Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 80 Kata-kata yang tidak beres.


__ADS_3

Entah apa yang di takutkan Naomi. Apa yang di takutkannya dari pembicaraan Brian dan Aliyah. Takut dalam konteks apa. Dia takut Brian akan mengatakan perasaannya kepada  Aliyah atau takut Brian justru menolak Aliyah.


Naomi yang tiba-tiba punya rasa ketakutan itu. Apa mungkin dia sebenarnya takut. Jika Brian membalas perasaan Aliyah. Semua itu berada di dalam kepala Naomi. Memikirkan dengan begitu berat yang membuat Naomi penuh dengan kebingungan dan harus memikirkan hal itu.


Aliyah menoleh kearah Naomi dan memperhatikan wajah Naomi yang terlihat senduh dan malah membuat Aliyah tersenyum Dokter.


"Dokter Naomi kenapa?" tanya Aliyah yang heran yang melihat Naomi tampak berpikir.


"Dokter!" tegur Aliyah yang mana Naomi terlihat bengong.


"Oh tidak apa-apa," sahut Naomi dengan tersenyum datar dan tersadar dari lamunannya.


"Dokter seperti memikirkan sesuatu," ucap Aliyah.


"Tidak kok Aliyah. Saya tidak memikirkan apa-apa," jawab Naomi bohong padahal jelas dia sangat memikirkan sesuatu dan Aliyah kembali tersenyum mendengarnya.


Aliyah menghentikan makannya dan tiba-tiba meletakkan makananya dan mengambil satu paper bag.


"Oh iya Dokter Naomi, ini!" Aliyah tiba-tiba memberikan paper bag kecil yang sama seperti Rachel tadi.


"Apa ini?" tanya Naomi yang langsung melihat isinya yang ternyata ada kotak kecil membuat Naomi heran dengan kotak persegi itu.


"Apa ini Aliyah?" tanya Naomi lagi heran dan penasaran dan ingin membuka kotak itu.


"Nanti saja di buka Dokter," cegah Aliyah yang membuat Naomi tidak jadi membuka kotak itu yang dia juga sangat penasaran dengan apa dari isi kotak tersebut.


"Kalau Dokter sudah di rumah nanti baru di buka dan jangan sekarang. Isinya rahasia," ucap Aliyah.


"Memang apa ini? kenapa harus di buka di rumah?" Naomi semakin penasaran dengan apa yang di berikan Aliyah. Karena Aliyah mencegahnya untuk membukanya.


"Dokter akan tau, ketika membukakanya nanti di rumah. Jadi di rumah saja ya Dokter Naomi buka," ucap Aliyah.

__ADS_1


"Kamu membuat penasaran saja Aliyah," sahut Naomi.


"Memang sengaja. Karena ingin membuat Dokter Naomi penasaran," jawab Aliyah dengan tersenyum yang membuat Naomi hanya menghela napas.


"Kamu ini benar-benar bikin penasaran aja, ada-ada saja kamu ini," sahut Naomi yang tidak jadi membuka isi kotak itu dan meletakkan paper bag itu di sampingnya.


"Kamu memberikan Dokter Rachel hadiah, Dokter Anju dan saya juga. Kamu benar-benar membuat bingung dan memang benar dalam rangka apa kamu memberikan hadiah?" tanya Naomi yang heran dengan Aliyah dan Aliyah hanya tersenyum menanggapi apa yang di katakan Naomi.


"Malah tersenyum lagi. Apa kamu tidak kembali untuk menyuap para Dokter!" seloroh Naomi.


"Kenapa harus menyuap para Dokter. Orang saya tidak akan ada di rumah sakit lagi," sahut Aliyah.


Lagi-lagi kata-kata Aliyah itu aneh. Dan kadang Naomi menyadarinya membuat Naomi jadi tampak berpikir.


"Dokter Naomi tidak apa-apakan jika mengajak Dokter mengobrol dan Dokter tidak sibukkan?" tanya Aliyah.


"Tidak Aliyah dan iya apa yang ingin kamu bicara sebenarnya. Tidak mungkin hanya memberi saya sarapan dan juga memberikan saya hadiah. Pasti ada sesuatu bukan?" tanya Naomi yang pada intinya. Karena sejak tadi tidak tau apa maksud Aliyah mengajaknya untuk bertemu.


"Hanya itu?" tanya Naomi.


"Iya Dokter. Tidak apa-apa kan Dokter. Jika waktu Dokter saya ambil sedikit?" tanya Aliyah.


"Tidak apa-apa Aliyah. Saya juga tidak sibuk dan memang jika banyak ingin kamu katakan. Maka katakan saja dan hal itu tidak masalah bagi saya," ucap Naomi yang membuat Aliyah tersenyum mendengarnya.


