
"Maaf Tante. Bukannya Naomi bermaksud untuk menuduh Tante. Jika Tante tidak menyukai Aliyah. Naomi tau Tante itu orang yang sangat baik. Naomi hanya tidak ingin jika Aliyah berpikir yang tidak -tidak kepada Tante," ucao Naomi yang menjelaskan maksudnya agar Kayra juga tidak tersinggung dengan apa yang di ucapkannya.
"Tante mengerti. Naomi sudah ya, kamu jangan mengurusi orang lain. Termasuk Brian dan juga Aliyah. Brian sudah dewasa dan dia tau apa yang harus di lakukannya dan Aliyah sudah tau apa bagaimana Brian. Jadi dia sudah tau resikonya dan kamu tidak punya kapasitas untuk menjadi penengah antara mereka," tegas Kayra.
"Aliyah sakit Tante dan Naomi hanya khawatir kepada-nya," ucap Naomi.
"Jadi kalau Aliyah sakit apa kamu harus melakukan hal yang tidak seharusnya kamu lakukan?" tanya Kayra dengan wajah seriusnya.
"Bukan begitu Tante ..."
"Sudah Naomi. Tante tidak mau dengar kamu membahas masalah Aliyah atau siapapun itu, masalah Brian dan Aliyah tidak harus kamu pikirkan. Aliyah sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya dan jika dia lanjut dengan pendiriannya dia sudah siap dengan resikonya dan jika terjadi sesuatu. Itu bukan tanggung jawab kamu!" Tegas Kayra kepada Naomi.
Kayra Sanga tau jika Naomi ingin Brian dan Aliyah bersama. Karena Aliyah yang sakit dan Naomi tau seberapa harapan Aliyah dan semampunya Aliyah menerima resiko karena jatuh cinta pada Brian.
"Ayo makan lagi. Jangan memikirkan sesuatu yang tidak penting!" tegas Kayra. Naomi menganggukkan kepalanya dan melanjutkan makannya. Kayra berbicara tegas kepadanya sudah mempertandakan. Jika Naomi memang tidak harus terlalu jauh.
"Maafkan Naomi ya Tante!" ucap Naomi tiba-tiba.
"Apa lagi Naomi, sekarang malah minta maaf?" tanya Kayra heran.
"Naomi sudah beranggapan. Jika pilih-pilih dalam menyukai seseorang," ucap Naomi
"Ya sudah tidak apa-apa. Tante paham dengan apa yang kamu pikirkan," ucap Kayra dengan tersenyum.
"Makasih ya Tante," ucap Naomi.
"Ya sudah sekarang kamu istirahat ya. Tante ingin ada pekerjaan," ucap Kayra.
"Iya Tante," sahut Naomi dengan mengangguk.
Setelah memberi Naomi makan dan memastikan Naomi baik-baik aja. Kayra langsung pergi dari ruangan itu.
"Aliyah mungkin hanya salah paham. Tante Kayra orang yang sangat baik dan mana mungkin tidak menyukainya. Aku harus meyakinkan Aliyah dan tidak salah paham lagi dengan Tante Kayra," batin Naomi.
__ADS_1
Huhhhhhh, Naomi menghela napasnya perlahan kedepan dan memejamka matanya dia juga ingin menenangkan dirinya. Karena tadi melihat Aliyah yang mengatakan semuanya dengan Aliyah yang sampai menangis dan sengugukan. Naomi pasti sangat kepikiran dengan Aliyah.
**********
Malam ini Anju dan Danesh kerumah orang tua Danesh. Mereka memenuhi makan malam orang tua Danesh. Anju dan Danesh sudah makan bersama dengan keluarga Danesh dengan Melody dan juga Ardian.
"Mama sampai kaget mendengar rumah sakit kebakaran dan apalagi kamu hampir saja celaka," ucao Melody sembari mengunyah makanannya yang mengkhawatirkan menantunya itu.
"Anju tidak apa-apa kok mah, dan biasalah hanya terhimpit dan akhirnya jatuh," ucap Anju.
"Tidak apa-apa bagaimana. Mama dengar dari Danesh kamu terluka kok dan kamu tidak baik-baik saja. Malam itu mama dan papa ingin langsung ke Apartemen kalian
Tetapi sudah terlalu malam dan tidak punya kesempatan. Jika Danesh tidak mengatakan apa-apa. Pasti mama dan papa tidak akan tau," sahut Melody. Anju langsung menoleh kesebelahnya melihat kearah Danesh yang dengan santai makan.
