Brian Sang Pemain " Doctors"

Brian Sang Pemain " Doctors"
Episode 24. Teguran Kayra.


__ADS_3

Brian menuruni anak tangga dan menghampiri ke-2 orang tuanya yang sedang sarapan seperti biasanya.


"Pagi mah, pagi pah," sapa Brian yang menarik kursi dan langsung mengambil setangkap roti untuk sarapannya pagi ini.


"Pagi Brian. Kamu Happy sekali hari ini," sahut Davin.


"Bukannya Brian memang setiap hari Happy," sahut Brian dengan tersenyum.


"Apa kebahagiaan kamu ada hubungannya dengan pasien bernama Aliyah?" tanya Kayra tiba-tiba dengan wajah seriusnya melihat putranya itu. Wajah Kayra juga tampak datar seperti ada sesuatu.


"Mama kenapa tiba-tiba membicarakan hal itu?" Tanya Brian.


"Dan mama tau Aliyah?"


"Jawab saja," sahut Kayra.


"Maksud mama?" tanya Brian.


"Kamu itu seorang Dokter Brian. Jangan sampai nama Dokter yang kamu bangun hanya berantakan karena tabiat kamu yang tidak pernah berubah," ucap Kayra menegaskan pada putranya itu.


"Mama ini bicara apa dan arahnya sebenarnya kemana," sahut Brian bingung.


"Iya sayang jangan serius-serius amat. Ini masih pagi apa yang kamu bicarakan sebenarnya?" sahut Davin yang melihat istrinya memang terlihat begitu serius.


"Brian mama tidak pernah melarang kamu punya hubungan dengan siapapun. Tapi alangkah baiknya kamu itu tau tempat. Jangan melebihi batas bersama pasien di rumah sakit," tegas Kayra.


"Aliyah maksud mama?" tebak Brian.


"Lalu menurut kamu siapa lagi. Apa ada pasien lain?" tanya Kayra.


"Aku sama Aliyah tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya dekat dan hal itu wajar. Lagian Aliyah juga bukan pasien. Dia sudah keluar dari rumah sakit," jelas Brian mencari pembelaan.


"Jika dia bukan pasien. Lalu kenapa kamu melakukan hal-hal yang berlebihan di rumah sakit. Kamu itu Dokter. Rumah sakit tempat untuk orang sakit, pekerjaan para Dokter bukan bahan topik gosip yang setiap hari membahas kamu. Karena perilaku kamu dan tingkah kamu yang makin lama. Makin tidak punya attitude dan etika dalam pekerja kamu dan profesi kamu," tegas Kayra penuh penekanan dari setiap kata yang di ucapkannya.

__ADS_1


"Apa-apaan sih mah. Kenapa jadi panjang banget. Hanya perkara aku dengan Aliyah. Selama ini aku juga banyak dengan orang lain. Tetapi mama tidak pernah ikut campur," sahut Brian mulai kesal.


"Mama bukan tidak pernah ikut campur Brian. Mama selalu mengawasi kamu dengan semua tingkah kamu. Tapi kamu tidak melakukannya di rumah sakit. Tapi kali ini kamu membuat Citra rumah sakit bisa rusak dengan kelakukan kamu itu," tegas Kayra meninggikan suaranya membuat Brian terdiam.


"Sudah-sudah jangan bertengkar lagi. Sayang kamu kendalikan diri kamu dan kamu Brian. Kamu sebaiknya kalau punya kekasih atau dekat dengan siapa jangan di rumah sakit. Itu sama saja kamu membuat nama kamu semakin jelek dan jangan membuat mama kamu marah seperti ini. Mama kamu juga direksi di rumah sakit," ucap Davin yang mencoba menjadi penengah di antara anak dan istrinya itu.


"Sayang kamu juga harus tenang. Jangan seperti ini," ucap Davin mengusap-usap punggung Kayra.


"Aku berangkat!" Brian berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi. Dia tau emosi Kayra sangat menggebu-gebu dan jika dia ada di sana. Kayra akan semakin marah.


"Selalu membuat masalah dan tidak mendengarkanku. Apa dia tidak belajar dari Anju yang memilih menikah," ucap Kayra dengan napasnya yang naik turun.


"Sayang sudahlah. Brian sudah dewasa dan pasti Brian tau apa yang harus di lakukannya dan jika kamu sudah seperti ini. Itu artinya dia akan mengerti dan tidak akan mengulanginya lagi," ucap Davin dengan menenangkan istrinya itu.


Kayra tidak bicara apa-apa lagi dan hanya menenangkan dirinya dengan mengatur napasnya.


