Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 28 Tamparan depan umum


__ADS_3

"Lalu bagaimana dengan anaknya?" tanya Anju membuat Naomi menoleh kearah Anju dengan wajah Naomi heran dengan pertanyaan Anju.


"Hmmm, maksud ku ya kamu dengan keluarga Brian dan aku juga tau kamu itu teman kecil Brian. Apa kamu juga begitu dekat kepada-nya?" tanya Anju.


"Itu bukan pertanyaan Anju. Aku, kamu dan Rachel bukannya memang dekat dengan Brian," sahut Naomi yang selalu punya jawaban dan menjawab tanpa ada keraguan. Hal itu membuat Anju tersenyum.


"Iya sih," sahut Anju.


"Aku hanya ingin tau perasaan kamu sebenarnya Naomi kepada Brian itu seperti apa. Tetapi tampaknya eksperesi datar dan dingin tidak bisa menebak apa yang kamu rasakan dan itu sangat membuatku bingung tetapi apapun itu aku berharap kau tidak akan terluka hanya karena Brian," batin Anju yang kepikiran dengan Naomi.


"Anju ayo lanjut," ajak Naomi yang melihat Anju terdiam.


"Oh iya ayo," sahut Anju dengan gugup dan mereka melanjutkan pekerjaan mereka.


*********


Malam hari di ruangan khusus untuk dokter-dokter bedah dan kanker. Malam ini mereka belum ada yang pulang. Karena memang frofesor yang tertua dan senior di rumah sakit itu sedang memberikan bimbingan di meja panjang yang di kursinya ada beberapa orang.


Termasuk ada Brian, ada Naomi, ada Rachel, ada Anju, 3 perawat dan 2 Dokter lain. Juga ada direksi rumah sakit yaitu Kayra dan ada juga beberapa Dokter-dokter senior lainnya. Sekitar ada 10 orang lebih di meja panjang tersebut. Mereka terlihat serius dalam meeting tersebut dan fokus dengan laptop masing-masing.


Namun di sisi lain ada Aliyah yang sangat gelisah di kamarnya. Dengan memakai pakaian pasien rumah sakit. Aliyah terlihat mondar-mandir tanpa memperdulikan infusnya yang bisa saja copot.


"Kenapa Brian tidak datang juga. Bukannya katanya dia mau makan malam bersamaku," ucap Aliyah dengan penuh kegelisahannya yang ternyata menunggu Brian.


"Tidak! Aku tidak mungkin menunggu Brian terus. Sebaiknya aku mencarinya dan makan bersamanya. Aku tidak mau dia nanti keduluan makan dengan yang lain," ucap Aliyah yang memutuskan sendiri.


Aliyah melepas infusnya dan meninggalkan kamarnya. Dia sudah seperti orang yang penuh dengan kegelisahan karena Brian.


Sementara Brian masih mengikut rapat dengan senior-senior nya dan semua tampak fokus dengan apa yang di jelaskan dalam rapat tersebut.


Ada pertanyaan?" tanya profesor Han setelah menjelaskan panjang lebar dalam tema pembicaraan mereka.


Semuanya saling melihat dan tidak ada satupun yang memberikan pertanyaan.

__ADS_1


"Kalian semua Dokter yang hebat dan sampai tidak ada yang bertanya. Kalian sangat mudah mengerti dan saya harap kalian semua menjadi Dokter panutan untuk generasi muda," ucap Dokter Han dengan memuji pada Dokter muda yang ada di sana.


"Terima kasih Dokter untuk doa Dokter," ucap Brian.


"Saya ingin tau apa di Dokter bedah ini ada yang sedang ujian?" tanya Dokter Han.


Naomi mengangkat tangannya. Karena dia memang masih dalam tahap ujian untuk mengambil gelar lebih tinggi.


"Dokter Naomi?" sahut Dokter tersebut dengan melihat bad nama Naomi.


"Iya Dokter," jawab Naomi.


"Sudah berapa banyak Opera yang kamu tangani?" Tanya profesor Han.


"Saya baru mendapatkan ijin operasi 8 bulan terakhir ini dan Operasi yang saya tangani baru 53 kali operasi," jawab Naomi dengan sopan.


"Itu sangat bagus sekali. Semoga tahap-tahap yang kamu lewati di rumah sakit ini berkembang dan semoga kamu lulus ujian dan kamu bisa menjadi Dokter hebat," ucap profesor Han dengan memberikan doanya dengan penuh ketulusan pada Naomie.


