
"Kenapa dia?" tanya Brian, " kok pergi begitu saja?" Brian pasti kebingungan dengan sikap Naomi yang tidak menegurnya dan pergi begitu saja tanpa sebab.
Aliyah bingung harus menjawab apa. Karena dia juga takut harus menjawab apa. Dia takut salah jika harus mengatakan yang sebenarnya.
"Aliyah!" tegur Brian yang melihat Aliyah diam saja.
"Aku tidak tau," jawab Aliyah dengan cepat.
"Brian kenapa kamu tadi malam tidak datang?" tanya Aliyah yang mengalihkan situasi pada inti pertanyaannya.
"Kemana?" tanya Brian yang terlihat bingung.
"Bukannya kamu mengajakku dinner tadi malam dan kamu tidak datang," jawab Aliyah.
"Astaga!" Brian menepuk jidatnya. Baru deh dia mengingat jika ada janji.
"Ya ampun Aliyah aku benar-benar tidak ingat. Astaga kenapa aku lupa jika kita berdua ada janji," ucapnya merasa bersalah.
"Kenapa kamu tidak menelponku?" tanya Brian.
"Aku sudah menghubungimu. Kamu tidak mengangkatnya!" jawab Aliyah.
"Benarkah!" sahut Brian yang baru mengecek ponselnya.
"Ya ampun Aliya benar. Aliyah maaf banget ya. Aku tadi malam ada operasi dan ponselku di ruangan. Jadi aku tidak melihatnya dan aku baru buka ponsel sekarang dan itupun karena kamu mengatakannya," ucap Brian yang berusaha menjelaskan.
"Tapi bukannya kamu bersama Dokter Naomi?" tanya Aliyah.
"Oh iya aku bersamanya setelah selesai operasi dan iya tadi malam hujan deras juga. Jadi juga tidak memungkinkan untuk menemui mu dan aku juga mengantar Naomi pulang. Karena dia juga sendirian," jawab Brian apa adanya.
"Kamu sangat mudah sekali Brian berbicara seperti itu. Kamu yang mengajakku untuk Dinner. Tetapi kamu sendiri yang mengingkari janji itu dan dengan cepat mengatakan mengantarkan Dokter Naomi dan tidak mungkin menemuiku," batin Aliyah yang merasa sedih dengan jawaban Brian.
"Aku menunggumu sangat lama Brian," ucap Aliyah dengan nada kecewanya terhadap Brian.
"Maafkan aku Aliyah. Aku tidak bermaksud untuk mengingkari janji kepadamu," ucap Brian. Aliyah hanya diam saja dengan penuh kekecewaan atas apa Brian dan belum lagi dengan jawaban Brian yang membuat hatinya terluka.
"Aliyah aku benar-benar minta maaf. Situasi ternyata sangat sulit untuk di hadapi dan tidak ada yang tau seperti apa. Aku benar-benar sangat menyesal. Maafkan aku," ucap Brian lagi yang berusaha untuk membujuk Aliyah. Aliyah hanya diam dengan rasa kecewanya kepada Brian.
__ADS_1
*********
Karena merasa bersalah pada Aliyah Brian mengajak Aliyah berjalan-jalan. Brian juga tidak banyak pekerjaan. Jadi mereka bisa jalan-jalan di taman. Sembari Aliyah menikmati eskrim yang di belikan Brian padanya.
Ada saja yang di lakukan Brian untuk mengembalikan mood Aliyah yang sangat buruk dan memang iya mood Aliyah langsung berubah. Ketika di ajak Brian jalan-jalan. Dia ajak langsung tanpa nanti-nanti dan pasti tidak akan ingkar janji.
"Kamu suka?" tanya Brian yang melihat ke arah Aliyah.
"Iya ini sangat enak dan aku juga sangat suka bisa jalan-jalan bersama kamu. Akhirnya kita punya waktu untuk bersama," jawab Aliyah. Brian tersenyum mendengarnya.
"Jadi kamu sudah tidak marah lagi dengan aku yang tidak datang untuk acara Dinner kita?" tanya Brian.
"Tidak. Kamu sudah menjelaskan kamu ada operasi dan kamu bertemu dengan Dokter Naomi selesai operasi. Bukan sejak awal kamu bertemu dengannya sehingga tidak bisa datang untuk menemuiku," ucap Aliyah.
"Baguslah kalau begitu. Aku benar-benar lupa dengan janji kita," sahut Brian.
"Lain kali kamu jangan mengingkari lagi ya?" ucap Aliyah dengan berharap.
"Iya," sahut Brian dengan tersenyum.
"Maksudnya?" Brian kembali bertanya.
"Aku melihat kalian sangat dekat dan sama seperti dulu kamu dekat dengan Dokter Anju," ucap Aliyah.
