Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 21 Hari Pernikahan.


__ADS_3

"Tidak urusan. Tetapi kepala sampai sakit, wajah galau udah mengaku aja kesal kan Anju menikah. Dasar aneh kamu!" sahut Kayra.


"Brian saran papa kamu itu sebaiknya fokus pada satu wanita. Ketika wanita itu menemukan orang lain lihat kamu sendiri yang akan menyesal. Jadi jangan menggantungi perempuan," ucap Davin memberi saran juga sama dengan istrinya.


"Tumben kali ini benar arahannya," sindir Kayra.


"Arghhh sudahlah mama dan papa nggak usah menasehati Brian karena masalah Anju yang menikah. Itu tidak ada urusannya dengan Brian. Paling mereka berdua hanya menikah kontrak saja. Supaya Anju terlihat sudah punya pasangan. Karena selama ini Anju tidak dekat dengan siapapun. Jadi mana mungkin tiba-tiba punya calon suami kalau tidak ada kesepakatan," ucap Brian dengan semua pemikirannya tentang pernikahan Anju yang mendadak. Ya ada-ada saja yang di pikirkan Anju.


"Kamu itu kalau bicara jangan sembarang. Kamu pikir menikah itu main-main apa. Pakai kontrak segala. Mana ada pernikahan dengan kesepakatan," tegas Kayra geleng-geleng melihat Brian.


"Brian tidak akan lahir kedua ini jika mama dan papa juga menikah berdasarkan kesepakatan dan kontak," sahut Brian membuat Kayra dan Davin terdiam dan saling melihat .


"Kamu tau dari mana. Sembarangan mengatai mama dan papa menikah kontrak," sahut Kayra dengan kesal yang kaget dengan ucapan Brian.


"Tuh papa yang cerita. Dia harus menikah dengan mama karena warisan dan mama menerima karena butuh banyak uang untuk biaya kakek Aris. Jadi, mama dan papa menikah dengan kesepakatan dan Brian lahir hasil dari itu," tegas Brian.


Mendengar ucapan Brian membuat Kayra langsung menatap horor suaminya itu.


"Memang harus kamu menceritakan semuanya, apa itu hal penting," sahut Kayra kesal.


"Itu hanya berdasarkan pengalaman sayang dan setelah itu kita jatuh cinta dan Brian juga jadi karena cinta kita," sahut Davin membela diri dengan garuk-garuk kepala yang tidak gatal.


"Tetap aja nggak usah menceritakan hal yang tidak penting kepada anak," kesal Kayra dengan penuh emosi.


"Iya-iya sayang maaf," sahut Davin.


"Arghhh sudahlah Brian mau ke atas dulu," sahut Brian yang berdiri dan langsung pergi.


*********


Hari pernikahan Anju.


Anju berada di dalam kamar yang sedang di make up. Dia tampil sangat cantik dengan kebaya moderan yang di kenakannya. Di hari pernikahannya. Hari ini dia akan melepas masa lajangnya dengan pria yang di jodohkan kepadanya. Anju harus menerima pernikahan itu. Karena tidak ingin menyia-nyiakan hidupnya dengan hal yang tidak pasti.


Tapi bagaimana dengan pernikahannya dengan Danesh nanti. Apa tidak sama saja dia juga akan menyia-nyiakannya hidupnya menikah dengan pria yang tidak di cintainya dan bahkan mereka tidak dekat dan baru saja mengenal.


Flashback

__ADS_1


"Baiklah jika kamu ingin kita sepakat untuk menikah dan menikah hanya Karena orang tua kita," ucap Anju saat melakukan pertemuan dengan Danesh membicarakan kesepakatan dalam pernikahan mereka.


"Pernikahan hanya simbol dan tidak akan berarti apa-apa untukku dan juga untukmu. Jadi saat kita menjalani rumah tangga. Kita tetap orang yang berbeda. Kamu dengan urusan mu dan aku dengan urusanku," sahut Danesh dengan dingin.


"Iya aku setuju," sahut Anju yang harus setuju dan menerima pernikahan itu karena semuanya demi orang tuanya.


Flashback of


Ternyata dugaan Brian benar. Jika Anju ada kesepakatan dalam pernikahannya. Memang Brian tau jika Anju tidak pernah dekat dengan pria manapun dan dia asal-asal menduga saja jika Anju dan Danesh menikah kontrak dan memang benar ternyata.


Anju ada kesepakatan pernikahan dan mungkin dia melakukan itu, karena dia dan calon suaminya sama-sama tidak saling mencintai dan tidak saling mengenal satu sama lain.


