Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 58 Naomi memang ada di sana.


__ADS_3

"Jangan halangi saya," tegas Danesh yang berniat untuk masuk kedalam. Karena Naomi memang seda ada di dala.


"Ini bahaya Dokter!" petugas itu tetep mencegah Brian. Karena memang Brian tidak mungkin masuk kedalam.


"Tetapi saya harus masuk. Teman saya ada di dalam!" tegas Brian yang memaksa masuk. Dia semakin khawatir pada Naomi.


"Sebentar lagi api akan padam. Jadi jangan masuk dulu! Kami akan melihat kedalam," jawab petugas tersebut yang mesin memegang Brin.


"Tidak bisa. Teman saya ada di dalam dan saya harus masuk. Kalian jangan menghalangi saya. Jika terjadi sesuatu nanti apa kalian mau bertanggung jawab,"tegas Brian dengan menguatkan volume suaranya.


Rachel pun tiba di tempat lokasi. Dan dari depan terlihat ruangan itu yang sedang di padamkan dan memang benar tempat asal usul kebakaran dan ruangan itu juga penuh dengan asap. Karena api yang di padamkan. Jadi asap ada di mana-mana.


"Brian!" Rachel menghampiri Brian.


"Aku harus masuk Rachel. Naomi ada di dalam" tegas Brian.


"Tapi Brian, kamu juga bisa celaka," ucap Rachel yang juga melihat tidak memungkinkan untuk Brian masuk kedalam.


"Tidak ada tapi-tapi Rachel. Aku harus masuk!" tegas Brian yang melepaskan kuat tangannya dari pegangan petugas yang sejak tadi mencegahnya.


"Tapi Dokter!" petugas itu ingin kembali mencegah. Namun Brian tidak peduli dan langsung memasuki ruangan tersebut tanpa peduli dia akan terkena bahaya atau tidak.


"Brian!" panggil Rachel yang juga tidak bisa mencegah Brian. Dia juga khawatir pada Naomi yang berada di dalam sana. Namun jika Brian masuk juga akan membuat Brian celaka.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk. Rachel batuk-batuk. Karena di sana sangat banyak asap. Anju, Danesh dan Aliyah juga sudah berada di depan ruangan tersebut yang pintunya terbuka.


"Ya ampun benar, ini pusat Titi kebakarannya," ucap Anju yang benar-benar shock.


"Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk," Anju juga kembali batuk-batuk karena memang gumpalan adap yang begitu banyak.


Melihat Anju yang batuk-batuk dengan mengipas-ngipas wajahnya untuk menghindari asap tersebut. Danesh yang selalu sedia sapu tangan mengeluarkan dari sakunya dan memberikan pada Anju. Agar Anju bisa menutup mulut dan hidungnya dari yang terlindungi dari asap.


"Lindungi dirimu! asapnya sangat banyak," titah Danesh.


Anju menganggukkan kepalanya. Namun Anju melihat kesebelahnya dan melihat Aliyah yang juga batuk-batuk. Situasi itu tidak cocok untuk Aliyah karena Aliyah juga sedang sakit. Anju pun inisiatif memberikan sapu tangan Danesh pada Aliyah.


"Pakailah, asapnya sangat banyak!" titah Anju yang memberikan pada Aliyah.


"Makasih Dokter," sahut Aliyah.


Anju seorang Dokter dan dia tau apa yang di alami Aliyah tidak baik dan dia juga tidak percaya. Jika Aliya benar-benar ikut yang sudah tau hal itu akan bahaya. Namun dirinya saja tetep keras kepala yang tetap ikut juga. Walau dia juga sebenarnya terluka.


Melihat hal itu membuat Danesh menghela napasnya. Dia memberikan pada istrinya dan istrinya malah memberikan pada orang lain. Danesh hanya mengkhawatirkan Anju. Anju mengkhawatirkan orang lain. Jadi bagaimana Danesh tidak menghela napas dengan kelakukan Anju.

__ADS_1


"Benar-benar ya kamu Anju!" geram Danesh. Sejak tadi Danesh hanya di buat kesal oleh istrinya yang keras kepala itu.


Brian yang sudah memasukinya ruangan itu. Mencari-cari Naomi di kabut asap yang banyak.


"Naomi!"


"Naomi!"


"Naomi kamu di mana!" teriak Brian dengan sudah payah bicara dan melihat pun begitu sulit. Karena tertutup dengan asap yang banyak.


"Naomi!"


"Naomi!"


"Naomi!" teriak Brian yang terus mencari Naomi.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk, Brian batuk-batuk mengipas wajahnya yang menghindar dari asap dan terus mencari Naomi.


