Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 16 Brian galau


__ADS_3

Hal Itu memang hanya akan melukainya dan rasanya begitu berat. Namu itu sudah keputusannya. Karena mau di perlakukan seistimewa apapun wanita. Jika pria tidak memberi kejelasan dalam hubungan mereka. Wanita berhak memilih yang lain.


Sama dengan yang di lakukan Anju. Dia dan Brian memilik perasaan yang sama. Namun tanpa Brian menyatakan perasaan itu mengajaknya pacaran. Anju tetep merasa jika dia bukan siapa-siapa dan sama saja dengan wanita lain


Dan sangat bodoh jika harus marah dan cemburu. Karena sesungguhnya dia bukan pemilik hati Brian dan dia juga bukan di miliki Brian.


******


Brian berada di dalam mobil yang menyetir hujan-hujanan. Masih teringat di benaknya foto Anju dan pria yang tidak di kenalnya.


"Argghhh!" umpat Brian yang berteriak dengan memukul stir mobil.


"Marah tidak jelas. Tapi ujung-ujungnya merencanakan pernikahan. Mengatakan aku mempermaikannya. Tetapi tidak sadar jika dia yang mempermainkan ku dan seolah membuat ku sebagai cadangan," umpat Brian yang marah-marah pada Anju dengan sikap Anju yang tiba-tiba menikah dan Brian belum bisa menerima hal itu.


Brian merasa dirinya adalah korban dan seperti ada penghiyanatan yang di dapatkannya.


"Apa maksudnya membawa-bawa Naomi. Kenapa tidak semua aja di bawa-bawanya. Ada saja alasannya seolah aku yang bersalah. Jika sudah ingin menikah. Tidak perlu mencari alasan lain yang tidak masuk akal," umpat Brian.


"Sial," umpat Brian memukul stir mobil.


Brian memang kelihatan begitu marah dengan keputusan Anju. Rencananya Brian hari ini justru ingin memperjelas hubungannya dengan Anju dan bahkan berpikiran jika Anju akan membahas hal serius itu. Tetapi ternyata tidak. Karena Anju justru memberikan kabar mengejutkan yang langsung memberikan undangan pernikahan.


Jadi bagaimana Brian tidak kaget dan marah. Brian juga mungkin menyesal. Karena sudah menggantung hubungannya dengan Anju sampai Anju menikah dengan orang lain. Nasi sudah menjadi bubur dan undangan pernikahan sudah jadi.


Brian mungkin memang masih menjadi petualang dalam pencarian hubungan serius. Makanya tidak ada satupun wanita yang di pacarinya dan hanya dekat dan wanita-wanita itu baper dan menuntut banyak hal padanya. Lalu merasa tersakiti. Hal itu terus yang di lakukan Brian.


Anju mungkin sudah sabar dan merasa sudah cukup. Dia ingin memilih pasangan hidupnya sendiri. Walau dia dan Danesh juga tidak saling menyukai. Tetapi dia seorang Dokter dan banyak pria yang tertarik padanya dan mana mungkin Anju menghabiskan hidupnya hanya untuk pria yang tidak menghargai perasannya.


Makanya Brian jangan suka menggantungi wanita. Ya wanita akan bertindak yang tidak terduga. Karena jika hatinya sudah tersakiti. Logikanya akan bekerja bekerja dan hasilnya sangat tidak terduga.


**********


Ceklek.


Brian sampai rumahnya dan memasuki kamarnya dengan wajahnya yang lesuh dan juga tampak tidak bersemangat.


"Kok cepat pulangnya?" tanya Naomi dengan wajah herannya yang masih ada di rumah Brian dan heran karena Brian baru keluar tidak sampai satu jam.


Brian tidak menjawab dan menghempas lurus tubuhnya di atas tempat tidur dengan Brian yang menghela napasnya dengan kasar.


"Kamu kenapa?" tanya Naomi heran.

__ADS_1


Brian tidak menjawab dan hanya diam saja membuat Naomi bingung.


"Ya sudah kamu istirahatlah aku pulang dulu ini sudah malam," ucap Naomi.


"Kalau tau sudah malam untuk apa pulang lagi. Menginaplah di sini dan lanjutkan pekerjaanmu. Bangunkan aku jika akan tidur aku akan pindah ke kamar tamu," ucap Brian memejamkan matanya yang terlihat sangat lesu.


"Aku sudah menyuruhmu untuk mengganti pakaian apa salahnya di dengarkan," lanjut Brian dengan matanya yang terpejam.


"Aku akan menggantinya nanti," jawab Naomi.


