
"Untuk apa?" tanya Aliyah.
"Untuk kamu?" tebak Aliyah.
"Ya bukan dong Aliyah," sahut Brian.
"Lalu?" tanya Aliyah.
"Naomi. Dia mendadak datang bulan. Jadi please kamu pinjami punya kamu," ucap Brian yang begitu mencemaskan Naomi.
"Ya ada sih," sahut Aliyah.
"Ya sudah buruan kamu pinjamakan," ucap Brian.
"Ya sudah biar aku yang antar kekamar mandi untuk Dokter Naomi," ucap Aliyah.
"Ya udah makasih ya," sahut Brian.
Aliyah menganggukkan kepalanya dan langsung pergi mengambil pembalut dan memberi pada Naomi yang ada di kamar mandi.
**********
Naomi masih menunggu Brian di kamar mandi dengan terus memegang perutnya yang terasa begitu sakit membuat air matanya yang sudah hampir jatuh. Biasalah datang bulan di hari pertama itu memang rasanya begitu perih dan mungkin Naomi termasuk orang yang paling parah mengalami hal itu.
toko-tok-tok-tok.
Kamar mandi di ketuk membuat Naomi langsung membuka pintu dengan cepat.
"Bagaimana Brian!" ucap Naomi ketika pintu terbuka. Namun bukan Brian yang berdiri di depan pintu.
"Aliyah," ucap Naomi.
"Bagiamana Dokter? Apa Dokter Naomi baik-baik saja?" tanya Aliyah dengan khawatir.
"Iya saya baik-baik aja," jawab Naomi dengan wajah menahan sakit.
"Ini Dokter!" Aliyah memberikan pembalut itu untuk Naomi.
"Brian tadi mengatakan kepada saya," ucap Aliyah.
"Oh, begitu. Makasih ya Aliyah. Maaf saya merepotkan kamu," ucap Naomi merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa kok Dokter," jawab Aliyah.
"Ya sudah kalau begitu saya ganti sebentar ya. Sekali lagi makasih," ucap Naomi.
"Iya Dokter," sahut Aliyah. Aliyah menghela napas dan langsung pergi dari depan pintu untuk kembali ketempat yang lainnya.
__ADS_1
**********
Setelah mengganti. Naomi kembali ketempat teman-temannya berada. Brian langsung melihat ke arah Naomi dan terlihat sangat khawatir pada Naomi.
"Kamu baik-baik aja Naomi?" tanya Brian dengan wajah cemasnya.
"Iya," jawab Naomi singkat seperti menahan rasa sakit.
"Memang kamu kenapa Naomi?" tanya Anju.
"Nggak apa-apa. Santai aja," sahut Naomi tersenyum. Dia masih bisa tersenyum tipis.
"Hmmm, ini sudah malam banget. Kita belum ada rencana mau pulang ini," sahut Rachel yang melihat arloji di tangannya yang memang seharusnya sudah waktunya untuk pulang.
"Iya bener banget. Soalnya besok masih harus kerumah sakit," ucap Naomi yang juga tampak lelah. Perutnya juga sangat sakit dan butuh istirahat.
"Ya sudah kita pulang saja," sahut Brian yang setuju. Karena melihat keadaan Naomi seperti itu. Dia juga tidak mau terjadi sesuatu pada Naomi.
"Apa tidak terlalu cepat?" tanya Aliyah yang sepertinya tidak ingin ada yang pulang.
"Aliyah kami harus pulang. Nanti lain kali kami akan akan main lagi kerumah kamu," ucap Rachel.
"Ya sudahlah kalau begitu. Sebenarnya aku pengen banget. Lihat Dokter semua lama-lama di sini. Tetapi para Dokter besok akan bekerja lagi dan keadaan Dokter Naomi juga kurang sehat," sahut Aliyah dengan wajah sedihnya.
"Ya sudah kalau begitu kita sebaiknya pulang saja," sahut Anju. Yang lain setuju dan mulai bergerak untuk siap-siap untuk pulang.
"Aliyah kami pulang dulu yah. Makasih untuk jamuannya dan salam untuk orang tua kamu. Mereka pasti sudah istirahat dan kami tidak ingin mengganggu," ucap Rachel.
"Kami yang berterima kasih Aliyah," sahut Anju.
"Ya sudah kalau begitu kami pulang dulu. Kamu jaga kesehatan dan jangan memikirkan apa-apa," ucap Brian pada Aliyah dengan memegang pucuk kepala Aliyah.
"Makasih Brian! Makasih juga kamu sudah datang," sahut Aliyah. Brian menganggukkan kepalanya.
"Aliyah kami duluan," sahut Anju yang bergerak terlebih dahulu.