************


Brian berada di dalam mobilnya yang terlihat kesal dengan mamanya yang membahas masalah pribadinya dan melibatkan Aliyah.


"Kenapa mama harus ikut campur. Hal itu bukannya hal yang biasa dan tidak seharusnya mama ikut campur dan membawa-bawa nama rumah sakit lagi," umpat Brian dengan penuh kekesalan kepada Kayra.


"Apa hubungannya Aliyah dengan pekerjaanku dan juga rumah sakit. Gosip. Gosip apa dan sejak kapan mama peduli gosip," oceh Brian yang marah-marah di dalam mobilnya.


Sudah sarapan tidak mood. Gara-gara di tegur Kayra dan sekarang membicarakan hal seperti tadi membuat mood Brian menjadi buruk.


Tanpa terasa mobilnya sudah sampai rumah sakit. Brian langsung keluar dari mobilnya dengan membuka pintu mobilnya dengan kuat dan langsung memasuki rumah sakit.


"Brian!" Langkah Brian terhenti ketika suara wanita memanggilnya dan membuat langkah Brian terhenti menoleh kebelakang.


Ternyata Aliyah yang tersenyum pada Brian dan langsung menghampiri Brian. Aliyah tadi menjadi pemicu dalam keributannya dan mamanya dan tidak tau juga di mana salahnya.


"Aliyah!" sahut Brian dengan datar. Wajahnya masih tampak kesal. Sehingga tidak bisa membalas senyum Aliyah.

__ADS_1


"Aku membawakanmu sarapan untukmu," ucap Aliyah dengan tersenyum menunjukkan bekal yang sejak tadi di pegangnya.


"Jadi pasien gantinya," tiba-tiba ada suster yang lewat dan berbisik-bisik yang sepertinya membicarakan Brian dan Aliyah.


"Padahalkan Dokter Anju adalah Dokter hebat. Dan sekarang Dokter Brian beralih pada pasien tetap. Memang aneh sih," sahut Suster yang satunya.


Ternyata benar kata Kayra. Jika rumah sakit bukan lagi tempat orang sakit. Namun berubah menjadi ladang gosip dan mengenai Brian dengan kedekatannya pada Aliyah yang menjadi perbincangan di rumah sakit.


Bagaimana tidak menjadi bahan gosip. Aliyah yang setiap hari datang kerumah sakit. Terus menempeli Brian, makan sama-sama di kantin rumah sakit dan tidak segan-segan menunjukkan keromantisan. Selama ini Brian dekat dengan banyak wanita dengan pasien juga. Namun tidak berlebihan dan sisanya wanita-wanita yang memang bukan ada di rumah sakit


Images Brian yang di kenal sebagai pemain sepertinya akan menggeser image Dokter yang di bangunnya dengan baik dan nama Kayra sang mama juga bisa kemungkinan rusak.


"Ayo sarapan bersama," ucap Aliyah memegang tangan Brian yang ingin mengajak Brian. Namun kaki Brian tertahan membuat Aliyah heran.


"Ada apa Brian?" tanya Aliyah.


"Aku sudah sarapan dari rumah. Maaf aku harus pergi ada operasi penting," ucap Brian yang terkesan cuek dan langsung pergi.


"Tapi Brian!" panggil Aliyah yang bingung dengan sifat Brian yang terkesan jutek dan dingin kepada-nya.


"Apa aku melakukan kesalahan," batin Aliyah yang menjadi kepikiran karena sikap Brian yang dingin.


"Aliyah!" tegur Naomi yang tiba-tiba datang dari belakang Aliyah.


"Dokter Naomi," sahut Aliyah.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Naomi heran.


"Aku membawakan Brian sarapan. Tetapi dia langsung pergi dan tumben sekali menolakku. Aku merasa sepertinya aku punya kesalahan makanya dia bersikap seperti itu kepadaku," ucap Aliyah dengan wajahnya penuh kegelisahan.


Naomi juga bingung harus apa. Mendengar keluhan Aliyah. Pasti Naomi juga bingung dengan Brian yang tumben-tumben nya begitu jutek pada Aliyah. Biasanya jika bertemu dengan Aliyah, Brian tidak akan sampai seperti itu.


"Dokter Naomi apa ada wanita yang dekat dengan-nya?" tanya Aliyah tiba-tiba dengan memegang tangan Naomi. Naomi bisa merasakan dinginnya tangan Aliyah. Aliyah yang panik dan tidak tenang seperti ketakutan.

__ADS_1


"Bukannya memang dia banyak dekat dengan wanita," sahut Naomi apa adanya.


Bersambung


__ADS_2