
Bruk.
Sepeda motor itu juga menabrak Aliyah yang membuat Aliyah terlempar dan tidak jauh dekat dengan Naomi yang terbaring bersama Naomi. Naomi yang perlahan memejamkan matanya dengan air matanya yang menetes.
Langkah Brian terhenti melihat ketika mendengar suara tabrakan itu dan di depan matanya terjadi tabrakan ke-2 kalinya. Langkahnya yang bersamaan dengan debaran. Jantungnya dan wajah kagetnya melihat apa yang terjadi.
"Naomi!" teriak Brian yang melihat dari kejauhan Naomi yang sudah terkapar dengan penuh darah di lantai aspal dan Aliyah juga yang sejajar dengan Naomi yang juga terkapar sama dengan Naomi.
Langkah Rachel juga terhenti sama dengan Brian ketika melihat Aliyah dan Naomi yang tertabrak. Naomi terpelanting tertabrak mobil dan Aliyah yang tertabrak sepeda motor.
"Naomi!" lirih Rachel yang juga melihat tabrakan itu dan shock yang langsung berlari menghampiri Naomi dan juga Aliyah.
Chittttttt
Suara rem mobil Danesh tiba-tiba membuat Anju yang duduk di samping hampir terbentur kepalanya kedepan mobil. Mereka baru tiba di rumah sakit dan tiba-tiba Danesh merem mendadak.
"Danesh!" kesal Anju.
"Maaf," ucap Danesh yang juga tidak sengaja dengan apa yang di lakukannya.
"Kamu kenapa sih! tidak hati-hati," umpat anju kesal.
"Iya maaf Anju," sahut Danesh. Anju menghela napasnya dan melihat kedekatan.
"Ada apa ini?" tanya Anju yang melihat ada mobil yang berhenti di depan yang membuat Anju heran.
"Entahlah, aku juga tidak tau. Makanya aku rem mendadak. Mobil di depan tiba-tiba berhenti dan aku tidak tau apa yang terjadi," tanya Danesh yang juga bingung dan dia juga terpaksa rem mendadak. Karena benar-benar kaget.
"Itu bukannya Brian!" tunjuk Danesh melihat Brian yang berlari dan Anju melihat arah mata Danesh.
"Iya itu Brian, kenapa dia lari-lari seperti itu?"" jawab Aliyah dengan bingung yang melihat Brian yang berlari kencang.
"Aku juga nggak tau," sahut Danesh.
"Rachel!" Anju juga melihat Rachel dan membuatnya kebingungan dengan Rachel yang juga berlari.
__ADS_1
"Ada apa ini? kenapa mereka sama-sama berlari?tanya Anju dengan wajah bingungnya .
Danesh mengangkat ke-2 bahunya yang juga tidak tau apa yang terjadi dan juga pasti membuatnya bingung dan sepertinya macet di depan sangat berhubungan.
"Kenapa aku merasa ada yang tidak beres," batin Anju yang tiba-tiba perasaannya tidak enak.
Tiba-tiba Anju langsung keluar dari mobil, untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
"Anju kau mau kemana? Anju!" panggil Danesh dengan menghela napasnya.
"Mau kemana lagi sih dia? Belum juga tau ada apa dah langsung keluar, memang dasar begitu mudah untuk kepo," gumam Danesh geleng-geleng melihat kelakuan istrinya itu.
Danesh meminggirkan mobilnya agar tidak mengganggu pengendaranya di belakang. Dan setelah itu Danesh langsung menyusul Anju yang mana Danesh juga penasaran dengan apa yang terjadi.
Di aspal itu. 2 wanita Aliyah dan Naomi yang sama-sama terluka. Namun lebih parah luka Naomi, Naomi sampai tidak sadarkan diri dan darah mengalir dari kepalanya. Sementara Aliyah yang terluka ringan. Namun napasnya yang Anik turun dengan tangannya perlahan meremas dadanya yang mungkin terasa sakit pada dadanya. Mungkin saja jantungnya kumat.
Sementara Brian yang akhirnya sampai kelokasi berdiri pas di tengah Naomi dan Aliyah yang terkapar di aspal dengan jarak mereka yang tidak terlalu jauh. Brian schock melihat Naomi dan juga Aliyah.
"Aliyah!" lirihnya melihat Aliyah dengan napas yang naik turun dan mata yang satu yang terlihat dahinya berdarah. Aliyah mendengar suara Brian melihat dengan Brian yang berdiri dengan Aliyah yang tersenyum. Mungkin dia sangat bahagia dengan kedatangan Brian dan terlihat khawatir dan bahkan menyebut namanya dengan suara yang bergetar.
