Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 78 Ada apa?


__ADS_3

Setelah meminta maaf pada Naomi dan mengucapkan terima kasih, suster itu pun langsung pergi dan Naomi yang menghela napasnya perlahan kedepan.


"Tangannya begitu dingin. Pasti dia sangat ketakutan saat menghadapi semuanya. Tetapi untunglah Tante Kayra benar-benar tidak membawa masalah ini. Jadi Suster itu tidak mendapat masalah dan tidak juga kehilangan pekerjaannya," batin Naomi yang juga senang dengan Suster yang membuatnya celaka tidak di permasalahkan.


"Huhhhhh Tante Kayra ku benar-benar sangat baik," gumamnya dengan tersenyum dan sangat bangga pada Kayra.


"Naomi!" Rachel memanggil Naomi membuat Naomi menoleh kebelakangnya dengan Rachel yang sudah menghampirinya.


"Rachel! Kamu baru datang?" tanya Naomi.


"Iya. Agak telat sedikit . Soalnya macet,"jawab Rachel dengan tersenyum.


"Hmmm, begitu rupanya. Namanya juga Jakarta. Kalau tidak macet akan aneh," sahut Naomi.


"Kamu benar," sahut Rachel.


"Kamu benar-benar masuk kerja!" ucap Rachel.


"Iya, soalnya bosan juga kalau di atas tempat tidur. Aku juga sudah merasa jauh lebih baik dan makanya memelih untuk bekerja saja. Karena ku kangen dengan pasien-pasien yang ingin aku pegang," jawab Naomi.


"Baru juga sehari sudah bosan dan sudah ingin menemui pasien. Naomi yang satu ini memang benar-benar sangat berbeda dari yang lainnya. Kalau aku sih pasti sudah ingin istrirahat, sekalian santai-santai, reflesing," sahut Rachel.


"Sakit kok reflesing. Kamu aneh," ucap Anju .


"Kamu yang aneh. Baru aja 1 hari katanya sudah bosan," timpal Rachel.


"Mungkin karena seorang Dokter, makanya seperti itu. Jadi terbiasa dengan orang sakit dan makanya cepat-cepat ingin sembuh," sahut Naomi dengan tersenyum.


"Iya deh," sahut Rachel merangkul lengan Naomi dan keduanya sama-sama berjalan, melangkah dengan sembari mengobrol-ngobrol.


"Tadi malam kamu jadi nonton?" tanya Naomi.


"Bagaimana mau jadi, tidak punya teman untuk nonton dan mau nonton sama siapa. Mana asyik nonton sendirian," ucap Rachel.


"Ya sudah nanti malam kita nonton," sahut Naomi.


"Kamu saja masih sakit, udah ngajak-ngajak. buat nonton," sahut Rachel.


"Kan sudah sembuh. Ini sudah bertugas kembali," sahut Naomi dengan santa


"Iya deh, Naomi," sahut Rachel.


"Memang kamu mau nonton apa?" tanya Naomi.


"Ini serius bakalan nonton," ucap Rachel yang tidak percaya jika Naomi akan serius.


"Ya iyalah, masa nggak. Tadi menyuruh untuk reflesing," sahut Naomi dengan geleng-geleng kepala.


"Di kirain kamu nggak mau," sahut Rachel.


"Aku mau," sahut Naomi dengan tersenyum.


"Asyik kita nonton bareng," sahut Rachel yang kesenangan. Karena Naomi mau di ajak nonton.


"Kita nonton film horor saja," ucap Rachel.


"Boleh," sahut Rachel.


"Kita ajak Brian?" tanya Rachel.

__ADS_1


"Kenapa harus mengajaknya. Nanti yang adanya dia berisik," sahut Naomi.


"Iya-iya deh. Khusus kita berdua aja," sahut Rachel dengan tersenyum.


"Oh iya, kamu tadi malam di temani sama Brian?" tanya Rachel.


"Iya," sahut Naomi.


"Lalu mana Brian?" tanya Rachel.


"Nggak tau, palingan di ruangannya, saat aku bangun aku, aku juga tidak melihatnya," jawab Naomi.


"Oh begitu," sahut Naomi


"Dokter Naomi!" tiba-tiba ada lagi yang memanggil Naomi membuat langkah keduanya berhenti.


"Aliyah," sahut Naomi membuat Aliyah tersenyum dan langsung menghampiri Naomi dan Rachel. Aliyah yang membawa banyak paper bag yang kecil-kecil yang tidak tau apa isinya.


"Hay Dokter Rachel," sapa Aliyah dengan tersenyum.


"Hay Aliyah, kamu ceria sekali hari ini," ucap Rachel yang membuat Aliyah tersenyum.


"Kamu juga sangat cantik!" puji Rachel lagi 


"Dokter bisa aja," sahut Aliyah tersenyum malu-malu.


