Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 70 Pelukan dari Naomi


__ADS_3

"Tunggu dulu Aliyah. Saya benar-benar tidak mengerti apa yang kamu katakan. Apa kamu kembali salah paham kepada saja. Jika saya dan Brian sama sekali tidak ada hubungan apa-apa," tegas Naomi yang takut jika Aliyah salah paham kepadanya.


Dia pernah membaca Diary Aliyah dan dia paham ke arah mana maksud dari perkataan Aliyah.


"Kamu hanya salah paham Aliyah! Saya tegaskan saya tidak pernah dan tidak ada hubungan apa-apa dengan Brian," tegas Naomi dengan memegang tangan Aliyah


 Dia berusaha untuk meyakinkan Aliyah jika memang dia dan Brian tidak ada apa-apa.


Aliyah geleng-geleng kepala,


" Tidak Dokter Naomi, saya tidak salah paham sama sekali dengan Dokter saya sangat percaya kepada Dokter dan saya tidak pernah menyalahkan Dokter. Saya tau Dokter Naomi itu orang yang sangat baik dan tidak pernah bermaksud apa-apa," sahut Aliyah dengan tersenyum.


Namun air matanya yang masih tetap mengalir membuat Naomi yang tadinya bersandar pada kepala ranjang dan sekarang Naomi langsung menganggarkan posisi duduknya dengan memegang tangan Aliyah yang begitu dingin dan bergetar.


"Aliyah tenanglah!" ucap Naomi.


"Dokter Naomi Brian tidak mengatakan perasaannya kepada saya. Saya tidak tau bagaimana perasaannya," ucap Aliyah.


"Aliyah mungkin belum saatnya," ucap Naomi.


"Tapi bagaimana jika nyatanya Brian tidak mempunyai perasaan apa-apa kepada saya Dokter," ucap Aliyah mendadak takut. Sebenarnya dia juga sudah tau jawabannya dari apa yang di lihatnya dan di rasakannya belakangan ini.


"Apa dia mengatakan hal itu?" tanya Naomi


"Dia memang tidak mengatakan hal itu. Tetapi saya yakin dia tidak mempunya perasaan itu. Karena dia menyukai wanita lain," sahut Aliyah.


"Tidak Aliyah. Saya orang yang paling dekat dengan Brian dan saya tau Brian seperti apa. Mungkin banyak wanita yang dekat dengannya. Tetapi saya yakin jika salah satu dari wanita itu bukan yang di sukainya," tegas Naomi yang seolah membuat Aliyah mengerti.


"Aliyah. Jika Brian belum mengatakan apa sesungguhnya mengenai isi hatinya. Itu artinya kamu jangan putus asa dulu. Brian belum mengatakan apa-apa Aliyah. Jadi jangan mengambil kesimpulan dengan cepat," ucap Naomi.


"Lalu bagaimana Dokter Naomi jika Brian benar-benar tidak mempunyai perasaan apa-apa kepada saya?" tanya Aliyah yang sebenarnya dia tau bagaimana perasaan Brian kepadanya dari semua yang di tunjukkan Brian. Namun dia masih mempunyai harapan terkecil. Atau paling tidak Brian harus mengatakan jujur dan tidak menggantungnya seperti ini.


"Tidak Aliyah. Aku sangat yakin. Jika Brian pasti menyukaimu dan mempunyai perasaan yang sama kepadamu. Jadi stop untuk mengatakan apa-apa dan berpikir negatif. Kamu tidak perlu memikirkan hal itu dan yakin saja Brian menyukaimu," ucap Naomi yang terus meyakinkan Aliyah.


"Kenapa Dokter Naomi harus meyakinkan saya?" tanya Aliyah.

__ADS_1


"Karena saya tidak mau terjadi sesuatu kepada kamu. Saya tidak ingin kamu berpikir buruk. Jadi percayalah kepada saya. Jika Brian tidak akan menyakiti kamu dan Brian tidak akan membuat kamu menunggu lagi. Kamu harus percaya kepada saya," ucap Naomi yang lagi-lagi meyakinkan Aliyah.


"Lalu Dokter Naomi sendiri bagaimana? saat berusuha meyakinkan saya mengenai Brian?" tanya Aliyah.


"Saya harus bagaimana. Saya meyakinkan kamu karena saya yakin," jawab Naomi.


"Bukan itu yang saya tanyakan. Saya hanya mempertanyakan perasaan Dokter Naomi saat ini?" tanya Aliyah dengan serius


"Perasaan apa Aliyah. Saya sudah mengatakan. Jika kamu tidak perlu salah paham. Karena memang tidak ada apa-apa," Naomi terus meyakinkan Aliyah.


