
Danesh dan Anju yang sudah tertidur di kamar. Mereka tadinya jauh-jauhan. Tapi malam semakin larut membuat keduanya malah tampak semakin dekat dan sangat rapat.
Anju dan Danesh sama-sama tidak sadar dengan posisi mereka yang saling berhadapan dan sangat dekat. Semenjak menikah ini pertama kali bagi keduanya tidur satu ranjang karena sebelumnya mereka tidur tidak pernah satu ranjang.
Dan bahkan saat mereka menikah di kamar pengantin mereka juga tidak satu ranjang Anju yang berada di atas tempat tidur dan Danis yang berada di atas sofa jadi ini first time mereka untuk tidur satu ranjang.
Di tengah kedekatan pasangan suami istri yang tidur saling berhadapan itu dengan wajah yang saling berdekatan tiba-tiba Danesh membuka matanya perlahan dan pandangan mata itu langsung melihat ke arah istrinya yang berada di depan.
Wajah istrinya yang begitu dekat di depannya nafasnya menerpa wajahnya, wajah cantik yang sangat lucu saat tertidur harus menjadi pemandangan Danesh.
Danes menatap wajah istrinya itu dengan begitu dalam tidak tahu kenapa. Tiba-tiba saja dia menatap Anju yang tertidur dengan lelap dan jika cantik yang jelas pasti istrinya sangat cantik.
"Tidak ingin berdekatan,.Tetapi ternyata dia yang mendekat. Anju-anju kenapa hanya pintar saat berbicara saja," ucap Danesh dengan menyunggingkan senyumnya saat melihat kelakuan istrinya yang sebelumnya katanya tidak mau berdekatan. Tetapi pada kenyataannya ingin berdekatan.
Istrinya yang tiba-tiba mendekat membuat Danesh menyunggingkan senyumnya dan masih tetap melihat wajah Anju yang tertidur dengan lelap. Danesh juga tidak bosan untuk menatap wajah itu.
Tangannya perlahan mendarat ke pipi Anju yang ingin menyentuh pipi Anju. Namun tiba-tiba Anju bergerak dan membuka matanya tiba-tiba dan membuat Danesh kaget yang langsung memejamkan matanya.
Danesh pura-pura tertidur di saat istrinya itu terbangun. Anju kaget melihat Danesh yang bangun.
"Aaaaaaaa!" teriak Anju dan reflek menendang Danesh.
Brukkkk.
Sangat sial nasib Danesh yang jatuh dari tidur dan jatuh ke lantai yang membuat Anju melotot dan langsung duduk.
"Auhhhhh!" Keluh Danesh memegang pinggangnya yang terasa sakit karena ulah Anju yang sudah terjatuh di lantai.
Melihat hal itu membuat mata Anju melotot dan menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya.
"Apa yang kau lakukan!" Umpat Danesh dengan kesal terhadap istrinya itu. Anju yang mengangkat kepalanya dan melihat posisi Danesh yang menahan sakit membuat Anju menyerngitkan dahinya.
"Apa kau gila!" umpat Danesh.
"Maaf aku tidak sengaja," sahut Anju yang sudah berada di pinggir ranjang dan melihat betapa menderitanya suaminya itu.
__ADS_1
Danesh masih memegang pinggangnya yang encok akibat ulah Anju yang malam-malam membuat kacau.
"Tidak sengaja katamu," sahut Danesh dengan wajahnya yang penuh kekesalan dan amarah.
"Lagi pula kamu ngapain dekat-dekat padaku. Sudah ku bilang jangan macam-macam. Lalu kenapa kamu malah mendekatiku!" Anju menyalahkan Danesh yang membuat Danesh semakin kesal yang ingin memakan Anju bulat-bulat.
"Kau menyalahkanku!" umpat Danesh semakin kesal.
"Ya kan memang salahmu, kau mendekatiku," sahut Anju.
"Anju. Aku tidur pada posisiku dan kau yang mendekatiku!" tegas Danesh dengan menekan suaranya.
"Mana mungkin!" Anju membantah tuduhan itu. Padahal memang benar apa adanya. Jika dia yang mendekati Danesh.
"Sebelum kau menuduh orang. Sebaiknya kau lihat dulu apa yang kau lakukan dan lihat posisimu berada di mana," tegas Danesh yang masih sabar menghadapi Anju.
Anju terdiam dengan melihat di sekitar ranjang. Ya dia sendiri yang memang salah yang sudah bergeser mendekati Danesh. Anju terdiam. Karena memang semua itu adalah kesalahannya.
"Kau masih mengatakan jika aku yang salah," umpat Danesh dengan kesal yang membuat Anju kembali tidak bisa berkutik.
