Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 25 Drop.


__ADS_3

"Tidak mungkinkan Dokter. Tidak mungkin ada wanita di dekatnya. Tidak mungkin ada wanita yang dekat dengannya," ucap Naomi dengan wajahnya yang terlihat panik.


"Mana mungkin Dokter. Brian mengatakan kepadaku jika hanya aku wanita yang sekarang dekat dengannya. Dan aku juga tidak pernah melihatnya dekat dengan siapa-siapa. Kecuali dengan teman-teman dekatnya, seperti Dokter Naomi, Dokter Rachel dan Dokter Anju. Dan dia juga mengatakan bagaimana mungkin dekat dengan orang lain. Sementara dia terus bersamaku, aku terus kerumah sakit dan bahkan sampai malam. Jadi benar apa yang di katakan Brian. Jika tidak mungkin dia dekat dengan siapapun," ucap Aliyah yang berbicaralah begitu terburu-buru dengan wajahnya yang tidak tenang.


Ada kepanikan di wajah Aliyah yang akan takut akan sesuatu. Namun Naomi yang memperhatikan ekspresi Aliyah. Aliyah sangat jelas hanya ingin menjadi satu-satunya di kehidupan Brian. Naomi bisa melihat hal itu dengan jelas.


"Dokter, Brian tidak punya pacar kan?" tanya Aliyah yang ingin kepastian. Naomi menggelengkan kepalanya membuat Aliyah menghela napas dengan tersenyum yang merasa sedikit lega. Namun tetap napasnya naik turun yang seperti orang lelah.


"Itu artinya memang hanya aku yang dekat dengannya dan sebaiknya aku menunggu Brian untuk menyatakan perasaannya kepadaku," sahut Aliyah yang bicara semakin buru-buru, napas naik turun yang seperti di kejar-kejar.


"Aliyah tenanglah. Kamu bicara bisa pelan-pelan. Jangan buru-buru seperti ini. Ini bisa berpengaruh pada kesehatan kamu," ucap Naomi yang mencoba untuk menenangkan Aliyah.


"Tidak Dokter aku tidak bisa tenang. Brian belum mempunyai kekasih dan aku tidak ingin sampai aku tersalib wanita manapun. Aku harus tau kesalahan ku apa. Agar dia tidak menghindariku," ucap Aliyah yang semakin panik dan bahkan sudah berkeringat.


Naomi hanya memperhatikan Aliyah yang semakin tidak tenang.


"Aku harus apa ya, aku harus bagaimana?" Aliyah bertanya-tanya dengan tubuhnya bergetar dan sampai tangannya melemah dan bekal yang di pegangnya terjatuh.


"Aliyah!" ucap Naomi dengan panik atas kondisi Aliyah. Aliyah semakin tidak terkontrol dan memegang kepalanya. Pandangan mulai rabun dan akhirnya membuatnya jatuh.


"Aliyah!" teriak Naomi dengan wajah kagetnya yang langsung melihat kondisi Aliya yang tiba-tiba kejang-kejang di atas tanah.


"Aliyah kamu tenang. Aliyah!" Naomi terus menyebut nama Aliya dengan kepanikannya.


"Aliyah! Astaga apa yang terjadi?" Naomi begitu panik dengan kondisi Aliyah.


"Naomi apa yang terjadi?" tanya Anju yang tiba-tiba datang dan juga kaget melihat kondisi Aliyah.


"Dia drop," jawab Naomi.


"Suster!" teriak Anju dan ada beberapa Suster yang lewat melihat kondisi Aliyah dan mereka langsung menghampiri. Ada juga perawat dan mereka langsung membawa Aliyah masuk kedalam rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang serius dari Dokter.


Baru saja Aliyah mendapat penolakan dari Brian sudah langsung drop. Bagaimana jika Aliyah seperti Anju yang di gantung bertahun-tahun. Mungkin Aliyah bisa pindah alam dan ke kekhawatiran Anju sepertinya akan terjadi. Brian harus bertanggung jawab dengan yang terjadi pada Aliyah.


**********


Naomi setelah menangani kondisi Aliyah duduk di salah satu bangku yang ada di luar rumah sakit dengan Naomi yang mengatur napasnya yang naik turun dia memejamkan matanya dan mengingat kondisi Aliyah tadi membuat Naomi menggelengkan kepalanya yang kembali mengatur napasnya.


Apa yang terjadi pada Aliyah, justru membuat Naomi yang takut. Dia takut jika Aliyah terlalu tergantung pada Brian dan sampai akhirnya Aliyah tidak bisa mengontrol dirinya.

