Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 65 Kata-kata Anju untuk aliyah


__ADS_3

Aliyah hari ini kerumah sakit yang ingin mengunjungi Naomi. Aliyah seperti biasa di antar oleh supir dan pasti tidak lupa dia selalu membawa bingkisan yang pasti makanan untuk Naomi. Aliyah tadi malam sebenarnya ingin menunggu Naomi siuman. Namun Rachel menyuruhnya pulang. Jadi Aliyah tidak punya kesempatan untuk bertemu dengan Naomi dan makanya pagi-pagi sekali Aliyah sudah kerumah sakit untuk menemui Naomi.


"Semoga Dokter Naomi suka dengan makanan yang aku bawa dan semoga Dokter Naomi sudah baik-baik saja," gumamnya yang sangat berharap Naomi baik-baik saja.


Dia memang sangat mengkhawatirkan Naomi terlepas melihat apa yang terjadi antara Naomi dan Brian. Aliyah memang di penuhi rasa cemburu. Namun bukan berarti dia membenci Naomi atau tidak menyukai Naomi hal itu berbeda. Karena Aliyah tau Naomi orang yang seperti apa.


Langkah Aliyah di mulai memasuki rumah sakit untuk menemui Naomi.


"Naomi!" sahut Anju yang tiba-tiba menegur Naomi membuat langkah terhenti dan menoleh kebelakang.


Anju juga baru sampai rumah sakit dan begitu keluar dari mobil. Anju melihat aliyah dan langsung menghampirinya.


"Dokter Anju," sapa Aliyah dengan tersenyum.


"Kamu ngapain di sini? Bawa makanan untuk Brian?" tebak Anju yang sudah hafal. Ya jika bukan karena hal itu untuk apa lagi Aliyah kerumah sakit.


"Tidak kok Dokter. Aku hanya ingin menjenguk Dokter Naomi," jawab Aliyah dengan tersenyum.


"Oh begitu ternyata saya pikir untuk Brian. Karena kamu sering datang kerumah sakit karena untuk Brian," sahut Anju.


"Tidak kok Dokter. Ini untuk Dokter Naomi," sahut Aliyah yang mengatakan sekali lagi.


"Oh iya Dokter Anju apa Dokter Naomi sudah membaik keadaannya?" tanya Aliyah yang memang belum mengetahui bagaimana keadaan Naomi.


"Semalam Naomi sudah siuman dan dia baik-baik saja. Tidak ada luka yang serius. Ya saya juga tidak tau sebenarnya. Saya juga belum melihat Naomi. Karena saya hanya di kabari Brian. Jika Naomi sudah sadar," jawab Anju dengan penjelasan sedikit.


"Syukurlah kalau begitu aku lega mendengarnya. Jika Dokter Naomi baik-baik saja," sahut Aliyah dengan tersenyum yang memang ikut bahagia dengan kabar mengenai Naomi yang sudah baik-baik saja.


"Ya sudah ayo kita masuk barengan, saya juga ingin melihat keadaan Naomi seperti yang saya bilang saya tidak tau keadaan Naomi seperti apa," ajak Anju.


"Iya Dokter ayo!" sahut Aliyah dan mereka berdua sama-sama memasuki rumah sakit untuk menuju ruangan Naomi di rawat.


Aliyah dan Anju sama-sama berjalan di koridor rumah sakit menuju ruangan Naomi.


"Aliyah apa kamu baik-baik saja?" tanya Anju tiba-tiba membuat Aliyah menoleh ke arah Anju.

__ADS_1


"Maksud Dokter?" tanya Aliyah.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Anju.


"Saya baik-baik aja Dokter. Bukannya semalam saya juga mengatakan tidak ada hal yang serius. Kebakaran hanya membuat saya sedikit lelah dan juga sesak napas. Tetapi sisanya saya sudah jauh lebih baik," jawab Aliyah.


"Bukan itu yang ingin saya tanyakan," ucap Anju membuat Aliyah mengkerutkan dahinya bingung dengan pertanyaan Anju yang sebenarnya mengarah pada yang mana.


Anju menghentikan langkahnya dan saling berhadapan dengan Aliyah. Anju yang tiba-tiba memegang dada Aliya.


"Saya bertanya masalah ini?" tanya Anju.


"Jantung saya," sahut Aliyah.


"Hati kamu!" jawab Anju membuat Aliyah menelan salivanya.


"Saya tau apa yang kamu lihat kemarin bukan hal mudah di terima dan saya tau mungkin kamu juga sudah bisa menarik kesimpulan dari apa yang kamu lihat," ucap Anju yang membuat Aliyah terdiam.