"Maaf!" sahut Anju yang meminta maaf dengan suara pelannya.
"Ya kalau begitu seharusnya kau menggeser ku. Ketika sudah melihatku mendekatimu," Anju masih saja mencari pembelaan.
"Menggeser mu berarti menyentuhmu dan kau yang mengatakan jangan menyentuhmu!" geram Danesh yay merapatkan giginya yang lama-lama benar-benar akan menelan Anju hidup-hidup.
"Ya sudah maafkan aku," sahut Anju yang kembali minta maaf dan tidak mendebat Danesh lagi.
"Sini aku bantuin!" Anju semakin mendekati pinggir ranjang dan tiba-tiba mengulurkan tangannya pada Danesh yang ingin membantu Danesh berdiri.
"Ayo berdirilah!" pinta Anju. Danesh menghela napasnya dan langsung menyambut uluran tangan itu. Walau sebenarnya dia sangat kesal kepada istrinya yang sangat menyebalkan itu.
Tangan keduanya sudah saling menggenggam dan Anju langsung menarik Danesh. Tapi justru dia yang tertarik dan matanya melotot saat keseimbangan tubuhnya tidak seimbang dan membuat Anju terjatuh.
Sial Anju harus terjatuh pada tubuh Danesh dengan ke-2 tangan Anju yang berada di atas dada Danesh. Wajah keduanya yang berdekatan tanpa ada jarak. Mata Anju masih terbuka lebar dengan shock melihat kedekatan keduanya.
__ADS_1
Keduanya yang saling menatap satu sama lain yang saling melihat wajah satu sama lain dengan mengidentifikasi apa-apa saja yang ada di wajah itu yang membuat Anju menelan salivanya.
"Apa kau sengaja melakukannya?" tanya Danesh dengan suara beratnya. Napasnya yang berbicara menerpa wajah Anju yang membuat Anju tiba-tiba deg-dekan.
"Apa maksudmu?" tanya Anju.
"Kau selalu mencari topik untuk keributan. Kau sangat suka berinteraksi dengan ku Anju!"
"Apa yang kau katakan, jangan menuduhku sembarangan," Anju mengelak dan berusaha untuk bangun dari tubuh Danesh.
Namun Danesh langsung menarik pinggang Anju dan membuat mereka semakin dekat dengan hidung yang sudah bersentuhan. Anju semakin kaget dengan apa yang di lakukan Danesh yang membuatnya melotot. Dan benar-benar sulit bernapas.
"Jangan sengaja memancingku Anju!" ucap Danesh memperingati Anju.
"Apa maksudmu?" tanya Anju.
"Kau sangat membuatku marah hari ini, kau yang mendekatiku. Tetapi kau menuduhku dan kau pikir itu adil untukku. Tidak sama kali," ucap Danesh.
"Dan untuk itu......." Danesh menghentikan kalimatnya yang tiba-tiba pandangannya turun pada bibir Anju. Tidak tau apa niat Danesh. Apa mungkin dia ingin mencium Anju.
Namun ternyata apapun niat Danesh tidak terjadi. Karena Anju langsung di dorong Anju dan Anju langsung berusaha berdiri dari tubuh Danesh.
"Cari-cari kesempatan!" Desis Anju yang masih menyalahkan Danesh dan Anju dengan kekesalannya langsung menuju ranjang membuat Danesh menyunggingkan senyumnya.
"Kau yang mencari kesempatan," umpat Danesh yang juga langsung duduk dan berdiri dengan memegang pinggangnya yang masih terasa sakit.
"Awas saja jika kau berani macam-macam padaku!" Anju kembali memperingati Danesh dan kembali pada posisinya yang berbaring miring membelakangi Danesh.
Danesh hanya menghela napas yang sejak tadi mendapat tuduhan dari Danesh yang membuat Danesh tidak bisa mendebat Anju lagi.
"Dia yang mencari-cari kesempatan," ucap Danesh pelan yang juga langsung menaiki ranjang dan tetap pada posisinya.
"Jangan bicara lagi aku mau tidur!" tegas Anju.
"Aku tidak bicara," sahut Danesh yang masih kesal. Danesh juga berbaring miring dan membelakangi Anju dengan keduanya yang punggung-punggungan.
__ADS_1
"Issss,kamu sih Anju, tidur kenapa kemana- apa tidak bisa di tempat aja," gerutu Anju di dalam hatinya yang juga sadar. Jika dirinya yang salah dan seharusnya tidur tidak mencari masalah pada Danesh dan membuat Danesh jadi marah
Bersambung