
"Aliyah! Aliyah!" panggil Naomi. Namun Aliyah langsung pergi dan berlari dengan kesedihannya. Entah apa yang di katakan Brian, entah apa yang mereka bicarakan dan entah seperti apa penyelesaian permasalahan yang di putuskan Brian yang penting hasilnya Aliyah sejarah menangis dengan tubuhnya yang bergetar dan pasti ada penyelesaian masalah yang tidak beres di antara keduanya dan mem
"Aliyah...." panggil Naomi yang langsung mengejar Aliyah. Dia tidak tau apa yang terjadi dan harus tau apa yang terjadi
"Aliyah! Tunggu! Aliyah! Aliyah!" teriak Naomi yang terus mengejar Aliyah sampai Naomi menabrak Brian yang tiba-tiba datang dan Naomi yang hampir jatuh dan untung Brian memegang ke-2 tangannya dan Brian heran dengan Naomi yang lari-lari dan wajah panik Naomi.
"Naomi! Kamu kenapa? dan kamu mau kemana? Apa yang terjadi?"tanya Brian heran.
"Apa yang kamu kamu katakan pada Aliyah?" tanya Naomi dengan wajah tegangnya yang sangat takut.
"Maksud kamu?" tanya Brian.
"Kamu mengatakan apa kepada Aliyah!" sentak Naomi dengan suaranya menekan yang benar-benar panik.
"Tunggu dulu Naomi. Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan dan apa ya aku katakan?" Brian kembali bertanya.
"Jangan pura-pura tidak mengerti Brian. Kamu sudah menyebabkan semua kekacauan ini!" tegas Naomi dengan penuh emosi pada Brian.
"Naomi kamu tenang dulu dan jangan emosi!" ucap Brian.
"Bagaimana aku bisa tenang, setelah aku melihat semua ini," tegas Naomi.
"Naomi tapi aku benar-benar........"
"Arggggh!" Naomi memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya yang terlihat prustasi dengan Brian.
"Kamu benar-benar keterlaluan Brian!" kesal Naomi yang tampak geram dan Naomi mendorong Brian. Karena begitu kesalnya dengan Brian.
"Naomi!" panggil Brian
"Ada apa dengannya? kenapa dia menyalahkan ku dan mengatakan ini dan itu?" tanya Brian yang tampak panik.
"Ada apa lagi ini!" umpat Brian yang terlihat frustasi dan langsung mengejar Naomi. Dia juga tau apa yang terjadi pada Naomi dan makanya mengejar Naomi dan Naomi yang mengejar Aliyah.
__ADS_1
Brian tidak tau apa yang di maksud Aliyah. Atau pura-pura tidak tau apa yang di maksud Naomi. Jelas-jelas Naomi sudah menyebutkan beberapa kali nama Aliyah dan seharusnya dia mengerti. Namun dia ternyata tidak mengerti dan sepertinya pura-pura tidak mengerti.
Rachel yang baru selesai melaksanakan operasi tiba-tiba. Melihat Aliyah yang berlari keluar dari rumah sakit dan Rachel bertambah bingung dengan Naomi yang juga mengejar Aliyah.
"Naomi dan Aliyah kenapa? Kenapa meraka berlari? main-main kejar-kejaran?" tanya Rachel yang heran melihat Naomi dan Aliyah. Dia malah mengatakan main kejar-kejaran membuat Rachel menghela napas.
"Brian!" tiba-tiba Brian juga berlari yang membuat Rachel semakin bingung dengan Brian yang menyusul.
"Brian mau kemana lagi? Mau mengejar Aliyah dan Naomi. Untuk apa," gumamnya dengan penuh tanya lagi. Yang juga berlari mengejar Naomi dan Aliyah.
"Apa-apaan sih ini sebenarnya! kenapa hobi lari-larian seperti itu, benar-benar aneh memang," gumam Rachel yang semakin penasaran.
Rachel yang penasaran langsung pergi yang juga ikut mengejar orang-orang yang berlarian yang membuat dirinya penasaran. Dari pada dia tanda tanya mending dia langsung mengejarnya. Karena dia juga tidak tau apa yang terjadi.
"Aliyah tunggu! Aliyah tunggu! Aliyah!teriak Naomi ya berusaha untuk mengejar Aliyah
"Aliyah!" Naomi mengejar Aliyah sampai bejalan raya yang mana Aliya berlari terus berlari dan tidak merespon Naomi sama sekali yang terus memanggil namanya. Sampai akhirnya Naomi berhasil menarik tangan Aliyah dengan napas Naomi yang naik turun dan Aliyah juga yang masih menangis dengan sengugukan dengan wajahnya yang terlihat sangat lelah.