"Aliyah jangan mengharapkan hal yang sudah seharusnya kamu tau. Jika harapan kamu tidak akan terwujud. Mundurlah jika kamu sudah tau jawabannya. Sebelum kamu merasakan yang jauh lebih buruk lagi," ucao Anju yang mengingatkan Aliyah dengan serius.


"Apa ini yang membuat Dokter mengakhiri hubungan Dokter dengan Brian?" tanya Aliyah.


Anju terdiam yang tidak mampu menjawab pertanyaan itu dengan cepat.


"Jadi Dokter mundur dan bukan karena tidak ada hubungan apa-apa dengan Brian?" tanya Aliyah.


"Aliyah saya dan Brian memang tidak ada apa-apa. Mundur atau tidak saya hanya menyelamatkan hidup saya dari apa yang menurut saya tidak akan ada kepastian," jawab Anju.


"Dan saya hanya mengingatkan kamu. Karena saya peduli dan tidak ingin terjadi sesuatu pada kamu," ucap Anju. Mendengarnya membuat Aliyah tersenyum tipis.


"Makasih ya Dokter sudah mengkhawatirkan saya. Saya tidak apa-apa kok dan bisa menata semuanya dengan baik. Dokter Anju tidak perlu khawatir," ucap Aliyah.


"Sudah Dokter jangan membahas saya. Bukannya kita ingin melihat Dokter Naomi," sahut Aliyah yang mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin dirinya yang di bahas.


"Ayo Dokter!" ucap Aliyah yang berjalan terlebih dahulu. Anju menghela napasnya dan mengikut Aliyah yang penting dia sudah mengatakan apa yang harus di katakannya kepada Aliyah.

__ADS_1


*************


Di dalam ruangan Naomi sudah ada Brian dan bukan hanya Brian saja ada juga Davin tadi Davin sebelum ke kantor mampir ke rumah sakit dia juga ingin melihat keadaan Naomi karena dia juga sangat khawatir kepada Naomi. Tadi malam dia dan istrinya tidak sempat menunggu Naomi siuman dan makanya Davin menyempatkan diri untuk melihat keadaan Naomi.


"Jadi kalian berdua ini sudah baikan?" tanya Davin dengan matanya yang penuh selidik menatap bergantian Naomi dan Brian.


"Memang kami kapan bertengkar pah," sahut Brian yang tidak mau mengakui jika dia dan Naomi bertengkar.


"Mama kamu bilang sendiri. Jika kalian berdua itu bertengkar. Tidak saling bicara. Kamu malah bertanya kapan kalian bertengkar," sahut Davin.


"Apa yang mama katakan memang benar. Jika kalian berdua bertengkar," sahut Kayra dengan penekanan.


"Iya-iya kami memang bertengkar. Tetapi udah nggak lagi. Aku dan Naomi sudah baikan dan tidak ada permusuhan di antara kami berdua," sahut Brian dengan penuh penegasan.


"Iya Tante om, kami sudah tidak ada masalah kok. Kamu berdua hanya salah paham dan cekcok mulut saja dan sekarang sudah baik-baik saja," sahut Naomi yang membenarkan hal itu.


"Benar. Kalian sudah baik-baik saja?" tanya Kayra yang masih belum yakin.


"Iya dong mah. Aku sama Naomi mana bisa diam-diaman lama-lama. Jadi kita sudah baik-baik saja," sahut Brian menegaskan.


"Bagus kalau begitu mama dan papa tidak mau melihat kalian bertengkar seperti anak kecil dan lihat Brian akibat semua itu Naomi jadi celaka," sahut Kayra yang menyalahkan Brian.


"Tante kenapa jadi menyalahkan Brian. Ini tidak ada hubungannya dengan Brian," sahut Naomi.


"Ya iya dong Naomi. Karena Bryan itu tidak bisa menjaga kamu dengan baik jadi sekarang lihat kamu seperti ini dan semua itu kesalahan Brian!" tegas Kayra.


"Iya-iya mah aku yang salah," sahut Brian yang tidak menyangkal hal itu dan dia memang bersalah tidak bisa menjaga Naomi dengan baik.


"Ya sudah di jadikan semua pelajaran dan jangan ada yang bertengkar-tengkar lagi seperti anak kecil. Kalian ini sudah dewasa. Jadi jangan ribut-ribut. Papa pusing melihatnya," tegas Davin pada Naomi dan juga Brian.


"Iya pah," sahut Brian.


"Iya om," sahut Naomi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2