Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 40 Suami menjemput istri.


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu saya hanya perlu menegaskan jika saya tidak ada hubungan apa-apa dengan Brian dan saya berharap kamu bisa paham itu dan tidak memikirkan hal yang buruk kepada saya,"ucap Naomi menegaskan pada Aliyah.


"Iya Dokter saya paham itu kok dan memang saya saja yang salah paham pada Dokter dan langsung marah tanpa saya dari tahu dulu," sahut Aliyah dengan mengangguk dan menyesali perbuatannya kepada Naomi.


"Ya sudah kalau begitu saya pergi dulu!" ucap Naomi.


"Dokter belum menerima eskrim dari saya," sahut Aliyah. Mata Naomi turun pada eskrim tersebut. Aliyah mengehela napas dan akhirnya menerima eskrim itu membuat Aliya tersenyum.


"Makasih Dokter sudah menerima eskrim dari saya," ucap Aliyah. Naomi mengangguk dan langsung pergi. Dia tidak ingin banyak bicara lagi pada Naomi. Karena Naomi merasa sudah cukup banyak berbicara pada Aliyah dan juga sudah memberikan Aliyah peringatan yang banyak.


"Aku memang salah menilai Dokter Naomi dia sangat baik dan Brian juga bercerita tentang Dokter Naomi, tentang kehidupannya. Jadi wajar jika Brian dan keluarganya begitu dekat padanyanya termasuk Brian yang sangat melindunginya. Jika aku benar-benar sudah resmi menjadi pacar Brian. Aku juga akan ada untuk Dokter Naomi," ucao Aliyah yang kembali semangat.


Jalan bersama Brian dan banyak hal yang di ketahuinya membuatnya sadar dan makanya meminta maaf pada Naomi karena merasa bersalah. Semua kesalahan bukan ada pada Naomi. Tetapi Brian dan Aliyah sadar yang ternyata belum memahami Brian.


Tidak tau apa-apa saja yang di katakan Brian pada Aliyah dan kenapa Aliyah bisa minta maaf pada Naomi. Mungkin saja Brian menceritakan kehidupan Naomi dan kedekatan mereka.


********


Rachel, Anju dan Naomi sama-sama keluar dari ruangan mereka. Mereka batin selesai bertugas sebagai Dokter dan waktunya untuk mereka pulang. Ke-3 wanita cantik itu sama-sama meneteng tas dengan jas almamater Dokter di letakkan di tangan mereka


"Rachel kapan sih cinta pertama kamu kembali?" tanya Anju tiba-tiba mengungkit masalah cinta pertama Rachel. Siapa lagi jika bukan Azka yang tidak kembali saat ini juga.


"Kenapa tiba-tiba pada ngomongin aku sih dan juga harus membahasnya," sahut Rachel heran.


"Ya soalnya penasaran aja pengen lihat siapa sih laki-laki yang kamu cintai itu sampai kamu tidak mau buka hati untuk yang lain," ucap Anju yang kepo.


"Isss kepo aja," sahut Rachel yang masih main rahasia-rahasia an. Karena memang teman-temannya tidak pernah melihat Azka. Rachel juga tidak pernah memperlihatkan dari photo atau dari manapun.


"Atau jangan-jangan dia nggak pulang-pulang karena sudah punya pasangan di sana," sahut Naomi tiba-tiba yang kompor.


"Isss apa sih Naomi. Ya nggaklah," sahut Rachel dengan was-was. Nggak tau kenapa dia tiba-tiba jadi kepikiran. Dia tidak berkomunikasi dengan Azka semenjak Azka ke Jerman.


"Aku hanya bercanda. Jangan di bawa berpikir seperti itu. Kalau aku dengar-dengar dari namanya. Dia kelihatan setia. Apa lagi anak Dokter Rendy. Ya siapa yang tidak kenal Dokter Rendy. Keluarga mereka sangat di kenal dan juga kak Asyifa yang juga namanya sangat di kenal baik," ucap Naomi yang juga tau-tau sedikit tentang keluarga Rendy. Dalam dunia kedokteran memang pasti tidak asing dengan keluarga Rendy.


"Itu kamu tau. Jadi dia pasti menepati janjinya saat kembali nanti," sahut Rachel dengan yakin.


"Ya sudah kita doakan saja. Semoga Rachel dan Azka segera bertemu dan menikah dan jadi pasangan romantis," sahut Anju dengan doanya yang baik.


"Romantis seperti kamu," sahut Naomi.

__ADS_1


"Kok aku," sahut Anju heran dengan kata-kata Naomi.