"Dokter Naomi bagaimana? Apa sudah sembuh?" tanya Aliyah.


"Iya Aliyah sudah sembuh dan maknanya sekata sudah bisa bertugas," jawab Naomi.


"Dokter memang berbeda dari yang lain sangat keren," ucap Aliyah tersenyum pada Naomi.


"Hmmm, aku pengen bicara dengan Dokter Naomi. Boleh tidak?" tanya Aliyah.


"Bicara apa, kelihatannya penting sekali?" tanya Naomi. 


"Tidak terlalu penting Dokter, hanyalah ingin bicara saja," sahut Aliyah dengan tersenyum.


"Boleh dong," sahut Naomi.


"Hmmmm, sepertinya aku tidak boleh tau ini," sahut Rachel.


"Bukan begitu Dokter Rachel. Ini tidak apa-apa kok. Hanya saja ada pembahasan sedikit," sahut Aliyah.


"Ya sudah tidak apa-apa. Kalian bicaralah," ucap Rachel.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Mau cek pasien. Kalian kalau mau mengobrol, mengobrol lah," ucap Rachel ingin pamit.


"Iya Dokter Rachel," sahut Aliyah.


"Ya sudah saya pergi dulu!" pamit Rachel.


"Dokter Rachel tunggu!" panggil Aliyah membuat Rachel tidak jadi pergi.


"Iya kenapa Aliyah?" tanya Rachel.


"Ini untuk Dokter Rachel!" sahut Aliyah yang memberikan kantung paper bag kecil yang sejak tadi di pegangnya untuk Rachel.


"Apa ini?" tanya Rachel dengan wajah herannya.

__ADS_1


"Dokter buka saja," sahut Aliyah


Rachel pun melihat isi kantung yang di berikan Aliyah.


"Baiklah saya lihat ya," sahut Rachel yang langsung mengambil dari dalam paper bag apa yang di berikan Aliyah.


"Wah lucu sekali," ucap Rachel yang melihat hadiah itu yang ternyata boneka panda kecil yang di berikan Aliyah kepadanya.


"Boneka panda ini sangat menggemaskan," Rachel tampak senang dengan Boneka yang di berikan Aliyah.


"Dokter Rachel suka?" tanya Aliyah.


"Pasti Aliyah ini lucu sekali. Kamu tau dari mana saya suka sekali dengan panda. Atau hanya kebetulan saja," ucap Rachel.


"Saya memang sengaja membeli boneka panda. Karena tau itu kesukaan Dokter Rave," ucap Aliyah.


"Oh iya kamu baik sekali, sampai tau boneka kesukaan saya," sahut Rachel. Naomi yang ada di sana hanya diam dan ikut tersenyum.


"Saya baik, karena Dokter juga baik kepada saya," ucap Aliyah.


"Kamu ini bisa aja," sahut Rachel.


"Dan ini saya titipkan untuk Dokter Anju, saya belum melihatnya sejak tadi. Jadi takut saya tidak sempat bertemu dengan Dokter Anju. Jadi Dokter Rachel tolong berikan ya," ucap Aliyah yang memberikan paper bag yang lain


"Anju ada juga," sahut Rachel. Aliyah menganggukkan kepalanya.


"Iya Dokter Rachel tolong ya berikan untuk Dokter Anju. Karena saya takut bertemu Dokter Anju," ucap Aliyah.


"Iya nanti saya sampaikan," sahut Rachel.


"Hmmmm, dalam rangka apa ini kamu memberikan hadiah ini, bukan hanya untuk saya tapi Dokter Anju juga ada?" tanya  Rachel dengan menatap penuh selidik.


"Tidak dalam rangka apa-apa Dokter, aku hanyalah ingin memberikan Dokter Rachel hadiah," ucap Aliyah.


"Ya ampun baik sekali kamu. Padahal saya tidak ulang tahun dan Anju juga tidak ulang tahun," sahut Rachel yang senang telah mendapatkan hadia dari Aliyah.


"Makasih ya Dokter," sahut Aliyah.


"Kok malah kamu yang mengucapkan terima kasih?" sahut Rachel heran dengan apa yang di katakan Aliyah.


"Karena Dokter sudah menerima hadiah dari saya dan mau memberikan pada Dokter Anju," ucap Aliyah dengan tersenyum.


"Kamu ini ada-ada saja," sahut Rachel.


"Tapi makasih ya Aliyah sudah memberikan saya hadiah ini," ucap Rachel.


"Sama-sama Dokter," jawab Aliyah.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu. Kamu mengobrol lah dengan Naomi," ucap Dokter Naomi pamit.


"Iya Dokter," sahut Aliyah dan Rachel langsung pergi.


"Kita bicara di mana Aliyah,"tanya Naomi.


"Harus bicara di mana? Di sana saja!" tunjuk Aliyah lada salah satu bangku.


"Ayo!" ajak Naomi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2