"Jangan di tunda-tunda. Nanti kamu bisa sakit," ucap Brian dengan suara dingin.


"Iya," jawab Naomi.


Brian tidak mengatakan apa-apa lagi dan hanya tetap tertidur.


"Ada apa dengannya tumben sekali pulang dengan lesu. Mana mungkin dia terlambat janji dengan Anju," batin Naomi dengan penasaran.


Naomi hanya berpikir, yang mungkin saja Brian kembali membuat Anju marah dan maknanya Brian pulang-pulang tidak bersemangat. Naomi hanya menghela napasnya dan melanjutkan pekerjaannya yang pusing jika


Pusing jika harus memikirkan Brian yang pasti tidak akan ada hentinya sama sekali.


********


"Mana Naomi?" tanya Brian yang tidak melihat Naomi dan dia juga berada di kamar sampai pagi hari yang padahal sebelumnya Brian menyuruh Naomi untuk membangunkannya saat Naomi mau tidur.


"Tadi malam Naomi pulang," jawab Kayra.


"Pulang!" sahut Brian. Kayra menganggukkan kepalanya.


"Selarut itu," sahut Brian.


"Papa mengantarnya," sahut Davin.


"Syukurlah. Aku pikir dia pulang sendiri. karena sebelumnya aku menyuruhnya untuk menginap," ucap Brian.


"Ya kamu juga pulang-pulang langsung tepar. Jadi Naomi tidak enak membangunkan kamu. Makanya Naomi pulang sendiri tapi untung ada papa yang mengantarnya," sahut Davin.


"Aku menyuruhnya untuk menginap," sahut Brian.


"Sudahlah mungkin Naomi ada yang harus di kerjakannya dan makanya dia harus pulang, lagian sudah pagi juga," sahut Davin yang malas mendengar perdebatan anak dan istrinya itu.

__ADS_1


"Ya sudah kamu sarapan buruan," sahut Kayra yang menuangkan Brian nasi goreng kedalam piring Brian. Brian yang tampak tidak semangat hanya menurut saja.


"Kamu kenapa Brian? Apa ada masalah?" tanya Kayra sembari makan.


"Benar papa lihat-lihat kamu seperti galau. Lagi putus cinta," sahut Davin menebak-nebak.


"Mana mungkin dia galau hanya karena lurus cinta. Anak seperti ini mana mengerti cinta taunya hanya mempermainkan wanita saja," sindir Kayra.


"Apa sih mah," sahut Brian kesal. Dia saat dia benar-benar frustasi mamanya malah membuatnya tambah kesal.


"Kan yang mama katakan itu benar. Memang ada yang salah," sahut Kayra.


"Sudah-sudah jangan bertengkar. Kamu juga sayang jangan terus mengatai Brian seperti itu. Seorang laki-laki itu ibarat seorang pemburu dan Brian tidak ada niat untuk mempermaikan siapa-siapa. Dia hanya bertualang untuk menemukan yang tepat," ucap Davin.


"Ya di belain deh. Anak sama bapak memang sama. Ya pantesan aja anaknya kayak gini ada gurunya," sahut Kayra yang jadi kesal.


"Bukan begitu sayang," sahut Davin.


"Sudah-sudah nggak usah ngomong lagi. Mama jadi nggak mood untuk sarapan," tegas Kayra yang jadi ngambek. Davin hanya menghela napas. Setelah ini harus berusaha untuk membujuk istrinya itu agar tidak ngambek lagi.


"Kamu sih Brian!" Davin malah menyalahkan Brian.


"Kenapa jadi aku," sahut Brian yang juga tidak mood.


*********


Rumah sakit.


Naomi yang sudah sampai rumah sakit terlebih dahulu dan dia tidak berangkat bersama Brian. Karena memang banyak yang harus di kerjakan Naomi.


"Naomi!" Langkah Naomi terhenti dan membalikkan badannya ketikan Anju memanggilnya dan langsung menghampirinya.


"Anju," sahut Naomi.


"Kamu pagi sekaki datangnya," ucap Anju yang tersenyum.


"Aku ada operasi jam 8. Jadi mau mempersiapkan segalanya," jawab Naomi dengan tersenyum.


"Oh begitu," sahut Anju.


"Anju kelihatan sangat bahagia pagi ini. Lalu apa yang membuat Brian tadi malam pulang tampak lesuh. Bukannya Anju juga berbicara serius kepadanya dan Brian juga ingin serius pada Anju," batin Naomi yang memperhatikan mimik wajah Naomi yang seperti tidak ada terjadi apa-apa. Namun dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya kepada Brian.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2