"Tuh di jemput suami," ucap Naomi mengarahkan kepalanya kedepan membuat Anju melihat kedepan.


Anju kaget dengan Danesh yang berdiri di samping mobil dan sepertinya memang menunggu Anju. Mata Anju sampai melotot saat melihat suaminya itu ada di depannya dan merasa tidak percaya. Jika itu benar-benar suaminya apa bukan.


"Danesh!" lirih Anju yang tampak kaget yang ingin memastikan.


"Ya ampun. Lupa kalau Dokter Anju sudah menikah. Jadi sekarang ada suami yang antar jemput deh. Ya ampun sosweet banget pengantin baru ini," sahut Rachel dengan menggoda. Gantian sekarang Rachel punya bahan untuk menggoda Anju.


"Danesh ngapain di sini. Tumben banget. Mana mungkin dia menjemputku. Dia pasti bertemu klien di sini," batin Anju yang malah panik.


Bisa ya dia panik saat suaminya menjemput. Seharusnya dia senang. Namun malah panik. Anju memang lain dari yang lain.


"Ya ampun malah di sini. Nggak ada niat menghampirinya," sahut Naomi.


Rachel menyenggol Anju dan Anju terdorong sedikit maju dan langsung menghampiri Danesh.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Anju dengan pelan saat berdiri di depan Danesh.


"Mama kamu menyuruhku untuk menjemputmu. Dia mengatakan kamu meminta mobil dari rumah dengan supir untuk menjemputmu. Karena mobilmu rusak. Jadi mama kamu menyuruhku yang menjemputmu. Karena mobilnya sedang di pakai," jawab Danesh.


"Bagaimana kamu mau pulang denganku atau mau naik Taxi?" tanya Danesh. Dia tidak akan memaksa Anju.


"Danesh!" sapa Rachel yang menghampiri Anju dan Danesh. Naomi juga ikut menghampiri Danesh dan menyapa Danesh.


Danesh hanya menundukkan kepalanya membalas sapaannya itu. Tanpa Danesh yang tersenyum. Karena memang wajahnya sangat datar.


"Kamu rajin banget jemput istri," ucap Rachel dengan sedikit menggoda.


"Apa sih Rachel!" bisik Anju.


"Ya sudah ayo kita pulang," ajak Anju yang jika makin lama di tempat itu nanti malah dia cengi oleh Rachel dan Anju.


"Cek elah yang udah nggak sabaran," goda Rachel lagi.


"Kamu ini ya," sahut Anju kesal.


"Kalian ngapain rame-rame!" tiba-tiba Brian datang.

__ADS_1


"Loh ada Danesh di sini," sahut Brian yang menyapa Danesh. Biasa wajah Danesh hanya datar.


"Mumpung ada Danesh di sini kalian ikut aku yuk!" ajak Brian.


"Mau kemana?" tanya Naomi.


"Mama Aliyah sedang membuat acara dirumahnya. Dia mengundangku untuk makan malam di rumahnya sekalian barbeque," jawab Brian.


"Yang di undang itu kamu bukan kami," sahut Rachel.


"Bukan hanya aku. Tetapi juga kalian. Hanya saja melalui aku. Jadi sebaiknya kita pergi sama," ucap Brian.


"Memang harus?" tanya Rachel.


"Tidak enak jika menolak sudah ayo!" ajak Brian.


"Kalau begitu aku akan pulang. Kalau kamu sudah selesai acaranya kamu kabari aku. Aku akan menjemputmu," ucap Danesh pada Anju.


"Kamu ikut aja," sahut Brian.


"Saya tidak ada kepentingan dalam hal itu. Itu acara untuk kalian," jawab Danesh.


"Bukannya kamu suaminya. Jadi harus ikut. Masa iya kamu membiarkan istri kamu sendirian," ucap Brian dengan nada datar.


Danesh terdiam dan Anju juga tidak mungkin memaksa Danesh untuk ikut.


"Iya sudahlah ayo Anju!" sahut Rachel.


"Baiklah," sahut Danesh yang setuju


"Ya sudah mau 1 mobil atau pisah," sahut Brian.


"Udah 1 mobil aja. Nanti kalau pulang berhenti di rumah sakit ambil mobil masing-masing. Orang kita juga 1 arah semua," sahut Rachel mengambil keputusan.


"Kalau begitu menggunakan mobil saya," sahut Danesh.


"Oke tidak masalah ayo!" sahut Brian dengan santai. Anju hanya menghela napas dan mengikut saja.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2