"Makasih Dokter. Dokter menjadi pendengar saya hari ini dan saya benar-benar ingin mengucapkan banyak terima kasih untuk Dokter. Dokter Sanga baik pada saya dan menjadi tempat cerita, pendengar, penyemangat dan menyakinkan saya dalam setiap hal. Selain Brian yang menjadi harapan saya. Dokter juga menjadi harapan hidup saya. Dokter wanita hebat yang pernah saya temui dan Dokter adalah hadiah terbesar yang di berikan Tuhan kepada saya saat saya hidup," ucap Aliyah dengan tersenyum dan sangat tulus bicara pada Naomi. Apa yang di katakannya memang benar apa adanya yang sesuai dengan hatinya.


Naomi hanya mendengarkan kata-kata Aliyah saja. Mata Aliyah memang sangat terlihat begitu tulus saat mengatakan hal itu yang membuat Naomi tersentuh dengan apa yang di katakan Aliyah.


"Saya tidak tau bagaimana perasaan Dokter. Saat Dokter dengan sepenuh hati memberi keyakinan pada saya tentang Brian," lanjut Aliyah.


"Karena jika saya di posisi Dokter. Maka saya tidak akan bisa seperti Dokter," lanjut lagi Aliyah dan Naomi hanya tetap diam dengan mendengarkan setiap ucapan Aliyah.

__ADS_1


Aliyah menghela napasnya panjangnya kedepan, menarik napasnya dan kembali membuangnya perlahan kedepan. Lalu meraih tangan Naomi dan membuat telapak tangan Naomi di dadanya.


"Bagaimana rasa Dokter?" tanya Aliyah tersenyum. Hal itu membuat Naomi heran dengan pertanyaan Naomi.


"Maksud kamu apa?" tanya Naomi dengan dahinya yang mengkerut.


"Aku dek-dekan Dokter, perasaan ku tidak tenang. Masih pagi Brian sudah menelponku dan ingin bicara kepadaku. Aku tidak tau apa yang ingin di bicarakannya tapi aku merasa dek-dekan," ucap Aliyah dengan tersenyum getir. Ternyata maksud dari perkataannya karena masalah Brian yang membuat debaran jantungnya yang tidak tenang.


"Kenapa dek-dekan?" tanya Naomi.


Aliyah menggelengkan kepalanya, "bingung juga. Antara menakutkan sesuatu dan antara menunggu sesuatu dan juga ingin bahagia. Namun takut juga kalau sedih," jawab Aliyah.


"Dokter bisa merasakan debaran jantung saya  seperti apa. Dan Dokter tau apa yang saya rasakan yang membuat saya begitu dek-dekan," lanjut Naomi.


"Huhhhhhh. Dokter bagaimana jika pertemuanku dengan Brian. Bagaimana jika Brian tidak mengatakan jika dia tidak mencintaiku?" tanya Aliyah yang mulai datar dan terlihat ketakutan di wajahnya dengan penuh dengan kegelisahan.


"Dokter Naomi wajar tidak saya merasakan hal itu?" tanya Aliyah lagi.


"Hal itu wajar," jawab Naomi datar.


"Tapi saya takut. Jika Brian mengatakan apa yang Saya takutkan?" tanya Aliyah.


"Aliyah kenapa berpikiran buruk seperti itu. Hal itu belum tentu," sahut Naomi yang melepas tangannya dari dada Aliyah yang memang debaran jantung Aliyah tidak karuan berdebarnya.


"Bukannya Dokter mengatakan hal itu wajar?" tanya Aliyah.


"Iya itu wajar. Tapi akmu harus berpikir positif. Kamu jangan berpikiran yang lain-lain. Ingat apa yang saya katakan sebelumnya," ucap Naomi yang memberi masukan pada Aliyah dengan Naomi menghela napas yang sebenarnya dia juga tiba-tiba merasakan sesuatu.


"Tapi bagaimana. Jika dia ingin bicara kepadaku. Karena ingin mengatakan jika sebenarnya bukan aku wanitanya yang di inginkannya dan mengatakan seperti ala yang di katakan Dokter Kayra. Jika Dokter Brian itu seperti pria yang masih dalam pencarian dan sebenarnya ada wanitanya yang special di hatinya?" tanya Aliyah pada Naomi yang menginginkan jawaban Naomi.


"Itu tidak mungkin Aliyah. Saya sudah mengatakan sebelumnya kepadaku kamu. Jika saya tahu Brian dan tidak ada wanita yang dekat dengannya dan saya yakin Brian tidak akan mengatakan hal yang kamu takutkan. Kamu harus percaya kepada saya," ucap Naomi yang meyakinkan Aliyah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2