
Anju, Naomi dan Rachel sedang berkunjung kerumah Brian. Kayra merupakan direksi di rumah sakit tempat mereka bekerja dan satu kehormatan bagi mereka yang di undang ke acara tersebut. Bukan hanya mereka saja. Ada juga beberapa Dokter yang juga menghadir jamuan makan malam dengan tema barbeque bersama di taman belakang rumah Brian.
Kebetulan di antara mereka ber-3 tidak ada yang shift malam. Jadi mereka bisa mengikuti acara itu bersama-sama dengan rekan-rekan mereka.
Brian sebagai tuan rumah menyapa para teman-teman seprofesinya. Baik yang seusia dengannya dan juga orang-orang yang sudah puluhan tahun menjadi Dokter. Namun lebih ke Kayra dan Davin yang berbicara kepada sepantaran usia mereka yang mengobrol lebih nyambung.
Sementara Rachel, Anju dan Naomi sedang memanggang beberapa daging dan juga makanan yang lainnya.
"Ini udah mateng apa belum?" tanya Rachel memperlihatkan daging yang di bakarnya pada Anju.
"Kayaknya udah bisa deh," jawab Anju.
"Aku rasa juga seperti itu," sahut Naomi.
"Ya sudah deh, kalau dah mateng sahut Rachel.
"Naomi, Anju, Rachel!" tegur Kayra menghampiri 3 gadis cantik itu.
"Tante," sahut Naomi.
"Dokter," sahut Anju dan Rachel.
"Kalian jangan memanggang mulu, harus di makan juga," ucap Kayra dengan ramah.
"Tidak apa-apa Dokter. Memang ini tugas kami untuk melayani semua orang," sahut Rachel dengan selorohnya
"Benarkah begitu," sahut Kayra.
"Iya Dokter lagian kalau kita mau pasti kita akan makan kok," sahut Anju.
"Ya sudah kalau begitu kalian nikmati acaranya ya. Jangan bosan-bosan untuk menerima undangan saya," ucap Kayra.
"Siap Dokter," sahut mereka serentak.
"Harus pakai nama Dokter. Ini dirumah. Jadi jangan memanggil dengan formal," sahut Kayra yang tersenyum.
"Iya Tante hanya bercanda kok," sahut Naomi.
"Oh iya kalian ber-3, menginap di sini ya. Jangan pulang. Tante sudah siapkan kamar untuk kalian," ucap Kayra.
__ADS_1
"Tapi Tante," sahut Anju.
"Anju tidak boleh pakai tapi-tapi. Ini hanya sekali-kali. Tidak ada salahnya menginap di rumah ini," tegas Kayra.
Anju melemas yang tidak bisa menolak. Memang ini pertama kali baginya menginap di rumah Brian. Kalau Naomi sudah biasa dan Rachel juga baru pertama kali menginap di rumah Brian.
"Ya sudah Tante ke sana dulu," sahut Kayra.
"Iya Tante," sahut mereka serentak.
"Udah nggak apa-apa kita nginap. Sekali-kali lagian kalau mau pulang juga kemalaman dan kapan lagi menginap di rumah direksi rumah sakit," ucap Rachel.
"Hmmm, ya sudahlah," sahut Anju. Mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka
*********
Masih dalam suasana di kediaman Brian. Sejak tadi Brian mengobrol bersama teman-teman seprofesinya dan kemudian dia menghampiri Kayra dan Davin yang mana ada Naomi yang menyangka minum. Sementara Anju dan Rachel masih memanggang.
"Anju ini sudah Mateng deh antarkan lagi untuk Tante Kayra dan Om Davin. Siapa tau makanan mereka sudah habis," ucap Rachel yang menata di dalam piring.
"Oke baiklah," sahut Anju yang segera mengangkat piring itu dan langsung menuju tempat sang pemilik rumah. Namun langkah Anju berhenti ketika melihat pemandangan yang indah.
belum lagi terlihat Kayra yang meniup daging menggunakan sumpit dan menyuapi Naomi. Dengan keadaan Naomi yang seperti sangat di specialkan yang terlihat manja pada Brian dan di tambah di suapi Kayra membuat Anju mundur dan tidak jadi melanjutkan langkah melihat pemandangan yang seperti Naomi adalah menantu di keluarga itu.