"Hati-hati untuk kalian semua," sahut Aliyah. Yang lain menganggukkan kepalanya dan mereka satu persatu menyusul Anju yang bergerak terlebih dahulu. Termasuk juga Brian yang pasti kembali berpamitan pada Aliyah.
Aliyah tersenyum dengan suasana hatinya yang memang sangat baik. Selain kedatangan Brian dan yang lainnya kerumahnya. Dia juga tampak bahagia dengan mendapatkan banyak perhatian dari Brian dan pasti tidurnya akan nyenyak setelah ini.
***********
Saat pulang dari rumah Aliyah. Brian mengantar yang lainnya dulu kerumah sakit karena mobil Danesh dan Rachel ada di sana. Lalu setelah itu Brian mengantarkanku Naomi ke apartemen.
Naomi terlihat kelelahan yang sejak tadi berada di samping dengan mata terpejam yang memegang perutnya dan terdengar suara lirihan yang pasti efek dari rasa sakit yang di alaminya.
Sesekali Brian menoleh ke arah Naomi. Dia sangat khawatir pada Naomi dan biasanya Naomi memang kalau sakit selalu seperti itu dan Brian juga sering menghadapi Naomi yang seperti itu.
__ADS_1
Tidak lama akhirnya mobil yang di kendarai Brian sampai di Apartemen Naomi. Brian buru-buru keluar dari mobil dan langsung menghampiri Naomi. Membuat sabuk pengaman Naomi yang membuat Naomi membuka matanya.
"Sudah sampai?" tanyanya pada Brian yang sekarang membuka sabuk pengamannya dengan wajah Brian yang begitu dekat padanyanya.
"Iya sudah sampai," jawab Brian.
"Aku akan membantumu," ucap Brian yang langsung menggendong Naomi apa bridal style.
Dan Naomi mengalungkan tangannya ke leher Brian dan kembali memejamkan matanya dengan deru napasnya yang tidak stabil.
Brian membawa Naomi ke Apartemennya dan begitu sampai di depan pintu Apartemen tersebut. Brian juga membuka dengan menggunakan sandi. Jelas dia tau apa sandinya. Ketika pintu terbuka Brian langsung membawa Naomi kedalam kamar.
Membaringkan Naomi dengan perlahan di atas tempat tidur, mengusap pucuk kepala Naomi dengan dahi Naomi yang berkeringat.
Lalu Brian langsung keluar dari kamar. Sementara Naomi masih memejamkan mata
Namun terdengar suara lirihan antara ingin tidur dan tidak.
Brian ternyata tidak pulang. Entah apa yang di lakukannya di dapur. Dia terlihat begitu sibuk dengan banyak pekerja di dapur dengan kompor yang hidup sepertinya memasak air.
Brian membuka kulkas dan mengambil beberapa buah-buahan. Dia juga membuat jus dan banyak yang di lakukannya. Mondar-mandirq ke kamar Naomi.
Memberi Naomi air putih dengan mengangkat kepala Naomi perlahan, melap keringat di dahi Naomi dan kembali lagi Brian kedapur mengambil jus yang di buatnya.
"Ayo Naomi minum lagi!" Brian mengangkat kembali perlahan kepala Naomi. Menyuruh Naomi untuk minum. Naomi mengangguk dan kembali minum jus tersebut.
"Bagaimana apa sudah merasa lebih baik?" tanya Brian.
"Sedikit," jawab Naomi dengan suaranya yang serak.
"Kamu istirahat ya," ucap Brian. Naomi menganggukkan kepalanya dan Brian kembali membaringkan Naomi.
Brian menghela napasnya melihat kondisi Naomi yang seperti ini mana mungkin di tinggalkannya. Brian mengambil ponselnya.
..."Mah Brian malam ini nggak pulang ya. Brian di Apartemen Naomi. Brian jagain Naomi dia sedang sakit," tulis Brian yang mengirim pesan pada mamanya....
..."Naomi sakit apa?"...
..."Mama menyusul ke sana?" ...
Kayra dengan cepat membalas pesan itu
Mendengar Naomi yang sakit. Juga membuatnya khawatir.
"Tidak perlu mah. Aku aja yang menjaganya, dia hanya datang bulan dan besok pagi juga baik-baik aja," sahut Brian.
..."Ya sudah kamu jagain Naomi. Jangan sampai dia kenapa-kenapa. Awas ya kamu kalau sampai Naomi kenapa-kenapa," tegas Kayra....
__ADS_1
..."Iya mah," jawab Brian dengan geleng-geleng kepala dan menghela napasnya. Lalu melihat ke arah Naomi lagi....
Bersambung