Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 50 musuhan


__ADS_3

"Kau tau dia hanya menunggu di mana kamu membalas perasaannya. Jika dia menyukaimu itu bukan kesalahannya Brian. Itu kesalahan kamu yang mulai menghidupkan api dan bertanggung jawablah atas apa yang kau lakukan kepada-nya. Karena sekarang Aliyah hanya mengharapakan," tegas Naomi yang penuh dengan penekanan pada Brian.


"Dan lihat apa yang kau lakukan saat ini. Kau dengan santainya berada di sini dengan santainya menjawab. Tanpa kau ingin tau bagaimana keadaannya. Kau seperti tidak merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Aliya. Jika apa yang terjadi pada Aliyah adalah karena kesalahanmu yang terlalu spele pada Aliyah!" lanjut Naomi dengan penuh penegasan.


"Cukup Naomi!" bentak Brian yang sudah tidak tahan dengan semua yang di katakan Naomi kepadamu yang sejak tadi terlalu banyak bicara.


"Kau sejak tadi banyak bicara. Menyalahkan ku atas Aliyah yang masuk ICU dan sekarang kau seakan ingin mengatur perasaanku. Kau sama seperti mama yang hanya bisa menghakimiku dengan kata-kata mempermainkan wanita. Kapan aku melakukannya dan jika aku tidak menyukai mereka apa itu kesalahan," sahut Brian membela diri dan pasti tidak menyangka. Jika Naomi akan mengguruinya.


"Terus aja Brian tidak mau di salahkan. Anak orang sudah seperti itu dan kau masih aja. Bisa sesantai ini," ucap Naomi dengan geleng-geleng kepala yang angkat tangan dengan apa yang di lakukan Brian.


"Kau tau Brian. Aliyah hanya menginginkan mu, dia mencintai mu dan hanya membutuhkan dirimu. Kau harus membalas perasaannya, dia membutuhkan mu untuk membalas perasaannya. Bukan kau bertingkah yang menunjukkan siapa dirimu yang menunjukkan jika kau bisa dengan siapa saja. Jika itu orang lain mungkin bisa menerimanya. Tetapi Aliyah tidak akan mampu menerima hal itu!" tegas Naomi.


"Aliyah berbeda Brian dengan wanita lain. Dia itu sakit dan kau tau setiap apapun yang terjadi akan menjadi pemikiran baginya dan kau itu seorang Dokter dan seharusnya kau paham. Untuk tidak bermain-main dengan Aliyah yang hanya menjatuhkan harapannya kepadamu," tegas Naomi dengan penuh penekanan pada Brian.


"Kau ingin aku menjadikannya kekasihku tanpa aku menyukainya?" tanya Brian dengan menekan suaranya yang menatap tajam Naomi. Dia sudah tau arah pembicaraan Naomi sampai mana.


"Bohong jika kau tidak menyukainya," sahut Naomi.


"Kau tidak mungkin bersikap seperti itu. Jika tidak ada perasaan kepadanya. Tetapi kau hanya menunjukkan kesombonganmu atau perbuatanmu," kecam Naomi.


Brian yang tampak geram dengan kata-kata Naomi langsung berdiri dengan memukul meja yang membuat Naomi kaget.


"Bicara terus sesukamu. Aku pikir kau mengenal diriku dan menjadi satu-satunya orang yang tau siapa aku. Ternyata aku salah. Kau sama saja dengan wanita lain yang menganggapku sebelah mata. Kau terlalu pintar Naomi mengajari ku soal perasaan dan kau tidak seharusnya mencampur masalah perasanku," ucap Brian dengan suara dinginnya yang tersinggung atas kata-kata Naomi yang menurutnya keterlaluan.


"Hanya karena aku tidak mengantar Aliyah kau langsung bicara panjang lebar seolah paling tau dan seolah aku yang bersalah. Dan mengajariku untuk ini itu. Aku seharian hanya menjagamu dan tidak masuk rumah sakit hanya menjagamu dan kau malah menyalahkanku dan tidak menghargaiku dengan apa yang aku lakukan. Jika begitu mulai sekarang urus dirimu sendiri," tegas Brian yang begitu marah dengan sikap Naomi dan Brian langsung pergi.


"Brian!" panggil Naomi mengejar Brian dan berhasil memegang tangan Brian saat ingin membuka pintu. Namun Brian langsung menepisnya kasar.


"Apa lagi maumu. Masih ada makian yang ingin kau keluarkan?" bentak Brian.


"Kau mau kemana? Aku belum selesai bicara," sahut Naomi dengan merendahkan suaranya.


