
Anju membuka matanya perlahan yang pertama-tama satu mata dulu. Anju memastikan dulu Danesh sudah menggunakan pakaian apa belum dan ternyata memang sudah menggunakan pakaiannya terlebih dahulu.
"Lihatlah ini kamar siapa?" sahut Danesh dengan menaikkan alisnya.
Anju melihat di sekelilingnya dan memang benar itu adalah kamar Danesh. Karena semua peralatan di dalam kamar itu adalah peralatan Danesh.
"Kau memindahkan barang-barang mu kedalam kamarku," sahut Anju yang masih tidak yakin jika dia salah masuk kamar dan merasa itu adalah kamarnya.
"Kau pikir aku tidak punya pekerjaan," sahut Danesh dengan menggelengkan kepalanya melihat Anju yang menuduhnya sembarangan.
"Kau yang salah masuk kamar dan ini adalah kamarku bukan kamarmu. Perhatikan baik-baik,"'ucap Danesh.
"Masa iya aku salah masuk kamar," Anju masih aja tidak mau di salahkan.
"Seharusnya kau mengkunci kamarmu. Biar orang tidak masuk sembarangan," ucap Anju yang malah menyalahkan Danesh yang membuat Danesh menyerngitkan dahinya dengan menghela napasnya.
"Kau yang sembarang masuk malah menyalahkan orang," sahut Danesh.
"Ya sudahah. Lain kali buat nama di depan. Supaya tidak salah masuk. Untung aku yang salah masuk kamarmu dan bagaimana jika kamu yang salah masuk kamarku," ucap Anju yang ada saja yang di ucapkannya agar tidak salah di depan Danesh.
"Aku tidak mungkin salah masuk kamarmu karena ini Apartemen ku dan lagian jika aku masuk kedalam kamarmu. Tidak akan ada yang terjadi juga," ucap Danesh.
"Issss, siapa juga yang mau terjadi apa-apa," umpat Anju kesal.
"Jangan berpikir apa-apa. Aku hanya salah masuk dan lupakan Semuanya," tegas Anju yang malu sendiri yang langsung keluar dari ruangan itu.
Danesh mendengus kasar melihat Anju yang mendadak salah tingkah dengan keanehannya. Danesh geleng-geleng kepala dengan tingkah aneh Anju
Anju langsung buru-buru memasuki kamarnya dan menutup pintu dengan cepat duduk di pinggir ranjang dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya.
"Astaga Anju. Kenapa sih kamu bodoh sekali. Kenapa bisa coba kamu salah masuk kamar. Isss kamu itu benar-benar memalukan. Kamu nggak lihat bagaimana wajahnya yang seperti ingin mengejekmu. Isss Anju bodoh!" Anju menggerutuki dirinya sendiri dengan menghempaskan tapak kakinya dan geleng-geleng kepala dengan melakukannya sendiri. Ya dia yang berbuat dia sendiri yang salah tingkah.
__ADS_1
"Tidak Anju. Kau harus bersikap biasa saja. Jangan sampai dia berpikiran yang tidak-tidak kepada mu. Karena semuanya bukan kesalahanmu. Kau memang benar-benar salah masuk kamar dan tidak sengaja masuk kamarnya," ucap Anju.
"Aisss ini semua gara-gara Aliyah, Brian dan Naomi mereka itu merasuki pikiranku sampai aku salah masuk kamar dan malu di depan Danesh," Naomi memukul-mukul kepalanya yang menyalahkan Brian, Naomi dan juga Aliyah.
"Arghhh, sudahlah tidak akan ada yang terjadi setelah itu," Anju hanya berharap yang baik-baik saja dan tidak akan terjadi apa-apa.
*********
"Maafkan Brian mah," ucap Brian yang berlutut di depan Kayra yang duduk di sofa.
"Mama itu benar-benar kecewa kepada kamu Brian. Kamu tidak seharusnya melakukan hal yang tidak terpuji seperti itu. Kamu seorang Dokter. Tetapi kamu membuat nama rumah sakit dan Citra Dokter akan rusak dengan kelakukan kamu," ucap Kayra yang berbicara serius.
"Brian mengaku salah mah dan Brian tidak akan mencari pembelaan apa-apa. Brian minta maaf pada mama dan berjanji akan lebih baik lagi," ucap Brian yang tidak mau protes atau membantah. Dia lebih baik minta maaf agar masalahnya selesai.
"Baiklah mama akan menganggap kamu mau belajar dari kesalahan kamu. Tetapi mama ingin kamu berpikir baik-baik dengan hubungan kamu dan juga pasien itu. Brian mama tidak mau kamu nanti akan terikat dengan suatu hal yang tidak kamu inginkan," Kayra mengingatkan Brian kembali.
