Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 11 Memaafkan.


__ADS_3

Anju dan ke-2 orang tuanya baru kembali setelah malam hari. Cukup lama silaturahmi Mereka sehingga baru pulang malam hari. Begitu sampai mereka langsung memasuki rumah. Saat mereka memaki rumah. Mereka di kejutkan dengan adanya Brian. Ternyata ada Brian di rumah mereka yang datang duduk di ruang tamu dan tidak tau sejak kapan ada di sana.


"Brian!" lirih Anju.


"Anju," sahut Brian yang berdiri dari tempat duduknya dan tersenyum ketika melihat kedatangan Anju.


"Om Tante," sapa Brian dengan tersenyum dan juga mencium punggung tangan Anna dan Athar.


"Kamu sudah lama Brian di sini?" tanya Athar.


"Lumayan Om," jawab Brian.


"Kenapa tidak menelpon Anju. Jika kamu datang. Jadi kami bisa pulang lebih cepat," sahut Anna.


"Anju tidak mengangkat telpon saya," jawab Brian dengan apa adanya.


Anna melihat ke arah Anju dan terlihat Anju mengalihkan pandangannya dengan menghela napasnya.


"Ya sudah kalau begitu. Kalian mengobrol lah. Anju mama dan papa masuk dulu!" ucap Athar.


"Iya pah," sahut Anju.


"Tante masuk ya Brian," ucap Anna.


"Iya Tante," sahut Brian.


"Duduklah Brian!" ucap Anju. Brian mengangguk dan langsung duduk. Begitu juga dengan Anju yang duduk di samping Brian.


"Anju aku tau kamu masih marah padaku. Tapi aku mohon kamu jangan cuekin aku kayak gini. Kamu tidak mengangkat teleponku, tidak membalas pesanku. Aku tidak bisa Anju di perlakukan seperti ini," ucap Brian yang langsung bicara pada intinya saja.


"Anju aku benar-benar minta maaf. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi," ucap Brian dengan wajahnya yang penuh dengan permohonan.


"Kita sudah saling mengenal Anju dan kamu tau bagaimana aku. Jadi aku minta sama kamu tolong kamu beri aku maaf," Brian mengatakan semua yang ingin di katakannya kepada Anju dengan wajah Brian yang penuh dengan penyesalan.


"Anju jangan diam aja," ucap Brian.

__ADS_1


"Baiklah aku memaafkan kamu," sahut Anju yang membuat Brian kaget. Dengan cepat Anju memberinya maaf.


"Kamu serius?" tanya Brian yang tidak percaya dengan Anju yang tidak marah dan langsung memaafkannya.


"Kita bukan anak kecil yang harus marah-marahan. Tapi aku minta sama kamu jangan seperti ini lagi. Brian bukan sekali 2 kali kamu melakukan hal ini dan aku tidak bisa terus memberi toleransi kepada kamu," ucap Anju dengan wajah datar bicara pada Brian. Anju yang benar-benar memberi maaf untuk Brian yang ke sekian kalinya.


"Iya pasti, aku tidak akan mengulanginya. Terimakasih Anju sudah memberiku kesempatan," sahut Brian yang sekarang begitu lega yang mendapatkan maaf dari Anju.


"Brian apa salahnya saat waktu yang seperti ini. Kamu memperjelas statusku. Seharusnya kamu meyakinkanku dengan mengatakan apa yang aku inginkan. Kamu tau Brian aku dalam masa sulit mama dan papa berniat menjodohkan ku dan jika seperti aku akan bingung," batin Anju dengan wajah senduhnya yang ternyata sangat berharap Brian bisa memastikan hubungan mereka.


Kalau hanya masalah maaf. Hal itu biasa dan Anju yang memang tidak bisa marah berlama-lama pada Brian. Namun situasi yang di hadapi Anju tidak mudah. Hatinya dilema. Karena perjodohan yang di rencanakan orangtuanya.


Meski Athar dan Anna belum mengatakan dengan jelas kepada Anju. Tetapi Anju tau akan ada perjodohan itu. Jadi Anju sedang masa-masa galaunya dan dia hanya berharap Brian menyelamatkannya. Sementara Brian tampaknya tidak mengerti hal itu. Brian hanya bahagia karena sekarang Anju sudah memaafkannya.


Namun apakah Brian akan mengulangi kesalahannya lagi atau tidak. Hal itu belum tau. Tetapi Brian memang orang yang sangat suka ingkar janji.


*********


Pagi hari kembali tiba. Anju menuruni anak tangga yang menghampiri ke-2 orang tuanya untuk sarapan.