"Bukannya tadi kau menyuruhku untuk mengakui perasaan kepada Aliyah agar dia sembuh. Jadi aku ingin melakukannya. Supaya kau puas dan bisa diam!" tegas Brian dengan matanya yang memerah menatap Naomi.


Brian tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung pergi.

__ADS_1


"Brian!" Panggil Naomi dengan suara rendah. Namun Brian tidak mengatakan merespon dan pergi begitu saja.


Naomi memejamkan matanya dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya.


"Aku hanya mengingatkan mu Brian. Agar apa terjadi padaku. Tidak terjadi padamu. Kau tidak tau Brian hidup penuh dengan kesalahan itu riasanya sangat menyakitkan. Aku tidak mau kau menyesal seperti aku," batin Naomi dengan air matanya yang menetes.


Ternyata Anju mendengar keributan Brian dan Naomi. Anju berada di kamar mandi dan hendak keluar. Namun Brian dan Naomi perang hebat yang membuat Anju heran mendengarnya.


"Dari pertengkaran itu sudah bisa di lihat bagaimana endingnya. Naomi apa kau tidak bisa menyimak dari setiap perkataan Brian dan kau juga Brian apa kau tidak bisa menyimak dari setiap perkataan Naomi," batin Anju yang sejak tadi mendengar keributan dia orang itu.


*********


Aliyah sekarang berada di ruang perawatan. Aliyah sudah siuman dan ada Brian di sampingnya yang menjenguknya Keruangannya.


"Kenapa berbohong jika kamu akan di jemput supir?" tanya Brian dengan lembut.


"Aku tidak mau mengganggu kamu dengan Dokter Naomi," jawab Aliyah apa adanya.


"Seharusnya aku mengantarmu. Karena sia-sia jika aku menjaganya. Karena dia bukan orang yang bisa menghargaiku," sahut Brian dengan menyindir Naomi.


"Tidak apa-apa. Kamu istirahatlah dan jangan seperti ini lagi," ucap Brian.


Krekkk.


Pintu ruangan Aliyah terbuka dan ternyata Naomi yang masuk bersama dengan Suster.


"Aliyah kita periksa dulu ya," ucap Suster dengan ramah.


"Baik Suster," sahut Aliyah.


Brian dan Naomi saling melihat sebentar. Namun Brian langsung mengalihkan pandangannya dari Naomi yang terlihat masih sangat marah dengan Naomi.


"Aliyah kamu istirahatlah. Aku keluar sebentar dan nanti akan datang lagi," ucap Brian.


Aliyah menganggukkan kepalanya dan Brian langsung pergi dan melewati Naomi begitu saja.

__ADS_1


Naomi jadi sedih dengan Brian yang benar-benar jutek kepadanya. Namun Naomi hanya menghela napasnya saja.


"Bagaimana keadaan kamu Aliyah?" tanya Naomi.


"Sudah mendingan Dokter," jawab Aliyah.


"Syukurlah kalau begitu," sahut Naomi.


"Kita cek kesehatan kamu ya," ucap Naomi.


"Baik Dokter," sahut Aliya dengan mengangguk. Naomi berusaha profesional untuk memeriksa Aliyah.


***********


Gara-gara bertengkar dengan Brian untuk pertama kalinya. Brian dan Naomi jadi asing. Biasanya mereka selalu berdua. Sekarang bertegur sapa saja tidak. Brian kelihatan sangat marah dengan Naomi dan membuatnya malas untuk berbicara dengan Naomi.


Sama seperti sekarang ini. Naomi, Anju dan Rachel sedang makan siang di kantin rumah sakit dan tiba-tiba Brian lewat dengan membawa makannya.


"Brian sini!" ajak Rachel.


Brian menghentikan langkahnya dan melihat Naomi. Lalu dia tidak jadi makan yang mungkin karena ada Naomi.


"Issss kok pergi sih," sahut Rachel heran. Naomi terlihat senduh melihat sikap Brian kepadanya. Namun Anju langsung melihat ke arah Naomi yang menunduk dengan mengaduk makanannya.


"Aneh sekali Brian. Dia kenapa sih sebenarnya?" tanya Rachel geleng-geleng yang mulai makan.


"Nggak tau," sahut Anju.


"Dia kenapa Naomi?" tanya Anju.


"Kenapa jadi aku," sahut Naomi.


"Kalian tidak sedang bertengkar kan?" tanya Anju. Anju sebenarnya sudah tau. Naomi dan Brian bertengkar. Tetapi namanya juga Anju yang ingin tau apakah Naomi akan jujur apa tidak.


"Iya benar Naomi. Nggak biasanya Brian seperti itu. Dia lagi tidak bertengkar dengan kamu kan?" tanya Rachel yang juga penasaran.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2