


Rachel mengangguk dan langsung berdiri dengan menghelai napasnya Dan tiba-tiba Danesh datang bersama Anju yang masih berada di dalam gendongan Danesh. Rachel Rachel langsung melihat ke arah Danesh yang tiba-tiba datang dengan menggendong Anju yang membuat Rachel juga kaget.


"Anju!" sahut Rachel dengan cemas yang menghampiri Rachel.


"Anju!" sahut Brian juga yang melihat Anju.

__ADS_1


"Ya ampun Anju kamu kenapa? Kamu terluka? tanya Rachel panik. Danesh langsung mendudukkan Anju di samping Aliyah yang masih duduk dan Anju langsung mengatur napasnya.


"Aku tidak apa-apa," jawab Anju dengan suara seraknya.


"Kamu minum dulu!" titah Danesh yang langsung mengambil dari tangan Rachel air mineral itu dan Anju langsung memberikan pada Anju. Wajah Danesh juga terlihat khawatir pada Anju.


"Pelan-pelan!" ucap Danesh yang berjongkok di depan Anju membantu Anju minum.


"Sudah enakan?" tanya Danesh. Anju menganggukkan kepalanya yang melihat Danesh tampak sangat mencemaskannya. Anju baru pertama kali melihat wajah Danesh seperti itu dan juga tidak pernah di duganya. Jika Danesh akan menyelamatkannya.


"Kamu terluka Anju. Apa yang terjadi?" tanya Rachel panik yang melihat Anju terdapat beberapa luka.


"Tidak apa-apa aku hanyalah terjatuh saat berhimpitan," sahut Anju dengan napasnya yang naik turun.


"Lalu apa kamu sudah merasa lebih baik?" tahta Brian.


"Sudah jauh lebih baik," sahut Anju dengan apa adanya.


"Syukurlah kalau begitu," sahut Rachel merasa lega.


"Semoga tidak ada korban dalam kejadian ini dan petugas sudah masuk untuk memeriksa semuanya," sahut Brian. Dia juga masih khawatir dengan rumah sakit yang kebakaran yang bisa menekan korban jiwa.


"Tadi aku mendengar, Salah satu petugas mengatakan. Jika ruangan penyimpanan meledak," jawab Brian yang sempat mendengar pembicaraan para petugas saat dirinya berusaha menyelamatkan diri.


"Itu berarti penyimpanan obat-obatan," sahut Anju.


"Iya benar," jawab Brian.


"Pantes di lantai 5 sangat banyak asapnya. Ternyata lokasinya berada di lantai 6," sahut Anju yang masih bicara masih dengan suara seraknya.


"Dokter Naomi!" tiba-tiba salah satu Suster yang tidak jauh dari mereka menyebutkan nama Naomi membuat mereka yang bicara serius melihat kearah Suster tersebut.


Brian melihat di sekitarnya seperti mencari-cari seseorang.


"Di mana Naomi?" tanya Brian baru sadar ketika tidak melihat Naomi ada di sekitar mereka dan jika tidak Suster itu tidak menyebut nama Naomi. Brian tidak akan sadar.


"Apa mungkin Dokter Naomi masih berada di tempat ruang penyimpanan," sahut Suter itu. Terakhir dia bersama Naomi yang berada di sana. Brian yang mendengar hal itu langsung terkejut dengan matanya yang melotot.


"Kenapa kamu mengatakan seperti itu?" tanya Rachel yang mulai cemas.

__ADS_1


"Tadi kami baru dari sana, mengecek obat-obatan dan saya keluar duluan," jawab suster tersebut yang mengingat hal tersebut.


"Naomi!" lirih Brian dengan perasaannya yang tidak enak.


Brian tidak banyak bicara lagi dan langsung buru-buru berlari.


"Brian!" panggil Rachel yang melihat Brian yang langsung pergi.


"Brian!" panggil Aliyah yang melihat Brian pergi begitu saja.


Rachel pun langsung menyusul Brian yang juga khawatir pada Naomi. Dia juga baru menyadari jika Naomi tidak ada sejak tadi. Anju juga berdiri dari tempat duduknya yang sepertinya juga ingin menyusul Brian.


"Kamu mau kemana?" tanya Danesh yang mencegah Anju. Dia masih mengkhawatirkan Anju.


"Aku harus memastikan Naomi. Sejak tadi aku juga tidak melihatnya," jawab Anju yang ingin menyusul Brian.


"Kamu sedang terluka! Jangan pergi dan di sana juga bahaya," tegas Danesh.


"Aku seorang Dokter dan Naomi sahabatku. Aku tidak bisa hanyalah duduk saja di sini," sahut Anju dengan menegaskan dan menurunkan tangan Danesh yang memegang lengannya dan Anju langsung pergi. Walau kesulitan berjalan dia tetap ingin tau keadaan Naomi.


Danesh berdecak kesal melihat Anju yang keras kepala dan Danesh langsung mengikuti Anju.


"Kenapa dia keras kepala sekali!" kesal Danesh. Mau tidak mau harus menyusul istrinya itu.


Melihat semua orang yang pergi membuat Aliyah juga berdiri dari tempat duduknya dan Aliyah yang juga dalam keadaan lemas ikut juga menyusul yang lainnya. Dia juga khawatir kepada Naomi dan apalagi Brian sampai menyusul kesan.


**********


Ternyata memega benar. Naomi berada di ruangan yang menjadi pusat kebakaran itu. Tumpukan cairan dan penyimpanan obat. Ternyata pusat itu menjadi kebakaran. Karena kecerobohannya suster yang meletakkan cairan yang ternyata tidak tepat dan tidak tau apa yang terjadi. Tiba-tiba meledak dan api langsung menyebar memenuhi ruangan itu.


Naomi sudah berusaha untuk menyelamatkan diri. Namun apa yang bisa di lakuaknnnya. Naomi melemas dan akhirnya tergeletak di lantai dan tidak sadarkan diri yang di penuhi dengan kabut asap.


"Naomi!" teriak Brian saat menghampiri tempat itu yang sudah banyak petugas mengamankan dan berusaha memadamkan api.


"Dokter jangan masuk!" titah salah satu petugas yang menghalangi Brian untuk masuk.


"Teman saya ada di dalam!" jawab Brian dengan suara sentakan yang sangat khawatir pada Naomi yang di pastikan ada di dalam sana.


Bersambung

__ADS_1


...Hay para readersku tetap setia ya membaca setiap hari bab demi bab. Saya update setiap hari sampai 7 bab. Jadi bacanya setiap hari ya. Supaya saya semangat up sampai 7 bab dan bahkan lebih. Oke para readers yang setia. Jangan lupa, like, koment, dan vote ya. Terima kasih....


__ADS_2