"Dia menceritakan pada mamanya," batin Anju yang pasti tidak percaya. Jika Danesh bisa se care itu kepadanya.
"Danesh kamu harus sering melindungi istri kamu," sahut Davin.
"Tapi Danesh menyelematkan Anju kok pah," sahut Anju yang juga tidak akan lupa dengan Danesh yang memang menyelamatkannya.
"Memang harus seperti itu suami istri dan sudah di takdirkan Danesh datang kerumah sakit dan terjadi insiden itu yang artinya Allah sedang menggerakkan hati Danesh untuk kerumah sakit karena harus menolong isterinya," ucap Melody dengan tersenyum.
"Iya mama benar. Itu yang di namakan dengan ikatan suami istri," sahut Ardian setuju.
Mereka terus berbicara. Namun Danesh dan Anju masih tetap saling melihat satu sama lain yang tidak tau apa mendengar perkataan dia Melody atau Ardian.
Melody dan Ardian saling melihat. Ketika putra dan menantunya itu saling melihat satu sama lain dan terlihat sangat menggemaskan. Melody dan Ardian tersenyum melihat hal itu.
"Ehmmm!" Melody berdehem membuat Anju dan Danesh sama-sama kaget dan mengalihkan pandangan mereka kembali.
"Apa tidak sakit kepalanya miring seperti itu," sindir Danesh membuat Anju dan Danesh sama-sama menghela napas dan mendadak gugup. Menunduk pada makanan dan mencari kesibukan masing-masing yang sama-sama salah tingkah. Mereka pasti gugup yang di goda seperti itu
"Danesh itu sambal!" tegur Melody saat melihat Danesh ingin menyendokkan satu sendok penuh sambal kemulutnya.
__ADS_1
"Oh!" sahut Danesh yang benar-benar gugup sampai salah makan, untung nggak sempat di telan.
Anju yang melihat hal tiba-tiba mengendus tersenyum. Dia merasa lucu dengan kerandoman Danesh yang bisa-bisanya ingin makan sambal sebanyak itu.
"Kamu tidak suka pedas dan tiba-tiba mau makan sambal, mama heran melihatnya," sahut Melody.
Danesh tidak punya jawaban. Karena sudah terlanjur malu. Ardian hanya tersenyum melihat kerandoman putranya itu. Danesh yang begitu cueknya bisa juga ternyata salah tingkah.
"Cuaca belakangan ini tidak bagu, Danesh kamu jaga kesehatan ya. Kamu itu terkadang terlalu sibuk bekerja sampai tidak bisa menjaga kesehatan," ucap Melody mengingatkan Danesh.
"Mah, istirnya seorang Dokter. Jadi mama tidak perlu khawatir. Karena Anju pasti memperhatikan suaminya," sahut Ardian.
"Iya kan Anju?" tanya Ardian.
"Iya," jawab Anju dengan mengangguk.
"Mama hanya mengingatkan saja. Karena musim demam dan lihatlah tadi pagi udaranya begitu panas dan sekarang hujan. Jadi cuaca seperti ini harus benar-benar bisa mengimbanginya. Dan Danesh orang yang paling jarang sakit. Namun jika sakit sangat rewel," ucap Melody.
"Memang aku anak kecil. Harus rewel," sahut Danesh.
"Ya buktinya sudah besarpun. Kamu kalau sakit memang rewel dan sangat manja," ucap Melody membongkar sisi lain dari Danesh.
"Sudahlah mah, kenapa jadi membahas hal itu," sahut Danesh menghela napasnya.
"Apa yang mama katakan memang kenyataan. Anju kamu siap-siap saja akan repot dengan Danesh kalau sampai sakit," ucap Melody memberi ingat.
"Mah!" tegur danesh yang lama-lama kesal dengan sang mama.
"Sudah mah. Dia jadi malu pada istrinya," sahut Ardian menggoda. Danesh hanya berdecak kesal dan menoleh ke arah Anju yang tersenyum tipis penuh arti sambil matanya fokus pada makanan.
"Ternyata di balik wajahnya yang dingin, sangat, dan tubuhnya yang keluar. Dia tetap anak mama," batin Anju yang sebenarnya ingin tertawa. Karena mengetahui sisi lain. Danesh. Ya habisnya Anju merasa lucu.
"Apa yang membuatnya tersenyum. Dia berpikir apa," batin Danesh.
__ADS_1
Bersambung.
Sampai bertemu besok di episode selanjutnya. Pantengin ya. Biasa aja up pagi, siang. Jadi terus pantau. Jangan lupa like, koment dan vote makasih para readers ku.