"Iya mah. Brian akan mencoba untuk memperbaiki segalanya," ucap Brian.
"Mama berharap kamu menepati janji kamu yang tidak hanya asal bicara saja," ucap Kayra dengan tegas.
Permintaan maaf Brian ada campur tangan Naomi. Naomi menyuruh Brian untuk tidak menantang tidak mencari pembelaan dan merendah di depan Kayra untuk meluluhkan hati Kayra.
Ternyata saran dari Naomi berhasil. Kayra pun memaafkan Brian dan hanya berusaha untuk mengingatkan Brian kembali. Agar Brian tau apa resiko yang akan di hadapinya. Jika dia membantah apa yang di katakan Kayra.
Karena akan menjadi masalah sendiri nantinya untuk Brian atas apa yang di lakukan Brian. Selain nama rumah sakit, nama Brian sebagai Dokter nama Kayra juga bisa buru. Hanya karena kebiasaan Brian.
*********
Rumah sakit.
Brian berada di ruangan Aliyah yang sekarang bicar tegas dengan Aliyah atas sikap Aliyah kemarin malam.
__ADS_1
"Maafkan aku Brian. Aku tidak bermaksud dengan lancang masuk kedalam ruangan yang tidak boleh orang lain masuk. Selain orang-orang yang berkepentingan," ucap Aliyah yang merasa bersalah dan mengakui itu adalah kesalahannya.
"Aku merasa hanya menunggumu terlalu lama. Kamu sudah janji akan datang kekamarku dan membawakanku makanan. Lalu kita makan bersama. Tetapi kamu tidak kunjung datang. Makanya aku mencarimu dan bertanya pada Suster dan kamu sedang diruangan itu," ucap Aliyah yang memberikan alasannya.
"Aku mengerti Aliyah. Tapi jika aku mengatakan akan datang itu pasti datang. Aku seorang Dokter dan pekerjaan ku sangat banyak. Jika aku terlambat datang kamu tidak perlu mencariku. Karena aku pasti datang. Apalagi sampai mencariku keruanganku," ucap Brian dengan suara datarnya yang menunjukkan kemarahannya pada Aliyah.
"Iya Brian aku salah. Maafkan aku," ucap Aliyah lagi.
"Aliyah aku seorang Dokter dan Dokter itu. Tidak tau kapan dia akan bekerja. Pasti ada aja. Jadi aku mohon kamu harus paham," tegas Brian.
"Baiklah untuk kain kali akan akan memahami profesi kamu sebagai Dokter. Aku belum mengerti dan akan mencoba untuk mengerti," sahut Aliyah.
"Baguslah kalau begitu. Aku harap kejadian ini tidak terulang lagi dan kamu bisa belajar dari kesalahan kamu,"ucap Brian.
"Pasti. Kejadian ini tidak akan terulang lagi aku bisa menjamin itu," sahut Aliyah dengan janjinya. Brian hanya menganggukkan kepalanya dengan apa yang di katakan Aliyah.
"Hmmm oh iya Brian apa wanita yang kamu panggil mama yang juga seorang Dokter itu adalah mama kamu?" tanya Aliyah yang ingin memastikan Kayra.
"Iya dia mama ku. Dia Dokter dan juga Direksi dirumah sakit ini," jawab Brian.
"Ya ampun. Ternyata kalian keluarga Dokter. Aku sangat senang bisa kenal dengan mu dan aku juga ingin berkenalan dengan mama kamu. Kapan kira-kira kamu bisa mengenalkan ku kepada-nya?" tanya Aliyah.
"Aliyah nanti saja. Mama sangat sibuk. Ini bukan saatnya untuk berkenalan dengan mama," sahut Brian yang pasti tidak mungkin mengenalkan Aliyah pada Kayra. Kayra bisa bertambah marah.
"Begitu rupanya. Ya sudah nanti kalau kamu ada waktu kamu kenalkan aku padanya ya," ucap Aliyah
"Iya," sahut Brian yang sebenarnya tidak bisa menjanjikan hal itu.
"Ya sudah Aliya kamu sudah merasa jauh lebih baik dan nanti sore kamu sudah bisa pulang," ucap Brian memberikan kabar baik.
"Benarkah. Aku senang mendengarnya," jawab Aliyah.
__ADS_1
"Iya kamu harus terus jaga kesehatan dan jangan sampai kejadian kemarin terulang," ucap Brian.
Bersambung