Huhhhh lagi-lagi Brian memang tidak pernah menjaga hati orang. Siapa tau pemikiran Anju memang benar. Jika tidak ada hati yang di jaga dan Brian bebas dengan apa yang di lakukannya.
"Kenapa balik?" tanya Rachel yang melihat Anju kembali dengan piring yang utuh.
"Masih banyak makanan mereka," jawab Anju bohong. Dia bahkan sudah tidak fokus lagi dengan ada sesuatu di dadanya yang tiba-tiba sesak.
"Oh begitu," sahut Rachel yang mengiyakan saja dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sementara Anju masih beberapa kali melihat ke arah Brian dan Naomi. Dari mata Anju jelas Anju cemburu dan seperti Naomi mempunyai tempat di keluarga Brian di bandingkan dirinya. Perlakukan Kayra yang sangat hangat membuat dirinya merasa tidak ada apa-apanya.
Brian juga tidak segan-segan memperlakukan Naomi dengan manis di depan orang tuanya seolah hal itu sangat biasa. Anju tau Naomi dan Brian sudah saling mengenal sejak dulu. Tetapi pemandangan itu lebih bukan pada sahabat saja. Tetapi sudah begitu special.
*********
Acara telah selesai. Rachel dan Anju berada di dalam kamar yang di siapkan untuk mereka beristirahat. Karena mereka akan menginap di rumah Brian.
__ADS_1
"Naomi kok belum datang sih?" tanya Rachel yang menarik selimut. Matanya sudah mengantuk.
"Nggak tau. Biar aku cek kebelakang dulu. Siapa tau dia masih ada di sana," jawab Anju.
"Kamu sendiri aja ya. Aku nggak ikut. Soalnya aku ngantuk banget," sahut Rachel yang matanya memang sangat berat.
"Iya," jawab Anju yang langsung keluar dari kamar.
Anju berjalan menuju taman belakang rumah. Saat melewati salah satu pintu kamar yang terbuka. Naomi menghentikan langkahnya. Kamar itu adalah kamar Brian. Dari depan pintu yang terbuka sedikit. Anju melihat Naomi yang ada di kamar Brian yang sudah tertidur miring dan Brian sedang menyelimutinya.
Lagi-lagi Anju di perlihatkan masalah kedekatan Brian dan juga Naomi. Naomi bisa-bisanya ada di kamar Brian dan Brian menyelimuti Naomi. Bahkan sebelum pergi Brian membelai rambut Naomi sebentar dan langsung berjalan menuju pintu kamar. Anju pun langsung buru-buru pergi begitu melihat Brian ingin keluar kamar.
"Anju!" panggil Brian yang membuat langkah Anju terhenti. Anju tidak sempat pergi, Brian sudah memanggilnya.
"Iya Brian," sahut Anju berbalik badan
"Kamu mau kemana?" tanya Brian.
"Oh aku mau mencari Naomi," jawab Anju.
"Ada di dalam. Dia sudah tidur. Tadi Naomi ketiduran di sofa. Jadi aku membawanya kekamar," ucap Brian apa adanya.
"Dia tidur di kamar kamu?" tanya Anju yang memastikan.
"Iya," jawab Brian dengan apa adanya.
"Lalu kamu tidur di mana?" tanya Anju yang ingin tau jawaban Brian.
"Di ruang tamu," jawab Brian. Anju menghela napas. Dia pikir Brian akan tidur di kamar yang sama dengan Naomi.
"Hmmm kamu mau tidur sama Naomi?" tanya Brian.
"Tidak usah. Aku sama Rachel saja. Soalnya Rachel sedang menungguku," sahut Anju.
"Begitu rupanya," sahut Brian. Brian melangkah mendekati Anju dan memegang ke-2 bahu Anju.
"Ya sudah kamu istirahat ya. Makasih sudah mau datang kerumahku dan menginap di sini untuk pertama kalinya," ucap Brian dengan lembut yang menetap intens Anju.
"Iya," sahut Anju yang tersenyum tipis. Brian tersenyum juga dan Anju juga langsung pergi meninggalkanku Brian. Brian hanya menghela napas dan menutup pintu kamarnya. Dia memang akan tidur di sofa. Karena Naomi berada di kamarnya.
__ADS_1
Bersambung