"Aku dekat dengan semuanya. Karena kami berteman baik, baik Anju, Naomi dan juga Rachel," ucap Brian.
"Kalu untuk yang special tidak ada?" tanya Aliyah.
"Pasti ada!" sahut Brian.
"Siapa?" Tanya Aliyah penasaran.
"Kenapa harus bertanya Aliyah. Apa penting orangnya?" tanya Brian dengan menaikkan alisnya.
"Kalau begitu apa aku termasuk yang special?" tanya Aliyah yang butuh kepastian.
"Iya," jawab Brian.
__ADS_1
Aliyah terkejut mendengarnya membuatnya ingin terbang ke langit ketujuh dengan wajahnya yang memerah. Aliyah benar-benar melupakan kekecewaannya yang menunggu begitu lama. Karena Brian yang detik ini mampu membuatnya bahagia
"Ayo jalan lagi. Jangan melamun aja!" ucap Brian. Aliyah menganggukkan kepalanya dengan tersenyum pada Brian. Hatinya benar-benar bahagia sekarang.
"Aku tidak percaya. Jika Brian akan mengatakan hal itu kepadaku," batin Aliyah yang sangat bahagia.
**********
Naomi keluar dari ruangan perawatan salah satu pasien setelah memeriksa pasien. Karena memang jadwalnya untuk cek pasien.
"Dokter Naomi!" tiba-tiba Naomi di panggil membuat Naomi menoleh ke arah suara tersebut yang ternyata Aliyah. Aliyah tersenyum dan langsung menghampiri Naomi dengan langkah Aliyah yang buru-buru.
Wajah Aliyah tidak seperti tadi pagi yang terlihat kesal. Sekarang dia tersenyum. Mungkin karena suasana hatinya sedang baik.
"Dokter Naomi saya bawakan eskrim untuk Dokter," ucap Aliyah memberikan paper bag kecil pada Naomi. Namun Naomi malah bengong, pasti karena perubahan pada sikap Aliyah.
"Maaf saya tidak bisa terima," tolak Naomi yang langsung pergi. Namun Aliyah menghentikannya dengan memegang tangan Naomi.
"Maafkan saya Dokter Naomi," ucap Aliyah dengan memegang tangan Naomi dan wajahnya terlihat sendu yang memang penuh dengan kesalahan.
"Tidak seharusnya tadi pagi saya bersikap seperti itu pada Dokter. Saya benar-benar sangat menyesal Dokter. Maafkan saya. Saya salah paham dan tidak seharusnya melampiaskan kekesalan saya pada Dokter," ucap Aliyah dengan wajahnya merasa bersalah.
"Tadi saya benar-benar kecewa pada kamu Aliyah. Saya mengenal kamu gadis yang baik dan sangat sopan. Saya tidak tau apa yang terjadi sehingga kamu mengatakan jika kamu berkata seperti tadi dan jujur saya sangat tersinggung," ucap Naomi.
"Maafkan saya Dokter. Saya benar-benar merasa bersalah dan janji tidak akan seperti itu lagi. Saya juga mengenal Dokter dan Dokter begitu baik. Saya tidak seharusnya berpikiran buruk pada Dokter," ucap Aliyah.
"Dokter saya mohon tolong maafkan saya," ucap Aliyah dengan wajahnya penuh dengan permohonan.
"Baiklah saya akan memaafkan kamu. Jangan melakukan hal ini lagi," ucap Naomi membuat Aliyah tersenyum.
"Aliyah saya sudah menganggap kamu seperti keluarga saya sendiri. Kamu bukan hanya pasien. Tetapi juga saudara bagi saya. Saya juga mengenal Brian dan saya juga berharap kamu juga lebih mengenalnya agar kamu bisa memahaminya,"
"Jika kamu sudah mengambil keputusan untuk perasaan kamu. Kamu harus siap dengan konsekuensinya. Kamu harus menerima kekurangan seseorang dan jangan sampai kamu kenapa-kenapa. Karena tidak kesiapan kamu dalam menghadapi pilihan kamu," ucap Naomi yang penuh penegasan dan penekanan pada aliyah.
"Makasih Dokter atas saran Dokter. Dokter mengatakan seperti ini karena memang banyak tau tentang Brian dan saya tidak banyak tau tentangnya dan Dokter mengatakan seperti ini membuat saya lebih paham untuk selanjutnya saya harus paham mengenainya, mengerti tentang dirinya, membiasakan diri dengan kekurangan yang Dokter katakan seperti telat dan lainnya. Jadi sangat bersyukur mengenal Dokter yang memberi saya saran yang artinya Dokter memang memang menganggap saya bukan sekedar pasien. Tetapi juga saudara dan saya sangat bahagia," sahut Aliyah yang memang merasa Naomi begitu baik kepadanya.
Bersambung
__ADS_1