__ADS_1


"Naomi!" tiba-tiba Rachel memanggil Naomi dan duduk di samping Naomi yang mengejutkan Naomi.


"Rachel," lirih Naomi dengan menghela napasnya dan memegang dadanya.


"Kamu kenapa?" tanya Rachel pada Naomi yang terlihat lelah.


"Tidak apa-apa. Aku hanya capek saja," jawab Naomi yang melap keringatnya yang ada di dahinya.


"Naomi bagaimana dengan Aliyah?" tanya Rachel.


"Dia sudah membaik dan di pindahkan keruang perawatan. Suster juga sudah menghubungi keluarganya," jawab Naomi dengan suaranya yang serak.


"Apa yang terjadi. Kenapa dia tiba-tiba drop?" tanya Rachel.


Pertanyaan Rachel membuat Naomi mengingat kembali yang terjadi dengan Aliyah tadi.


"Kamu lihat Brian tidak?" tanya Naomi yang tidak menjawab pertanyaan Aliyah.


"Aku juga tidak tau di mana dia. Aku juga tidak melihatnya sejak tadi," jawab Rachel.


"Aku akan mencarinya," sahut Naomi yang langsung berdiri membuat Rachel bingung.


"Aliyah juga kenapa tiba-tiba bisa drop ya. Malah aku tidak tau lagi apa yang terjadi. Arghhh aku tanya Anju saja nanti. Kan ada Anju di lokasi," ucap Rachel yang akan bertanya pada Anju. Karena dia juga sangat penasaran.


***********


Naomi terus mencari Brian dan akhirnya menemukan Brian yang baru keluar dari salah satu ruang perawatan.


"Brian!" panggil Naomi yang langsung menghampiri Brian dengan napas Naomi yang naik turun yang membuat Brian heran.


"Naomi kamu kenapa?" tanya Brian. Naomi masih mengatur napasnya di depan Brian.


"Aku sejak tadi mencari kamu. Kamu tau tidak jika terjadi sesuatu pada Aliyah," ucap Naomi dengan napasnya yang naik turun.


"Apa maksud kamu? Apa yang terjadi dan tadi aku baru bertemunya di depan dan kelihatan dia baik-baik saja," ucap Brian.


"Dia tidak baik-baik saja Brian. Aliyah drop tiba-tiba dan tadi sempat masuk ICU," jawab Naomi yang membuat Brian kaget.


"Apah!" pekik Brian.

__ADS_1


"Kamu serius?" tanya Brian.


Naomi menganggukkan kepalanya, " mana mungkin aku berbohong soal ini. Aliyah drop," sahut Naomi.


"Lalu bagaimana keadaannya?" tanya Brian.


"Sudah membaik dan ada di ruang perawatan. Sebaiknya kamu lihat kondisinya, sebelum dia bangun," ucap Naomi memberi saran pada Brian.


"Baiklah kalau begitu, aku melihatnya sebentar," sahut Brian yang langsung pergi meninggalkan Naomi dan Naomi menghela napasnya setelah kepergian Brian.


"Aku hanya berharap kondisi Aliyah baik-baik saja setelah ini. Tidak ada yang terjadi padanya dan dia akan membaik terus dan kejadian tadi tidak akan terulang lagi," batin Naomi dengan harapannya.


*********


Aliyah yang berada di ruang perawatannya dan Brian sudah ada di sampingnya yang menunggu Aliyah untuk bangun. Sampai akhirnya perlahan mata Aliyah terbuka dan pandangannya langsung melihat ke arah Brian yang duduk di sampingnya dengan Brian tersenyum tipis.


"Brian!" lirih Aliyah.


"Kamu sudah enakan?" tanya Brian. Aliyah hanya menganggukkan matanya.


"Syukurlah, aku benar-benar takut. Jika kamu sampai kenapa-kenapa," ucap Brian yang memegang tangan Aliyah membuat Aliyah merasa jauh lebih tenang.


"Kamu harus istirahat dan jangan sampai seperti ini lagi," ucap Brian dengan lembut.


"Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Aliyah tiba-tiba.


"Kenapa mengatakan seperti itu. Kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa," jawab Brian.


"Kalau begitu kenapa kamu tidak mau sarapan bersamaku?" tanya Aliyah.


"Hanya karena itu kamu berpikiran jika kamu punya kesalahan?" tanya Brian.


Aliyah menganggukkan kepalanya pelan.


"Aku takut. Jika aku melakukan kesalahan dan kamu tidak mau dekat lagi denganku," jawab Aliyah dengan jujur. Brian menghela napasnya mendengar perkataan Aliyah.


"Jangan berpikiran terlalu jauh. Kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa," jawab Brian.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2