"Aliyah kamu jangan pergi. Kamu harus dengarkan saya. Jangan langsung putus asa. Kamu harus tenang, kamu harus pikirkan kesehatan kamu. Kamu itu sakit," ucap Naomi yang memegang tangan Aliyah yang berusaha menenangkan tangan Aliyah dengan berdiri di hadapan Aliyah.
Namun Aliyah masih menangis sengugukan yang terlihat kekecewaan di matanya yang membuat Naomi panik.
"Apa karena aku sakit Dokter mengatakan seperti ini?" tanya Aliyah.
"Apa maksud kamu Aliyah?" tanya Naomi memegang pipi Aliyah.
"Jangan simpatik padaku Dokter Naomi. Jangan membuatku menjadi wanita yang begitu menyedihkan," ucap Aliyah dengan napasnya yang naik turun.
"Aliyah aku tidak pernah berpikiran seperti itu. Aku tidak simpatik padamu dan aku benar-benar sangat mengkhawatirkanmu. Jadi berhenti mengatakan apa pun Aliyah. Kamu harus tenang. Kita bicara baik-baik dan jika itu masalah Brian kita akan bicara," sahut Naomi yang berusaha untuk menenangkan pikiran Aliyah yang sedang tidak karuan.
"Tapi Dokter percuma mengatakan seperti itu. Karena Brian tidak mempunyai perasaan apa-apa kepadaku," sahut Aliyah dengan menghela napasnya yang berusaha untuk tenang.
"Tidak Aliyah!" sahut Naomi.
__ADS_1
"Bukan aku wanita yang di hatinya dan Dokter tidak perlu berusaha untuk menenangkan hatiku. Karena bukan aku yang sebenarnya di cintainya. Dia tidak membalas perasaanku. Aku sama saja dengan wanita yang lainnya. Tidak ada yang special di antara kamu berdua. Tidak ada yang special di antara kami berdua. Aku sama saja dengan wanita-wanita yang lainnya," ucap Aliyah yang menangis senggugukan yang menerangkan pada Naomi tentang statusnya yang tidak sesuai dengan harapannya.
"Brian harapan hidupku Dokter dan harapan itu susu pergi jauh dari hidupku," lanjut Aliyah yang terlihat pasrah dan sangat lelah.
"Tidak Aliya! Kamu jangan berpikiran seperti itu. Saya yakin Brian tidak seperti itu. Kamu harus tenang Aliyah, kamu jangan berpikiran yang lain-lain percayalah kepada saya. Jika Brian....."
"Sudah Dokter! sudah cukup Dokter mengatakan semuanya, cukup Dokter yang berusaha untuk meyakinkan saya. Cukup Dokter!" sahut Aliyah memotong bicara Naomi.
"Semua yang saya lihat sudah mendapat semua jawabannya dan Dokter jangan berusaha untuk melakukan hal ini kepada saya. Semua ini bukan tanggung jawa Dokter. Dokter juga harus menata hati Dokter. Terima kasih Dokter Naomi," ucap Naomi yang melepaskan perlahan tangan Naomi dari tangannya dengan napas Aliyah yang naik turun.
"Aliyah! Aliyah tunggu!" lirih Naomi dengan suara napas beratnya. Namun Aliyah perlahan pergi dari hadapan Naomi yang sudah tidak ingin mengatakan apa-apa lagi dan tidak ada yang perlu di dengarnya.
"Aliyah!" lirih Naomi yay meneteskan air matanya.
Tin-tin-tin-tin-tin-tin-tin-tin-tin-tin-tin-tin.
Terdengar suara klakson yang kuat yang berada dari hadapan Aliyah yang berjalan. Naomi kaget melihat mobil yang melaju kencang itu dan mengarah kepada Aliyah. Mata Naomi melotot ketika mobil itu semakin dekat.
"Aliyah!!!!!!!!" teriak Naomi yang langsung berlari dan mendorong Aliyah mengelakkan dari mobil itu.
Brakkkkk
Suara tabrakan terdengar. Naomi yang menghantam mobil yang melaju kencang membuat Naomi tertabrak dan terpelanting beberapa meter karena kencangnya benturannya pada mobil itu.
"Dokter Naomi!" teriak Aliyah yang kaget melihat Naomi yang tertabrak.
Tin-tin-tin-tin-tin-tin-tin-tin-tin-tin-tin-tin.
Suara klakson kembali terdengar dan kali ini suara klakson sepeda motor Kemabli terdengar dan Aliyah melihat kearah suara itu.
"Aaaaaaaaaaa!" teriak Aliyah dengan menyilangkan tangannya di wajahnya saat sepeda motor itu semakin dekat.
Bersambung
__ADS_1