"Naomi!"


"Naomi,"


"Naomi! Ini aku, di mana kamu!" Naomi!" teriak Brian lagi yang tidak hentinya mencari Naomi sampai akhirnya kakinya menyenggol tangan Naomi dan membuat Brian melihat kebawah.


"Naomi!" teriak Brian yang langsung berjongkok untuk mengecek keadaan Naomi.


"Naomi! Bangun!"


"Naomi!"


"Naomi! Bangun!"


"Naomi!"


"Naomi ini aku, aku Brian Naomi, bangun Naomi!" Brian menepuk-nepuk pipi Naoki agar terbangun dengan cepat.


"Naomi aku mohon bangun!"


"Naomi!"


"Naomi!" Brian berteriak-teriak dan Naomi tidak bangu sama sekali. Brian langsung bertindak dan langsung menggendong Naomi mengeluarkannya dari ruangan itu yang penuh dengan asap itu.


Ruangan yang penuh asap itu membuat Naomi tidak sadarkan diri dan Brian berhasil mengeluarkannya yang membawa keluar dari pintu dan membuat semua orang yang menunggu di depan pintu kaget melihat Brian yang keluar bersama Naomi.

__ADS_1


"Naomi!" lirih Rachel yang melihat Briana menggendong Naomi apa bridal style yang membuat Rachel menutup mulutnya yang kaget melihat keadaan Naomi.


"Astaga Naomi!" lirih Anju yang juga kaget.


"Dokter Naomi!" lirih Aliyah yang juga tidak menduga. Jika benar Naomi ada di ruangan itu.


Mereka menghampiri Brian. Begitu sampai di diluar ruangan itu dan jauh dari ruangan itu Brian membaringkan Naomi di lantai dengan Brian berada di sebelah Naomi dan mencoba kembali untuk membangunkan Naomi.


"Naomi bangun! Naomi,"


"Naomi bangun! Naomi,"


"Naomi bangun! Naomi,"


"Naomi!" Brian dengan panik yang mencoba untuk kembali membangunkan Naomi dengan berada di samping Naomi dan kedua lutut Brian yang menyentuh lantai.


"Naomi!"


"Naomi!"


Brian menggosokkan tangan Naomi memberikan pertolongan untuk Naomi. Semua orang yang ada di sana hanya melihat kepanikan Brian. Dengan mata Brian yang memerah dan napasnya yang tidak stabil.


Bagaimana Brian tidak panik yang melihat keadaan Naomi yang seperti itu dan siapapun pasti khawatir.


Brian juga memompa jantung Naomi menggunakan tangannya untuk menyadarkan Naomi.


"Naomi aku mohon bertahan. Naomi kamu harus bangun!" ucapnya yang terus berjuang untuk menyelamatkan Naomi.


Tidak cukup dengan pompa jantung dengan menggunakan tangannya. Brian yang langsung bertindak dengan menunduk dan memegang hidung Naomi. Brian yang langsung memberikan Naomi nafas buatan kepada Naomi.


Melihat tindakan Brian membuat Aliyah mengalihkan pandangannya saat melihat Brian melakukan tindakan tersebut. Cemburu pasti melihat betapa khawatirnya Brian kepada Naomi dan sampai memberikan nafas buatan kepada Naomi di depan matanya sendiri.


Ternya bukan hanya Aliyah bahkan Anju juga tidak menyangka hal itu. Wajahnya juga tidak bisa terbaca apa yang di rasakannya. Ketika melihat Brian melakukan hal itu. Brian sebegitu takutnya kehilangan Naomi dan terlihat sangat panik.


Anju langsung menoleh ke arah Aliyah yang terlihat senduh di sampingnya seolah Anju juga sangat tau apa yang di Rakan Aliyah. Namun Danesh yang tidak pernah ketinggalan untuk memastikan bagaimana reaksi wajah istrinya saat melihat hal itu.


Nama Naomi terus di ucapkan Brian dengan penuh ketakutan. Beberapa kali memberikan napas buatan pada Naomi dengan wajah penuh ketakutan, wajah memerah dengan mata yang bergenang dan bahkan air mata Brian yang keluar karena karena saking takutnya. Air mata yang menetes tepat di mata Naomi yang membuat mata itu bergerak.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.


Akhirnya Naomi sadar dengan batuk-batuk ketikan Brian memberikan 3 kali nafas buatan kepadanya.


"Naomi!" lirih Brian dengan napasnya yang naik turun dan melihat Naomi yang sudah bangun. Brian yang juga dengan nafas yang sudah tidak terkontrol lagi yang naik turun. Seperti orang di kejar-kejar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2