Naomi tersenyum dengan menganggukkan kepalanya dan juga dengan Kayra yang sangat tulus tersenyum. Dia juga sangat mengharapkan Naomi semakin sukses dalam dunia kedokterannya. Sama dengan Brian yang memang sejak awal sangat mendukung Naomi.


"Terima kasih Professor untuk pujiannya saya jadi tersanjung," sahut Kayra dengan selorohan.


"Dokter Brian tetap menjadi Dokter yang hebat dan beri ilmu pada Junior-junior kamu," ucap frofesor tersebut memberikan pesan.


"Pasti saya akan melaksanakannya," sahut Brian dengan menunduk.


"Baiklah kalau begitu saya rasa sudah tidak adalagi yang harus di bicarakan. Kalau begitu saya harus kembali," ucap profesor Han yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan mereka semua saling berjabat tangan mengantar profesor tersebut kedepan pintu.


"Brian!" tiba-tiba Aliyah memasuki ruangan khusus tersebut yang membuat semua orang kaget di dalam ruangan itu.


Termasuk Kayra dan juga Professor tersebut sampai mengkerutkan dahinya. Aliyah yang masuk begitu saja dan melewati Profesor Han dan menghampiri Brian.


"Aku menunggumu sejak tadi. Kenapa tidak datang juga," ucap Aliyah memegang tangan Brian dengan wajah Aliyah yang kelihatan panik.

__ADS_1


"Aliyah apa yang kamu lakukan di sini," ucap Brian pelan yang juga panik dengan kedatangan Aliyah.


"Apa ini benar-benar ruangan khusus untuk para Dokter bedah. Atau ini ruangan asmara pasien?" tanya Profesor Han yang melihat hal tidak terpuji itu.


Beberapa Dokter sepantaran Kayra juga geleng-geleng kepala dengan melihat kelakuan Brian dan mereka tau Aliyah pasien. Karena Aliyah memakai pakaian pasien rumah sakit.


"Maaf Dokter ini hanya salah paham," sahut Kayra.


Kayra memberi kode pada perawat untuk membawa Aliyah keluar dari ruangan tersebut.


"Ayo mbak kamu kembali keruangan kamu," 2 perawat itu langsung membawa Aliyah keluar.


"Tapi aku ingin makan bersama Brian. Aku ada janji padanyanya," Aliyah memberontak seperti anak kecil dan harus di paksa.


Jangan tanya wajah Kayra yang sudah menyimpan amarah pada Brian. Namun Brian begitu cemas dan juga merasa tidak enak pada senior-seniornya termasuk profesor yang barusan saja memujinya dan memberikan arahan kepadanya.


"Seperti drama dalam sinetron. Ini rumah sakit apa tempat casting," sindir Profesor tersebut.


"Saya permisi!" Profesor itu langsung pergi dan begitu juga dengan dokter-dokter yang lainnya yang geleng-geleng melihat Brian seolah mereka malu dengan sikap Brian padahal profesor tersebut baru memberikan pujian dengan Brian.


Hanya tinggal, Naomi, Anju, Rachel dan 1 lagi perawat yang hendak pergi. Karya yang berbalik badan menghadap Brian.


"Mah!" lirih Brian.


Plakkkkkkk.


Karya langsung memberikan tamparan ke pipi sebelah kiri Brian di depan beberapa orang yang masih ada di ruangan itu. Anju, Naomi dan Rachel kaget melihatnya dengan mata mereka yang melotot dan wajah mulut mereka yang menganga yang tidak menduga jika Brian akan di tampar oleh Kayra.


"Puas kamu mempermalukan mama!" bentak Kayra dengan emosinya yang sudah tidak tertahan lagi melihat tingkah Brian yang semakin kelewat batas.


Brian tidak berani bicara lagi dan hanya memegang pipinya yang memerah. Bahkan Tamparan Kayra mampu membuat ujung bibirnya berdarah. Mungkin emosi yang sudah terkumpul dan pipi itu menjadi korbannya.


"Kamu itu bukan anak kecil lagi. Kamu bisa tidak mendengarkan mama. Dari pagi, siang dan sampai sekarang kamu masih saja menunjukkan betapa bebalnya kamu. Kamu boleh menjadi bajingan di luar sana. Lakukan sesuka kamu dan terus saja wanita-wanita itu berdatangan kerumah. Tapi jangan kamu rusak nama mama di rumah sakit ini. Kamu pikir mudah membangun nama yang bagus hah! Jangan kamu hancurkan dengan sifat kekanak-kanakan kamu yang memalukan!" Karya marah-marah dengan setiap penekanan di setiap perkataannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2