"Pagi Anju," sahut Anna.


"Ayo sarapan sebelum kamu ke rumah sakit," ucap Anna.


"Iya mah," sahut Anju yang mengambil setangkap roti.


"Kemarin Brian datang kerumah kita. Apa ada kabar baik dari Brian?" tanya Anna yang kepo.


"Tidak ada gunanya kabar baik itu," sahut Athar tiba-tiba membuat Anju dan Anna sama-sama melihat Athar.


"Anju papa rasa sudah cukup hubungan kamu dengan Brian. Hubungan dengan ketidak jelasan. Papa sudah membicarakannya perjodohan kamu dengan keluarga Danesh dan papa harap kamu bisa memikirkan masalah ini baik-baik. Karena apa. Karena semua ini demi kebaikan kamu," ucap Athar dengan serius.


"Sayang biar Anju memilih pasangan untuk dirinya," sahut Anna yang kurang setuju dengan perjodohan itu.


"Ini demi kebaikannya. Anju sudah dewasa dan sudah waktunya untuk menikah. Jika laki-laki yang dekat dengannya tidak bisa menjelaskan atau memberi kepastian hubungan pada Anju. Untuk apa melanjutkannya. Brian banyak dengan wanita dan mungkin bukan hanya Anju yang menunggu kepastian darinya. Jadi jangan biarkan Putri kita satu-satunya menyia-nyiakan hidupnya," ucap Athar dengan serius yang membuat Anna terdiam dan begitu juga dengan Anju yang hanya menunduk.

__ADS_1


"Jadi kamu harus memikirkan kehidupan kamu selanjutnya. Kamu wanita cantik dan punya pendidikan tinggi seorang Dokter dan anak keluarga yang terpandang. Jadi jangan sia-siakan kehidupan kamu hanya dengan laki-laki yang masih berpetualang dalam pencarian cintanya. Kamu tidak layak di perlakukan seperti ini," tegas Athar pada Anju. Anju hanya diam karena tidak ada yang bisa di ucapkannya atau membela Brian. Apa yang di katakan Athar adalah kebenarannya.


Dia dan Brian sangat dekat. Namun tidak ada kepastian dalam hubungan mereka dan benar kata Athar, Anju hanya akan menyia-nyiakan kehidupannya dan bisa saja Brian tidak mempunyai perasaan apa-apa kepadanya.


***********


Rumah sakit.


Brian sedang mendorong kursi roda Aliyah. Brian mengajak Aliya ketaman untuk jalan-jalan. Karena Aliya begitu bosan dengan suasana kamar.


"Dokter Brian kalau aku nanti sembuh apa boleh aku kerumah sakit untuk melihat Dokter?" tanya Aliyah.


"Ya pasti boleh lah. Lagian rumah sakit ini sangat menunggu kedatangan seorang Aliyah yang cantik," ucap Brian yang semua orang di katakan cantik.


"Apa itu artinya aku harus drop lagi," sahut Aliyah yang menoleh kebelakang.


"Bukan begitu Aliyah. Kamu ini jangan sampai drop dong. Kamu harus kerumah sakit dalam keadaan sehat," sahut Brian.


"Ya siapa tau itu keinginan Dokter," sahut Aliyah.


"Ya tidaklah," sahut Brian.


"Baiklah aku akan mengunjungi Dokter kerumah sakit dan akan membawa makanan," ucap Aliyah dengan semangatnya.


"Saya tunggu itu," sahut Brian dengan tersenyum.


Aliyah juga tersenyum yang melihat Brian. Mereka juga terlihat tertawa-tawa. Pemandangan indah yang romantis itu ternyata di lihat oleh Anju yang jauh di ujung sana.


Dari kejauhan Anju melihatnya Brian dan Aliyah begitu romantis. Apa yang di lakukan Brian seolah sangat lempang dan seolah tidak ada hati yang di jaga. Sementara Anju sekarang ini sangat dilema. Di sisi lain Athar menjodohkannya dengan pria yang bibit bobot yang tidak kalah dari Brian.


Dia masih berharap sedikit saja dari Brian untuk menyelesaikan masalah ini dan mungkin itu juga membuat Anju memaafkan Brian dengan cepat.


Namun melihat hal ini Anju semakin merasa. Jika dia tidak ada tempat di hati Brian dan semakin tidak terlihat hilal dalam hubungan mereka dan mungkin benar apa kata Athar jika Brian masih bertualang dalam cinta. Anju menghela napas. Lalu kemudian meninggalkan tempat itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2