"Kalau begitu Dokter pergi. Saat saya mencium Dokter Brian?" tanya Aliyah. Naomi langsung diam dan tidak menjawab pertanyaan itu.


"Apa Dokter Naomi cemburu?" tanya Aliyah.


"Cukup Aliyah!" sahut Naomi dengan suara rendahnya.


"Kepergian saya. Bukan karena apa-apa. Saya dan Brian hanya bertengkar saat itu dan tidak ada hubungannya dengan perasaan. Jadi mohon untuk kamu tidak salah paham. Karena apa yang saya katakan adalah kebenarannya!" tegas Naomi pada Aliyah sekali lagi.


"Aliyah. Kamu harus yakin dengan perasaan kamu. Jadi jika kamu yakin. Maka kamu juga pasti akan mendapatkan jawaban dari Brian. Seperti yang saya katakan sebelumnya. Jika saya sudah menganggap kamu seperti asik saya sendiri dan saya sangat peduli kepada kamu," ucap Naomi dengan apa adanya.


Sekarang Naomi bahkan memeluk Aliyah yang memberikan Aliyah semangat. Pelukan dengan pelukan kekuatan yang di berikannya. Tubuh Aliyah yang bergetar yang di tenangkan oleh Naomi.


Aliyah bagaimana mungkin bisa membenci Naomi. Naomi sangat tulus kepadanya yang selalu memberinya semangat dan juga keyakinan. Padahal Aliyah tau. Jika bukan dirinya yang ada di hati Brian. Tetapi wanita yang memeluknya itu.


***********


Naomi kembali di jenguk Kayra yang sekarang Kayra memberi Naomi makan siang. Kayra memang sibuk. Namun dia tetap memantau Naomi. Karena jika bukan dia siapa lagi yang akan menjaga dan memantau Naomi. Karena Brian juga pasti sibuk sebagai Dokter.


"Makanannya enak?" tanya Kayra yang terus menyuapi Naomi.


"Iya Tante," jawab Naomi dengan tersenyum.


"Jelas sangat enak. Karena makanan ini Tante beli di Restaurant favorite kita," ucap Kayra dengan tersenyum.


"Makasih Tante. Sudah segitunya pada Naomi," sahut Naomi.

__ADS_1


"Segitunya bagaimana?" tanya Kayra.


"Ya sebegitu baiknya. Tante yang masih jagain Naomi dan beri Naomi makan," ucap Naomi.


"Iya Naomi yang penting kamu cepat sembuh ya," ucap Kayra.


"Jika Tante terus ada dan menjaga Naomi. Naomi pasti akan sembuh dengan cepat," sahut Naomi.


Kayra menganggukkan kepalanya dan kembali menyuapi Naomi. Namun Naomi melihat Kayra seperti ada yang ingin di katakan Naomi.


"Tante bagaimana melihat Aliyah?" tanya Naomi tiba-tiba membuat Kayra heran.


"Aliyah yang mana?" tanya Kayra. Naomi diam dan mungkin Kayra memang tau yang mana yang di maksud.


"Aliyah pasien yang punya kelainan jantung yang sering bersama Brian?tanya Kayra. Ya memang pasti itu yang di maksud Naomi. Jika bukan itu siapa lagi dan Naomi menganggukkan kepalanya.


"Kenapa tiba-tiba membahasnya dan bertanya seperti itu?" tanya Kayra sembari menyuapi Naomi.


"Apa Tante tidak menyukainya?" tanya Naomi.


"Maksud kamu apa Naomi," sahut Kayra.


"Naomi sangat mengenal Tante dan Naomi tau. Tante orang yang sangat baik dan tidak pernah pilih-pilih pada siapapun. Tante perempuan yang sangat humbel dan sungguh benar-benar baik," ucao Naomi.


"Lalu?" tanya Kayra.


"Apa yang membuat Tante ketus pada Aliyah?" tanya Naomi.


"Kenapa kamu punya pikiran seperti itu. Jika Tante ketus kepada-nya tau tidak menyukainya?" tanya Kayra balik.


"Naomi. Tante tidak tau kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu dan seolah Tante ini jahat yang tidak menyukainya. Tante memang kurang suka dengan tingkahnya dan Tante tidak menyalahkannya yang lebih menyalahkan Brian. Karena jika bukan karena Brian dia tidak akan tau batasannya sampai masuk kedalam ruangan khusus dan berbicara tidak sopan," Kayra harus mengungkap kesan saat bertemu langsung dengan Aliyah. Kesan yang memang sangat buruk dan tidak bisa di terima.


"Tetapi Naomi bukan berarti saya tidak menyukainya. Tante menyukainya. Namun dalam konteks apa dulu," ucap Kayra dengan bijak.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2