"Mungkin ini sudah takdirku. Ini jauh lebih baik dari pada aku menunggu Brian dan mungkin Brian juga memiliki seorang yang special di hatinya dan dia hanya belum menyadarinya saja. Aku akan menerima takdirku," batin Anju dengan matanya berkaca-kaca di depan cermin.


Krekkk pintu ruangan itu terbuka dan ternyata Anna yang masuk.


"Kamu sudah selesai sayang?" tanya Anna dengan memegang bahu Anju dan melihat Anju dari depan cermin.


"Sudah mah," jawab Anju.


"Makasih mah," sahut Anju.


"Mama berharap kamu bisa bahagia bersama Danesh dan mama tau kamu masih ragu dengan pernikahan ini. Tetapi percayalah Allah sedang membuat takdir yang indah untuk kamu dan jangan khawatir kamu dan Danesh pelan-pelan akan saling mencintai," ucap Anna memberikan arahan pada Anju.


Dia tau Anju dan Danesh pasti belum saling menyukai. Namun mereka memutuskan untuk menikah. Jadi pasti akan banyak kecanggungan yang terjadi nanti. Anna hanya berdoa yang terbaik untuk putrinya itu.


"Iya mah," sahut Anju.


"Ya sudah sayang ayo kita kedepan semua orang sudah menunggu," ucap Anna.


"Iya mah," sahut Anju dengan tersenyum di depan cermin. Dia berusaha tersenyum untuk menutupi kesedihannya. Usapan tangan Anna di bahu Anju adalah penguat untuk Anju agar yakin dengan pilihan yang di ambilnya.


********


Ceklek.


Naomi membuka pintu kamar Brian dan Brian masih tertidur dengan posisi yang telungkup yang tampak begitu sangat nyenyak.

__ADS_1


Naomi yang tampil feminim dengan dress putih di bawah lututnya dengan model rambutnya easy half twil yang membuatnya tampil feminim. Melihat Brian yang masih tertidur membuat Naomi menghela napasnya dan langsung memasuki kamar tersebut.


"Brian bangun!"


"Ini sudah pagi!"


"Kita harus pergi ke acara pernikahan Anju!"


"Brian bangun!" Naomi membangunkan Brian dengan menarik selimut Brian. Namun tetap membangunkan dengan sangat lembut.


"Brian buruan bangun!"


"Brian!" Naomi memukul-mukul lengan Brian agar terbangun.


"Apa sih Naomi kamu ganggu orang tidur aja," sahut Brian yang malas membuka matanya.


"Kamu harus ke pernikahan Anju. Nanti telat! Ayo cepat bangun," jawab Naomi.


"Aku malas datang. Aku mengantuk mau tidur," sahut Brian.


"Nggak bisa gitu Brian. Anju bisa sedih jika kamu tidak datang," ucap Naomi.


"Yang adanya dia akan mengejekku jika aku datang. Aku benar-benar ogah datang ke pernikahannya," sahut Brian dengan penuh penegasan.


"Sudah kamu jangan menggangguku!" tegas Brian yang kembali menarik selimut dan sekarang berbaring miring membelakangi Naomi.


"Brian kamu jangan seperti ini. Ini sama aja kamu mencari keributan. Kamu jangan seperti anak kecil yang bersikap seperti ini," ucap Naomi.


"Apa Sih Naomi. Kenapa kamu jadi ceramah sih!" kesal Brian.


"Aku hanya mengajakmu untuk ke pernikahan Anju. Kamu adalah orang yang pasti di inginkannya untuk datang. Anju sudah menemukan pilihannya dan tidak seharusnya kamu bersikap seperti ini. Kamu bersikap seperti ini seolah menunjukkan kamu membenci Anju dan tidak menerima dia menikah dengan orang lain," ucap Naomi.


"Brian Anju melakukan semua ini karena dia memang singel. Tidak ada yang berkhianat dan tidak ada yang menjadi cadangan. Jadi kamu harus menghargai keputusan Anju, seperti Anju yang selalu memberi kamu kesempatan dan kamu yang mengabaikan semua kesempatan itu. Jadi jangan menyalahkan Anju ," Naomi berbicara dengan bijak untuk menasehati Brian.


Brian menghela napasnya dan membalikkan tubuhnya yang posisinya sekarang terlentang "Udah ceramahnya? Ada lagi yang ingin di sampaikan," ucap Brian yang sudah membuka matanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2