Luka Naomi yang parah dengan kepalanya yang berdarah dan tidak sadarkan diri dan darah yang mengental keluar dari kepalanya.
Tangan Aliyah bergerak yang ingin meraih Brian untuk mendekatinya.
"Naomi!" teriak Brian yang langsung menghampiri Naomi. Ternyata dia bukan menghampiri Aliyah dan ternyata pada Naomi
Berada di samping Naomi dengan kedua lututnya perpijak pada aspal. Mengangkat kepala Naomi keatas pahanya melihat wajah pucat Naomi.
"Naomi bangu! Naomi!" Brian berteriak dengan tangannya yang penuh dengan darah dan celana juga yang berusaha membangunkan Naomi yang tidak sadarkan diri dengan tangan Naomi yang terjatuh ke aspal
Rachel sampai ke lokasi dan melihat dengan bertambah schok dengan apa yang terjadi dan Anju juga sampai ke lokasi dan melihat apa yang terjadi membuat mereka langsung shock melihat hal tersebut dengan wajah mereka yang begitu shock.
"Naomi!
"Aliyah!"
__ADS_1
"Naomi!"
"Aliyah!"
Mereka begitu kaget melihat Aliyah dan dan Naomi yang sudah terkapar dengan Naomi yang penuh dengan darah dan sampai tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Naomi! Bangun! Naomi!" Brian masih berteriak yang berusaha untuk membangunkan Naomi yang tidak sadarkan diri.
Danesh juga akhirnya sampai lokasi dan juga kaget melihat apa yang terjadi. Ternyata terjadi kecelakaan yang tidak terduga yang membuatnya benar-benar terkejut.
Terjadi ketegangan di tempat itu, orang-orang sudah mulai berdatangan melihat kejadian itu. Melihat apa yang terjadi di antara
"Naomi bangu! Naomi!" teriak Brian yang masih berusaha membangunkan Naomi.
"Aku mohon Naomi bangun, Naomi aku mohon, Naomi jangan seperti ini, bangunlah," Bryan meminta dengan permohonannya agar Naomi yang di peluknya itu itu bangun. Brian tidak akan bisa membayangkan bagaimana jika dia kehilangan Naomi.
Suasana penuh dengan ketegangan terlihat dua orang yang terkapar, orang-orang yang melihat yang berusaha untuk mengetahui apa terjadi, wajah yang penuh ketakutan yang di lihat orang-orang di sekitar itu.
Rachel, Anju, juga melihat keadaan Naomi dengan wajah kagetnya dengan air mata mereka yang keluar, memegang tangan Naomi yang dingin penuh darah. Memanggil nama Naomi yang juga membangunkan Naomi yang sama seperti Brian. Mereka ketakutan dengan bibir mereka bergetar.
Sebentar-sebentar melihat kearah Aliyah yang juga terluka yang membuat mereka panik dengan penuh rasa kekhwatiran.
Brian yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya memeluk Naomi begitu erat dan Aliyah yang masih sadarkan diri memeringkan kepalanya dan melihat ke arah Naomi.
Naomi yang tadinya kecelakaan karena menolong dirinya dan sekarang terluka parah yang di tangisi Brian.
Untuk yang kedua kalinya Aliyah melihat bagaimana khawatirnya dia melihat Naomi. Namun di tengah napas Aliyah yang putus-putus mengeluarkan senyum saat melihat Brian dan Naomi.
"Dokter Naomi wanitanya yang sebenarnya ada di hati kamu Brian. Kamu mencintai nya dan sangat takut kehilangannya dan kamu memberikan jawaban itu kepadaku dari apa yang aku lihat," batin Aliyah yang perlahan memejamkan matanya dengan senyumnya. Namun ada air mata yang keluar dari kelopak matanya.
Senyuman yang lebih ikhlas yang di tunjukkan Aliyah. Tangannya yang tadinya berada di dadanya dan juga jatuh kelantai aspal. Pandangan matanya yang tertutup. Suara Brian yang membangunkan Naomi perlahan-lahan masih terdengar. Namun suara itu semakin jauh.
Sementara Naomi, masih sama saja. Brian sama saja yang masih berteriak. Dia baru selesai dari ketakutannya dan Naomi kembali mengalami kecelakaan.
Bersambung
__ADS_1